Pak Abi dan para milister Ysh
Terima kasih Pak Abi, sekali-kali boleh juga atuh, hanya untuk memperkaya cara 
berpikir saja kok. Sebagai ilustrasi, tadi malam sepanjang pulang kerumah saya 
mendengar radio yang mengulas tentang 'persepuluhan' dari peradaban Taurat 
sampai ke era Injil, sangat menarik.
Salam hormat
--- On Mon, 7/6/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:


From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Monday, July 6, 2009, 7:07 AM













Ibu Cut Safana ysh, 
Trims atas minatnya diskusikan masalah PR dicampur sdkt ayat2……dan saya ganti 
tertarik utk membahas kebijakan perumahan 1:3:6 yg dikatakan oleh ibu sbg 
'baik' tapi ‘tidak jalan’… tapi akan  membahasnya dilain kesempatan…. 
Tapi saya kira/ tafsiran pribadi saya…… aspek teknik dlm PR tetap hrs lbh 
banyak didalami dan digali dgn teknik PR……. dan ttg perkara moralitas dan 
konsistensinya….. barulah saya kira msh cocok kalau itu mau disangkutkan dgn 
ayat2…… 
Bhw dlm pembahasan masalah teknik sering muncul permintaan agar kita tak 
melupakan membahasnya pula  dari sudut pandang agama….. ini brkali didasar oleh 
pertama niatan utk mengingatkan ttg perintah agama menyangkut hal berkait (dari 
ustadz Koeswadi?)….. sehingga dgn demikian kita tak coba utk berkelit dari 
tgjawab itu….. tetapi setengahnya yg lain bisa jg didasari oleh semacam 
pengertian atau kekhawatiran bhw ilmu dan agama adalah 2 hal yg terpisah dan 
berbeda…… atau ada semacam kekhawatiran bila kita terlampau dalam menggeluti 
ilmu lalu jangan2 dikhawatirkan kita bisa meninggalkan agama atau bahkan ilmu 
nanti bertentangan dgn agama .... spt terjadi pd kasus penelitian ilmiah 
tentang kloning misalnya…… 
Sebenarnya kontroversi ilmu dan agama bukan hanya terjadi dikalangan Islam 
saja…. itu pernah terjadi pula di Eropa pada pada abad 18 dan 19……..dan padahal 
pada abad 20 pemahaman telah sampai pada kesadaran bhw  ilmu berjalan seiring 
dgn agama.. dan bahkan ilmu dikatakan sbg pendukung agama…… atau BJ Habibie 
misalnya  sering kemukakan ttg  hubungan erat akal, ilmu dan iman dgn  ‘iptek 
dan imtak’ atau ilmu pengetahuan, teknologi, iman serta taqwa…….. 
Sebenarnya banyak sekali cabang disiplin ilmiah yg dahulunya justru muncul dan 
digali dari kalangan Islam seperti ttg ilmu algorithma yg menjadi dasar dari 
ilmu komputer, juga ilmu aljabar,  falaq, kedokteran dsb….. tetapi akhirnya 
Islam justru ‘kehilangan’ semuanya itu justru karena ‘salahnya sendiri’….  spt 
sebuah otokritik  yg dikemukakan oleh Yusuf Al Qardhawi…… : 
“…….Ummat Islam terlampau sibuk belajar, mendalami dan berdebat ttg ilmu agama 
melebihi para sufi dan para fuqaha…..  sehingga mereka melupakan untuk 
mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan 
ummat… sehingga ketika barat dahulu mengambilnya sebagai sumber… lalu meneliti 
dan mengembangkannya sampai sedemikian majunya dan kita tersadar… tetapi 
segalanya sudah terlambat … dan tak mungkin lagi kita mampu mengejar 
ketertinggalan yg jauh itu………”. 
Saya sih yakin Ibu Cut bukanlah termasuk yg meragukan perkembangan ilmu demi 
utk mendukung agama…… dn saya lbh mengira pastilah ibu lbh mempertanyakan ttg 
konsistensi ‘kata dan perbuatan’ dari ilmu, teknologi, iman dan taqwa yg sejauh 
ini telah dimiliki oleh ummat…… atau khususnya oleh ummat intelektual  penataan 
ruang… dan (mempertanyakan)  apa yg telah diperbuatnya bagi bangsa dan 
negaranya …..…. 
Saya sendiri sih hanya sekedar belajar sedikit2… maka kalau tak salah  brkali 
ayat yg masih agak2 relevan adalah spt  dimulai dgn ayat2 yg masih 'sejuk' 
spt  Al Insaan 76 : 8-9……: 
“….Dan mereka memberikan makanan yg disukainya kepada orang yg miskin, anak2 
yatim  dan tawanan…. (dan) …Bahwasanya kami memberi makanan itu, semata2 untuk 
mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dan ucapan 
terimakasih daripadamu….”. 
Atau yg lbh eksplisit dan tegas barangkali Al Baqarah 2: 44 ……..: 
“…Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaikan.. sedangkan kamu 
mengabaikannya. . padahal kamu telah membaca Kitab?... mengapa kamu tidak mau 
mengerti?... ....”. 
Atau barangkali yg lebih keras lagi adlh spt pada  As Shaff 61:3….: 
“……Amat besar kemurkaan disisi Allah, kalau kamu hanya berkata tentang kebaikan 
tanpa memperbuatnya…..” 
Bgmn pendapat2 rekan ustadz BSP, Risfan, Andri, Ekadj, Koeswadi, Moh. Surti, 
ustadzah Ramalis dan rekan2 yg lainnya?.... . mohon koreksi serta siraman 
rohaninya yg lbh banyak...... 
Salam,

--- On Fri, 7/3/09, cut safana <cutsaff...@. .........> wrote:


From: cut safana <cutsaff...@. .........>
Subject: Re: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
To: refere...@yahoogrou ps.com
Cc: pl...@yahoogroups. com
Date: Friday, July 3, 2009, 4:24 AM









Pak Abi dan Milister Ysh,

Ulasan Bapak sangat menarik bagi saya. Pada dasarnya untuk semua aspek di dunia 
ini perlu keseimbangan, sebagai eksekutor dan pembuat kebijakan, seyogyanya 
Pemerintah (& pemda) harus mampu menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang, dll, 
untuk hajat hidup rakyat banyak, khususnya bidang perekonomian, disisi lain 
masyarakat (include swasta,dll)  juga perlu bahu membahu dengan pemerintah. 
Banyak caranya, tidak perlu ideal/sempurna, namun tetap memperhatikan  
keseimbangan, dan semua bisa diatur, toch semua bidang keahlian kita miliki, 
banyak orang pintar, tinggal dikaji dan dirumuskan, duit sebagai modal juga 
banyak (hutang ...? , asal soft loan, jangan yg 13 %). 
 
Pak Abi, salah satu contoh  adl kebijakan pembangunan 1:3:6 untuk perumahan, 
sangat baik (dimata saya), sayang implementasinya yang melenceng. Semua 
ini  yang penting 'nawaaitu'nya hingga menjadi political will. 
 
Saya secara pribadi perlu sadar,  jangan  tunggu sampai badan terbujur 
kaku........ ......... .....???. mohon pencerahannya, kalau bisa pakai ayat-2 
lagi Pak. 
 
Sekali-kali perlu juga membahas karakter bangsa ini yang katanya sudah mulai 
tergerus dari koridor-koridor religi (plural) yang ada di negara ini. Sementara 
masyarakat di luar sana, yang atheis saja masih lebih santun, dan ngopeni 
sesama .......
 
Salam hormat,
 

--- On Wed, 7/1/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:










Rekan Ramalis dan milisters ysh, 

Mohon maaf utk yg merasa terganggu dgn bahasan bersangkut dgn ayat2 dari kitab 
suci…… dan terimakasih utk  yg berminat…. 



  








 
 




 











 




























      

Kirim email ke