Pak Bambang SP yth, sy mohon pencerahan apa bedanya sosialisasi vs 
indoktrinasi,terutama dikaitkan dgn pertanyaan pak kyai tsb?menurut hemat sy 
mungkin hal itu muncul krn pak kyai kebingungan dgn banyaknya istilah baru yg 
harus ditelan,dikunyah n dicerna sblm dilaksanakan.apalagi mungkin sosialisasi 
tsb tdk menggunakan contoh konkrit sesuai persoalan warga pak kyai tsb.kedua,sy 
juga mohon pencerahan bgmn mekanisme pelibatan yg cocok agar semua org di 
seluruh pelosok nusantara merasa sudah dilibatkan,termasuk pak kyai tsb?
Matur suwun..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "[email protected]" <[email protected]>

Date: Thu, 16 Jul 2009 19:02:00 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] RTH, belajar dari Jogya.



Mas Sugiono ysh,

Tentang RTR saya punya sedikit cerita waktu pak Sekditjen Taru mengadakan 
sosialisasi. Dia mendapatkan sebuah pertanyaan dari Kiai Ali Maksum dari Pondok 
Krapyak. Pertanyaannya : mengapa untuk UU TR ini kok kita hanya diikut sertakan 
sesudah selesai. Ini bukan sosialisasi tetapi indoktrinasi. Saya tahu bahwa pak 
Sekditjen hanya kena awu anget dari kondisi yang ada di nasional ini. Masalhnya 
adalah bahwa memang mekanisme UU TR masih sangat sangat ekslusif ... sangat 
jauh dari inklusifime dalam prakteknya ... jadi ya itulah jadinya.

 

Salam

bambang sp

Kirim email ke