>>>> Tetapi yang ingin disampaikan adalah, ketika kita sudah enak naik sepeda >>>> motor ada rasa enggan untuk kembali naik sepeda, apalagi ketika sudah >>>> nyaman mengendarai mobil sang ......
++ Ah masa iyaa... Trus mas Dwiagus gmana? Trus anggota Bike2Work yg 10ribu itu gmana? Turis Belanda yg di Jogja nge-becak atau ngojek, pas balik lagi ke Belanda.. Apa lantas beli motor disana?? Kebanyakan mitos nih.. -K- Pedal Powered BikeBerry -----Original Message----- From: Djarot Purbadi <[email protected]> Date: Sat, 12 Dec 2009 13:08:50 To: <[email protected]> Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia? Ya, teorinya memang kebablasan karena tanpa basis evidensi yang mantap. Tetapi yang ingin disampaikan adalah, ketika kita sudah enak naik sepeda motor ada rasa enggan untuk kembali naik sepeda, apalagi ketika sudah nyaman mengendarai mobil sangat sulit untuk kembali ke pola hidup berjalan kaki lagi seperti masa kecil kita. Apalagi pada saat masih di dalam kandungan sudah naik mobil, waaah rasanya agak mustahil deh diajak apalagi berpikir nikmatnya berjalan kaki. Tampaknya perlu ada revolusi berpikir yang mampu mengubah mindset kita untuk ke arah itu. Pemahaman dan kesadaran tentang teori-teori pemanasan global, polusi dsb barangkali belum cukup. Tentu ada penjelasan lain yang diperlukan deh. Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Sun, 12/13/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia? To: [email protected] Date: Sunday, December 13, 2009, 12:41 AM Tapi saya belum pernah lihat tas atau sepatu buatan Bantul atau Cibaduyut di butik mewah di paris hua ha ha ha..... (kalo sepatu kodian macem Nike sih sering lah....) Salam, Fadjar Undip --- On Sun, 12/13/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> wrote: From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia? To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Sunday, December 13, 2009, 12:15 AM Karena HDI Paris>>>HDI Jkt>> HDI NTB&NTT.. -K- Pedal Powered BikeBerry From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> Date: Sat, 12 Dec 2009 02:27:06 -0800 (PST) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia? Mas, tetapi ada teori yang menentangnya lho. Orang desa dimana-mana ingin ke kota, setelah di kota lulus sekolah, ingin kerja di Jakarta. Setelah di jakarta, dia ingin ke Singapore, atau Paris. Ketika di Paris beli tas dan sepatu di butik mewah, eee ternyata tas dan sepatu itu buatan Manding (Bantul) atau Cibaduyut (Jabar).... Salam, Djarot Purbadi http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK] http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com --- On Sat, 12/12/09, Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> wrote: From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia? To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Saturday, December 12, 2009, 2:40 PM Saya juga mau berkomen yg hampir sama dengan koko. Kalow di NTT dan NTB, angka HDI yg buruk disumbang dari angka kematian ibu dan anak yg lumayan tinggi. Dan kebanyakan disebabkan karena keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan, yg dikarenakan tak adanya sistem angkutan rural yg bisa membawa ibu hamil dan anak yg bermasalah kesehatan ke rumah sakit. Tambahan lagi, hal tersebut juga membuat para keluarga enggan membawa ibu dan anak ke fasilitas kesehatan. Dan mereka prefer pergi ke dukun. Salah satu konsep intervensinya, maka sistem transportasi menjadi salah satu bagian sistem kesiagaan sebuah desa utk menghadapi permasalah kesehatan ibu dan anak. Mulai dari identifikasi siapa punya kendaraan apa, kendaraan mana membantu siapa, dst. Itu yg dilakukan AusAID dan diteruskan GTZ di NTT dan NTB dan kemudian jd program nasional Desa Siaga-nya Menkes. Jadi saya numpang teriak amin, utk menegaskan pentingnya rural transportation system. Salam Dwiagus »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! From: "Harya Setyaka" <harya.setyaka@ gmail.com> Date: Sat, 12 Dec 2009 06:47:10 +0000 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia? Teman2 dari PUSTRAL(Pusat Studi Transp Logistic) UGM menggiati rural transport cukup intensive. Prof. Danang Parikesit, salah satu profesor muda di bidang transport juga sempat menjadi ketua IFRTD: Ins. For Rural Transp Devt., yg berkedudukan di London. Di luar Jawa, misal di Papua, minimnya infastruktur transportasi menjadi kendala pelayanan kesehatan&pendidikan. HDI nya jadi keok. JaTeng Yogya HDI nya cukup tinggi.. Mengenai mangga busuk di Kediri: artinya harga produksi mangga+investasi pendingin+ ongkos angkut / kg >>> harga jual /kg di pasar/kota.. (Basic Von Thunnen). Kalau sudah panen tapi tidak terangkut juga; artinya ongkos angkut >= harga jual. Sulitnya Informasi mengenai harga jual (price signal) ini menjadi tantangan bagi petani.. Salam, -K- Pedal Powered BikeBerry From: Eko B K <ekobu...@yahoo. com> Date: Fri, 11 Dec 2009 20:30:13 -0800 (PST) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] rural transport di Indonesia? Bapak, Ibu, referensiers ysh., Selain MRT dan sepeda utk memecahkan masalah urban transport, saya kira kita juga punya masalah dgn rural transport... sayangnya (rasanya) belum pernah kita diskusikan di milis ini... saya terpikir setelah melihat foto2 kawan di Jawa Tengah dan Yogya yg memperlihatkan beberapa pickup (yg juga sudah penuh dgn barang) masih dipenuhi oleh 20 an orang...aneh tapi nyata... sungguh miris melihat di era masa kini di mana ada indikasi korupsi ratusan milyar bahkan triliun rupiah, masih ada sekelompok saudara2 kita yg tidak hanya dihilangkan haknya utk menikmati transportasi yg nyaman, tapi bahkan juga yg aman... masalah "keamanan" dlm bertransportasi publik mungkin sudah sering kita lihat di KA Jabotabek... Tapi rural transport pun ternyata bermasalah, dan saya tidak tahu banyak ttg ini di Indonesia... kecuali bahwa pernah ada penelitian di Planologi ITB ttg dampak lingkungan dari rural transport, yg kalau hipothesis saya sih tidak akan signifikan dampaknya karena karakter dari rural transport yg merupakan low volume traffic... menurut saya yg perlu diteliti dr rural transport di Indonesia adalah keandalannya (ada ketika diperlukan), murahnya (kasus panen mangga di Kediri yg akhirnya dibiarkan membusuk akibat transportasi yg mahal dan tdk tersedianya fasilitas pendingin), kenyamanan dan keamanan (kasus manusia yg dijejal2 di belakang pickup).... dan masalahnya bisa bervariasi antara wilayah2 di Jawa dan luar Jawa, di dalam pulau dan antar pulau... barangkali ada bapak/ibu yg berkenan sharing pengetahuannya, terimakasih. .. salam.

