Fenomena rural-urban transport memang menarik diwacanakan. Ketika orang-orang desa ke kota kemudian karena modalnya terbatas sementara barang bawaan harus banyak, maka modifikasi sepeda motor terjadi seperti di Belanda pada modifikasi sepeda. Orang desa kita juga kreatif, sepeda motor bisa untuk membawa galon aqua sampai 6-8 galon dengan tambahan "kronjot" besi atau kayu atau bambu atau kombinasi.
Nah, kendaraan modif ini sekarang nyaris menjadi raja jalanan karena kendaraan lain ketakutan jika kena senggol ujung-ujungnya yang kadang disengaja runcing. Mobil jelas sangat ketakutan karena gesekan dengan kronjot selalu merugikan. Perilaku pengendara umumnya merasa dirinya naik motor, sementara lebarnya selebar mobil. Peraturan lalu-lintas tampaknya perlu dimodifikasi juga, seperti sepeda motor para warga desa berkronjot itu. Kendaraan pemudik motor bahkan telah menjadi inspirasi para desainer motot untuk memodifikasi motor yang baru dengan tambahan elemen-elemen yang meningkatkan kapasitas angkut ketika mudik. Ujungnya: biar motor lebih laku. Tampaknya, fenomena memasuki pola lingkaran teka-teki: mana telur mana ayam yang lebih dahulu juga nih ! Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Sat, 12/12/09, Eko B K <[email protected]> wrote: From: Eko B K <[email protected]> Subject: [referensi] rural transport di Indonesia? To: [email protected] Date: Saturday, December 12, 2009, 11:30 AM Bapak, Ibu, referensiers ysh., Selain MRT dan sepeda utk memecahkan masalah urban transport, saya kira kita juga punya masalah dgn rural transport... sayangnya (rasanya) belum pernah kita diskusikan di milis ini... saya terpikir setelah melihat foto2 kawan di Jawa Tengah dan Yogya yg memperlihatkan beberapa pickup (yg juga sudah penuh dgn barang) masih dipenuhi oleh 20 an orang...aneh tapi nyata... sungguh miris melihat di era masa kini di mana ada indikasi korupsi ratusan milyar bahkan triliun rupiah, masih ada sekelompok saudara2 kita yg tidak hanya dihilangkan haknya utk menikmati transportasi yg nyaman, tapi bahkan juga yg aman... masalah "keamanan" dlm bertransportasi publik mungkin sudah sering kita lihat di KA Jabotabek... Tapi rural transport pun ternyata bermasalah, dan saya tidak tahu banyak ttg ini di Indonesia... kecuali bahwa pernah ada penelitian di Planologi ITB ttg dampak lingkungan dari rural transport, yg kalau hipothesis saya sih tidak akan signifikan dampaknya karena karakter dari rural transport yg merupakan low volume traffic... menurut saya yg perlu diteliti dr rural transport di Indonesia adalah keandalannya (ada ketika diperlukan), murahnya (kasus panen mangga di Kediri yg akhirnya dibiarkan membusuk akibat transportasi yg mahal dan tdk tersedianya fasilitas pendingin), kenyamanan dan keamanan (kasus manusia yg dijejal2 di belakang pickup).... dan masalahnya bisa bervariasi antara wilayah2 di Jawa dan luar Jawa, di dalam pulau dan antar pulau... barangkali ada bapak/ibu yg berkenan sharing pengetahuannya, terimakasih. .. salam.

