Bapak, Ibu, referensiers ysh.,
Selain MRT dan sepeda utk memecahkan masalah urban transport, saya kira kita
juga punya masalah dgn rural transport... sayangnya (rasanya) belum pernah kita
diskusikan di milis ini... saya terpikir setelah melihat foto2 kawan di Jawa
Tengah dan Yogya yg memperlihatkan beberapa pickup (yg juga sudah penuh dgn
barang) masih dipenuhi oleh 20 an orang...aneh tapi nyata...
sungguh miris melihat di era masa kini di mana ada indikasi korupsi ratusan
milyar bahkan triliun rupiah, masih ada sekelompok saudara2 kita yg tidak hanya
dihilangkan haknya utk menikmati transportasi yg nyaman, tapi bahkan juga yg
aman... masalah "keamanan" dlm bertransportasi publik mungkin sudah sering kita
lihat di KA Jabotabek... Tapi rural transport pun ternyata bermasalah, dan saya
tidak tahu banyak ttg ini di Indonesia... kecuali bahwa pernah ada penelitian
di Planologi ITB ttg dampak lingkungan dari rural transport, yg kalau
hipothesis saya sih tidak akan signifikan dampaknya karena karakter dari rural
transport yg merupakan low volume traffic... menurut saya yg perlu diteliti dr
rural transport di Indonesia adalah keandalannya (ada ketika diperlukan),
murahnya (kasus panen mangga di Kediri yg akhirnya dibiarkan membusuk akibat
transportasi yg mahal dan tdk tersedianya fasilitas pendingin), kenyamanan dan
keamanan (kasus manusia yg dijejal2 di
belakang pickup).... dan masalahnya bisa bervariasi antara wilayah2 di Jawa
dan luar Jawa, di dalam pulau dan antar pulau...
barangkali ada bapak/ibu yg berkenan sharing pengetahuannya, terimakasih...
salam.