Pak Andi, sepengetahuan saya, BSD bukan kalah bersaing memperebutkan ibukota 
Kabupaten Tangerang. Banyak pertimbangan antara lain : BSD tidak menyediakan 
lahan untuk pusat pemerintahan (nilai tanahnya terlalu mahal bila untuk 
pemerintahan), lokasi BSD terlalu dekat dengan Kota Tangerang,... dan BSD tidak 
butuh status pusat pemerintahan. Tanpa status pusat pemerintahan nilai jualnya 
tetap tinggi. Sebaliknya Tigaraksa memang menyediakan lahan untuk pusat 
pemerintahan dan Tiga raksa ingin pusat pemerintahan itu sebagai "pusat 
pertunbuhan" (walau pada akhirnya nggak berhasil), nilai jual tanahnya masih 
rendah (lokasinya tanggung : dengan jalan raya utama jauh, dan dengan kereta 
api juga jauh).

Menurut ahli Fengsui, Tigaraksa dinilai "kehilangan angin". Begitu juga 
Jonggol. (percaya atau tidak).

Thanks. CU. BTS.

  ----- Original Message ----- 
  From: Andi Plano 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, December 27, 2009 9:18 PM
  Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???


    
         Salam Referensiers

        Ikutan nih. BSD bersaing dengan Tiga Raksa saja kalah memperebutkan 
ibukota kabupaten Tangerang, apa lagi mau jadi ibukota negara ? Harusnya ide 
pemindahan ibukota Indonesia sudah dimuat dalam RTRWN yang sudah 10 th ini 
direvisi terus, yang menghabiskan banyak uang rakyat.
        Mohon pencerahannya.

        @ndi





        --- On Sat, 12/26/09, budi Situmorang <[email protected]> wrote:


          From: budi Situmorang <[email protected]>
          Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH 
???
          To: [email protected]
          Date: Saturday, December 26, 2009, 1:06 PM


            
                Pak AGus,

                Ini memang dapat dipahami bila mempelajari studi mereka, 
beberapa lokasi alternatif (dari enam lokasi) adalah menjelaskan hal tersebut 
(polycentric) , tetapi jangan lupa ini adalah ibukota negara (main idea) dan 
bukan pertumbuhan baru yg hanya berbasis ekonomi wilayah semata. Ibukota negara 
diartikan sbg fungsi penyelenggaraan administrasi pemerintahan nasional dan 
fungsi diplomatik negara sahabat. Objektif ini yg scr konsisten dijabarkan ke 
dalam fungsi ruang, kemudian direalisasikan. 

                Kalo mengadopsi pemikiran malaysia, lokasi paling mungkin 
menurut saya sementara adalah antara BAndara Soekarno-Hatta dengan Jakarta, 
yang mengarah ke Barat Daya, tetapi kalo bisa lokasi tsb yg masih berupa 
perkebunan atau bekas, Idealnya sih memang ada di BSD. BSD sudah keburu 
dikembangkan jadi kota mandiri (fgs perkotaan, ibukota).

                Referensiers, kalo sekalian keluar dari Jakarta, mgkn sekali 
tetapi pengalaman dari Canberra yg sudah mulai dari awal tahun 1900, dan baru 
terwujud setelah 50 tahun. Ini butuh pemikiran yg juga tdk kalah matangnya.

                Demikian dulu,
                Budi Situmorang

                --- Pada Sab, 26/12/09, Benedictus Dwiagus S.. <bdwia...@gmail. 
com> menulis:


                  Dari: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com>
                  Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia 
PIndaH ???
                  Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
                  Tanggal: Sabtu, 26 Desember, 2009, 9:26 AM




                  Kalau konsisten dengan ide polycentric berdasarkan 
"keseimbangan jarak" kenapa malaysia memilih Putrajaya yang hanya berjarak 
bbrapa km saja dari KL, dan tidak memilih kota di negara bagian seberang di 
borneo sana ya.

                  »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot 
Teruuusss... !!!

--------------------------------------------------------------

                  From: budi Situmorang <bsitumorang@ yahoo.com> 
                  Date: Sat, 26 Dec 2009 00:15:36 +0800 (SGT)
                  To: <refere...@yahoogrou ps.com>
                  Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia 
PIndaH ???


                    
                        Dear Referensiers,

                        Menanggapi ibu NIta, Saya kebetulan barusan (awal 
Desember lalu) ketemu Perbadanan Putrajaya, Badan yg menangani pengembangan 
Putera Jaya di Putera Jaya Lantai 9. Menurut mereka, alasannya yang 
dilaksanakan lsg oleh Dr.M (beliau mastermind nya) adalah:
                        1. Kalo masih di Kuala Lumpur sudah dapat dipastikan 
tidak akan dapat mengembangkan lahan buat pemerintahan Pusat (ke depan) yg 
cukup. Artinya, lahan terbatas bagi berbagai fasilitas dan gedung pemerintahan 
Pusat (+ perwakilan negara tetangga)
                        2.Kuala Lumpur diarahkan menjadi Commercial dan 
Financial Center berskala dunia mengimbangi SIngapore
                        3. Mengatasi kesenjangan (disparitas) perkembangan 
wilayah -- istilah mereka membentuk pusat pertumbuhan baru
                        ----
                        Dari studi yg dilakukan mereka terpilih 6 lokasi 
kandidat, yang kemudian dikaji dengan kriteria berikut:
                        1. Lahan yg tersedia cukup luas dan less conflicts 
terutama dengan masyarakat/pemilik lahan (Puterajaya merupakan lahan perkebunan 
kelapa sawit, dan hanya ada 10 KK yg dulu bermukim, luasannya cukup besar 
5000ha)
                        2. akses atau dekat dengan koridor yg berkembang 
(berada persis ditengah dari koridor cepat berkembang KLIA-KUala Lumpur)
                        3. akses ke internasional  (kurang lebih 20 km dari 
Bandara)
                        4. Keterlibatan swasta (ada permintaan pasar cukup 
tinggi untuk dikembangkan) dan BUMN untuk utilitas gas, listrik, sanitasi, dll

                        JAdi terpilihlah Puterajaya tersebut, sejak thn 1995, 
dan ada satu faktor dominan lain yg perlu saya ungkapkan dan ini diakui 
langsung, yaitu faktor Dr.M. Memindahkan ibukota negara tidak bisa tidak harus 
"tangan besi", leadership yg sangat kuat. 

                        Rekan2, pengamatan saya, kita perlu merenungkan kalo 
memindahkan ibukota, harus difokuskan pada fungsi ibukota, yaitu administrasi 
pemerintahan nasional/negara; dan perwakilan negara tetangga/organisasi 
dunia/PBB. Hal yg lain (fgs lain perkotaan) mengikuti sesuai dengan size kota 
yg diinginkan. Puterajaya didesain hanya untuk 350rb maksimal, sekarang sudah 
70.000 penduduk dan memang ditargetkan 70% penduduk adalah pegawai pemerintahan.

                        Demikian sekedar berbagi informasi (sebagian), semoga 
bermanfaat.

                        Salam,
                        Budi Situmorang.


                        --- Pada Rab, 23/12/09, nita <ariny...@yahoo. com> 
menulis:


                          Dari: nita <ariny...@yahoo. com>
                          Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota 
INdoneSia PIndaH ???
                          Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
                          Tanggal: Rabu, 23 Desember, 2009, 10:34 PM




                          Referensiers,
                          Boleh tahu or ada referensi-mungkin pernah dibahas di 
sini-apa alasan pem Malayia pindahkan pusat pemerintahannya ke Puterajaya? 

                          Thx.

                          Nita 
                          Sent from my BlackBerry®
                          powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------------------------
                       


--------------------------------------------------------------
                  Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya 
sekarang! 


               


----------------------------------------------------------------------
          Akses email lebih cepat. 
          Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 
baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)  



  

Kirim email ke