Pak Andi, Mas BTS dan rekan-2 ysh,

Seingat saya BSD yang mulai direncanakan tahun 1984-85 an dengan penguasaan 
lahan 6.000 Ha, sepertinya motivasi awalnya memang dagang tanah + rumah saja. 
Saat itu ada 10 konsorsium sebagai developer yang memodali pembangunannya dan 
mendapat restu dari Mendagri. Awalnya mau jadi kota 'Mandiri' dengan rencana 
untuk 800.000 penduduk (entah sekarang berapa jumlahnya ?), tetapi kenyataannya 
hanya jadi kota 'Dormitory' alias buat tidur saja, sedang kerja penduduknya 
kebanyakan tetap ke Jakarta & Tangerang. Sekarang sudah dibuat jalan toll yang 
menuju Jakarta dan ke Bandara SH, yang justru mempercepat pergerakan orang yang 
mau keluar dari BSD dsknya. Saat ini, BSD sudah hampir menyatu dengan Bintaro 
dan kota Tangerang. Kalau BSD sudah jadi kota 'Mandiri' seharusnya singkatan 
'Jabodetabekjur' (+ serpong) jadi 'Jabodetabekjurser'...

Menurut perkiraan saat ini jumlah penduduk 'Jabodetabekjurser' atau dalam 
radius 60 km dari Monas, sudah sekitar 22 juta jiwa, atau hampir sama dengan 
jumlah penduduk seluruh benua Australia. Sepertinya beban Jakarta sebagai 
ibukota NKRI sangat berat, karena dengan era otonomi daerah sekarang ini, 
Bogor, Depok, Bekasi & Cianjur akan lebih mengikuti 'policy' Prop. Jawa Barat, 
demikian juga Tangerang akan mengikuti arahan dari Prop. Banten. Walaupun sudah 
dibuat Keppres atau PP tentang Kerjasama Pembangunan 'Jabodetabekjur', 
sepertinya Pemda DKI Jakarta akan tetap kesulitan dalam mengatur sistem 
perkotaannya yang sudah menyatu dengan wilayah sekitarnya.

Semoga diskusi tentang 'pemindahan ibukota' ini sangat mungkin untuk diangkat 
menjadi 'issue nasional' dalam mengantisipasi perubahan perkembangan kedepan, 
atau diusulkan saja agar 'Jabodetabekjurser' jadi ibukota NKRI dengan sistem 
pemerintahan khusus tersendiri, mirip 'Metropolitan Manila', sehingga lebih 
mudah mengaturnya ? 

Wassalam,

Onnos.   
 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Sun, 27 Dec 2009 22:24:41 -0800
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???

  








Pak BTS yth.
 
Pada eranya Sudwikatmono pernah disiapkan lebih 10 hektar plus plus untuk itu. 
Plus pulsnya untuk memuluskan prosesnya.
 
@ndi
 


--- On Mon, 12/28/09, Btatas <[email protected]> wrote:


From: Btatas <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: [email protected]
Date: Monday, December 28, 2009, 12:27 AM


  

 
Pak Andi, sepengetahuan saya, BSD bukan kalah bersaing memperebutkan ibukota 
Kabupaten Tangerang. Banyak pertimbangan antara lain : BSD tidak menyediakan 
lahan untuk pusat pemerintahan (nilai tanahnya terlalu mahal bila untuk 
pemerintahan) , lokasi BSD terlalu dekat dengan Kota Tangerang,.. . dan BSD 
tidak butuh status pusat pemerintahan. Tanpa status pusat pemerintahan nilai 
jualnya tetap tinggi. Sebaliknya Tigaraksa memang menyediakan lahan untuk pusat 
pemerintahan dan Tiga raksa ingin pusat pemerintahan itu sebagai "pusat 
pertunbuhan" (walau pada akhirnya nggak berhasil), nilai jual tanahnya masih 
rendah (lokasinya tanggung : dengan jalan raya utama jauh, dan dengan kereta 
api juga jauh).
 
Menurut ahli Fengsui, Tigaraksa dinilai "kehilangan angin". Begitu juga 
Jonggol. (percaya atau tidak).
 
Thanks. CU. BTS.
 

----- Original Message ----- 
From: Andi Plano 
To: refere...@yahoogrou ps.com 
Sent: Sunday, December 27, 2009 9:18 PM
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???

  






 Salam Referensiers
 
Ikutan nih. BSD bersaing dengan Tiga Raksa saja kalah memperebutkan ibukota 
kabupaten Tangerang, apa lagi mau jadi ibukota negara ? Harusnya ide pemindahan 
ibukota Indonesia sudah dimuat dalam RTRWN yang sudah 10 th ini direvisi terus, 
yang menghabiskan banyak uang rakyat.
Mohon pencerahannya.
 
@ndi
 
 
 


--- On Sat, 12/26/09, budi Situmorang <bsitumorang@ yahoo.com> wrote:


From: budi Situmorang <bsitumorang@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Saturday, December 26, 2009, 1:06 PM


  






Pak AGus,
 
Ini memang dapat dipahami bila mempelajari studi mereka, beberapa lokasi 
alternatif (dari enam lokasi) adalah menjelaskan hal tersebut (polycentric) , 
tetapi jangan lupa ini adalah ibukota negara (main idea) dan bukan pertumbuhan 
baru yg hanya berbasis ekonomi wilayah semata. Ibukota negara diartikan sbg 
fungsi penyelenggaraan administrasi pemerintahan nasional dan fungsi diplomatik 
negara sahabat. Objektif ini yg scr konsisten dijabarkan ke dalam fungsi ruang, 
kemudian direalisasikan. 
 
Kalo mengadopsi pemikiran malaysia, lokasi paling mungkin menurut saya 
sementara adalah antara BAndara Soekarno-Hatta dengan Jakarta, yang mengarah ke 
Barat Daya, tetapi kalo bisa lokasi tsb yg masih berupa perkebunan atau bekas, 
Idealnya sih memang ada di BSD. BSD sudah keburu dikembangkan jadi kota mandiri 
(fgs perkotaan, ibukota).
 
Referensiers, kalo sekalian keluar dari Jakarta, mgkn sekali tetapi pengalaman 
dari Canberra yg sudah mulai dari awal tahun 1900, dan baru terwujud setelah 50 
tahun. Ini butuh pemikiran yg juga tdk kalah matangnya.
 
Demikian dulu,
Budi Situmorang

--- Pada Sab, 26/12/09, Benedictus Dwiagus S... <bdwia...@gmail. com> menulis:


Dari: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com>
Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Sabtu, 26 Desember, 2009, 9:26 AM




Kalau konsisten dengan ide polycentric berdasarkan "keseimbangan jarak" kenapa 
malaysia memilih Putrajaya yang hanya berjarak bbrapa km saja dari KL, dan 
tidak memilih kota di negara bagian seberang di borneo sana ya.

»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!


From: budi Situmorang <bsitumorang@ yahoo.com> 
Date: Sat, 26 Dec 2009 00:15:36 +0800 (SGT)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???

  






Dear Referensiers,
 
Menanggapi ibu NIta, Saya kebetulan barusan (awal Desember lalu) ketemu 
Perbadanan Putrajaya, Badan yg menangani pengembangan Putera Jaya di Putera 
Jaya Lantai 9. Menurut mereka, alasannya yang dilaksanakan lsg oleh Dr.M 
(beliau mastermind nya) adalah:
1. Kalo masih di Kuala Lumpur sudah dapat dipastikan tidak akan dapat 
mengembangkan lahan buat pemerintahan Pusat (ke depan) yg cukup. Artinya, lahan 
terbatas bagi berbagai fasilitas dan gedung pemerintahan Pusat (+ perwakilan 
negara tetangga)
2.Kuala Lumpur diarahkan menjadi Commercial dan Financial Center berskala dunia 
mengimbangi SIngapore
3. Mengatasi kesenjangan (disparitas) perkembangan wilayah -- istilah mereka 
membentuk pusat pertumbuhan baru
----
Dari studi yg dilakukan mereka terpilih 6 lokasi kandidat, yang kemudian dikaji 
dengan kriteria berikut:
1. Lahan yg tersedia cukup luas dan less conflicts terutama dengan 
masyarakat/pemilik lahan (Puterajaya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit, 
dan hanya ada 10 KK yg dulu bermukim, luasannya cukup besar 5000ha)
2. akses atau dekat dengan koridor yg berkembang (berada persis ditengah dari 
koridor cepat berkembang KLIA-KUala Lumpur)
3. akses ke internasional  (kurang lebih 20 km dari Bandara)
4. Keterlibatan swasta (ada permintaan pasar cukup tinggi untuk dikembangkan) 
dan BUMN untuk utilitas gas, listrik, sanitasi, dll

JAdi terpilihlah Puterajaya tersebut, sejak thn 1995, dan ada satu faktor 
dominan lain yg perlu saya ungkapkan dan ini diakui langsung, yaitu faktor 
Dr.M. Memindahkan ibukota negara tidak bisa tidak harus "tangan besi", 
leadership yg sangat kuat. 
 
Rekan2, pengamatan saya, kita perlu merenungkan kalo memindahkan ibukota, harus 
difokuskan pada fungsi ibukota, yaitu administrasi pemerintahan 
nasional/negara; dan perwakilan negara tetangga/organisasi dunia/PBB. Hal yg 
lain (fgs lain perkotaan) mengikuti sesuai dengan size kota yg diinginkan. 
Puterajaya didesain hanya untuk 350rb maksimal, sekarang sudah 70.000 penduduk 
dan memang ditargetkan 70% penduduk adalah pegawai pemerintahan.
 
Demikian sekedar berbagi informasi (sebagian), semoga bermanfaat.
 
Salam,
Budi Situmorang.
 

--- Pada Rab, 23/12/09, nita <ariny...@yahoo. com> menulis:


Dari: nita <ariny...@yahoo. com>
Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Rabu, 23 Desember, 2009, 10:34 PM




Referensiers,
Boleh tahu or ada referensi-mungkin pernah dibahas di sini-apa alasan pem 
Malayia pindahkan pusat pemerintahannya ke Puterajaya? 

Thx.

Nita 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 






Akses email lebih cepat. 
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) 





                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke