Mas Agus, Ya kan Plan tidak berdiri sendiri. Menurut saya: PWK = [Plan (RTRW, RPJP/M, FS) + Public Decision + Finance + Management] Kalau cuma Plan saja (tanpa PD, Fin, Mgt ya memang missing) nGak nendang gitu lho. Salam, R Munir
--- On Mon, 5/10/10, Benedictus Dwiagus S. <[email protected]> wrote: From: Benedictus Dwiagus S. <[email protected]> Subject: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita To: [email protected] Date: Monday, May 10, 2010, 9:54 PM Kalau kata org2 evaluator, logic modelnya gak kebangun,... Mungkin ada link-nya, tapi fragile,... Rapuh di perjalanan dr rencana ke realitas sebuah wujud kesejahteraan. ... Kalau kata orang mungkin lemahnya bukan di teknik perencanaan, tapi terkapar ketika mengembangkan program ... Salam Dwiagus »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> Date: Tue, 11 May 2010 10:45:37 +0800 (SGT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita Teori Darwin itu ada "missing link". Ooo pantesan selama ini ada "missing link" antara teknik perencanaan dengan kesejahteraan. Apakah begitu? Thanks. CU. BTS. --- Pada Sen, 10/5/10, arys_munandar@ yahoo.com <arys_munandar@ yahoo.com> menulis: Dari: arys_munandar@ yahoo.com <arys_munandar@ yahoo.com> Judul: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita Kepada: refere...@yahoogrou ps.com Tanggal: Senin, 10 Mei, 2010, 9:19 PM So, seharusnya bagaimana, pak ? Powered by Telkomsel BlackBerry® From: - ekadj <4ek...@gmail. com> Date: Mon, 10 May 2010 17:55:47 +0700 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita Referensiers ysh. Hampir dipastikan seluruh perencana adalah penganut evolusionisme. Berarti penganut Charles Darwin. Evolusi merupakan suatu bentuk transformasi yang tetap dari kecil kepada yang lebih besar. Secara biologi hal ini coba dimaklumi dari generasi ke generasi, kemudian analogi biologi ini 'ditransplantasikan ' ke dalam sistem sosial, sistem ekonomi, sistem politik, sistem kota, dst. Dengan dasar kaidah biologi ini, maka perencana banyak yang 'ngecap' menjelaskan gagasannya. Saya sudah sampaikan keluhan omongkosong ini dan tanggapannya. Namun dalam praktek teori evolusi ada permasalahan ortogenesis: kesalahpahaman asumsi mendasar tentang adanya 'kekuatan' yang akan mengarahkan, menjadikan lebih cerdas, lebih baik, dan lebih terencana. Padahal dalam teori evolusi sendiri tidak ada pembuktian tentang adanya 'kekuatan supra'; malah evolusi sendiri merupakan proses random, tidak ada kemajuan atau gerakan umum ke arah 'superior'. Darwin sendiri tidak pernah menyebutkan kata-kata 'lebih tinggi' atau 'lebih rendah' dalam menguraikan tahap evolusi yang berbeda-beda. Salam. -ekadj

