Kalau kata org2 evaluator, logic modelnya gak kebangun,... Mungkin ada 
link-nya, tapi fragile,... Rapuh di perjalanan dr rencana ke realitas sebuah 
wujud kesejahteraan.... 

Kalau kata orang mungkin lemahnya bukan di teknik perencanaan, tapi terkapar 
ketika mengembangkan program ...

Salam
Dwiagus
»»»  digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~  Genjot Teruuusss...!!!

-----Original Message-----
From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Date: Tue, 11 May 2010 10:45:37 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita

Teori Darwin itu ada "missing link". Ooo pantesan selama ini ada "missing link" 
antara teknik perencanaan dengan kesejahteraan.
 
Apakah begitu?
 
Thanks. CU. BTS.

--- Pada Sen, 10/5/10, [email protected] <[email protected]> 
menulis:


Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 10 Mei, 2010, 9:19 PM


  



So, seharusnya bagaimana, pak ?
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: - ekadj <4ek...@gmail. com> 
Date: Mon, 10 May 2010 17:55:47 +0700
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita

  


Referensiers ysh.
Hampir dipastikan seluruh perencana adalah penganut evolusionisme. Berarti 
penganut Charles Darwin. Evolusi merupakan suatu bentuk transformasi yang tetap 
dari kecil kepada yang lebih besar. Secara biologi hal ini coba dimaklumi dari 
generasi ke generasi, kemudian analogi biologi ini 'ditransplantasikan' ke 
dalam sistem sosial, sistem ekonomi, sistem politik, sistem kota, dst. Dengan 
dasar kaidah biologi ini, maka perencana banyak yang 'ngecap' menjelaskan 
gagasannya. Saya sudah sampaikan keluhan omongkosong ini dan tanggapannya.
 
Namun dalam praktek teori evolusi ada permasalahan ortogenesis: kesalahpahaman 
asumsi mendasar tentang adanya 'kekuatan' yang akan mengarahkan, menjadikan 
lebih cerdas, lebih baik, dan lebih terencana. Padahal dalam teori evolusi 
sendiri tidak ada pembuktian tentang adanya 'kekuatan supra'; malah evolusi 
sendiri merupakan proses random, tidak ada kemajuan atau gerakan umum ke arah 
'superior'. Darwin sendiri tidak pernah menyebutkan kata-kata 'lebih tinggi' 
atau 'lebih rendah' dalam menguraikan tahap evolusi yang berbeda-beda.
 
Salam.
 
-ekadj







Kirim email ke