Darwin mengajukan teori mengenai geo-biologi ... sebenarnya Wallace juga sedang meneliti hal yang sama.. yaitu distribusi spatial flora dan fauna.. lalu memetakan similaritas dan dissimilaritas diantaranya.. Proposisi-proposisi Darwin semuanya bisa dibuktikan benar-salah nya secara ilmiah, diuji secara empirik.
yang problematik adalah memproyeksikan proposisi Darwin mengenai alam kepada kehidupan sosial.. atau disebut Social Darwinism.. Jadi kalau udah pake imbuhan -ism .. udah gak netral lagi.. dan udah berangkat (departure from) kaidah-2 ilmiah, dimana segala sesuatunya harus bisa diuji secara empirik. Ya sama aja kayak Pancasila laah.. itu kan gak ilmiah. Ya tentunya masing-2 kita ini memiliki (atau minimal merasa memiliki) dawuh ... Menjadi arsitek/planner kan pilihan profesi yang dibuat ketika cara-pandang dunia belum seperti sekarang ini.. Sedangkan diluar profesi arsitek/planner mungkin juga punya dawuh untuk melindungi yang lemah.. berupaya untuk mewujudkan "survival of the weakest".. salam, -K- 2010/5/10 Djarot Purbadi <[email protected]> > > > Pak Eka dan Sahabats, > > Sudah lama saya dengar bahwa evolusi ala Darwin sebagai cara berpikir > dikritik oleh Mangunwijaya karena Darwinisme mengandung pemikiran "siapa > kuat dia hidup terus". Saya jadi terkaget-kaget ketika cara berpikir ini > justru menjadi cara pikir yang "penting atau pokok" di kalangan planning di > Indonesia. Benarkah begitu ? > > Dalam seminar APRF Januari 2010 ada tawaran "humanisme baru" menjadi > paradigma dalam planning dan arsitektur masa kini dan masa depan yang > menjanjikan kemajuan bagi kehidupan kita. Situasi pluralism yang kita hadapi > akan terus berkembang dan memerlukan "open moral community" yang berbasis > pada"deep moral community" atau "trancendentalism community". Intinya, > planning dan arsitektur semestinya terus berusaha mengarah kepada "space of > and for the common"....unik tetapi tidak ekslusif. Demikian konsep yang > ditawarkan Guruku Dr. Sudaryono dalam seminar itu. > > Dari paparan itulah, aku jadi mengerti, mengapa "ruang lokal" menjadi > penting dan bermakna karena boleh unik namun tidak eksklisif !!! Deep moral > community pada dasarnya melampaui "contractual community" yang secara tidak > kita sadari masih kuat mewarnai situasi kehidupan kita. Jika kita tidak > menyadari paradigma mana yang diperlukan dalam planning dan > arsitektur.....apakah kita masih punya keyakinan bahwa planning dan > arsitektur adalah berkah bagi kehidupan dan alam semesta ???? > > Salam, > > Djarot Purbadi > > http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] > http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] > http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com > > > --- On *Mon, 5/10/10, - ekadj <[email protected]>* wrote: > > > From: - ekadj <[email protected]> > Subject: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita > To: [email protected] > Date: Monday, May 10, 2010, 10:52 PM > > > > Ya sudah nasib pak. > Sejak kecil terbuai-buai ayunan, sudah besar terbuai-buai angan-angan. > > Lebih enak bicara biologi: tidak semua evolusi bermula dari kecil ke besar, > atau dari sederhana ke kompleks. Beberapa spesies malah berubah menjadi > lebih sederhana, seperti kambing pleistosen Afrika tiga kali lebih besar > dari kambing modern. Salam. > > 2010/5/11 <arys_munandar@ > yahoo.com<http://mc/[email protected]> > > > >> >> >> So, seharusnya bagaimana, pak ? >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: *- ekadj <4ek...@gmail. com<http://mc/[email protected]>> >> >> *Date: *Mon, 10 May 2010 17:55:47 +0700 >> *To: *<refere...@yahoogrou >> ps.com<http://mc/[email protected]> >> > >> *Subject: *[referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita >> >> >> >> Referensiers ysh. >> Hampir dipastikan seluruh perencana adalah penganut evolusionisme. Berarti >> penganut Charles Darwin. Evolusi merupakan suatu bentuk transformasi yang >> tetap dari kecil kepada yang lebih besar. Secara biologi hal ini coba >> dimaklumi dari generasi ke generasi, kemudian analogi biologi ini >> 'ditransplantasikan' ke dalam sistem sosial, sistem ekonomi, sistem politik, >> sistem kota, dst. Dengan dasar kaidah biologi ini, maka perencana banyak >> yang 'ngecap' menjelaskan gagasannya. Saya sudah sampaikan keluhan >> omongkosong <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1004> ini >> dan tanggapannya <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1013>. >> >> Namun dalam praktek teori evolusi ada permasalahan ortogenesis: >> kesalahpahaman asumsi mendasar tentang adanya 'kekuatan' yang akan >> mengarahkan, menjadikan lebih cerdas, lebih baik, dan lebih terencana. >> Padahal dalam teori evolusi sendiri tidak ada pembuktian tentang adanya >> 'kekuatan supra'; malah evolusi sendiri merupakan proses random, tidak ada >> kemajuan atau gerakan umum ke arah 'superior'. Darwin sendiri tidak pernah >> menyebutkan kata-kata 'lebih tinggi' atau 'lebih rendah' dalam menguraikan >> tahap evolusi yang berbeda-beda. >> >> Salam. >> >> -ekadj >> >> > > >

