Yth pak budi dab bapak2 ysh

Saya sependapat dgn pak budi. 
Kira2 memungkinkan nggk ya bila ERP itu dilaksanakan tapi tujuan dan hasilnya 
diperjelas. Misalnya hasil ERP "khusus" digunakan untuk memperbaiki public 
transport di kota jakarta, jadi semacam subsidi silang. Tapi bisa nggk ya 
pemerintah kita transparant dan rasional. Mohon pencerahan juga. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: senja budi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 28 May 2010 20:27:41 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?

Bapak2 ysh.
ERP pada dasarnya itu untuk menarik pajak untuk pendapatan daerah atau untuk 
mereduksi jumlah kendaraan yang lewat?
Saya rasa jika karena tujuan yang kedua saya belum sepakat karena saya rasa 
uang tidak jadi masalah untuk tetap mengendara mobil bagi mereka, Menurut saya 
harus ada reset mengenai sensitifitas pengendara dengan pajak ini. kalau 
hasilnya tidak berpengaruh ya nantinya tetap aja ada macet, dan hanya menambah 
kas daerah.(dalam artian hanya untuk tujuan yang pertama)
Apapun dasar hukumnya, uang dari hasil ERP harus jelas arah dan tujuannya, dan 
saya harap itu untuk transportasi umum sama dengan pendapat bapak Harya Setyaka.

Bapak2 sekalian sebenarnya goal sukses dari ERP itu dari segi apa untuk negara 
lain(swedia, singapura, london)? seperti pertanyaan awal saya. mereka mengklaim 
sukses karena apa..
Soalnya disisi lain saya melihat selain dari segi program ERP, negara negara 
itu sudah siap dengan didukung perkembangan transportasi massalnya. jadi tidak 
murni ERP saja dan hal ini perlu dipertimbangkan. Apakah sudah layak menerapkan 
ERP kalau transportasi massal saja belum baik di negeri kita.

Mohon pencerahan.

Salam
Senja Budhi Kusuma.




________________________________
Dari: Harya Setyaka <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sab, 29 Mei, 2010 06:57:47
Judul: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?

  

Singapore memang pioneer dalam hal 'Congestion Pricing' ini.. sebelum ada 
instrument electronic, tahun 1975 sudah mulai dengan ALS (Area Licensing 
System) dengan teknologi sticker.
Jadi ketika tahun 1998 menerapkan ERP, Singapore hanya melakukan 
elektronifikasi saja.. tidak ada konsep baru dalam pembatasan/pengenda lian 
lalu lintas dengan instrument fiscal. 

London sepertinya lebih canggih technology nya.. digarap bareng oleh antara 
lain IBM dan Siemens.. Technology nya secara otomatis bisa membaca plat nomor 
kendaraan, lalu si empunya kendaraan tinggal terima tagihan saja. Kelemahannya 
adalah kalau plat nomornya dipalsu. 
Di Singapore pakai system debit, masing-2 kendaraan yang melintas dilengkapi 
transponder in-vehicle unit.. 
 

Salam,
-K-
 


2010/5/28 - ekadj <4ek...@gmail. com>

>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  >
>
>>
> 
>>      
> 
>Saya kira perlu ada penjelasan variasi metode dalam congestion pricing dari 
>berbagai kota. Basisnya mungkin sama yaitu treatment pada city center. Tapi 
>sepertinya tidak semua yang ERP. Seperti Singapura kalau tidak salah pakai 
>area license, dengan stiker. Stockholm pakai metering toll ring. Untuk London 
>apakah sudah mengikuti metering technology-nya Cambridge, pak? Salam.
>
> 
>2010/5/28 Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk>
>
>
>  
>>kisah sukses ERP memang bukan di kota dengan tingkat problem lalu-lintas 
>>separah jakarta namun di Stockholm, Swedia, di Singapura dan di London
>> 
>>Lexy
>>
>>
>>
>>
________________________________
 From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
>>To: refere...@yahoogrou ps.com
>>Sent: Fri, 28 May, 2010 5:42:58 
>>
>>
>>Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>
>>  
>>
>>
>>
>>
>>Tull betull,... memang pengendalian lalu lintas secara explicit tercantum di 
>>UU LLAJR, tapi untuk narikin duit dari masyarakat oleh Pemda ya dengan UU 
>>28/2009.. 
>>UU LLAJR memang mengatur pengendalian LalLin, tapi pilihan metode dengan 
>>menerapkan tarif tidak diatur itu... Tapi juga tidak ada larangan.
>>ERP menggantikan 3in1 menurut saya sudah tepat untuk tahap pertama... btw, 
>>selain BlokM-Kota, 3in1 juga dari Pancoran-Grogol lho..
>>
>>
>>Zona lainnya boleh saja menyusul as appropriate. . btw, mungkin lebih 
>>tepatnya 'koridor' bukan 'zona'.. 
>>
>>
>>Selain Hong Kong dan S'pore, ERP juga diterapkan di London & Stockholm. 
>>Kalau di London memang lebih tepat disebut Zona.. karena menerapkan system 
>>Cordon., kalau masuk zone bayar.. sedangkan kalau 3in1 dan Tol hanya berlaku 
>>kalau memakai 'koridor' (link) dalam jaringan. di London, bayar 1 kali untuk 
>>penggunaan seluruh jaringan di dalam zona pusat kota. 
>>
>>
>> Sekali lagi, perlu dibedakan antara Tol dengan congestion charging. Tol 
>> untuk mengembalikan biaya investasi pembangunan jalan. Congestion Charging 
>> mengenakan biaya atas eksternalitas yang ditimbulkan pengguna kendaraan 
>> terhadap sesama pengguna jalan.
>>
>>
>>Kalau semua jalan mau di-charging, mendingan BBM saja yg dipajak.. lebih 
>>ringkas.
>>
>>
>>Salam,
>>-K-
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>2010/5/27 - ekadj <4ek...@gmail. com>
>>
>>  
>>>Pak Lexy dan Referensiers ysh. Iseng sok ikut-campur, ERP bukankah 
>>>dimaksudkan untuk road pricing for congestion management? Jadi intinya 
>>>'pengendalian lalu-lintas' melalui road-charging? Harusnya rujukannya UU 
>>>LLAJR (dan buku-buka rencana)?
>>>Boleh tahu dimana saja sudah diterapkan? Dari referensi saya, sepertinya 
>>>baru Hongkong yang menerapkan. Prasyarat: perlunya penentuan zona-zona.
>>>Kalau ERP diterapkan untuk mengganti 3in1, rasanya nggak kreatif deh, karena 
>>>masih 1 zona. Kan kemacetan parah di Jakarta ada di banyak titik.
>>>Sementara ini dalam catatan saya Jakarta masih terdiri dari 3 zona: zona 
>>>3in1 di koridor Sisingamangaraja s/d Merdeka Barat, zona jalan tol, dan zona 
>>>jalan non-tol ?
>>>Mohon pencerahan rekan-rekan. Salam.
>>> 
>>>-ekadj
>>>
>>> 
>>>2010/5/27 Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk> 
>>>
>>>
>>>  
>>>>teknologinya ada dan sudah diterapkan di banyak negara
>>>> 
>>>>Leksmono
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
________________________________
 From: ukonisme <ukon...@yahoo. com>
>>>>To: refere...@yahoogrou ps.com 
>>>>
>>>>Sent: Thu, 27 May, 2010 14:51:57 
>>>>
>>>>
>>>>Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>>> 
>>>>
>>>>  
>>>>Ngomong2 bisa ga ya jalan tol sistem pembayarannya di ERP-in, biar ga ada 
>>>>lagi antrian di pintu tol. 
>>>>
>>>>
>>>>Salam.
>>>>
>>>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
 >>>>
>>>>From: "Benedictus Dwiagus S." <bdwia...@gmail. com> 
>>>>Sender: refere...@yahoogrou ps.com 
>>>>Date: Thu, 27 May 2010 03:13:46 +0000
>>>>To: <refere...@yahoogrou ps.com>
>>>>ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com 
>>>>Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>>>
>>>>  
>>>>Pak BTS dan rekan lain
>>>>
>>>>Gara-gara email pak B.Tata ini saya jadi penasaran intip UU 28/2009. Lain 
>>>>kali Pak BTS bikin summary referensinya dong huahahhahaa. Just guyon pak
>>>>
>>>>Kalau baca pasal 140, ERP mungkin terdefinisi masuk dalam retribusi 
>>>>perizinan tertentu karena ini pengaturan pemanfaatan ruang utk mlindungi 
>>>>kepentingan umum dan lingkungan.
>>>>
>>>>Tapi memang tidak dalam listnya di pasal 141
>>>>Tapi kalau liat pasal berikutnya memungkinkan untuk bikin retribusi macam 
>>>>ini di luar list di pasal 141. Tapi butuh sebuah Peraturan Pemerintah. Tapi 
>>>>sekarang belum ada PP itu.... 
>>>>
>>>>Tapi itu menurut saya sih...
>>>>Ah kebanyakan tapi-nya nih
>>>>
>>>>Cheers
>>>>Dwiagus
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!
________________________________
 
>>> 

 


Kirim email ke