saya tidak tahu persis pertimbangannya Pak Bambang, mungkin lebih ke arah fairness.........kalau jalan sudah macet, BBM terus terbakar dan ybs tidak bisa ke mana mana mungkin tidak sepantasnya di charge
Lexy ________________________________ From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, 12 June, 2010 17:00:25 Subject: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?, tanya Mbak Siti Nurlela Dear Lexy. Tambah penasaran aja. Maksudnya apa ya koq perjalanan pengguna kendaraan mesti harus direkam di Hong Kong? Kalau misalnya semakin jauh penggunaan kendaraan dipajaki semakin tinggi, khan bisa dilakukan melalui pajak BBM-nya? Mohon penjelasan. Thanks. CU. BTS. --- Pada Sab, 12/6/10, Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk> menulis: >Dari: Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk> >Judul: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?, tanya Mbak Siti Nurlela >Kepada: refere...@yahoogrou ps.com >Tanggal: Sabtu, 12 Juni, 2010, 9:16 AM > > > >pemahaman saya, dengan distance based pricing, berarti pada kendaraan perlu >dipasang alat yang merekam seluruh perjalanan pada jaringan jalan yang >dimaksud. Hal ini berpotensi mengganggu privacy pengguna kendaraan karena data >perjalanannya dapat disalahgunakan oleh pihak lain. Seingat saya metode >seperti ini pernah diterapkan di Hongkong namun mendapat penolakan warga yang >merasa privacy nya terganggu. > >Lexy > > > > ________________________________ From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> >To: refere...@yahoogrou ps.com >Sent: Sat, 12 June, 2010 16:07:13 >Subject: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?, tanya Mbak Siti Nurlela > > >Mbak Siti Nurlela, numpang tanya, yang bagaimana sih Distance Based Pricing >itu? Penasaran aja. Baru denger istilah ini. > >Thanks. CU. BTS. > >--- Pada Sab, 12/6/10, sitinl nurlaela <Shetea_noor@ yahoo.com> menulis: > > >>Dari: sitinl nurlaela <Shetea_noor@ yahoo.com> >>Judul: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>Kepada: refere...@yahoogrou ps.com >>Tanggal: Sabtu, 12 Juni, 2010, 7:59 AM >> >> >> >>ikut numpang opini.. saya rasa memang budaya kita yang berkendara (mobil >>pribadi) sedikit banyak karena prestige ikut mempengaruhi tingkat elastisitas >>pengendara mobil pribadi terhadap harga. contoh, kalau di amerika dan >>australia, penggunaan mobil pribadi tinggi karena di drive oleh harga bahan >>bakar yang murah, pembangunan jalan raya yang masive, dan luasnya wilayah >>sehingga aksesibilitas tinggi dicapai oleh mobil pribadi. Di indo, walau >>berangsur-angsur harga bahan bakar naik, pengguna mobil pribadi tidak kapok. >>contoh lagi: lebih baik bayar orang puluhan ribu di jalur 3 in one dibanding >>melepas mobil dan naik bis. jadi elastisitas terhadap harga dari masyarakat >>yang kaya di negara kita memang rendah, sekaligus menunjukkan pengaruh >>tingkat gaya hidup hedonik :P yang lebih tinggi. Jadi bagaimana agar ERP >>efektif? berapa harga pajak yang harus dipasang? tentu bagi kas pemerintah >>ini windfall. tapi mungkin perlu difikirkan cara lain yang lebih efektif. misalnya pajak berbasis jarak perjalanan (distance based pricing) yang berlaku di seluruh wilayah, dan bukan hanya di pusat kota. ini akan mendorong orang mengurangi jarak perjalanan dan mendorong penciptaan tata ruang yang lebih efisien. >> >>Salam, >>Siti >> >> >> >> >> >> ________________________________ From: abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com> >>To: refere...@yahoogrou ps.com >>Sent: Tue, June 1, 2010 10:55:40 AM >>Subject: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >> >> >>Jangan pak!, jangan pindah! >> >> >> >> >> >> >>Nanti membebani wilayah kami..... >> >> >> >>2010/5/30 - ekadj <4ek...@gmail. com> >> >> >>>[Attachment(s) from - ekadj included below] >>>Betul Pak BTS, pindah yuuk ... hehehe. Terlampir dari studi SITRAMP JICA, >>>perbandingan congestion 2002 dan 2020. Salam. >>> >>> >>>2010/5/30 Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> >>> >>> >>>>Bung Eka, kalau praktek ERP di beberapa negara seperti Hongkong, Singapore, >>>>dan London mampu mereduksi LHR masing-masing 13%, 27-48%, dan 17%, maka ERP >>>>ala Indonesia nantinya akan mampu memindahkan LHR di ruas-ruas jalan lain. >>>> >>>>Thanks. CU. BTS. >>>> >>>>--- Pada Sab, 29/5/10, - ekadj <4ek...@gmail. com> menulis: >>>> >>>> >>>>>Dari: - ekadj <4ek...@gmail. com> >>>>>Judul: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>>>>Kepada: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>Tanggal: Sabtu, 29 Mei, 2010, 3:25 PM >>>>> >>>>> >>>>> >>>>>Kak Arys dan Pak Budi ysh. Saya coba bantu jawab sedikit. Congestion >>>>>pricing memang dimaksudkan untuk mereduksi kepadatan lalu lintas yang >>>>>biasanya berlangsung di pusat kota. Jadi sebenarnya tidak terkait langsung >>>>>dengan aspek pendapatan daerah. Beberapa praktek ERP di Hongkong mampu >>>>>mereduksi 13% LHR, ALS Singapura dulu bisa sampai 27-48% dengan memainkan >>>>>instrumen tarif, Multiple cordon system Randstad Belanda bisa mengurangi >>>>>17%, Central London bisa sampai 40%, dan untuk inner London bisa 15-25%. >>>>>Jadi jaminan penerapan metode seperti ERP adalah reduksi kepadatan >>>>>pergerakan. >>>>>Kalau Jakarta mau menerapkan, harus ada "jaminan" terhadap target reduksi, >>>>>misalnya dalam 20 tahun, dan instrumen tarif seperti di Singapura dapat >>>>>digunakan untuk pengendalian, katakanlah memasang target 20%. >>>>>Bila selama ini sudah ada pengendalian Utara-Selatan (Kota-BlokM) , maka >>>>>seharusnya dibangun pengendalian Barat-Timur, tinggal ditentukan 1-2 titik >>>>>zona. Dengan kata lain, ERP tidak harus menggantikan 3in1. Saran saya >>>>>dapat diterapkan pada jalur-jalur busway dan 'pintu masuk', kira-kira kan >>>>>sudah bisa ditebak lokasinya. >>>>>Tarif congestion pricing pada tiap zona, seperti disinggung Pak Nuzul, >>>>>dapat berbeda sesuai dengan nilai ruangnya. >>>>>Untuk landasan pengaturan, sebaiknya diatur dalam Perda Peraturan Zonasi, >>>>>karena berbicara 'pengendalian' . >>>>>Sementara demikian. Salam. >>>>> >>>>>-ekadj >>>>> >>>>> >>>>>2010/5/29 <arys_munandar@ yahoo.com> >>>>> >>>>> >>>>>>Yth pak budi dab bapak2 ysh >>>>>> >>>>>>Saya sependapat dgn pak budi. >>>>>>Kira2 memungkinkan nggk ya bila ERP itu dilaksanakan tapi tujuan dan >>>>>>hasilnya diperjelas. Misalnya hasil ERP "khusus" digunakan untuk >>>>>>memperbaiki public transport di kota jakarta, jadi semacam subsidi >>>>>>silang. Tapi bisa nggk ya pemerintah kita transparant dan rasional. Mohon >>>>>>pencerahan juga. >>>>>>Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >>>>>>From: senja budi <emailsenjayangbaru@ yahoo.co. id> >>>>>>Sender: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>>Date: Fri, 28 May 2010 20:27:41 -0700 (PDT) >>>>>>To: <refere...@yahoogrou ps.com> >>>>>>ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>>Subject: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>>>>> >>>>>> >>>>>>Bapak2 ysh. >>>>>>ERP pada dasarnya itu untuk menarik pajak untuk pendapatan daerah atau >>>>>>untuk mereduksi jumlah kendaraan yang lewat? >>>>>>Saya rasa jika karena tujuan yang kedua saya belum sepakat karena saya >>>>>>rasa uang tidak jadi masalah untuk tetap mengendara mobil bagi mereka, >>>>>>Menurut saya harus ada reset mengenai sensitifitas pengendara dengan >>>>>>pajak ini. kalau hasilnya tidak berpengaruh ya nantinya tetap aja ada >>>>>>macet, dan hanya menambah kas daerah.(dalam artian hanya untuk tujuan >>>>>>yang pertama) >>>>>>Apapun dasar hukumnya, uang dari hasil ERP harus jelas arah dan >>>>>>tujuannya, dan saya harap itu untuk transportasi umum sama dengan >>>>>>pendapat bapak Harya Setyaka. >>>>>> >>>>>>Bapak2 sekalian sebenarnya goal sukses dari ERP itu dari segi apa untuk >>>>>>negara lain(swedia, singapura, london)? seperti pertanyaan awal saya. >>>>>>mereka mengklaim sukses karena apa.. >>>>>>Soalnya disisi lain saya melihat selain dari segi program ERP, negara >>>>>>negara itu sudah siap dengan didukung perkembangan transportasi >>>>>>massalnya. jadi tidak murni ERP saja dan hal ini perlu dipertimbangkan. >>>>>>Apakah sudah layak menerapkan ERP kalau transportasi massal saja belum >>>>>>baik di negeri kita. >>>>>> >>>>>>Mohon pencerahan. >>>>>> >>>>>>Salam >>>>>>Senja Budhi Kusuma. >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>>> ________________________________ Dari: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> >>>>>>Kepada: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>> >>>>>>Terkirim: Sab, 29 Mei, 2010 06:57:47 >>>>>>Judul: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>>>Singapore memang pioneer dalam hal 'Congestion Pricing' ini.. sebelum ada >>>>>>instrument electronic, tahun 1975 sudah mulai dengan ALS (Area Licensing >>>>>>System) dengan teknologi sticker. >>>>>>Jadi ketika tahun 1998 menerapkan ERP, Singapore hanya melakukan >>>>>>elektronifikasi saja.. tidak ada konsep baru dalam pembatasan/pengenda >>>>>>lian lalu lintas dengan instrument fiscal. >>>>>> >>>>>>London sepertinya lebih canggih technology nya.. digarap bareng oleh >>>>>>antara lain IBM dan Siemens.. Technology nya secara otomatis bisa membaca >>>>>>plat nomor kendaraan, lalu si empunya kendaraan tinggal terima tagihan >>>>>>saja. Kelemahannya adalah kalau plat nomornya dipalsu. >>>>>>Di Singapore pakai system debit, masing-2 kendaraan yang melintas >>>>>>dilengkapi transponder in-vehicle unit.. >>>>>> >>>>>> >>>>>>Salam, >>>>>>-K- >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>>>2010/5/28 - ekadj <4ek...@gmail. com> >>>>>> >>>>>> >>>>>>>Saya kira perlu ada penjelasan variasi metode dalam congestion pricing >>>>>>>dari berbagai kota. Basisnya mungkin sama yaitu treatment pada city >>>>>>>center. Tapi sepertinya tidak semua yang ERP. Seperti Singapura kalau >>>>>>>tidak salah pakai area license, dengan stiker. Stockholm pakai metering >>>>>>>toll ring. Untuk London apakah sudah mengikuti metering technology-nya >>>>>>>Cambridge, pak? Salam. >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>>2010/5/28 Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>>>kisah sukses ERP memang bukan di kota dengan tingkat problem >>>>>>>>lalu-lintas separah jakarta namun di Stockholm, Swedia, di Singapura >>>>>>>>dan di London >>>>>>>> >>>>>>>>Lexy >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> ________________________________ From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> >>>>>>>>To: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>>>>Sent: Fri, 28 May, 2010 5:42:58 >>>>>>>> >>>>>>>>Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>Tull betull,... memang pengendalian lalu lintas secara explicit >>>>>>>>tercantum di UU LLAJR, tapi untuk narikin duit dari masyarakat oleh >>>>>>>>Pemda ya dengan UU 28/2009.. >>>>>>>>UU LLAJR memang mengatur pengendalian LalLin, tapi pilihan metode >>>>>>>>dengan menerapkan tarif tidak diatur itu... Tapi juga tidak ada >>>>>>>>larangan. >>>>>>>>ERP menggantikan 3in1 menurut saya sudah tepat untuk tahap pertama... >>>>>>>>btw, selain BlokM-Kota, 3in1 juga dari Pancoran-Grogol lho.. >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>Zona lainnya boleh saja menyusul as appropriate. . btw, mungkin lebih >>>>>>>>tepatnya 'koridor' bukan 'zona'.. >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>Selain Hong Kong dan S'pore, ERP juga diterapkan di London & Stockholm. >>>>>>>>Kalau di London memang lebih tepat disebut Zona.. karena menerapkan >>>>>>>>system Cordon., kalau masuk zone bayar.. sedangkan kalau 3in1 dan Tol >>>>>>>>hanya berlaku kalau memakai 'koridor' (link) dalam jaringan. di London, >>>>>>>>bayar 1 kali untuk penggunaan seluruh jaringan di dalam zona pusat >>>>>>>>kota. >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> Sekali lagi, perlu dibedakan antara Tol dengan congestion charging. >>>>>>>>Tol untuk mengembalikan biaya investasi pembangunan jalan. Congestion >>>>>>>>Charging mengenakan biaya atas eksternalitas yang ditimbulkan pengguna >>>>>>>>kendaraan terhadap sesama pengguna jalan. >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>Kalau semua jalan mau di-charging, mendingan BBM saja yg dipajak.. >>>>>>>>lebih ringkas. >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>Salam, >>>>>>>>-K- >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>2010/5/27 - ekadj <4ek...@gmail. com> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>>>Pak Lexy dan Referensiers ysh. Iseng sok ikut-campur, ERP bukankah >>>>>>>>>dimaksudkan untuk road pricing for congestion management? Jadi intinya >>>>>>>>>'pengendalian lalu-lintas' melalui road-charging? Harusnya rujukannya >>>>>>>>>UU LLAJR (dan buku-buka rencana)? >>>>>>>>>Boleh tahu dimana saja sudah diterapkan? Dari referensi saya, >>>>>>>>>sepertinya baru Hongkong yang menerapkan. Prasyarat: perlunya >>>>>>>>>penentuan zona-zona. >>>>>>>>>Kalau ERP diterapkan untuk mengganti 3in1, rasanya nggak kreatif deh, >>>>>>>>>karena masih 1 zona. Kan kemacetan parah di Jakarta ada di banyak >>>>>>>>>titik. >>>>>>>>>Sementara ini dalam catatan saya Jakarta masih terdiri dari 3 zona: >>>>>>>>>zona 3in1 di koridor Sisingamangaraja s/d Merdeka Barat, zona jalan >>>>>>>>>tol, dan zona jalan non-tol ? >>>>>>>>>Mohon pencerahan rekan-rekan. Salam. >>>>>>>>> >>>>>>>>>-ekadj >>>>>>>>> >>>>>>>>> >>>>>>>>>2010/5/27 Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk> >>>>>>>>> >>>>>>>>> >>>>>>>>> >>>>>>>>>>teknologinya ada dan sudah diterapkan di banyak negara >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Leksmono >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> ________________________________ From: ukonisme <ukon...@yahoo. com> >>>>>>>>>>To: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Sent: Thu, 27 May, 2010 14:51:57 >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Ngomong2 bisa ga ya jalan tol sistem pembayarannya di ERP-in, biar ga >>>>>>>>>>ada lagi antrian di pintu tol. >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Salam. >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >>>>>>>>>>From: "Benedictus Dwiagus S." <bdwia...@gmail. com> >>>>>>>>>>Sender: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>>>>>>Date: Thu, 27 May 2010 03:13:46 +0000 >>>>>>>>>>To: <refere...@yahoogrou ps.com> >>>>>>>>>>ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com >>>>>>>>>>Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Pak BTS dan rekan lain >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Gara-gara email pak B.Tata ini saya jadi penasaran intip UU 28/2009. >>>>>>>>>>Lain kali Pak BTS bikin summary referensinya dong huahahhahaa. Just >>>>>>>>>>guyon pak >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Kalau baca pasal 140, ERP mungkin terdefinisi masuk dalam retribusi >>>>>>>>>>perizinan tertentu karena ini pengaturan pemanfaatan ruang utk >>>>>>>>>>mlindungi kepentingan umum dan lingkungan. >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Tapi memang tidak dalam listnya di pasal 141 >>>>>>>>>>Tapi kalau liat pasal berikutnya memungkinkan untuk bikin retribusi >>>>>>>>>>macam ini di luar list di pasal 141. Tapi butuh sebuah Peraturan >>>>>>>>>>Pemerintah. Tapi sekarang belum ada PP itu.... >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Tapi itu menurut saya sih... >>>>>>>>>>Ah kebanyakan tapi-nya nih >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>Cheers >>>>>>>>>>Dwiagus >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>> >>>>>>>>>>»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! ________________________________ >>>>>>>>> >>>>>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>> >>>> >>> >> >> > >

