He..he.. Ya b Cut. Sy jd ingt wkt jd juru gambarnya newtown Driorejo atas perintah kanjeng mas adipti sinuhun BSP.... Bener jg Driorjo skrng jd kumuh ... Gimana tdk..... Perumnas mau brsaing dg ciputra wkt itu...? Kalau skarang apa bs ya..? Kan perumnas sdh mnjdi urban devl't agency ? aplagi mnurut kanjeng adi patih BSP mstinya itung2an ekonomi dn reg dev't hrs match..
Rdd. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: cut safana <[email protected]> Date: Sun, 27 Jun 2010 21:13:11 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Yth. Bp. BSP, Bp. BTS, Pak Deni dan milisters. Terima kasih informasinya Bapak-Bapak, walaupun hanya bagian dari tim yang menyelesaikan perencanaan wilayah regional nya, tetapi toh yang jelas yang PNS termasuk Pak SBA merupakan wakil dari Pemerintah, (kok saya yang bangga ya ?) dan rencana wilayah regional yang disusun tetap merupakan dasar pengembangan selanjutnya, yang berhasil dan berkembang pesat saat ini. Ini yang kita harapkan dari pemerintah kabupaten/kota saat ini, yaitu jangan menyusun RTRW kabupaten/kota karena diamanatkan/dipaksa oleh UU No 26/2007, tetapi ya memang kebutuhan. Demikian pula, jika Perda RTRW tidak dapat diimplementasikan, tolong dibuat rencana detailnya, wake up !. Kalau dari awal kita sadar akan hal ini, mungkin Jakarta sebagai Ibu Kota negara, tidak seperti ini, tentunya dengan sedikit mengenyampingkan masalah-masalah ekonomi sekelompok golongan, misal : moda transportasi. Pilihan roda 4 dan roda 2 merupakan alternatif terakhir masyarakat Jabodetabek. Bgmn kondisi 5 tahun kedepan ?. menyusul 10 tahun lagi Kota Bandung, Surabaya, Makassar ? Wallahu 'alam bissawab. Salam hangat. ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, June 25, 2010 9:21:32 PM Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Bu Cut, mmg benar yg merencanakan BSD adalah swasta dan itu termasuk mas BTS lho, lalu ada Pingky Pangestu dan Jo Santoso ... Mrk anggota milist ini tdk? Kaitannya dg pemerintah adalah dlm perenc. regionalnya. Waktu itu ada tim yg diminta menyusun renc regional namanya JMDP alias Jabotabek sbg pelaksanaan Inpres 13/76. Tapi renc itu tdk pernah ditetapkan dg peraturan. Baru sebagian dr Jabotabek terdiri dr 14 kec yg ditetapkan th. 92 melalui Renc Bopunjur. Mungkin ini bisa sedikit me refresh teman2 Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ________________________________ From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> Sender: refere...@yahoogrou ps.com Date: Fri, 25 Jun 2010 22:46:29 +0800 (SGT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Mbak Cut, setahu saya BSD itu tidak direncanakan oleh Pemerintah. Yang merencanakan dan yang membangun semua swasta. Pemerintah daerah hanya meng-iya-kan dan dapat pajaknya saja. Berkembangnya BSD akibat spill-over Jakarta. Kalau nggak ada Jakarta, BSD ya nggak jadi apa-apa. Thanks. CU. BTS. --- Pada Jum, 25/6/10, cut safana <cutsaff...@yahoo. com> menulis: >Dari: cut safana <cutsaff...@yahoo. com> >Judul: Re: Bls [referensi] Fw: KEK >Kepada: refere...@yahoogrou ps.com >Tanggal: Jumat, 25 Juni, 2010, 11:06 AM > > > >Pak Aby, Pak Nuzul Ysh, >Terima kasih pencerahannya, mudah-mudahan penjabaran Pak Aby dan Pak Nuzul >akan terwujud. Namun walau bagaimanapun faktor efektifitas dan efisiensi >tetap menjadi salah satu dasar pertimbangan pilihan pengembangannya. >Contohnya, maaf, mungkin bukan suatu perbandingan yang tepat dan pengamatan >hanya secara general, tanpa dasar teori apapun. Perbedaan Batam dan BSD >-Tangerang, walau infrastruktur sudah dibantu dibangun di Batam, namun harga >lahan masih rendah (tidak ada 25 %nya Singapura), investasi masih tersendat, >belum menggembirakan. Sebaliknya BSD (yang direncanakan oleh Pemerintah >juga), tanpa dibantu infrastrukturnya, dapat sedemikian berkembang, 2-3 tahun >terakhir dibangun jalan bebas hambatan). Kita berdo'a semoga pengembangan KEK >ini dapat mengangkat perekonomian di Indonesia baik skala nasional maupun >regional/lokal, praktis dapat mengurangi jumlah pengangguran sekaligus >menurunkan persentase angka kemiskinan. >Salam hangat. > > > ________________________________ From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> >To: refere...@yahoogrou ps.com >Sent: Fri, June 25, 2010 8:15:57 AM >Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK > > > > >Pak Aby, Ibu Cut Savana dan Sahabat Referensiers, > >Menyambung apa yang disampaikan pak Aby, kebetulan saya berada dalam rapat >koordinasi hari Senin pagi di Kantor Menko Perekonomian. Sebatas yang mungkin >boleh disampaikan (apalagi referensier adalah komunitas yang patut >dihormati), Menko perekonomian antara lain mengusulkan agar muncul semacam >pusat pertumbuhan baru, dan itu searah dengan apa yang diinginkan >oleh Bappenas. > >Muncul pemikiran mungkinkah kita kembangkan pusat pertumbuhan baru di Sulawesi >Tengah (dengan basis gas alam Donggi-Senoro) , ditambah lagi dengan sumber gas >baru oleh Chevron di Selat Makasar.. nah kenapa nggak kita munculkan sebuah >ide agar muncul ada LNG, ada pabrik pupuk dan petrokimia lainnya di sekitar >ladang gas tersebut. Seperti kayak Bontang lah begitu, ada kilang LNG, ada >Pupuk Kaltim, dst. Bedanya, kalau dulu LNG Bontang untuk ekspor, sekarang >paradigmanya sudah berubah, gas terlebih dahulu diberikan prioritas untuk >domestik. > >Pemikiran ini sama sekali tidak ada dalam 48 KEK yang diusulkan daerah... ini >pandangan ke depan. Dalam waktu dekat akan muncul perspektif pengembangan >Energi Baru dan Terbarukan (Green Energy) dalam konteks Pengembangan Daerah. >Pengen saya pribadi sih komunitas Referensiers adalah pendukung green energy >dalam pembangunan daerah he he... > >Salam hangat selalu > >Nuzul Achjar > > > > > > >

