Mas Eka, sekedar ikut nambahi (barangkali bener)... 7. Bengawan Solo Jateng 8. Kali Brantas Jatim 9. Cisadane - Jabar/Banten 10. S.Landak Kalbar 11. S Mempawah - Kalbar 12. S. Serayu - Jateng 13. Sungai macam2 di Kalimantan yg mana penduduk asli dan pendatang (Madura, Banjar) memanfaatkannya dari dulu hingga sekarang. Dalam skala pendek (kecil/sempit/dangkal) banyak sungai telah digunakan membentuk peradaban. Tambahan, sungai2 di P.Jawa disebutkan memiliki ciri: 1. sebagai sungai yang pendek-pendek (jarak antara hulu hingga muara). 2. sebagai sungai yang volume airnya tidak ajeg (intermiten? atau apa...maaf lupa). Maksudnya pada musim hujan deras dan mbludag, sebaliknya kering (umprik) dan agak jernih. Barang kali karakter ini juga perlu disimak. Mungkin yang perlu (selanjutnya) memberi batasan kepada: sungai (fisik), sebaran pemukiman, budaya, dst...guna mempersiskan pendataannya...makasih, selamat mencoba. bravo. Salam, Koes.
--- On Wed, 18/8/10, - ekadj <[email protected]> wrote: From: - ekadj <[email protected]> Subject: [referensi] Kota Sungai Besar To: [email protected] Date: Wednesday, 18 August, 2010, 21:02 Pak ATA dan Referensiers ysh. Memahami pemikiran Pak ATA, kota-kota sungai kita sudah saatnya diunggulkan melalui kreasi pembangunan kota. Saya ingin mendata kota-kota sungai (besar) kita, di antaranya bisa dilintasi perahu ukuran sedang, melalui memori rekan-rekan : 1. Pekanbaru - Sungai Siak 2. Jambi - Sungai Batanghari 3. Palembang - Sungai Musi 4. Pontianak - Sungai Kapuas 5. Banjarmasin - Sungai Martapura dan Barito 6. Samarinda - Sungai Mahakam 7. ... 8. ... Mohon partisipasi rekan-rekan. Salam. -ekadj 2010/8/18 abimanyu takdir alamsyah <[email protected]> Pak Uton, Pak Deni, Pak Ekadj, dan referensier ysh, Saya sangat mendukung apabila kota perairan, kota pantai dan kota kepulauan dikembangkan sebagai salah satu bahan kajian utama (unggulan) pengembangan wilayah dan perkotaan di negara kepulauan Indonesia ini. Pengembangan pemikiran dan gagasannya dapat saja melalui berbagai sayembara, mulai dengan sepotong-sepotong namun mendalam, kemudian dilanjutkan dengan kawasan yang lebih luas. Mengenang perasaan kami waktu menelusuri "Venesia" sungai Martapura dan permukiman terapung dan di atas air Mentuil dan Bajo di Wakatobi, saya jadi teringat kepada berbagai contoh-contoh pengembangan kawasan perairan di berbagai bagian dunia ini. Berbagai cara pengolahan tepi sungai di salah satu bagian tepi sungai kota Brisbane, Melbourne, pesisir Singapura , bahkan kota-kota baru di China dan banyak tepi sungai dan pantai kota lainnya dapat menjadi contohnya. Wisata sungai yang dikombinasikan dengan pengolahan di sekitar pintu-pintu air di kota-kota sekitar Reading atau jalur air di Cambridge (UK) ataupun sungai (ex-sungai kumuh & highway) di Seoul ataupun alur-alur air di kota-kota Jepang juga merupakan contoh kemungkinan peningkatan kualitas dan sumber wisata lingkungan buatan yang memanfaatkan perairan sebagai bagian dari "jualan" suatu kota. Daya tarik tersebut tentu mampu mengundang lahirnya kegiatan ekonomi kota seperti yang diidam-idamkan Eyang Aby selama ini. Walaupun tidak melalui pembidanan Metropolitan atau counter magnet baru, pengembangan potensi unggulan di setiap daerah/kota secara incremental atau peacemeal mungkin lebih tertangani untuk membantu pengembangan mereka. Dengan sayembara-sayembara tersebut, dibantu media masa, perubahan cara pandang para "penggemar (kalau kata "pakar" tidak cocok) aspek keruangan" maupun penentu kebijakan pusat hingga daerah mungkin dapat lebih berkembang dan terbuka. Dengan meningkatnya alternatif pengembangan kawasan yang tadinya hampir dijadikan "daerah belakang" tersebut, maupun "blow up" berbagai pelaksanaannya di Indonesia selama ini, walaupun masih sepotong-sepotong tersebut, selain merupabah pola pikir dan tata nilai warga kota setempat maupun yang di daerah serupa juga dapat melahirkan peluang berkembangnya berbagai gagasan baru penerapan iptek serta daya tarik investasi bagi pengembang lokal maupun luar untuk merubah strategi penanaman modal dan merealisasikan. Saya percaya bahwa selain pemikiran kreatif, berbagai realisasi gagasan tersebut di berbagai bidang yang sedang ditangani para rekans sekalian akan mampu secara akumulatif merealisasikan terwujudnya ruang-ruang peralihan dan interaksi tanah dan air yang lebih kaya, berkualitas, produktif dan bermanfaat bagi generasi kini maupun mendatang. Dalam suasana merayakan hari proklamasi merdekanya tanah-air ini semoga kemerdekaan berkreasi ini juga membawa kesejahteraan bagi mereka yang berkehidupan di sekitar daratan maupun perairan negara kepulauan ini. Merdeka..... ATA

