Prof DS dan Referensiers ysh.
Saya sudah membaca ulang tulisan Pak DS, dan menangkap beberapa hal.
Pertama, pemilihan permukiman di sepanjang aliran sungai rupanya sudah
menjadi paradigma klasik manusia, untuk berbagai tujuan pendukung kehidupan.
Kedua, sejak era 1960an rupanya sudah ada paradigma baru yaitu 'riverfront
redevelopment' pada perkotaan dunia. Hanya paradigma terakhir ini
kelihatannya belum bergema di Indonesia, kita sepertinya baru sampai pada
paradigma 'sungai bersih'. Dari beberapa skets Pak DS, perlu perhatian
terhadap penataan permukiman dan sempadan sungai yang asri dan serasi,
sebagaimana lazim telah dilakukan oleh berbagai kota di dunia. Visualisasi
dari Pak H. Aby
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/13225>sebenarnya
telah menjelaskan bagaimana perlakukan terhadap sungai yang
seharusnya, sehingga dapat akrab-melekat dengan kehidupan warga kota. Perlu
metode-metode praktis yang mudah diterapkan untuk mengelola kawasan aliran
sungai ini sebagai program-program pemerintah kota dan masyarakat.
Salah satu yang saya lihat dari sketsa adalah pendefinisian daerah sempadan
sungai (bertanggul/tidak bertanggul) dalam jarak minimal 30-50 meter,
sehingga dalam zona ini diharapkan dapat tersedia ruang publik untuk
vegetasi dan juga dapat menampung aktivitas rekreasi dan sosial masyarakat.
Saya kira cukup sederhana, namun membutuhkan komitmen yang kuat dari
berbagai pihak.
Permasalahan yang sering kita hadapi adalah justru pada kawasan sempadan ini
telah dipenuhi dengan aktivitas permukiman, sehingga melemahkan fungsi
sungai bagi kota serta menimbulkan permasalahan lingkungan.
Mudah-mudahan ada pandangan lain dalam mewujudkan hal ini. Salam.

-ekadj

2010/8/28 - ekadj <[email protected]>

>
>
> Prof DS ysm. Terima kasih atas tulisannya colourfull. Saya jadi teringat
> tempo doeloe, waktu bapak menggenggam kapur-kapur
> putih-merah-kuning-hijau-biru, masuk ke dalam kelas.
> Untuk tulisan seperti ini, apakah harus menyebutkan sumbernya kalau
> dirujuk? Bagaimana kalau ada rekan yang ingin memasukkan ke dalam jurnal
> dll? Salam.
>
> -ekadj
> 2010/8/27 Djoko Sujarto <[email protected]>
>
>>
>>  
>> [Attachment(s)<https://mail.google.com/mail/?ui=2&view=js&name=main,tlist&ver=pv-abBfFaqI.en.&am=!5YWbJcgKsVCxhZwa0_cWgwMrFWJqekVYANLsLazWgWltq4uObUs&fri#12ab191b27a1c6c0_TopText>from
>>  Djoko Sujarto included below]
>>
>> > Terima kasih pak atas pandangannya.
>> > Memang lebih enak pakai istilah 'kota sungai (besar)' saja ya. Salam.
>> > 2010/8/20 <[email protected] <behermawan%40yahoo.com>>
>> >
>> >>
>> >>
>> >> Uda eka ysh,
>> >> Sy hanya tertarik dgn phrasa "paradigma pembangunan perkotaan
>> >> berbasiskan
>> >> sumber daya air"..nampaknya ide sangat menarik, hanya jangan sampai
>> >> misslead
>> >> bahwa utk kota2 di tepi sungai besar tsb hanya cocok dgn paradigma
>> >> tersebutn
>> >> sehingga melupakan komponen sumber daya lainnya.meskipun sdh disebutkan
>> >> kata
>> >> "berbasis".buat saya, pembangunan kota..ya hanya pembangunan kota saja
>> >> dgn
>> >> segala aspeknya..
>> >> Just kidding saja he2..
>> >> Salam hormat..
>> >>
>> >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>> >> Teruuusss...!
>> >> ------------------------------
>> >> *From: *Uton Rustan <[email protected] <rustanuton%40yahoo.com>>
>> >> *Sender: *[email protected] <%2Areferensi%40yahoogroups.com>
>> >> *Date: *Fri, 20 Aug 2010 06:40:44 +0800 (SGT)
>> >> *To: *<[email protected] <referensi%40yahoogroups.com>>
>> >> *ReplyTo: *[email protected] <%2Areferensi%40yahoogroups.com>
>> >> *Subject: *Re: [referensi] Kota Sungai Besar
>> >>
>> >>
>> >>
>> >> Mas ekaj, selain para pencinta perkotaan tampaknya juga perlu diajak
>> >> bicara para ekonom bagaimana hasil sayembara perbaikan lingkungan
>> bagian
>> >> kota dapat didanai pelaksanaannya. Supaya dengan main sepetak demi
>> >> sepetak,
>> >> penataan dan perbaikan lingkungan bagian kota bisa dilaksanakan dengan
>> >> berkesibanbungan, tidak seperti karyanya Romo Mangun, setelah dapat
>> >> AgaKhan
>> >> Award, tidak berkelanjutan ke petak2 bagian kota Jogya lainnya.
>> Sayang..
>> >>
>>
>
>

Kirim email ke