Oh maaf  Tuan yang merasa kaya Ruhiyah jika anda merasa tersinggung!
Bukankah ada  Hadits yang mengatakan "Jika di dalam hatinya tidak ada keinginan 
untuk berjihad, dipertanyakan keimanannya!
Lagian juga siapa yang menyuruh pasang spanduk tagakkan syariah??? mana mungkin 
bisa tegak!!! Daullah itu direbut bung, bukan diminta!!! Mana pernah Rasulullah 
kompromi dengan orang KAFIR dan MUNAFIK???!!!
Kita mungkin sama2 berjuang untuk agama ALLAH tapi dengan jalan yang berbeda!!!


--- On Thu, 9/11/08, Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!!
To: [email protected]
Date: Thursday, September 11, 2008, 8:55 PM











            Nadanya tulisannya seperti pejuang syariah, tapi miskin ruhiyah.. 
Tidak melihat detail masalah, dan bersikap cenderung melecehkan orang-orang 
yang beriman (ulama). Berdakwah panjang mas, bukan asal goblek, pasang spanduk, 
tegakan syariah lalu hukum syariah tegak. Saya yakin jika qur'an dan hadits 
menjadi landasan, ulama itu akan menjadi orang-orang yang taat kepada ketentuan 
Allah dan rasulnya. Bagaimana mungkin orang-orang yang kebesaran Tuhannya 
membanjiri hatinya, seraya tunduk merunduk  menolak aturan Tuhannya. Ini juga 
penting mas, menanamkan rasa takut dan cinta yang benar kepada ALLAH (aqidah 
ini) sebelum menjejali orang dengan detail2 syariah. Mudah-mudahan ALLAH 
memberi rahmat kepada hati orang-orang yang merasa berjihad, namun tidak ada 
kerendahan hati kepada orang-orang
 beriman, sebagaiman rasul Muhammad diperintajhkan Tuhannya merendah diri 
terhadap orang-orang yang beriman.Mas tahu ayatnya?silahkan buka Qur'annya....

----- Original Message ----
From: wamurga99 <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Thursday, September 11, 2008 10:50:48 AM
Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!!











            "Dan kalau orang jahil berkata "Janganlah kamu mempertuhankan ulama

sebagaimana orang-orang ahlul kitab dahulu mempertuhankan

rahib-rahibnya" , saya akan jawab saya tidak mempertuhankan ulama,

saya hanya mengikuti pewaris nabi yang menjadikan Al-Qur'an, Hadits

sebagai pedoman hidupnya dan rujukan atas masalah-masalah kehidupan,

dan tidak  mencari keuntungan dengannya, dan mereka ulama-ulama itu

sendiri adalah orang-orang yang takut kepada Rabbnya."



Jika melihat penggalan artikel diatas, justru menjadi tanda tanya

besar bagi saya. Untuk permasalahan "FATWA HARAM ROKOK" yang katanya

akan dikeluarkan MUI, kita harus melihat faktor apa yang menjadi

landasan  untuk mengeluarkan itu?!

Walaupun Fatwa itu akhirnya harus keluar, menurut saya "TIDAK ADA

KEWAJIBAN" untuk mengikuti apalagi menaatinya! Kita lihat QS. An Nisaa

: 59, "Kita perintahkan Taat kepada Allah, Taat kepada Rosul, dan Ulil

Amri" dan kepada ULIL Amri pun tidak mutlak, hanya kepada Ulil Amri

yang benar-benar melaksanakan AL QUR'AN dan SUNNAH RosulNYA secara

Murni dan Konsekuen, jadi "TIDAK ADA KEWAJIBAN TAAT KEPADA ULAMA!!!

Kalau dikatakan "mereka ulama-ulama itu sendiri adalah orang-orang

yang takut kepada Rabbnya." Justru sangat membingungkan bagi saya,

Jika mereka takut kepada RabbNya kenapa tidak ada yang berani berjuang

untuk menegakkan Agama Allah di Bumi Indonesia bahkan mereka masih

Patuh dan Taat kepada Hukum Thogut!!! Naudzubillah.



--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Danni Azzam Ferianto"

<[EMAIL PROTECTED] .> wrote:

>

> Rokok, Wah Haram???!!

>

> Menyikapi pro dan kontra hukum rokok dalam Islam. Saya akan berhati-hati

> dan tidak berani mengatakan sesuai hawa nafsu saya, ataupun ilmu yang

> saya miliki tentang status halal atau haramnya rokok.

>

> Sejujurnya saya dulu perokok, dan saya tinggalkan karena Qur'an menyuruh

> untuk membelanjakan harta kita untuk sesuatu yang lebih berkah, dan

> melarang harta dibelanjakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan

> cenderung merugikan, "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah,

> dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan

> berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang

> berbuat baik" (QS. 1:195).

>

> Saya juga merasa sayang jika mudah mengeluarkan harta kita untuk sesuatu

> yang kita rasa nikmatnya, namun disisi lain, saudara-saudara kita

> kesulitan mencari sesuap nasi yang amat penting bagi kelanjutan

> hidupnya. Saya kira disilah unsur kemubazirannya (baca: boros). Inilah

> relevansinya dengan,  "Sesungguhnya, pemboros-pemboros itu adalah

> saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada

> Rabbnya." (QS 17: 27)

>

> Saya juga ingat ketika nabi SAW mengatakan tentang "Salah satu tanda

> kebaikan Islam seseorang adalah mau meninggalkan perkara yang tidak

> berguna baginya." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dishahihkan Syaikh Ahmad

> Syakir). Sebenarnya hadits ini mengupas tentang kesia-siaan perilaku

> ghibah, namun maknanya sangat luas dan mengena ke masalah-masalah

> lainnya yang tidak berguna.

>

> Terakhir, karena saya orang awam dan tidak mempunyai pemahaman yang luas

> tentang detail-detail Syariah, menyangkut fikih, hadits, dan tafsir,

> saya tidak berani menentukan status halal-haramnya, tapi lebih memilih

> mengikuti ulama dan menjauhi mencari-cari ilmu sendiri, dan memahaminya

> sendiri. Saya cenderung mengikuti fatwa haram yang dikeluarkan

> ulama-ulama yang tidak diragukan kedalaman dalam ilmunya, takwa dan

> wa'ranya, seperti: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdul

> Aziz bin Baaz, Syaikh DR. Yusuf Al-Qardhawi, Syaikh Mahmud Syaltut, dsb.

>

> Terkait rencana MUI mengeluarkan fatwa haram rokok, saya akan tsiqah

> penuh kepada para ulama yang saya yakin telah menelaahnya dengan ilmu

> dan lewat kajian mendalam. Jika MUI akhirnya mengharamkan rokok saya

> akan mengikutinya, daripada saya lebih cenderung mencari dalil yang

> membenarkan tindakan merokok lewat ulama-ulama yang membolehkannya, atau

> mencari dalil dan menafsirkannya tanpa bimbingan ulama.

>

> Sejujurnya hingga detik ini saya masih tsiqah kepada MUI; MUI yang

> hingga kini belum mencabut pelarangan menghadiri natal bersama, MUI yang

> mengharamkan SMS judi berhadiah, MUI yang mengharamkan Pluralisme semu

> agama untuk mencabut Islam dari akarnya, MUI yang melarang pornographi

> di media catak dan elektronik, MUI yang  memutuskan Ahmadiyah sesat.

>

> Dan kalau orang jahil berkata "Janganlah kamu mempertuhankan ulama

> sebagaimana orang-orang ahlul kitab dahulu mempertuhankan

> rahib-rahibnya" , saya akan jawab saya tidak mempertuhankan ulama, saya

> hanya mengikuti pewaris nabi yang menjadikan Al-Qur'an, Hadits sebagai

> pedoman hidupnya dan rujukan atas masalah-masalah kehidupan, dan tidak

> mencari keuntungan dengannya, dan mereka ulama-ulama itu sendiri adalah

> orang-orang yang takut kepada Rabbnya. Wallahua'alam

>

> Danni Azzam

>



































      

Kirim email ke