Bismillah.
Assalamu'alaykum wr. wb.

Saya turut nimbrung untuk kajian rokok yang nampaknya menghangat di sini. Saya 
ingin menanggapi Saudara Nopie Wamurga. Apa menurut Saudara Nopie pengertian 
dari jihad ? Jihad artinya bersungguh-sungguh dalam menegakkan (ajaran / 
dakwah) Islam. Jihad dimulai dari keluarga terdekat kita. "Wahai orang-orang 
yang beriman, jagalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya 
dari manusia dan batu." (Q.S. At-Tahriim ayat 6). Jihad tidak harus dengan cara 
yang keras, tapi dengan cara yang tepat. Adakalanya keras, adakalanya lembut. 
Itu tentang jihad.

Saudara Nopie, kalau dilihat dari perjuangan Nabi Muhammad SAW, beliau pun 
tidak langsung memaksakan berdirinya negara Islam dan Islam masuk ke area 
muamalah (politik, ekonomi, & kenegaraan) karena belum diperintahkan pada 
tahun-tahun awal Islam. Perlu diingat bahwa fokus pada 13 tahun pertama 
kenabian Nabi Muhammad di Makkah adalah perkara aqidah, akhlak, dan ibadah 
mahdloh. Jadi ada kebertahapan dalam perjuangan syariat Islam.

Mengenai rokok, ini inti dari diskusi kita. Saya akui bahwa rokok sangat 
berperan besar dalam mensponsori acara-acara besar di negeri ini, tapi satu 
fakta yang perlu diperhatikan adalah bahwa peningkatan laba pabrik rokok di 
Indonesia semakin lama semakin menurun (koran Kompas beberapa bulan yang lalu), 
bahkan untuk penguasa pasar (market leader) seperti Gudang Garam, Djarum, dan 
Sampoerna, omzetnya cenderung tetap dari tahun 2006 ke tahun 2007. Jadi menurut 
koran Kompas, bisnis rokok adalah bisnis sunset (mau tenggelam).

Saya cenderung sependapat dengan Bang Imaduddin Abdurrohim almarhum, pendiri 
Masjid Salman ITB yang terkenal dengan Latihan Mujahid Dakwah (LMD) beliau dan 
kuliah tauhid beliau yang sempat dipenjarakan selama 1 tahun di tahun 1978 oleh 
Soeharto, beliau berpandangan bahwa kita harus memahami tauhid seutuhnya. 
Artinya ketika kita menyatakan "Laa ilaaha illallooh", tiada ilah melainkan 
Allah. Maka harusnya kita meresapkan ke dalam hati kita dan sikap kita, bahwa 
tidak ada Tuhan, tidak ada yang disembah, tak ada pembuat hukum, tak ada yang 
kita takuti, tak ada yang sangat mempengaruhi hidup kita selain Allah.

Apa implementasi dari tauhid semurni itu ? Itu artinya kita tidak kecandungan 
dengan miras, tidak kecanduan dengan rokok, tidak kecanduan dengan kopi, tidak 
kecanduan dengan teh, tidak kecanduan dengan internet, tidak sepenuhnya taat 
pada hukum suatu negara/masyarakat yang tidak didasarkan pada hukum Allah, 
tidak takut pada bos di tempat kerja (kecuali jika bos itu benar karena Allah), 
tidak takut pada preman, tidak takut pada tentara, tidak takut pada polisi, dan 
tidak takut mati (karena sudah ditakdirkan oleh Allah).

Bang Imad mengharamkan rokok bagi para peserta LMD yang beliau asuh. Beliau 
mengatakan selama Anda masih merokok, maka Anda belum bertauhid dengan benar ! 
Pernah ada seorang perokok berat mengikuti LMD Bang Imad, beliau biasa merokok 
1-2 bungkus sehari, lalu dengan persuasi Bang Imad maka beliau pun mencoba 
berhenti merokok saat itu juga (LMD adalah training yang dilakukan 4-7 hari 
penuh menginap atau 2-3 sesi training Jum'at-Minggu). Dan apa yang terjadi ? Si 
perokok berat mengalami sakau, terdiam saja di kamarnya saat istirahat, namun 
kemudian pada akhir training dia berkata pada Bang Imad, "Bang, saya sudah 
berhasil berhenti merokok, mudah-mudahan tauhid saya benar.". Dan menurut 
pengakuan Bang Imad, beliau tidak pernah merokok lagi sejak saat itu.

Jadi secara pribadi saya mengharamkan rokok. Untuk fatwa MUI, bagaimana ? Saya 
setuju dengan fatwa MUI untuk mengharamkan rokok, karena kalau tidak begitu 
maka tidak ada usaha persuasif kuat bagi bangsa kita untuk menyembuhkan 
ketergantungan mayoritas laki-laki di bangsa ini dari rokok. Untuk perbandingan 
pada lelaki ekonomi lemah, rokok menempati anggaran keuangan sekitar 11% (Koran 
Kompas), sedangkan pendidikan anak-anak hanya 3-5% (Koran Kompas).

Jadi membiarkan rokok beredar di antara lelaki ekonomi lemah di negeri ini 
adalah usaha melakukan PEMISKINAN SECARA STRUKTURAL. Oleh karena itu saya 
menyetujui pengharaman rokok oleh MUI. Bagaimana dengan mereka yang telanjur 
menghidupi dirinya dari industri rokok ? Dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfal (saya 
lupa ayat berapa), ada ayat yang artinya kira-kira, "Dan takutlah kamu akan 
azab Allah yang menimpa bukan hanya orang-orang yang berbuat maksiat saja di 
antara kamu." Kemudian di ayat yang lain, "Orang-orang itu mengeluh (karena 
tidak bisa mengubah keadaan di sekitar mereka), kami adalah orang-orang yang 
lemah, ya Allah. Lalu Allah berkata, 'Mengapa kamu tidak hijrah, padahal bumi 
Allah begitu luasnya ?'". Jadi tak ada alasan untuk tidak membubarkan industri 
rokok, karena kezaliman yang sudah dilakukan oleh rokok. 

Kalau ekonomi adalah alasannya, lebih baik hijrah saja mencari peruntungan di 
negara lain, siapa tahu nasibnya lebih baik dengan tetap mempertahankan 
keimanan dan keislaman mereka (para pekerja industri rokok). Saya yakin bahwa 
semut kecil di atas batu hitam pun sudah Allah tentukan jatah rizkinya, mengapa 
kita sebagai manusia takut ? Selama kita berusaha keras dan berdo'a kepada 
Allah dan beramal sholeh, Insya Allah semua ada jalan keluarnya. "Dan (Allah) 
memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa 
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Q.S. 
At-Tahriim ayat 3).

Dan kalau banyak penduduknya menjadi buruh migran (pekerja di negara lain), 
maka itu adalah bahan evaluasi bagi para pemimpin negeri ini untuk lebih 
memperbaiki kondisi negeri ini.

Semoga Allah senantiasa menunjukkan pada kita jalan yang lurus dan membarokahi 
kita atas usaha kita untuk beramal sholih, berdakwah, dan berjihad. Amiin.

Wallahu'alam bishshowab.
Wassalam.

(Seno Pradono - Eks Aktivis Masjid Salman ITB) 


Posted by: "NoPie Wamurga" [EMAIL PROTECTED]   wamurga99 
Thu Sep 11, 2008 7:02 pm (PDT) 
Oh maaf Tuan yang merasa kaya Ruhiyah jika anda merasa tersinggung! 
Bukankah ada Hadits yang mengatakan "Jika di dalam hatinya tidak ada keinginan 
untuk berjihad, dipertanyakan keimanannya!
Lagian juga siapa yang menyuruh pasang spanduk tagakkan syariah??? mana mungkin 
bisa tegak!!! Daullah itu direbut bung, bukan diminta!!! Mana pernah Rasulullah 
kompromi dengan orang KAFIR dan MUNAFIK???!! !
Kita mungkin sama2 berjuang untuk agama ALLAH tapi dengan jalan yang berbeda!!!

--- On Thu, 9/11/08, Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!!
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Thursday, September 11, 2008, 8:55 PM

Nadanya tulisannya seperti pejuang syariah, tapi miskin ruhiyah.. Tidak melihat 
detail masalah, dan bersikap cenderung melecehkan orang-orang yang beriman 
(ulama). Berdakwah panjang mas, bukan asal goblek, pasang spanduk, tegakan 
syariah lalu hukum syariah tegak. Saya yakin jika qur'an dan hadits menjadi 
landasan, ulama itu akan menjadi orang-orang yang taat kepada ketentuan Allah 
dan rasulnya. Bagaimana mungkin orang-orang yang kebesaran Tuhannya membanjiri 
hatinya, seraya tunduk merunduk menolak aturan Tuhannya. Ini juga penting mas, 
menanamkan rasa takut dan cinta yang benar kepada ALLAH (aqidah ini) sebelum 
menjejali orang dengan detail2 syariah. Mudah-mudahan ALLAH memberi rahmat 
kepada hati orang-orang yang merasa berjihad, namun tidak ada kerendahan hati 
kepada orang-orang
beriman, sebagaiman rasul Muhammad diperintajhkan Tuhannya merendah diri 
terhadap orang-orang yang beriman.Mas tahu ayatnya?silahkan buka Qur'annya... .



      

Kirim email ke