Assalamu'alaikum wr. wb. Tulisannya bagus. Kutipan yang diambil dari buku kuliah Tauhid Allahuyarham DR. Imadudin juga baik sekali. Saya pernah baca buku itu, saya terkesan dengan penanaman mendasar pokok Tauhid yang Bang Imad uraikan di buku itu.
Danni Azzam www.azzamdf.multiply.com ----- Original Message ---- From: Seno Pradono <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, September 12, 2008 5:12:07 PM Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!! Bismillah. Assalamu'alaykum wr. wb. Saya turut nimbrung untuk kajian rokok yang nampaknya menghangat di sini. Saya ingin menanggapi Saudara Nopie Wamurga. Apa menurut Saudara Nopie pengertian dari jihad ? Jihad artinya bersungguh-sungguh dalam menegakkan (ajaran / dakwah) Islam. Jihad dimulai dari keluarga terdekat kita. "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu." (Q.S. At-Tahriim ayat 6). Jihad tidak harus dengan cara yang keras, tapi dengan cara yang tepat. Adakalanya keras, adakalanya lembut. Itu tentang jihad. Saudara Nopie, kalau dilihat dari perjuangan Nabi Muhammad SAW, beliau pun tidak langsung memaksakan berdirinya negara Islam dan Islam masuk ke area muamalah (politik, ekonomi, & kenegaraan) karena belum diperintahkan pada tahun-tahun awal Islam. Perlu diingat bahwa fokus pada 13 tahun pertama kenabian Nabi Muhammad di Makkah adalah perkara aqidah, akhlak, dan ibadah mahdloh. Jadi ada kebertahapan dalam perjuangan syariat Islam. Mengenai rokok, ini inti dari diskusi kita. Saya akui bahwa rokok sangat berperan besar dalam mensponsori acara-acara besar di negeri ini, tapi satu fakta yang perlu diperhatikan adalah bahwa peningkatan laba pabrik rokok di Indonesia semakin lama semakin menurun (koran Kompas beberapa bulan yang lalu), bahkan untuk penguasa pasar (market leader) seperti Gudang Garam, Djarum, dan Sampoerna, omzetnya cenderung tetap dari tahun 2006 ke tahun 2007. Jadi menurut koran Kompas, bisnis rokok adalah bisnis sunset (mau tenggelam). Saya cenderung sependapat dengan Bang Imaduddin Abdurrohim almarhum, pendiri Masjid Salman ITB yang terkenal dengan Latihan Mujahid Dakwah (LMD) beliau dan kuliah tauhid beliau yang sempat dipenjarakan selama 1 tahun di tahun 1978 oleh Soeharto, beliau berpandangan bahwa kita harus memahami tauhid seutuhnya. Artinya ketika kita menyatakan "Laa ilaaha illallooh", tiada ilah melainkan Allah. Maka harusnya kita meresapkan ke dalam hati kita dan sikap kita, bahwa tidak ada Tuhan, tidak ada yang disembah, tak ada pembuat hukum, tak ada yang kita takuti, tak ada yang sangat mempengaruhi hidup kita selain Allah. Apa implementasi dari tauhid semurni itu ? Itu artinya kita tidak kecandungan dengan miras, tidak kecanduan dengan rokok, tidak kecanduan dengan kopi, tidak kecanduan dengan teh, tidak kecanduan dengan internet, tidak sepenuhnya taat pada hukum suatu negara/masyarakat yang tidak didasarkan pada hukum Allah, tidak takut pada bos di tempat kerja (kecuali jika bos itu benar karena Allah), tidak takut pada preman, tidak takut pada tentara, tidak takut pada polisi, dan tidak takut mati (karena sudah ditakdirkan oleh Allah). Bang Imad mengharamkan rokok bagi para peserta LMD yang beliau asuh. Beliau mengatakan selama Anda masih merokok, maka Anda belum bertauhid dengan benar ! Pernah ada seorang perokok berat mengikuti LMD Bang Imad, beliau biasa merokok 1-2 bungkus sehari, lalu dengan persuasi Bang Imad maka beliau pun mencoba berhenti merokok saat itu juga (LMD adalah training yang dilakukan 4-7 hari penuh menginap atau 2-3 sesi training Jum'at-Minggu) . Dan apa yang terjadi ? Si perokok berat mengalami sakau, terdiam saja di kamarnya saat istirahat, namun kemudian pada akhir training dia berkata pada Bang Imad, "Bang, saya sudah berhasil berhenti merokok, mudah-mudahan tauhid saya benar.". Dan menurut pengakuan Bang Imad, beliau tidak pernah merokok lagi sejak saat itu. Jadi secara pribadi saya mengharamkan rokok. Untuk fatwa MUI, bagaimana ? Saya setuju dengan fatwa MUI untuk mengharamkan rokok, karena kalau tidak begitu maka tidak ada usaha persuasif kuat bagi bangsa kita untuk menyembuhkan ketergantungan mayoritas laki-laki di bangsa ini dari rokok. Untuk perbandingan pada lelaki ekonomi lemah, rokok menempati anggaran keuangan sekitar 11% (Koran Kompas), sedangkan pendidikan anak-anak hanya 3-5% (Koran Kompas). Jadi membiarkan rokok beredar di antara lelaki ekonomi lemah di negeri ini adalah usaha melakukan PEMISKINAN SECARA STRUKTURAL. Oleh karena itu saya menyetujui pengharaman rokok oleh MUI. Bagaimana dengan mereka yang telanjur menghidupi dirinya dari industri rokok ? Dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfal (saya lupa ayat berapa), ada ayat yang artinya kira-kira, "Dan takutlah kamu akan azab Allah yang menimpa bukan hanya orang-orang yang berbuat maksiat saja di antara kamu." Kemudian di ayat yang lain, "Orang-orang itu mengeluh (karena tidak bisa mengubah keadaan di sekitar mereka), kami adalah orang-orang yang lemah, ya Allah. Lalu Allah berkata, 'Mengapa kamu tidak hijrah, padahal bumi Allah begitu luasnya ?'". Jadi tak ada alasan untuk tidak membubarkan industri rokok, karena kezaliman yang sudah dilakukan oleh rokok. Kalau ekonomi adalah alasannya, lebih baik hijrah saja mencari peruntungan di negara lain, siapa tahu nasibnya lebih baik dengan tetap mempertahankan keimanan dan keislaman mereka (para pekerja industri rokok). Saya yakin bahwa semut kecil di atas batu hitam pun sudah Allah tentukan jatah rizkinya, mengapa kita sebagai manusia takut ? Selama kita berusaha keras dan berdo'a kepada Allah dan beramal sholeh, Insya Allah semua ada jalan keluarnya. "Dan (Allah) memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. " (Q.S. At-Tahriim ayat 3). Dan kalau banyak penduduknya menjadi buruh migran (pekerja di negara lain), maka itu adalah bahan evaluasi bagi para pemimpin negeri ini untuk lebih memperbaiki kondisi negeri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan pada kita jalan yang lurus dan membarokahi kita atas usaha kita untuk beramal sholih, berdakwah, dan berjihad. Amiin. Wallahu'alam bishshowab. Wassalam. (Seno Pradono - Eks Aktivis Masjid Salman ITB) Posted by: "NoPie Wamurga" [EMAIL PROTECTED] com wamurga99 Thu Sep 11, 2008 7:02 pm (PDT) Oh maaf Tuan yang merasa kaya Ruhiyah jika anda merasa tersinggung! Bukankah ada Hadits yang mengatakan "Jika di dalam hatinya tidak ada keinginan untuk berjihad, dipertanyakan keimanannya! Lagian juga siapa yang menyuruh pasang spanduk tagakkan syariah??? mana mungkin bisa tegak!!! Daullah itu direbut bung, bukan diminta!!! Mana pernah Rasulullah kompromi dengan orang KAFIR dan MUNAFIK???!! ! Kita mungkin sama2 berjuang untuk agama ALLAH tapi dengan jalan yang berbeda!!! --- On Thu, 9/11/08, Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!! To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Date: Thursday, September 11, 2008, 8:55 PM Nadanya tulisannya seperti pejuang syariah, tapi miskin ruhiyah.. Tidak melihat detail masalah, dan bersikap cenderung melecehkan orang-orang yang beriman (ulama). Berdakwah panjang mas, bukan asal goblek, pasang spanduk, tegakan syariah lalu hukum syariah tegak. Saya yakin jika qur'an dan hadits menjadi landasan, ulama itu akan menjadi orang-orang yang taat kepada ketentuan Allah dan rasulnya. Bagaimana mungkin orang-orang yang kebesaran Tuhannya membanjiri hatinya, seraya tunduk merunduk menolak aturan Tuhannya. Ini juga penting mas, menanamkan rasa takut dan cinta yang benar kepada ALLAH (aqidah ini) sebelum menjejali orang dengan detail2 syariah. Mudah-mudahan ALLAH memberi rahmat kepada hati orang-orang yang merasa berjihad, namun tidak ada kerendahan hati kepada orang-orang beriman, sebagaiman rasul Muhammad diperintajhkan Tuhannya merendah diri terhadap orang-orang yang beriman.Mas tahu ayatnya?silahkan buka Qur'annya... .
