Setuju !!!
Saya pikir ide anda sangat baik asal ada yang mau nelaksanakanya,  jadi tidak 
perlu memboroskan  dana sebesar 4T yang katanya untuk buyback tetapi gagal 
total..
  ----- Original Message ----- 
  From: Bursa 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Monday, October 27, 2008 4:29 PM
  Subject: [saham] Tambahan ide untuk meredam penurunan IHSG... siapa setuju ???



  Banyak orang parlemen dan para petinggi bingung bagaimana menaikkan IHSG. 
  kenapa kita tidak berpikir simple seperti anak kecil. 
  kadang hal-hal yang kelihatan mudah akan menjadi sulit kalau kita berpikir 
ruwet.

  Orang dewasa: kalau ada permen dengan barang yang sama dijual dengan Rp100 
dan Rp200, kamu beli yang mana?
  Anak kecil : ya yang Rp100

  Orang dewasa: lha kalau ngak ada yang jual Rp100
  Anak kecil : ya terpaksa beli yang harga Rp200

  dari wacana ini, dapat kita tarik kesimpulan:
  jika tidak ada supply, sedangkan demand tetap tinggi, maka harga akan naik.

  Demikian juga dengan IHSG:
  Kita harus menciptakan iklim bagaimana demand tetap tinggi dengan supply yang 
berkurang.

  pada dasarnya: demand akan selalu tinggi jika orang yakin, dengan membeli 
harga berapa pun, kita dapat menjual dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
  nah tinggal, bagaimana menciptakan harga jual yang lebih tinggi tersebut?

  saya ada usul utk menaikkan IHSG:
  1. Asimetris harus segera diberlakukan secepatnya.
  logikanya, dengan sistem probabilitas:
  jika kita beli di titik 0, probabilitas loss -10%, probabilitas profit +25%, 
maka jika berpikir rasional, probabilitas porfit > loss, maka apa yang terjadi? 
-Demand tetap tinggi-

  jika Demand sudah ada, tinggal: bagaimana bisa mengurangi supply?

  2. Dibuat peraturan baru: " suspend sell ".
  yaitu kalau kita buy pada hari H, maka kita baru bisa sell setelah H+7 (atau 
lebih).
  dengan begini, jika semua orang buy, dan baru sell di hari ke 7, maka mau 
tidak mau supply akan berkurang, karena semua barang akan terserap dari pasar 
ke konsumen.
  Jika supply sudah berkurang, sedangkan demand masih tetap tinggi, maka harga 
akan perlahan naik.
  dan pada saat H+7 saat kita mau jual barang, harga akan sudah lebih tinggi 
karena jumlah supply sudah berkurang dibandingkan pada hari H (hari awal beli).

  jika hal ini sudah terjadi, tinggal bagaimana caranya maintain supaya hal ini 
tetap berlangsung?

  3. ini adalah tugas berat pemerintah! 
  pemerintah juga harus menciptakan iklim yang kondusif dan terjamin. serta 
realisasi dari setiap perkataannya.
  jika memang sudah comitment buy back dengan nominal tertentu, LANJUTKAN, 
jangan hanya se-per-berapa saja trus berhenti.
  public malah tidak akan percaya akan kredibilitas pemerintah. sehingga 
"pasukan yang sudah siap maju perang" jadi ciut lagi nyalinya.
  Dan satu lagi, sebagai panutan market, selayaknyalah jangan ada oknum 
pemimpin yang "asal celometan" sehingga tidak membuat resah market.

  semoga pemikiran saya ini dapat menjadi masukan bagi Bapak2/Ibu2 yang masih 
bingung dalam mengambil keputusan utk menggairahkan lagi market yang lagi 
terhuyung-huyung "mati ogah, hidap tak mampu".


  ------------Vincent Go------------
  :+: Stay Happy in Christ :+:

   

Kirim email ke