tidak ada sulit kalau mau diterapkan, mungkin kesulitannya tidak ada dana yg
bisa dikorupsi karena tidak pakai dana besar.
----- Original Message -----
From: Faris
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL
PROTECTED] ; [email protected]
Sent: Tuesday, October 28, 2008 11:33 AM
Subject: Re: [saham] Tambahan ide untuk meredam penurunan IHSG... siapa
setuju ???
sulit diterapkan di Indo...
Faris at http://zipclue.com
--- On Mon, 10/27/08, Bursa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Bursa <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [saham] Tambahan ide untuk meredam penurunan IHSG... siapa
setuju ???
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED], [email protected]
Date: Monday, October 27, 2008, 4:29 PM
Banyak orang parlemen dan para petinggi bingung bagaimana menaikkan
IHSG.
kenapa kita tidak berpikir simple seperti anak kecil.
kadang hal-hal yang kelihatan mudah akan menjadi sulit kalau kita
berpikir ruwet.
Orang dewasa: kalau ada permen dengan barang yang sama dijual dengan
Rp100 dan Rp200, kamu beli yang mana?
Anak kecil : ya yang Rp100
Orang dewasa: lha kalau ngak ada yang jual Rp100
Anak kecil : ya terpaksa beli yang harga Rp200
dari wacana ini, dapat kita tarik kesimpulan:
jika tidak ada supply, sedangkan demand tetap tinggi, maka harga akan
naik.
Demikian juga dengan IHSG:
Kita harus menciptakan iklim bagaimana demand tetap tinggi dengan
supply yang berkurang.
pada dasarnya: demand akan selalu tinggi jika orang yakin, dengan
membeli harga berapa pun, kita dapat menjual dengan harga lebih tinggi dari
harga beli.
nah tinggal, bagaimana menciptakan harga jual yang lebih tinggi
tersebut?
saya ada usul utk menaikkan IHSG:
1. Asimetris harus segera diberlakukan secepatnya.
logikanya, dengan sistem probabilitas:
jika kita beli di titik 0, probabilitas loss -10%, probabilitas
profit +25%, maka jika berpikir rasional, probabilitas porfit > loss, maka apa
yang terjadi? -Demand tetap tinggi-
jika Demand sudah ada, tinggal: bagaimana bisa mengurangi supply?
2. Dibuat peraturan baru: " suspend sell ".
yaitu kalau kita buy pada hari H, maka kita baru bisa sell setelah
H+7 (atau lebih).
dengan begini, jika semua orang buy, dan baru sell di hari ke 7, maka
mau tidak mau supply akan berkurang, karena semua barang akan terserap dari
pasar ke konsumen.
Jika supply sudah berkurang, sedangkan demand masih tetap tinggi,
maka harga akan perlahan naik.
dan pada saat H+7 saat kita mau jual barang, harga akan sudah lebih
tinggi karena jumlah supply sudah berkurang dibandingkan pada hari H (hari awal
beli).
jika hal ini sudah terjadi, tinggal bagaimana caranya maintain supaya
hal ini tetap berlangsung?
3. ini adalah tugas berat pemerintah!
pemerintah juga harus menciptakan iklim yang kondusif dan terjamin.
serta realisasi dari setiap perkataannya.
jika memang sudah comitment buy back dengan nominal tertentu,
LANJUTKAN, jangan hanya se-per-berapa saja trus berhenti.
public malah tidak akan percaya akan kredibilitas pemerintah.
sehingga "pasukan yang sudah siap maju perang" jadi ciut lagi nyalinya.
Dan satu lagi, sebagai panutan market, selayaknyalah jangan ada oknum
pemimpin yang "asal celometan" sehingga tidak membuat resah market.
semoga pemikiran saya ini dapat menjadi masukan bagi Bapak2/Ibu2 yang
masih bingung dalam mengambil keputusan utk menggairahkan lagi market yang lagi
terhuyung-huyung "mati ogah, hidap tak mampu".
------------ Vincent Go---------- --
:+: Stay Happy in Christ :+: