Very good idea !! Mungkin butuh bantuan Pak IAN untuk meneruskan.

  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: Bursa 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Monday, October 27, 2008 9:25 PM
  Subject: RE: [saham] Tambahan ide untuk meredam penurunan IHSG... siapa 
setuju ???


  Sy kasih ide jg deh utk nolong BEI biar tak trlalu hncur. Khusus emiten2 plat 
merah/BUMN, pemernth bs mewajibkan payout ratio deviden thn ini 100% (toh cara 
ini tdk perlu keluarin dana spt buyback yg 4T). Kan sdh byk shm2 BUMN yg 
PER-nya 2x. Jd klo deviden payout ratio 100%, dg PER saat ini (jk hrg shm BUMN 
tdk turun lg) maka nilai deviden bs 50% dr hrg shm saat ini. Mana ada deposito 
yg bunganya 50%-an saat ini ? Cara ini cukup realistis. Klo-pun hrg shm turun 
lg,ya disimpan sj shmnya spt nabung, toh msh mnding drpd deposito. 
  Sy recommend shm2 BUMN krn mmg shm2 ini lg dikerjain,dibuat turun hrgnya 
sampai AR tapi vol.nya tipis,dgn frekuensi tinggi. Artinya ada oknum yg buy & 
sell lower dgn harapan mancing org lain utk ikut jual. Tp sy lihat chart bbrp 
hr terakhir,trend vol.nya makin turun,brarti sbnrnya sdh byk yg males jual 
(mgkn yg saat ini msh hold & tdk ikut panik jual sbgn besar adalah invstor yg 
fundamentalist). Walau offernya trlihat gede & bid tak ada,sptnya offer ini 
hnya kamuflase sj,biar org panic. Bid sbnrnya ada, tapi dibuat gap down dibwh 
AR -10%.

  Bursa wrote:
  > Banyak orang parlemen dan para petinggi bingung 
  > bagaimana menaikkan IHSG. 
  > kenapa kita tidak berpikir simple seperti anak 
  > kecil. 
  > kadang hal-hal yang kelihatan mudah akan menjadi 
  > sulit kalau kita berpikir ruwet. 
  >   
  > Orang dewasa: kalau ada permen dengan barang yang 
  > sama dijual dengan Rp100 dan Rp200, kamu beli yang mana? 
  > Anak kecil : ya yang Rp100 
  >   
  > Orang dewasa: lha kalau ngak ada yang jual 
  > Rp100 
  > Anak kecil : ya terpaksa beli yang harga 
  > Rp200 
  >   
  > dari wacana ini, dapat kita tarik 
  > kesimpulan: 
  > jika tidak ada supply, sedangkan demand tetap 
  > tinggi, maka harga akan naik. 
  >   
  > Demikian juga dengan IHSG: 
  > Kita harus menciptakan iklim bagaimana demand tetap 
  > tinggi dengan supply yang berkurang. 
  >   
  > pada dasarnya: demand akan selalu tinggi jika orang 
  > yakin, dengan membeli harga berapa pun, kita dapat menjual dengan harga 
lebih 
  > tinggi dari harga beli. 
  > nah tinggal, bagaimana menciptakan harga jual yang 
  > lebih tinggi tersebut? 
  >   
  > saya ada usul utk menaikkan IHSG: 
  > 1. Asimetris harus segera diberlakukan 
  > secepatnya. 
  > logikanya, dengan sistem probabilitas: 
  > jika kita beli di titik 0, probabilitas loss 
  > -10%, probabilitas profit +25%, maka jika berpikir rasional, probabilitas 
porfit 
  >> loss, maka apa yang terjadi? -Demand tetap 
  > tinggi- 
  >   
  > jika Demand sudah ada, tinggal: bagaimana bisa 
  > mengurangi supply? 
  >   
  > 2. Dibuat peraturan baru: " suspend sell 
  > " . 
  > yaitu kalau kita buy pada hari H, maka kita baru 
  > bisa sell setelah H+7 (atau lebih). 
  > dengan begini, jika semua orang buy, dan baru sell 
  > di hari ke 7, maka mau tidak mau supply akan berkurang, 
  > karena semua barang akan terserap dari 
  > pasar ke konsumen. 
  > Jika supply sudah berkurang, sedangkan demand 
  > masih tetap tinggi, maka harga akan perlahan naik. 
  > dan pada saat H+7 saat kita mau jual barang, harga 
  > akan sudah lebih tinggi karena jumlah supply sudah berkurang dibandingkan 
pada 
  > hari H (hari awal beli). 
  >   
  > jika hal ini sudah terjadi, tinggal bagaimana 
  > caranya maintain supaya hal ini tetap berlangsung? 
  >   
  > 3. ini adalah tugas berat pemerintah! 
  > pemerintah juga harus menciptakan iklim yang 
  > kondusif dan terjamin. serta realisasi dari setiap 
  > perkataannya. 
  > jika memang sudah comitment buy back dengan nominal 
  > tertentu, LANJUTKAN, jangan hanya se-per-berapa saja trus 
  > berhenti. 
  > public malah tidak akan percaya akan kredibilitas 
  > pemerintah. sehingga "pasukan yang sudah siap maju perang" jadi ciut lagi 
  > nyalinya. 
  > Dan satu lagi, sebagai panutan market, 
  > selayaknyalah jangan ada oknum pemimpin yang " asal celometan " 
  > sehingga tidak membuat resah market. 
  >   
  > semoga pemikiran saya ini dapat menjadi masukan 
  > bagi Bapak2/Ibu2 yang masih bingung dalam mengambil keputusan utk 
menggairahkan 
  > lagi market yang lagi terhuyung-huyung "mati ogah, hidap tak 
  > mampu". 
  >   
  >   
  > ------------ Vincent Go---------- -- 
  > :+: Stay Happy in Christ 
  > :+: 
  > 

  New Email names for you! 
  Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and 
@rocketmail. 
  Hurry before someone else does!
  http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/


   

Kirim email ke