Pak Adi, 

Saya maklum akan keputusan berat yang telah anda ambil. Semoga tidak jadi akar 
pahit, tetaplah optimis.

Hanya beberapa gelintir yang selalu untung dalam dunia saham. Yang pasti 
adalah; 
  - bandar yang punya kapitalisasi besar
  - sekuritas yang para tradernya super aktif.
   - para guru teori saham yang banyak muridnya; he he

Saya ingat kembali ketika pertama kali saya diajak kawan bincang2 tentang main 
saham dengan pialang sekuritas. Sang pialang sangat semangat cerita sukses 
story tapi sangat enggan cerita tentang ratio sukses dan gagal. Ia mendesak, 
main saja belajar dari pengalaman.

Menggemaskan, saat itu belum ada on line trading. Pialang ini gerah kalau kita 
main hati2; pinginnya jual jual jual demi fee. Bahkan sering misleading.... 
Bukan hanya itu, pulsa juga lari kencang.

Syukurlah dengan adanya fasilitas online; saya kerja keras belajar otodidak 
dari buku dan sering diskusi dg kawan baek dan jauh dari rayuan pialang dan 
hemat pulsa.

Kritislah dalam dunia saham.
Semakin orang vulgar menjual kecap sukses; semakin kelihatan boongnya.

Senanglah belajar; dan terus belajar.
Pemain saham perlu analytical thinking berdasarkan fakta.
Selain itu perlu pengendalian diri karena efek psikologis banyak merusak rasio 
dalam dunia saham.

Trims, mhn maaf bagi yang merasa ndak pas

Sala
Ara

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Aryadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 26 Jul 2010 01:18:18 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Hari ini, saya memutuskan berhenti dari saham



Setelah mempertimbangkan baik-baik dan mengaji untung ruginya, akhirnya pada 
hari ini saya memutuskan untuk berhenti bermain saham.

Saya keluar sebagai seorang looser, seorang yang telah kalah bermain.
Dana saya saat ini tersisa tinggal 20%, dan hari ini semua portfolio saya yang 
masih tersisa telah saya jual.

Saya telah mempertaruhkan semua uang yang saya miliki, dan rupanya ini bukanlah 
hal yang bijaksana. Ini adalah kebodohan yang terbesar yang pernah saya lakukan 
dalam hidup saya.

Masih terbayang-bayang jumlah uang ratusan juta yang pernah saya miliki, hasil 
menabung selama bertahun-tahun yang sekarang telah sirna.

Saya tak hendak mengatakan bahwa permainan investasi saham tak menguntungkan. 
Beberapa orang mungkin jadi kaya dari investasi tersebut.

Namun ini lebih tentang saya, saya sangat bodoh untuk menghasilkan uang dari 
investasi saham tersebut. Jadi, sayalah yang bodoh, bukan bursa saham nya yang 
salah.

Saya telah mencoba membeli saham blue chip, saham lapis kedua, dan saham 
gorengan. Suatu saat berbuah untung, namun lain saat lebih banyak ruginya.

Akhirnya, hari ini, saya memutuskan untuk berhenti bermain saham untuk 
selamanya.

Good luck buat yang lain, semoga Anda tak seperti saya.

Wassalam,
Adi


Kirim email ke