Kalo pejabat pemerintah mentalnya modelnya kek begini.
wajar aja negara selalu dirugikan dan selalu bangkrut.
Investor Asing dan lokal tentu terbahak2 mentertawakan proses IPO KS,
jelas2 oversubribed koq diambil harga bawah.......
anak tamatan SD juga tahu itu ga bener,
gak usah pake underwriter segala yg dibayar mahal2.
kalo yg kebagian satu lot mah jangan diitung investor.
saya warga negara indonesia dgn nasionalisme yang mau beli dan berani dgn harga
diatas 1000 rp. pun ngga kebagian,
tp asing bisa dapet 73 persen dgn harga obral....obralllll....obraaaalll
=============================================================
http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/131742/1495431/6/tanggapi-class-action-ipo-ks-bapepam-nilai-pengamat-asal-ngomong?f9911013
===========================================================
Tanggapi Class Action IPO KS,
Bapepam Nilai Pengamat Asal Ngomong
Herdaru Purnomo - detikFinance
Jakarta -
Sebanyak 13 ekonom akan melakukan gugatan class action kepada
pemerintah terkait dengan pelaksanaan penawaran umum perdana (initial
public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KS). Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menganggap 13 ekonom ini asal
ngomong.
Hal ini dilontarkan oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany
saat ditemui di sela acara Infobank Outlook 2011 di Graha Niaga, Jalan
Sudirman, Jakarta, Selasa (16/11/2010).
"Dia tuh mau mewakili siapa class action? Ngarang itu. Dia wakili siapa? Siapa
investor yang dirugikan yang diwakili? Class action itu jangan asal omong,
class action itu mewakili siapa? Class action itu harusnya sekumpulan
orang-orang yang drugikan. Lah ini siapa yang dirugikan, ayo siapa?" tutur Fuad.
Seperti diketahui, 13 ekonom yang mengajukan gugatan class action
adalah Adler Manurung, Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Hendri Saparini,
Sumarno M, Rushadi, A. Razak, Ichsanudin Noorsy, William Tobing, Erwin
Ramedhan, Adhie Massardi, dan Fahmi Radi.
Fuad mengatakan, dalam
IPO KS semua pihak merasa senang dan tak ada yang dirugikan. Jadi
menurutnya tak perlu ada yang diributkan lagi oleh semua pihak.
"Sebenarnya
semuanya happy di sini. Tugas saya kan melindungi investor. Investornya
happy kenapa saya harus ribut-ributin KS? Investornya saja happy. Yang
nggak happy itu yang mau beli nggak dapat. Normal lah itu biasa. Pasti
ada yang nggak dapat kan, ya semua itu keuntungan dari underwriter,"
tukas Fuad.
Seperti diketahui IPO KS menjadi buah bibir di
kalangan masyarakat, khususnya investor di pasar modal. Apalagi setelah
pemerintah menetapkan harga perdana saham KS Rp 850 atau mendekati batas
bawah dari kisaran Rp 750-1.150 per saham.
Pihak-pihak yang
tidak sepakat pun memprotes harga saham BUMN baja tersebut, karena
dianggap terlalu murah hingga terjadi tudingan adanya perampokan uang
negara. Mereka pun mendesak Bapepam-LK untuk membatalkan IPO Krakatau
Steel.
Setidaknya ada 3 alasan pengajuan gugatan tersebut.
Pertama, karena KS bergerak dalam industri strategis yang sahamnya harus
dikuasai penuh oleh negara. Kedua, para penggugat menilai dalam
pelaksanaan IPO tersebut negara dirugikan lebih dari Rp 1 triliun. Lalu
alasan terakhir adalah adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum
pejabat yang ikut berperan dalam proses IPO tersebut.
Polemik
semakin runcing usai KS listing di BEI pada Rabu (10/11/2010) lalu.
Saham KS langsung melesat hingga menyentuh batas atas auto rejection
sebesar Rp 420 (49,41%) ke level Rp 1.270 per saham. Namun, investor
asing ternyata langsung menjual 316.129.500 saham dengan total nilai Rp
378,693 miliar. Setelah aksi jual massif ini, kepemilikan asing tersisa
788.120.500 saham atau setara dengan 5% dari total saham KS.
Salah
satu ekonom yaitu Adler, menduga pelepasan saham Krakatau Steel oleh
investor asing sebagai sebuah persengkongkolan. Selama ini pemerintah
selalu mendukung kepentingan investor asing dan mengabaikan investor
dalam negeri.
(dnl/dro)