Mangstaff bro....

salam,
green


2010/11/17 positif01 <[email protected]>

>
>
> Saya pribadi sedari awal sudah memberikan 'compliment' kepada para pihak
> yang terkait dengan pelaksanaan IPO KRAS. Alih-alih mereka
> direndahkan/dicurigai, justru semua yang terlibat langsung patut diberi
> 'award of recognition'. Perhitungan valuasi saya menunjukkan dengan level
> harga Rp850 pun sudah 'overvalued'. Patokan awal di Rp600 lebih
> 'justifiable' meskipun untuk pendekatan investasi yang mensyaratkan perlunya
> 'margin of safety' bisa menuntut harga di kisaran Rp450. Toh tidak terlalu
> keliru, animo asing secara riil di lapangan sebagaimana hasil 'book
> building' pun tidak antusias di Rp850. Jadi, jika ada yang mampu menjual
> jauh di atas 'fair value', itu sungguh suatu pencapaian.
>
> Namun demikian, pantas untuk dicatat pula untuk ke depannya perlunya rilis
> informasi yang lebih berhati-hati. Tidak bisa dipungkiri kecurigaan yang
> timbul bukan hanya karena "tidak atau kurang jatah" tetapi juga karena
> ketidakmengertian. Keributan tentang "terlalu murah"-nya harga perdana KRAS
> jika ditelusuri secara kronologis semuanya berujung kepada deduksi
> psikologis sekelompok warga yang melihat dan menganggap ada kontradiksi
> antara rilis 'oversubscribed' dan penentuan harga perdana di 'range' bawah
> dari estimasi harga. Jika membaca 'counter' informasi dari pihak-pihak yang
> berkompeten kemudian diketahui bahwa apa yang dipahami sebagai
> 'oversubscribed' tidak seperti yang mungkin ada di benak para pihak yang
> berkeberatan. Dan, bagi yang paham dengan valuasi, juga dengan mudah
> memahami bahwa persoalannya bukan murah karena ada di 'range' bawah kisaran
> estimasi harga perdana, tetapi justru 'range' estimasi harga itu sendiri
> apakah sudah akurat? Kalau menilik valuasi saya sendiri, baik atas dasar
> metode konvensional yang paling umum sampai dengan komparasi regional peer,
> justru bukan "terlalu murah" tetapi "terlalu mahal".
>
> Adapun mengenai semangat "nasionalisme" yang sepertinya terkandung atau
> coba dikandung oleh mereka yang berkeberatan, at first place, they are all
> equally supposed to get some respect, namun demikian dalam konteks pasar
> modal, tidak ada salahnya mengulang posisi yang saya selalu ambil viz-a-viz
> pendekatan 'nasionalis' yang out-of-context sebagai berikut:
>
> Saham itu seperti air, tidak ada nasionalisme. Kalau air jatuh mencari
> tempat yg rendah, terlepas air zamzam atau air sungai Bahorok, ya karakter
> air seperti itu. Begitu juga dana ekuitas, yang dicari ya 'yield/return',
> terlepas saham apa di mana dan dana dari mana. Apalagi konteksnya
> perdagangan bursa. Tidak ada bursa di dunia ini yang membatasi asal
> likuiditas. Bursa Indonesia bisa maju justru karena bersikap a-nasionalis.
> Jika konsisten dengan paham dan semangat nasionalis justru tidak akan maju.
> Why? Karena hingga detik ini yang menopang akselarasi bursa lokal justru
> dana asing. Asing tercatat menguasai saham sebanyak 67%. Bayangkan kalau
> pemilik-pemilik dana asing yang masuk ke Indonesia bersikap nasionalis
> seperti beberapa tokoh terhormat, untuk apa mereka (asing) ke Indonesia,
> 'ngendon' saja sebagai pahlawan nasionalis di negara-negara mereka yg
> notabene sudah maju.
>
> Jangan hipokrisi, nasionalis untuk diri sendiri, tetapi berharap orang
> lain, khususnya modal asing, bersikap a-nasionalis untuk 'inflow'/masuk baik
> sebagai 'porfolio' atau 'foreign direct investment' ke negara kita sendiri.
> Jika itu yang terjadi semua bangsa bisa kembali ke awal abad 18-an ketika
> semua orang sibuk jadi 'chauvinistis'. Dalam konteks IPO KRAS akan lucu bagi
> yg mengerti, kenapa? Karena asing pun dijatah hanya 35% dari 20% saham yg
> dicatatkan. Artinya asing hanya dapat akses pasar perdana pada saat 'book
> building' dan 'pooling' sebanyak 7%. Lebih lucu lagi setelah tahu bahwa
> selesai listing hari pertama, asing justru ramai-ramai menjual lebih kurang
> 2-3% porto sehingga tersisa hanya 3-5% saja. Di mana letak penguasaan asing?
> Anehnya, yang tunjuk hidung asing malah mengatakan, "tuh asing dapat untung
> gede...mereka jual sekarang sahamnya". Ini jawaban datang dari paradigma
> aneh dan logika berpikir yang simpang siur ('contradictio in terminis'),
> tetapi lebih tepatnya tidak mengerti.
>
> Kalau konsisten dengan semangat nasionalisme, justru ketika asing jual,
> disambut gegap gempita dong sembari meneriakkan yel-yel, "lihatlah, kita
> telah rebut kembali!", sembari membayangkan pidato Soekarno ketika merebut
> Irian Barat. Yang absurd dari pandangan itu adalah, asing jual, siapa yg
> beli? ...Neneknya asing? Tentu bukan. Yang beli ya investor lokal juga. Jadi
> siapa yang rugi? Apa iya ada orang mau beli rugi, terlepas nantinya mungkin
> keputusan investasinya tidak tepat? ....
>
> Pada akhirnya, semuanya hanya persoalan sederhana, 'supply and demand' dan
> ekspektasi. TIDAK ADA nasionalisme di situ. (titik)
>
> '+'
>
> 2010/11/16 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>
>>
>> Bu Anita, terima kasih telah bersedia mengkoreksinya. Bayangkan Bu, dampak
>> dari kesalahan Bu Anita menulis bagi mereka yg membaca dan tidak memahami.
>> Bisa2 nanti tersebar rumors/klaim bahwa asing mendapatkan 73%, padahal
>> tulisan itu karena Bu Anita salah menulis. Padahal seringnya orang memegang
>> informasi yg pertama.
>>
>> Mengenai 73% dipegang oleh investor institusional itu perlu Bu Anita dan
>> rekan2 lainnya juga ketahui, bahwa dibalik investor insitusional seperti
>> institusi dana pensiun maupun reksadana, adalah investor peritel juga.
>> Begitu banyak investor ritel yang menanamkan investasinya di reksadana
>> ekuiti maupun campuran.  Juga institusi dana pensiun.
>>
>> Pada hari Senin pagi kemarin, 15 Nov 2010 , dari jam 10-12, saya sebagai
>> salah satu pengurus AAEI bersama kawan2 AAEI yg dipimpin oleh Pak Haryajid
>> (ketua AAEI),  Pak Budi Ruseno (Penasehat AAEI), dan 3 kawan AAEI lainnya,
>> mendatangi kantor Bapepam dan diterima oleh Ketua Bapepam Bpk. Fuad beserta
>> jajaran pimpinan Bapepam lainnya.  Di pertemuan tersebut saya berkesempatan
>> menyampaikan keluhan2 yang ada di milis ini seputar IPO KS khususnya
>> mengenai alokasi penjatahan. Kawan2 sayaKami, pihak AAEI pun juga saling
>> memberikan masukan ke Bapepam selain kita juga mendapat banyak masukan dari
>> Bapepam seputar IPO KS ini.
>>
>> Proses kedepannya memang diperlukan sosialisasi kepada masyarakat luas
>> agar mereka boleh memahami dan teredukasi dengan lebih baik lagi mengenai
>> proses IPO ini, dan pasar modal pada umumnya. Kami, pihak AAEI, pada
>> dasarnya siap membantu BEI maupun Bapepam dalam mensosialisasikan pasar
>> modal kepada masyarakat luas.
>>
>> Banyak hal yg kami bahas selama 2 jam tersebut. Pada intinya, kami sama2
>> bersepakat untuk menjaga agar pasar modal kita tetap sehat dan tidak
>> kehilangan momentum hanya karena ada segelintir orang yang baik disengaja
>> atau tidak sengaja telah mengancam keberadaan pasar modal di Indonesia. Tapi
>> saya yakin, dengan informasi yg tepat dan benar, masyarakat kita akan
>> teredukasi dengan baik, dan tidak mudah lagi disesatkan oleh sekelompok
>> orang.
>>
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2010/11/16 Anita Bdg <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> *
>>> Terima kasih banyak atas penjelasannya bang Ian.
>>> sekaligus saya mengoreksi bang,
>>> yg 73 % itu intitusi...bang bukan asing, sisanya 27 % publik
>>> padahal singkatan IPO kan Initial Public Offering he..he...
>>> OK  salam sukses.
>>>
>>> ==============================================
>>> Bela KS, Bapepam Anggap Harga IPO KS Wajar*
>>> Herdaru Purnomo - detikFinance
>>>
>>>
>>> Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK)
>>> menyatakan harga saham perdana dalam initial public offering (IPO) PT
>>> Krakatau Steel Tbk (KS) sebesar Rp 850 per saham sudah wajar dan tak perlu
>>> diributkan.
>>>
>>> Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany mengatakan, harga IPO KS sudah sangat wajar
>>> dan lebih bagus dari harga saham perusahaan baja asal Korea yakni Posco.
>>>
>>> "Harga di situ tuh harga yang wajar bahkan lebih bagus dari harga Posco
>>> di Korea kemarin. Sebelumnya Sky Tower Bersama yang IPO juga naik 49%. KS
>>> itu kan sama segitu naiknya 48%. Terus Bank Jabar Banten itu naiknya sampai
>>> 50% lebih gede lagi, wajar itu dari market. Kan beda pasar perdana dengan
>>> sekunder di market," ujar Fuad ketika ditemui di sela acara Infobank Outlook
>>> 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (16/11/2010).
>>>
>>> Fuad menyatakan proses IPO KS sudah positif dan tak perlu diributkan lagi
>>> karena bisa mempengaruhi kepercayaan investor terhadap kondisi investasi di
>>> Indonesia.
>>>
>>> "Sebaiknya kita positif saja lebih konstruktif walaupun ada kritik nggak
>>> apa, tapi jangan ada informasi-informasi yang menyesatkan yang mempengaruhi
>>> iklim investasi, kita nggak perlu khawatirlah sekarang, semua
>>> indikator-indikator ekonomi kita bagus. Sekarang kalau ada perubahan indeks
>>> turun lebih banyak itu global tren saja. Domestiknya itu bagus," papar Fuad.
>>>
>>>
>>> Dikatakan Fuad dirinya sudah mendapatkan laporan alokasi tentang saham
>>> KS. Dari laporan tersebut dikatakan kepemilikan saham publik KS sebesar 27%
>>> dipegang investor ritel dan 73% dimiliki investor institusional.
>>>
>>> Investor ritel domestik yang memiliki saham KS jumlahnya 16 ribu orang di
>>> luar reksa dana. Menurutnya soal permasalahan banyaknya investor yang tak
>>> kebagian jatah saham KS tak perlu diributkan.
>>>
>>> "Kita harus ambil hikmah dari KS ini dan mudah-mudahan ke depan ada
>>> perbaikan. Kita harus lebih transparan dan sosialisasi," cetus Fuad.
>>>
>>> (dnl/dro)
>>>
>>> http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/123840/1495390/6/bela-ks-bapepam-anggap-harga-ipo-ks-wajar?f9911013
>>>
>>>
>>> --- Pada *Sel, 16/11/10, Irwan Ariston Napitupulu <
>>> [email protected]>* menulis:
>>>
>>>
>>> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>> Judul: Re: [saham] LAGI LAGI KRAS
>>> Kepada: [email protected]
>>> Tanggal: Selasa, 16 November, 2010, 2:13 PM
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Merespon keluhan Bu Anita, saya coba buatkan garis besarnya saja. Saya
>>> percaya, ketidaktahuan dan kekurangan informasi kepada pelaku pasar akan
>>> melahirkan kecurigaan yang sebenarnya tidak perlu sampai terjadi.
>>>
>>> Kira2 garis besarnya proses IPO itu seperti berikut:
>>>
>>> Untuk penentuan range harga IPO, ditentukan berdasarkan faktor
>>> fundamental dari perusahaan dan juga mempertimbangkan kira2 minat dari
>>> investor ada saat road show.
>>> Berdasarkan keterangan Dirut KS di MetroTV, saat ini menggunakan
>>> pembanding pabrik baja dari Korea dan India.
>>> Tidak menggunakan pembanding dari China, karena growth di China sangat
>>> tinggi, sementara di Indonesia pabrik baja sampai tahun 2006 pertumbuhannya
>>> sangat lambat. Baru belakangan mulai terlihat ada pertumbuhan.
>>>
>>> Dari perhitungan fundamental tersebut, keluarlah angka 800-1150 untuk
>>> harga book building.
>>>
>>> Pada masa bookbuilding, berdasarkan keterangan Pak Fuad di Metro TV yg
>>> saya dengar:
>>> oversubscribe dengan pemesanan di harga 850 adalah 1,8x
>>> oversubscribe dengan pemesanan di harga 900 adalah 1,3x (atau sekitar
>>> itu)
>>> oversubscribe dengan pemesanan di harga 950 adalah 1x (atau sekitar itu).
>>>
>>> Dari kebiasaan dan pengalaman, underwritter akan memilih harga yg aman
>>> untuk dia jualan yg biasanya pada harga sekitar oversubscribe 2x. Tujuannya
>>> adalah agar pada masa pembayaran yg 10 hari setelah penentuan harga IPO,
>>> dalam kasus ini batas tanggal tsb adalah 4 Nov 2010, jumlah saham yg
>>> ditawarkan habis terbeli alias dilunasi.
>>>
>>> Apakah ada kemungkinan tidak dilunasi walau sudah dipesan?
>>> Ya, ada kemungkinan itu. Bisa saja investor yg sudah pesan beli, lalu
>>> pada masa 10 hari itu katakanlah tiba2 pasar berbalik arah  jadi bearish
>>> karena pasar global berubah arah jadi bearish, maka resiko investor hengkang
>>> dan membatalkan pembelian jadi meningkat. Itu sebabnya, dipilih angka harga
>>> dimana oversubscibe nya sekitar 2x.  Kejadian hengkangnya pembeli itu
>>> terjadi pada kasus BBNI dulu, dimana ada sejumlah investor sebesar 1 Triliun
>>> yg hengkang tidak jadi beli karena pasar berubah bearish. Akibatnya bisa
>>> kita bagaimana dulu underwritter dan pemerintah kerepotan dengan kasus BBNI.
>>>
>>> Pada dasarnya underwritter itu bekerja untuk menjual habis barang
>>> dagangannya karena mereka mendapatkan keuntungan dari komisi penjualan yg
>>> didapat. Peraturan bapepam juga melarang adanya pemesanan dari investor yg
>>> memiliki konflik atau afiliasi dengan underwritter (seperti dengan
>>> direksinya). Hal ini dilakukan demi menjaga keadilan dalam penjatahan.
>>> Inilah yg akan diaudit oleh Bapepam sesuai kebiasaan IPO, dimana audit
>>> dilakukan oleh akuntan publik untuk memeriksa bahwa tidak ada pelanggaran yg
>>> terjadi dalam proses pemesanan IPO.
>>>
>>> Pertanyaan berikutnya yg mungkin muncul di benak rekan2 adalah mengapa
>>> penjatahan bookbuilding IPO KS koq parah sekali? Mengapa Bapepam tidak
>>> campur tangan akan hal tersebut?
>>>
>>> Jawabannya, berdasarkan peraturan, Bapepam tidak boleh mencampuri urusan
>>> penjatahan maupun penentuan harga IPO setelah proses bookbuilding.
>>> Underwritter lah yang memiliki hak tersebut. Tentunya underwritter telah
>>> bekerjasama dengan emiten dalam hal ini pemegang saham dari KS.
>>>
>>> Underwritter dalam proses penjatahan akan mendahulukan prime customer
>>> mereka. Ini adalah hal yg wajar dalam dunia bisnis underwritter dimana
>>> mereka akan mendahulukan nasabah mereka dulu khususnya yang prime customer.
>>> Karena dari prime customer inilah bisnis mereka bisa lebih berkelanjutan di
>>> masa2 mendatang.
>>>
>>> Mengenai pernyataan Ibu Anita yg mengatakan asing dapat 73%, silakan
>>> ditunjukan dan dibawa saja buktinya Bu. Bila benar Ibu Anita bisa tunjukan
>>> bahwa asing mendapat penjatahan sampai 73%, maka underwritter bisa
>>> diperkarakan. Karena ketentuan yg disepakati di awal adalah dari 20% saham
>>> yg ditawarkan ke publik, lokal dapat jatah 65% (alias 13% dari 20%), asing
>>> dapat jatah 35% (alias hanya 7% dari 20% yg ditawarkan). Tapi kalau Bu Anita
>>> hanya mendengar dari orang dengan berdasarkan katanya...katanya....dan
>>> katanya, sebaiknya abaikan saja Bu. Saat ini banyak yg mencoba mempolitisir
>>> kasus KS ini. Bahkan saya bisa buktikan dimana para ekonom yg muncul di
>>> televisi itu banyak memberikan informasi yg menyesatkan. Saya terkadang
>>> miris juga, kasihan juga rakyat mendapatkan informasi yg menyesatkan
>>> sehingga masyarakat jadi kehilangan hak mendapatkan informasi yang benar.
>>>
>>> Tapi itulah kondisinya. Kalau tidak kontroversial, kurang laku dijual ke
>>> publik. Kalau kontroversial, baru menarik. Tapi saya percaya pihak TV dan
>>> media sebenarnya punya kesamaan visi untuk memberikan informasi yg berimbang
>>> kepada masyarakat, sayangnya mungkin mereka kekurangan informasi terhadap
>>> para narasumber yang mana yg mungkin bisa diandalkan untuk memberikan
>>> informasi penyeimbang.
>>>
>>> catatam:
>>> Pada hari Rabu pagi, tanggal 9 Nov 2010, saya sempat dihubungi oleh salah
>>> satu televisi swasta nasional untuk diminta memberikan semacam pelatihan
>>> atau briefing kepada sekitar 30 jurnalisnya dari jam 10-12 pagi hari itu
>>> juga dan diharapkan saya menyampaikan seputar IPO KS agar para jurnalis
>>> televisi itu mendapatkan pengetahuan yg cukup sehingga ketika ingin meliput
>>> hal ini bisa memberikan informasi yg baik kepada pemirsanya. Saya sangat
>>> salut dengan upaya televisi ini untuk mendidik pemirsanya dengan informasi
>>> yg berimbang. Sayang saja waktu itu saya berhalangan karena saya ingin
>>> konsentrasi trading berhubung pasarnya lagi ramai. Saya katakan kalau
>>> setelah jam trading, saya siap. Sayangnya, waktu tidak cocok, karena untuk
>>> bisa mengumpulkan sekitar 30 jurnalis di jam yg sama itu sudah sulit dan
>>> jarang bisa dilakukan. Mudah2an di lain waktu ada kesempatan lagi untuk hal
>>> yg mungkin berbeda.
>>>
>>> Kira2 itu gambaran singkat dari saya walaupun masih banyak hal yg bisa
>>> saya sampaikan untuk mengcounter pernyataan2 miring dari beberapa ekonom yg
>>> saya perhatikan banyak yg menyesatkan masyarakat.
>>>
>>> catatan keterbukaan:
>>> Saya tidak memesan saham KS pada saat book building KS maupun IPO KS.
>>> Saya tidak memiliki saham KS.
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>>
>>> 2010/11/16 Anita Bdg 
>>> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
>>> >
>>>
>>>
>>>
>>>  Kalo pejabat pemerintah mentalnya modelnya kek begini.
>>> wajar aja negara selalu dirugikan dan selalu bangkrut.
>>> Investor Asing dan lokal tentu terbahak2 mentertawakan proses IPO KS,
>>> jelas2 oversubribed koq diambil harga bawah.......
>>> anak tamatan SD juga tahu itu ga bener,
>>> gak usah pake underwriter segala yg dibayar mahal2.
>>> kalo yg kebagian satu lot mah jangan diitung investor.
>>> saya warga negara indonesia dgn nasionalisme yang mau beli dan berani dgn
>>> harga diatas 1000 rp. pun ngga kebagian,
>>> tp asing bisa dapet 73 persen dgn harga obral....obralllll....obraaaalll
>>> =============================================================
>>>
>>> http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/131742/1495431/6/tanggapi-class-action-ipo-ks-bapepam-nilai-pengamat-asal-ngomong?f9911013
>>> ===========================================================
>>> Tanggapi *Class Action* IPO KS,
>>> Bapepam Nilai Pengamat Asal Ngomong
>>> *Herdaru Purnomo* - detikFinance
>>>
>>> *Jakarta* - Sebanyak 13 ekonom akan melakukan gugatan *class action*kepada 
>>> pemerintah terkait dengan pelaksanaan penawaran umum perdana (initial
>>> public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KS). Badan Pengawas Pasar Modal
>>> dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menganggap 13 ekonom ini asal ngomong.
>>>
>>> Hal ini dilontarkan oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany saat ditemui di
>>> sela acara Infobank Outlook 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta,
>>> Selasa (16/11/2010).
>>>
>>> "Dia tuh mau mewakili siapa *class action*? Ngarang itu. Dia wakili
>>> siapa? Siapa investor yang dirugikan yang diwakili? *Class action* itu
>>> jangan asal omong, *class action* itu mewakili siapa? *Class action* itu
>>> harusnya sekumpulan orang-orang yang drugikan. Lah ini siapa yang dirugikan,
>>> ayo siapa?" tutur Fuad.
>>>
>>> Seperti diketahui, 13 ekonom yang mengajukan gugatan *class action*adalah 
>>> Adler Manurung, Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Hendri Saparini,
>>> Sumarno M, Rushadi, A. Razak, Ichsanudin Noorsy, William Tobing, Erwin
>>> Ramedhan, Adhie Massardi, dan Fahmi Radi.
>>>
>>> Fuad mengatakan, dalam IPO KS semua pihak merasa senang dan tak ada yang
>>> dirugikan. Jadi menurutnya tak perlu ada yang diributkan lagi oleh semua
>>> pihak.
>>>
>>> "Sebenarnya semuanya happy di sini. Tugas saya kan melindungi investor.
>>> Investornya happy kenapa saya harus ribut-ributin KS? Investornya saja
>>> happy. Yang nggak happy itu yang mau beli nggak dapat. Normal lah itu biasa.
>>> Pasti ada yang nggak dapat kan, ya semua itu keuntungan dari underwriter,"
>>> tukas Fuad.
>>>
>>> Seperti diketahui IPO KS menjadi buah bibir di kalangan masyarakat,
>>> khususnya investor di pasar modal. Apalagi setelah pemerintah menetapkan
>>> harga perdana saham KS Rp 850 atau mendekati batas bawah dari kisaran Rp
>>> 750-1.150 per saham.
>>>
>>> Pihak-pihak yang tidak sepakat pun memprotes harga saham BUMN baja
>>> tersebut, karena dianggap terlalu murah hingga terjadi tudingan adanya
>>> perampokan uang negara. Mereka pun mendesak Bapepam-LK untuk membatalkan IPO
>>> Krakatau Steel.
>>>
>>> Setidaknya ada 3 alasan pengajuan gugatan tersebut. Pertama, karena KS
>>> bergerak dalam industri strategis yang sahamnya harus dikuasai penuh oleh
>>> negara. Kedua, para penggugat menilai dalam pelaksanaan IPO tersebut negara
>>> dirugikan lebih dari Rp 1 triliun. Lalu alasan terakhir adalah adanya dugaan
>>> penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat yang ikut berperan dalam proses
>>> IPO tersebut.
>>>
>>> Polemik semakin runcing usai KS listing di BEI pada Rabu (10/11/2010)
>>> lalu. Saham KS langsung melesat hingga menyentuh batas atas auto rejection
>>> sebesar Rp 420 (49,41%) ke level Rp 1.270 per saham. Namun, investor asing
>>> ternyata langsung menjual 316.129.500 saham dengan total nilai Rp 378,693
>>> miliar. Setelah aksi jual massif ini, kepemilikan asing tersisa 788.120.500
>>> saham atau setara dengan 5% dari total saham KS.
>>>
>>> Salah satu ekonom yaitu Adler, menduga pelepasan saham Krakatau Steel
>>> oleh investor asing sebagai sebuah persengkongkolan. Selama ini pemerintah
>>> selalu mendukung kepentingan investor asing dan mengabaikan investor dalam
>>> negeri.
>>>
>>> *(dnl/dro)*
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>  
>

Kirim email ke