Bu Anita, terima kasih telah bersedia mengkoreksinya. Bayangkan Bu, dampak dari kesalahan Bu Anita menulis bagi mereka yg membaca dan tidak memahami. Bisa2 nanti tersebar rumors/klaim bahwa asing mendapatkan 73%, padahal tulisan itu karena Bu Anita salah menulis. Padahal seringnya orang memegang informasi yg pertama.
Mengenai 73% dipegang oleh investor institusional itu perlu Bu Anita dan rekan2 lainnya juga ketahui, bahwa dibalik investor insitusional seperti institusi dana pensiun maupun reksadana, adalah investor peritel juga. Begitu banyak investor ritel yang menanamkan investasinya di reksadana ekuiti maupun campuran. Juga institusi dana pensiun. Pada hari Senin pagi kemarin, 15 Nov 2010 , dari jam 10-12, saya sebagai salah satu pengurus AAEI bersama kawan2 AAEI yg dipimpin oleh Pak Haryajid (ketua AAEI), Pak Budi Ruseno (Penasehat AAEI), dan 3 kawan AAEI lainnya, mendatangi kantor Bapepam dan diterima oleh Ketua Bapepam Bpk. Fuad beserta jajaran pimpinan Bapepam lainnya. Di pertemuan tersebut saya berkesempatan menyampaikan keluhan2 yang ada di milis ini seputar IPO KS khususnya mengenai alokasi penjatahan. Kawan2 sayaKami, pihak AAEI pun juga saling memberikan masukan ke Bapepam selain kita juga mendapat banyak masukan dari Bapepam seputar IPO KS ini. Proses kedepannya memang diperlukan sosialisasi kepada masyarakat luas agar mereka boleh memahami dan teredukasi dengan lebih baik lagi mengenai proses IPO ini, dan pasar modal pada umumnya. Kami, pihak AAEI, pada dasarnya siap membantu BEI maupun Bapepam dalam mensosialisasikan pasar modal kepada masyarakat luas. Banyak hal yg kami bahas selama 2 jam tersebut. Pada intinya, kami sama2 bersepakat untuk menjaga agar pasar modal kita tetap sehat dan tidak kehilangan momentum hanya karena ada segelintir orang yang baik disengaja atau tidak sengaja telah mengancam keberadaan pasar modal di Indonesia. Tapi saya yakin, dengan informasi yg tepat dan benar, masyarakat kita akan teredukasi dengan baik, dan tidak mudah lagi disesatkan oleh sekelompok orang. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2010/11/16 Anita Bdg <[email protected]> > > > * > Terima kasih banyak atas penjelasannya bang Ian. > sekaligus saya mengoreksi bang, > yg 73 % itu intitusi...bang bukan asing, sisanya 27 % publik > padahal singkatan IPO kan Initial Public Offering he..he... > OK salam sukses. > > ============================================== > Bela KS, Bapepam Anggap Harga IPO KS Wajar* > Herdaru Purnomo - detikFinance > > > Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) > menyatakan harga saham perdana dalam initial public offering (IPO) PT > Krakatau Steel Tbk (KS) sebesar Rp 850 per saham sudah wajar dan tak perlu > diributkan. > > Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany mengatakan, harga IPO KS sudah sangat wajar > dan lebih bagus dari harga saham perusahaan baja asal Korea yakni Posco. > > "Harga di situ tuh harga yang wajar bahkan lebih bagus dari harga Posco di > Korea kemarin. Sebelumnya Sky Tower Bersama yang IPO juga naik 49%. KS itu > kan sama segitu naiknya 48%. Terus Bank Jabar Banten itu naiknya sampai 50% > lebih gede lagi, wajar itu dari market. Kan beda pasar perdana dengan > sekunder di market," ujar Fuad ketika ditemui di sela acara Infobank Outlook > 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (16/11/2010). > > Fuad menyatakan proses IPO KS sudah positif dan tak perlu diributkan lagi > karena bisa mempengaruhi kepercayaan investor terhadap kondisi investasi di > Indonesia. > > "Sebaiknya kita positif saja lebih konstruktif walaupun ada kritik nggak > apa, tapi jangan ada informasi-informasi yang menyesatkan yang mempengaruhi > iklim investasi, kita nggak perlu khawatirlah sekarang, semua > indikator-indikator ekonomi kita bagus. Sekarang kalau ada perubahan indeks > turun lebih banyak itu global tren saja. Domestiknya itu bagus," papar Fuad. > > > Dikatakan Fuad dirinya sudah mendapatkan laporan alokasi tentang saham KS. > Dari laporan tersebut dikatakan kepemilikan saham publik KS sebesar 27% > dipegang investor ritel dan 73% dimiliki investor institusional. > > Investor ritel domestik yang memiliki saham KS jumlahnya 16 ribu orang di > luar reksa dana. Menurutnya soal permasalahan banyaknya investor yang tak > kebagian jatah saham KS tak perlu diributkan. > > "Kita harus ambil hikmah dari KS ini dan mudah-mudahan ke depan ada > perbaikan. Kita harus lebih transparan dan sosialisasi," cetus Fuad. > > (dnl/dro) > > http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/123840/1495390/6/bela-ks-bapepam-anggap-harga-ipo-ks-wajar?f9911013 > > > --- Pada *Sel, 16/11/10, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > * menulis: > > > Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > Judul: Re: [saham] LAGI LAGI KRAS > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 16 November, 2010, 2:13 PM > > > > > Merespon keluhan Bu Anita, saya coba buatkan garis besarnya saja. Saya > percaya, ketidaktahuan dan kekurangan informasi kepada pelaku pasar akan > melahirkan kecurigaan yang sebenarnya tidak perlu sampai terjadi. > > Kira2 garis besarnya proses IPO itu seperti berikut: > > Untuk penentuan range harga IPO, ditentukan berdasarkan faktor fundamental > dari perusahaan dan juga mempertimbangkan kira2 minat dari investor ada saat > road show. > Berdasarkan keterangan Dirut KS di MetroTV, saat ini menggunakan pembanding > pabrik baja dari Korea dan India. > Tidak menggunakan pembanding dari China, karena growth di China sangat > tinggi, sementara di Indonesia pabrik baja sampai tahun 2006 pertumbuhannya > sangat lambat. Baru belakangan mulai terlihat ada pertumbuhan. > > Dari perhitungan fundamental tersebut, keluarlah angka 800-1150 untuk harga > book building. > > Pada masa bookbuilding, berdasarkan keterangan Pak Fuad di Metro TV yg saya > dengar: > oversubscribe dengan pemesanan di harga 850 adalah 1,8x > oversubscribe dengan pemesanan di harga 900 adalah 1,3x (atau sekitar itu) > oversubscribe dengan pemesanan di harga 950 adalah 1x (atau sekitar itu). > > Dari kebiasaan dan pengalaman, underwritter akan memilih harga yg aman > untuk dia jualan yg biasanya pada harga sekitar oversubscribe 2x. Tujuannya > adalah agar pada masa pembayaran yg 10 hari setelah penentuan harga IPO, > dalam kasus ini batas tanggal tsb adalah 4 Nov 2010, jumlah saham yg > ditawarkan habis terbeli alias dilunasi. > > Apakah ada kemungkinan tidak dilunasi walau sudah dipesan? > Ya, ada kemungkinan itu. Bisa saja investor yg sudah pesan beli, lalu pada > masa 10 hari itu katakanlah tiba2 pasar berbalik arah jadi bearish karena > pasar global berubah arah jadi bearish, maka resiko investor hengkang dan > membatalkan pembelian jadi meningkat. Itu sebabnya, dipilih angka harga > dimana oversubscibe nya sekitar 2x. Kejadian hengkangnya pembeli itu > terjadi pada kasus BBNI dulu, dimana ada sejumlah investor sebesar 1 Triliun > yg hengkang tidak jadi beli karena pasar berubah bearish. Akibatnya bisa > kita bagaimana dulu underwritter dan pemerintah kerepotan dengan kasus BBNI. > > Pada dasarnya underwritter itu bekerja untuk menjual habis barang > dagangannya karena mereka mendapatkan keuntungan dari komisi penjualan yg > didapat. Peraturan bapepam juga melarang adanya pemesanan dari investor yg > memiliki konflik atau afiliasi dengan underwritter (seperti dengan > direksinya). Hal ini dilakukan demi menjaga keadilan dalam penjatahan. > Inilah yg akan diaudit oleh Bapepam sesuai kebiasaan IPO, dimana audit > dilakukan oleh akuntan publik untuk memeriksa bahwa tidak ada pelanggaran yg > terjadi dalam proses pemesanan IPO. > > Pertanyaan berikutnya yg mungkin muncul di benak rekan2 adalah mengapa > penjatahan bookbuilding IPO KS koq parah sekali? Mengapa Bapepam tidak > campur tangan akan hal tersebut? > > Jawabannya, berdasarkan peraturan, Bapepam tidak boleh mencampuri urusan > penjatahan maupun penentuan harga IPO setelah proses bookbuilding. > Underwritter lah yang memiliki hak tersebut. Tentunya underwritter telah > bekerjasama dengan emiten dalam hal ini pemegang saham dari KS. > > Underwritter dalam proses penjatahan akan mendahulukan prime customer > mereka. Ini adalah hal yg wajar dalam dunia bisnis underwritter dimana > mereka akan mendahulukan nasabah mereka dulu khususnya yang prime customer. > Karena dari prime customer inilah bisnis mereka bisa lebih berkelanjutan di > masa2 mendatang. > > Mengenai pernyataan Ibu Anita yg mengatakan asing dapat 73%, silakan > ditunjukan dan dibawa saja buktinya Bu. Bila benar Ibu Anita bisa tunjukan > bahwa asing mendapat penjatahan sampai 73%, maka underwritter bisa > diperkarakan. Karena ketentuan yg disepakati di awal adalah dari 20% saham > yg ditawarkan ke publik, lokal dapat jatah 65% (alias 13% dari 20%), asing > dapat jatah 35% (alias hanya 7% dari 20% yg ditawarkan). Tapi kalau Bu Anita > hanya mendengar dari orang dengan berdasarkan katanya...katanya....dan > katanya, sebaiknya abaikan saja Bu. Saat ini banyak yg mencoba mempolitisir > kasus KS ini. Bahkan saya bisa buktikan dimana para ekonom yg muncul di > televisi itu banyak memberikan informasi yg menyesatkan. Saya terkadang > miris juga, kasihan juga rakyat mendapatkan informasi yg menyesatkan > sehingga masyarakat jadi kehilangan hak mendapatkan informasi yang benar. > > Tapi itulah kondisinya. Kalau tidak kontroversial, kurang laku dijual ke > publik. Kalau kontroversial, baru menarik. Tapi saya percaya pihak TV dan > media sebenarnya punya kesamaan visi untuk memberikan informasi yg berimbang > kepada masyarakat, sayangnya mungkin mereka kekurangan informasi terhadap > para narasumber yang mana yg mungkin bisa diandalkan untuk memberikan > informasi penyeimbang. > > catatam: > Pada hari Rabu pagi, tanggal 9 Nov 2010, saya sempat dihubungi oleh salah > satu televisi swasta nasional untuk diminta memberikan semacam pelatihan > atau briefing kepada sekitar 30 jurnalisnya dari jam 10-12 pagi hari itu > juga dan diharapkan saya menyampaikan seputar IPO KS agar para jurnalis > televisi itu mendapatkan pengetahuan yg cukup sehingga ketika ingin meliput > hal ini bisa memberikan informasi yg baik kepada pemirsanya. Saya sangat > salut dengan upaya televisi ini untuk mendidik pemirsanya dengan informasi > yg berimbang. Sayang saja waktu itu saya berhalangan karena saya ingin > konsentrasi trading berhubung pasarnya lagi ramai. Saya katakan kalau > setelah jam trading, saya siap. Sayangnya, waktu tidak cocok, karena untuk > bisa mengumpulkan sekitar 30 jurnalis di jam yg sama itu sudah sulit dan > jarang bisa dilakukan. Mudah2an di lain waktu ada kesempatan lagi untuk hal > yg mungkin berbeda. > > Kira2 itu gambaran singkat dari saya walaupun masih banyak hal yg bisa saya > sampaikan untuk mengcounter pernyataan2 miring dari beberapa ekonom yg saya > perhatikan banyak yg menyesatkan masyarakat. > > catatan keterbukaan: > Saya tidak memesan saham KS pada saat book building KS maupun IPO KS. Saya > tidak memiliki saham KS. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > 2010/11/16 Anita Bdg > <[email protected]<http://mc/[email protected]> > > > > > > Kalo pejabat pemerintah mentalnya modelnya kek begini. > wajar aja negara selalu dirugikan dan selalu bangkrut. > Investor Asing dan lokal tentu terbahak2 mentertawakan proses IPO KS, > jelas2 oversubribed koq diambil harga bawah....... > anak tamatan SD juga tahu itu ga bener, > gak usah pake underwriter segala yg dibayar mahal2. > kalo yg kebagian satu lot mah jangan diitung investor. > saya warga negara indonesia dgn nasionalisme yang mau beli dan berani dgn > harga diatas 1000 rp. pun ngga kebagian, > tp asing bisa dapet 73 persen dgn harga obral....obralllll....obraaaalll > ============================================================= > > http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/131742/1495431/6/tanggapi-class-action-ipo-ks-bapepam-nilai-pengamat-asal-ngomong?f9911013 > =========================================================== > Tanggapi *Class Action* IPO KS, > Bapepam Nilai Pengamat Asal Ngomong > *Herdaru Purnomo* - detikFinance > > *Jakarta* - Sebanyak 13 ekonom akan melakukan gugatan *class action*kepada > pemerintah terkait dengan pelaksanaan penawaran umum perdana (initial > public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KS). Badan Pengawas Pasar Modal > dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menganggap 13 ekonom ini asal ngomong. > > Hal ini dilontarkan oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany saat ditemui di sela > acara Infobank Outlook 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa > (16/11/2010). > > "Dia tuh mau mewakili siapa *class action*? Ngarang itu. Dia wakili siapa? > Siapa investor yang dirugikan yang diwakili? *Class action* itu jangan > asal omong, *class action* itu mewakili siapa? *Class action* itu harusnya > sekumpulan orang-orang yang drugikan. Lah ini siapa yang dirugikan, ayo > siapa?" tutur Fuad. > > Seperti diketahui, 13 ekonom yang mengajukan gugatan *class action* adalah > Adler Manurung, Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Hendri Saparini, Sumarno M, > Rushadi, A. Razak, Ichsanudin Noorsy, William Tobing, Erwin Ramedhan, Adhie > Massardi, dan Fahmi Radi. > > Fuad mengatakan, dalam IPO KS semua pihak merasa senang dan tak ada yang > dirugikan. Jadi menurutnya tak perlu ada yang diributkan lagi oleh semua > pihak. > > "Sebenarnya semuanya happy di sini. Tugas saya kan melindungi investor. > Investornya happy kenapa saya harus ribut-ributin KS? Investornya saja > happy. Yang nggak happy itu yang mau beli nggak dapat. Normal lah itu biasa. > Pasti ada yang nggak dapat kan, ya semua itu keuntungan dari underwriter," > tukas Fuad. > > Seperti diketahui IPO KS menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, > khususnya investor di pasar modal. Apalagi setelah pemerintah menetapkan > harga perdana saham KS Rp 850 atau mendekati batas bawah dari kisaran Rp > 750-1.150 per saham. > > Pihak-pihak yang tidak sepakat pun memprotes harga saham BUMN baja > tersebut, karena dianggap terlalu murah hingga terjadi tudingan adanya > perampokan uang negara. Mereka pun mendesak Bapepam-LK untuk membatalkan IPO > Krakatau Steel. > > Setidaknya ada 3 alasan pengajuan gugatan tersebut. Pertama, karena KS > bergerak dalam industri strategis yang sahamnya harus dikuasai penuh oleh > negara. Kedua, para penggugat menilai dalam pelaksanaan IPO tersebut negara > dirugikan lebih dari Rp 1 triliun. Lalu alasan terakhir adalah adanya dugaan > penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat yang ikut berperan dalam proses > IPO tersebut. > > Polemik semakin runcing usai KS listing di BEI pada Rabu (10/11/2010) lalu. > Saham KS langsung melesat hingga menyentuh batas atas auto rejection > sebesar Rp 420 (49,41%) ke level Rp 1.270 per saham. Namun, investor asing > ternyata langsung menjual 316.129.500 saham dengan total nilai Rp 378,693 > miliar. Setelah aksi jual massif ini, kepemilikan asing tersisa 788.120.500 > saham atau setara dengan 5% dari total saham KS. > > Salah satu ekonom yaitu Adler, menduga pelepasan saham Krakatau Steel oleh > investor asing sebagai sebuah persengkongkolan. Selama ini pemerintah selalu > mendukung kepentingan investor asing dan mengabaikan investor dalam negeri. > > *(dnl/dro)* > > > > > > > >
