Bakry yang pasti bukan yang punya Bakrie :d. Baru saja saya menjawab
pertanyaan yang kurang lebih merepresentasikan pemikiran/tindakan Anda
sebagaimana ungkapan Anda di bawah. Begini jawaban saya atas pertanyaan
pihak lain tersebut.

Ucok: btw, mr +, target DGIK berapa ya pak?
positif01: dgik target masih jauh pak. itu andalan 2011, setidaknya awal
2011. yg jelas saya mau lihat dgik menembus 200 dalam 1 bulan kurang. dgik
bisa bikin bedgik (baca: begidik) profitnya.
Ucok: Siipp lah.. tq pak +
positif01: minggu dpn asing akan mulai masuk di dgik. so stay tune, biarkan
saja domba2 sesat yg mencari kenikmatan sesaat hilir mudik di kisaran harga
1-5 poin. makin hari makin naik. mudah2an. tentu tetap siaga. tapi reward 10
kali risk.

'+'

2010/12/16 BAKRY <[email protected]>

>
>
> DGIK gokil, cuan 9% lsg kabur...
> yg lain, jng telat nginjek rem ya..
>
>
> --- In [email protected] <saham%40yahoogroups.com>, positif01
> <positi...@...> wrote:
> >
> > Budi Darmawan, Sarjana Hukum (jarang-jarang lihat peserta milis lengkap
> > dengan gelar sarjana nih). Anda terbiasa atau pernah dengar penentuan
> > 'entry' atau 'buy point' seorang trader atau investor sekuritas, termasuk
> > saham? Kalau sudah terbiasa, Anda mengerti maksudnya 'breakout',
> sekaligus
> > 'exit point long' atau 'entry point short' pada saat 'breakdown'. Itu
> > menjelaskan kenapa 'trader' atau 'investor' tidak serampangan masuk dan
> > keluar, kecuali akan jadi 'rogue trader'. Jangan orang tidur kita bangun,
> > orang bangun kita malah tidur...nanti persis kata Mbah Surip, 'bangun
> lagi,
> > tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, bangun....tidur lagi...ha ha ha!"
> >
> > Yang penting itu bukan how low you enter but know how smart you are when
> > entering at the right time ('market timing').
> >
> > '+'
> >
> > 2010/12/15 budy darmawan <darmawan_b...@...>
>
> >
> > >
> > >
> > > waktu gocap tidur mulu nga kasih comment nihhhh.......
> > >
> > > regards,
> > > budy darmawan,s.h.
> > >
> > > --- Pada *Rab, 15/12/10, positif01 <positi...@...>* menulis:
> > >
> > >
> > > Dari: positif01 <positi...@...>
>
> > > Judul: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule
> > > Kepada:
> > > Tanggal: Rabu, 15 Desember, 2010, 9:00 AM
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Ini dia salah satu andalan, 'secret recipe 2011'. Panik, tekanan darah
> naik
> > > karena goyangan bursa, tapi tidak untuk prospek yang satu ini. Selamat
> > > berpartisipasi. Indeks most likely on technical akan rebound Thursday
> or the
> > > latest Friday.
> > >
> > > Masih ingat posting 09 November lalu ketika BNII 'breakout 52 week
> high'
> > > dan disarankan untuk buy (
> > > http://groups.yahoo.com/group/saham/message/89798
> > > )? Dan, terhitung sejak saat itu hingga intraday 14 Desember, kurang
> lebih
> > > 'gain' berlipat lebih dari 100%.
> > >
> > > Nah, per penutupan kemarin 13 Desember 2010, ada satu emiten yang
> memenuhi
> > > 'rule' breakout 52 week hi, dan breakout-nya sangat signfikan karena
> tidak
> > > hanya mencetak harga tertinggi selama 52 week terakhir, tetapi lebih
> dari
> > > itu tidak tanggung-tanggung, memecahkan 'high price' tertinggi-nya yang
> > > bertahan selama 365 hari atau 73 minggu. 'Breaking out 52 week hi di
> Rp117
> > > ini divalidasi lebih jauh pada 14 Desember 2010 dengan vwap (harga
> rata-rata
> > > pembelian hari itu) Rp119. Artinya, breaking out 13 Desember melalui
> 'close
> > > price' (harga penutupan) bukan manipulasi 'last minutes trade'.
> Validasi ini
> > > masih dikonfirmasi lagi per penutupan sesi 1 15 Desember dengan vwap
> semakin
> > > naik bahkan pada saat 'market average'/indeks menuju minus 2%. Ada
> 'buying
> > > pressure' yang terbukti di sini. Meminjam rating
> accumulation/distribution
> > > Investor's Business Daily, DGIK: rating A (heavy buying).
> > >
> > > Secara teknikal, 'buy 52 week high breakout rule' yang diterapkan oleh
> > > Fidelity Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan
> majalah
> > > SmartMoney 2010, saham yang mampu melampaui '52 week high' yang
> bertahan
> > > untuk jangka waktu lama, terlebih melampaui 73 minggu seperti DGIK
> kemarin,
> > > diantisipasi akan melanjutkan reli dengan 'range' pergerakan yang
> signfikan.
> > > Penembusan 'highest' yang bertahan 365 hari perdagangan tersebut
> mendapatkan
> > > pondasi 'chart pattern' yang kokoh jika Anda cermati berdasarkan 'daily
> > > chart' sejak awal tahun. Perhatikan bagaimana pola 'cup and handle yang
> > > merupakan 'bullish continuation' terbentuk dengan periode 'cup' selama
> 3,5
> > > bulan (starting point: 01 Juli sampai 13 Oktober) dan 'handle selama
> 1,5
> > > bulan (14 Oktober-02 Desember). Lebih lanjut jika Anda telaah dengan
> 'weekly
> > > chart', Anda akan temukan pola grafik yang begitu sempurna, 'reverse
> head &
> > > shoulder' yang dimulai dari minggu keempat April hingga 'break out'
> akhir
> > > minggu lalu. Sedemikian sempurna-nya 'reverse head and shoulder' ini
> sampai
> > > tidak perlu diinterpretasikan lagi bagaimana menemukannya dengan kasat
> mata.
> > > 'Cup and handle' daily sudah ditembus pada 02 Desember, demikian pula
> > > 'reverse head and shoulder' weekly, dan sejak 13 Desember 52 weeks
> bahkan 73
> > > weeks highest sudah dipatahkan.
> > >
> > > Secara fundamental, kinerja DGIK masih memberikan harapan yang serius
> > > meskipun ROE (ttm) masih 6,84% namun sejarah 'revenues/sales' 3 tahun
> yang
> > > masih di atas 30% menunjukkan adanya semangat untuk meneruskan
> perubahan,
> > > persis seperti BNII. Kondisi price to cash flow (ttm) yang lebih kecil
> dari
> > > p/e ratio (ttm) mengindikasikan bahwa dana tunai ('cash') lebih besar
> dari
> > > eps menjadi pertanda bahwa emiten ini punya cukup dana tunai dan bukan
> hanya
> > > 'earnings' yang mungkin masih potensi apalagi hanya 'future prospect'.
> > > Ketersediaan dana tunai juga yang bisa menopang secara riil peningkatan
> > > kinerja di tahun 2011 sebagaimana terindikasi dari 'capital spending' 5
> > > tahun terakhir yang 55% di atas peer global-nya (
> > >
> http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/40947/DGIK-Masih-Simpan-Dana-IPO
> ).
> > > Harapan peningkatan kinerja DGIK ini selaras dengan peningkatan
> 'revenues'
> > > pada Q3 kemarin dari Q3 tahun sebelumnya sebesar 34%, sementara
> penurunan
> > > 'eps' dari sebelumnya Q2 (Q2-10 on-Q2-09) yang -23,35% berkurang
> menjadi
> > > hanya -0,06% pada Q3. Kondisi ini mendapat keyakinan penuh mengingat
> minggu
> > > demi minggu, bulan demi bulan, perolehan kontrak kerja konstruksi DGIK
> juga
> > > menunjukkan peningkatan yang berarti. Dalam sebulan terakhir saja dari
> > > Sabang sampai Merauke, dari Padang sampai Timur Leste kontrak-kontrak
> baru
> > > DGIK berdatangan, di antaranya,
> > >
> > > -pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (
> > >
> http://us.detikfinance.com/read/2010/11/05/102215/1486694/6/duta-graha-garap-bandara-kota-pagar-alam-rp-2162-miliar
> > > );
> > > -PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mendapat kontrak baru senilai Rp60
> miliar
> > > di Timor Leste. Perseroan akan membangun jalan di negara tetangga
> > > tersebut. Selain di Timor Leste, DGIK juga meraih kontrak pembangunan
> gedung
> > > senilai Rp40 miliar di Tanah Air. Meski demikian, perseroan tengah
> menunggu
> > > hasil pemenang tender proyek pembangunan empat gedung senilai total
> Rp330
> > > miliar. (Investor)
> > > -Perusahaan jasa konstruksi PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) segera
> meraih
> > > tiga kontrak baru sekitar Rp650 miliar. Ketiga kontrak itu merupakan
> > > kontrak pembangunan gedung pemerintah di Sumatera dan Jawa. Sampai
> 3Q10,
> > > laba bersih DGIK turun 8,7% dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,41 miliar.
> > > (Investor)
> > >
> > > Selain itu secara 'techincal performance' potensi kenaikan harga DGIK
> ke
> > > depan terlebih di tahun yang baru akan sangat besar mengingat sepanjang
> 2010
> > > kenaikan DGIK yang 36% masih tertinggal dari kenaikan IHSG yang 47%.
> Kondisi
> > > ini berbeda dengan beberapa emiten 'mid-caps leader' lainnya yang sudah
> jauh
> > > melampaui 'gain' IHSG sehingga mengisyaratkan 'overvalued'. Silakan
> buka
> > > 'chart' sejak awal tahun 2010,setidaknya 4 peer terdekatnya di
> subsektor
> > > 'property and real estate' (ADHI, PTPP, TOTL, WIKA) sudah bergerak jauh
> dan
> > > mungkin mulai letih ('ove-extended'), sementara DGIK baru saja hendak
> > > memulai perjalanan mendakinya ('great potential'). DGIK yang berasal
> dari
> > > sektor konstruksi juga sekaligus dapat menjadi alternatif/'bumper'
> > > volatilitas sektor komoditas memasuki awal 2011. Tidak perlu pusing
> harga
> > > minyak, tidak genting harga dollar, tidak 'feeling' krisis Eropa dan
> tidak
> > > gambling efek Cina.
> > >
> > > Cukup beralasan, mengacu kepada prospek fundamental dan pijakan
> teknikal
> > > jika banyak investor dari berbagai level menanti menyaksikan kemilau
> harga
> > > DGIK di Rp235 sebelum akhir Januari 2011 atau naik 95% dari penutupan
> 14
> > > Desember 2010. Ingat, pilihan ini investasi baik position, mid-term
> atau
> > > long-term. Namun demikian jangan pernah lupa, selalu ada resiko.
> Disclaimer.
> > >
> > > "+"
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>  
>

Kirim email ke