Teman2, salam kenal semua..mohon pencerahan untuk DART..bagaimana 
possibilitynya ya??Terima kasih.

Salam,
Peter
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Wed, 15 Dec 2010 14:54:46 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule

Iya setuju....mungkin kita "sedikit" jengkel atau mengkritik mungkin krn kita2 
blm dan tidak mengenal secara di dunia nyata....sudah saatnya kita perlu saling 
mengenal didunia nyata atau lwt gathering kek atau kumpul2...saya yakin kalau 
kumpul dan mengenal satu sama lain maka hal2 mengkritik tajam, saling 
menjatuhkan tidak akan ada lagi di millist ini.....apa blm pernah ada gathering 
atau kumpul2 ya?....he..he...


Salam

Taufik a.w 


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Wed, 15 Dec 2010 14:48:56 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule

I agree with u mr +
Teruslah menulis, sangat informatif dan menambah wawasan terutama bagi sy yg 
newbie. 
Yang doyan mengkritik juga monggo saja asalkan disertai niat baik utk membuat 
penulis makin hebat sehingga hasilnya akan dishare lagi ke kita semua. 
Jika demikian akan banyak manfaat yg diperoleh oleh member milis, dan lebih 
dari sekedar cape download email lalu delete. 

Salam,
Nyoman

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 15 Dec 2010 21:22:23 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule

Budi Darmawan, Sarjana Hukum (jarang-jarang lihat peserta milis lengkap
dengan gelar sarjana nih). Anda terbiasa atau pernah dengar penentuan
'entry' atau 'buy point' seorang trader atau investor sekuritas, termasuk
saham? Kalau sudah terbiasa, Anda mengerti maksudnya 'breakout', sekaligus
'exit point long' atau 'entry point short' pada saat 'breakdown'. Itu
menjelaskan kenapa 'trader' atau 'investor' tidak serampangan masuk dan
keluar, kecuali akan jadi 'rogue trader'. Jangan orang tidur kita bangun,
orang bangun kita malah tidur...nanti persis kata Mbah Surip, 'bangun lagi,
tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, bangun....tidur lagi...ha ha ha!"

Yang penting itu bukan how low you enter but know how smart you are when
entering at the right time ('market timing').

'+'

2010/12/15 budy darmawan <[email protected]>

>
>
> waktu gocap tidur mulu nga kasih comment nihhhh.......
>
> regards,
> budy darmawan,s.h.
>
> --- Pada *Rab, 15/12/10, positif01 <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: positif01 <[email protected]>
> Judul: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule
> Kepada:
> Tanggal: Rabu, 15 Desember, 2010, 9:00 AM
>
>
>
>
> Ini dia salah satu andalan, 'secret recipe 2011'. Panik, tekanan darah naik
> karena goyangan bursa, tapi tidak untuk prospek yang satu ini. Selamat
> berpartisipasi. Indeks most likely on technical akan rebound Thursday or the
> latest Friday.
>
> Masih ingat posting 09 November lalu ketika BNII 'breakout 52 week high'
> dan disarankan untuk buy (
> http://groups.yahoo.com/group/saham/message/89798
> )? Dan, terhitung sejak saat itu hingga intraday 14 Desember, kurang lebih
> 'gain' berlipat lebih dari 100%.
>
> Nah, per penutupan kemarin 13 Desember 2010, ada satu emiten yang memenuhi
> 'rule' breakout 52 week hi, dan breakout-nya sangat signfikan karena tidak
> hanya mencetak harga tertinggi selama 52 week terakhir, tetapi lebih dari
> itu tidak tanggung-tanggung, memecahkan 'high price' tertinggi-nya yang
> bertahan selama 365 hari atau 73 minggu. 'Breaking out 52 week hi di Rp117
> ini divalidasi lebih jauh pada 14 Desember 2010 dengan vwap (harga rata-rata
> pembelian hari itu) Rp119. Artinya, breaking out 13 Desember melalui 'close
> price' (harga penutupan) bukan manipulasi 'last minutes trade'. Validasi ini
> masih dikonfirmasi lagi per penutupan sesi 1 15 Desember dengan vwap semakin
> naik bahkan pada saat 'market average'/indeks menuju minus 2%. Ada 'buying
> pressure' yang terbukti di sini. Meminjam rating accumulation/distribution
> Investor's Business Daily, DGIK: rating A (heavy buying).
>
> Secara teknikal, 'buy 52 week high breakout rule' yang diterapkan oleh
> Fidelity Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan majalah
> SmartMoney 2010, saham yang mampu melampaui '52 week high' yang bertahan
> untuk jangka waktu lama, terlebih melampaui 73 minggu seperti DGIK kemarin,
> diantisipasi akan melanjutkan reli dengan 'range' pergerakan yang signfikan.
> Penembusan 'highest' yang bertahan 365 hari perdagangan tersebut mendapatkan
> pondasi 'chart pattern' yang kokoh jika Anda cermati berdasarkan 'daily
> chart' sejak awal tahun. Perhatikan bagaimana pola 'cup and handle yang
> merupakan 'bullish continuation' terbentuk dengan periode 'cup' selama 3,5
> bulan (starting point: 01 Juli sampai 13 Oktober) dan 'handle selama 1,5
> bulan (14 Oktober-02 Desember). Lebih lanjut jika Anda telaah dengan 'weekly
> chart', Anda akan temukan pola grafik yang begitu sempurna, 'reverse head &
> shoulder' yang dimulai dari minggu keempat April hingga 'break out' akhir
> minggu lalu. Sedemikian sempurna-nya 'reverse head and shoulder' ini sampai
> tidak perlu diinterpretasikan lagi bagaimana menemukannya dengan kasat mata.
> 'Cup and handle' daily sudah ditembus pada 02 Desember, demikian pula
> 'reverse head and shoulder' weekly, dan sejak 13 Desember 52 weeks bahkan 73
> weeks highest sudah dipatahkan.
>
> Secara fundamental, kinerja DGIK masih memberikan harapan yang serius
> meskipun ROE (ttm) masih 6,84% namun sejarah 'revenues/sales' 3 tahun yang
> masih di atas 30% menunjukkan adanya semangat untuk meneruskan perubahan,
> persis seperti BNII. Kondisi price to cash flow (ttm) yang lebih kecil dari
> p/e ratio (ttm) mengindikasikan bahwa dana tunai ('cash') lebih besar dari
> eps menjadi pertanda bahwa emiten ini punya cukup dana tunai dan bukan hanya
> 'earnings' yang mungkin masih potensi apalagi hanya 'future prospect'.
> Ketersediaan dana tunai juga yang bisa menopang secara riil peningkatan
> kinerja di tahun 2011 sebagaimana terindikasi dari 'capital spending' 5
> tahun terakhir yang 55% di atas peer global-nya (
> http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/40947/DGIK-Masih-Simpan-Dana-IPO).
> Harapan peningkatan kinerja DGIK ini selaras dengan peningkatan 'revenues'
> pada Q3 kemarin dari Q3 tahun sebelumnya sebesar 34%, sementara penurunan
> 'eps' dari sebelumnya Q2 (Q2-10 on-Q2-09) yang -23,35% berkurang menjadi
> hanya -0,06% pada Q3. Kondisi ini mendapat keyakinan penuh mengingat minggu
> demi minggu, bulan demi bulan, perolehan kontrak kerja konstruksi DGIK juga
> menunjukkan peningkatan yang berarti. Dalam sebulan terakhir saja dari
> Sabang sampai Merauke, dari Padang sampai Timur Leste kontrak-kontrak baru
> DGIK berdatangan, di antaranya,
>
> -pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (
> http://us.detikfinance.com/read/2010/11/05/102215/1486694/6/duta-graha-garap-bandara-kota-pagar-alam-rp-2162-miliar
> );
> -PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mendapat kontrak baru senilai Rp60 miliar
> di Timor Leste. Perseroan akan membangun jalan di negara tetangga
> tersebut. Selain di Timor Leste, DGIK juga meraih kontrak pembangunan gedung
> senilai Rp40 miliar di Tanah Air. Meski demikian, perseroan tengah menunggu
> hasil pemenang tender proyek pembangunan empat gedung senilai total Rp330
> miliar. (Investor)
> -Perusahaan jasa konstruksi PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) segera meraih
> tiga kontrak baru sekitar Rp650 miliar. Ketiga kontrak itu merupakan
> kontrak pembangunan gedung pemerintah di Sumatera dan Jawa. Sampai 3Q10,
> laba bersih DGIK turun 8,7% dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,41 miliar.
> (Investor)
>
> Selain itu secara 'techincal performance' potensi kenaikan harga DGIK ke
> depan terlebih di tahun yang baru akan sangat besar mengingat sepanjang 2010
> kenaikan DGIK yang 36% masih tertinggal dari kenaikan IHSG yang 47%. Kondisi
> ini berbeda dengan beberapa emiten 'mid-caps leader' lainnya yang sudah jauh
> melampaui 'gain' IHSG sehingga mengisyaratkan 'overvalued'. Silakan buka
> 'chart' sejak awal tahun 2010,setidaknya 4 peer terdekatnya di subsektor
> 'property and real estate' (ADHI, PTPP, TOTL, WIKA) sudah bergerak jauh dan
> mungkin mulai letih ('ove-extended'), sementara DGIK baru saja hendak
> memulai perjalanan mendakinya ('great potential'). DGIK yang berasal dari
> sektor konstruksi juga sekaligus dapat menjadi alternatif/'bumper'
> volatilitas sektor komoditas memasuki awal 2011. Tidak perlu pusing harga
> minyak, tidak genting harga dollar, tidak 'feeling' krisis Eropa dan tidak
> gambling efek Cina.
>
> Cukup beralasan, mengacu kepada prospek fundamental dan pijakan teknikal
> jika banyak investor dari berbagai level menanti menyaksikan kemilau harga
> DGIK di Rp235 sebelum akhir Januari 2011 atau naik 95% dari penutupan 14
> Desember 2010. Ingat, pilihan ini investasi baik position, mid-term atau
> long-term. Namun demikian jangan pernah lupa, selalu ada resiko. Disclaimer.
>
> "+"
>
>
>  
>

Kirim email ke