Betul pegang DGIK longterm,krn saham ini punya tambang batubara juga entar melaju kaya KKIG Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 16 Dec 2010 10:31:07 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: DGIK: Buy on 52 week high breakout rule Bakry yang pasti bukan yang punya Bakrie :d. Baru saja saya menjawab pertanyaan yang kurang lebih merepresentasikan pemikiran/tindakan Anda sebagaimana ungkapan Anda di bawah. Begini jawaban saya atas pertanyaan pihak lain tersebut. Ucok: btw, mr +, target DGIK berapa ya pak? positif01: dgik target masih jauh pak. itu andalan 2011, setidaknya awal 2011. yg jelas saya mau lihat dgik menembus 200 dalam 1 bulan kurang. dgik bisa bikin bedgik (baca: begidik) profitnya. Ucok: Siipp lah.. tq pak + positif01: minggu dpn asing akan mulai masuk di dgik. so stay tune, biarkan saja domba2 sesat yg mencari kenikmatan sesaat hilir mudik di kisaran harga 1-5 poin. makin hari makin naik. mudah2an. tentu tetap siaga. tapi reward 10 kali risk. '+' 2010/12/16 BAKRY <[email protected]> > > > DGIK gokil, cuan 9% lsg kabur... > yg lain, jng telat nginjek rem ya.. > > > --- In [email protected] <saham%40yahoogroups.com>, positif01 > <positi...@...> wrote: > > > > Budi Darmawan, Sarjana Hukum (jarang-jarang lihat peserta milis lengkap > > dengan gelar sarjana nih). Anda terbiasa atau pernah dengar penentuan > > 'entry' atau 'buy point' seorang trader atau investor sekuritas, termasuk > > saham? Kalau sudah terbiasa, Anda mengerti maksudnya 'breakout', > sekaligus > > 'exit point long' atau 'entry point short' pada saat 'breakdown'. Itu > > menjelaskan kenapa 'trader' atau 'investor' tidak serampangan masuk dan > > keluar, kecuali akan jadi 'rogue trader'. Jangan orang tidur kita bangun, > > orang bangun kita malah tidur...nanti persis kata Mbah Surip, 'bangun > lagi, > > tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, bangun....tidur lagi...ha ha ha!" > > > > Yang penting itu bukan how low you enter but know how smart you are when > > entering at the right time ('market timing'). > > > > '+' > > > > 2010/12/15 budy darmawan <darmawan_b...@...> > > > > > > > > > > > > waktu gocap tidur mulu nga kasih comment nihhhh....... > > > > > > regards, > > > budy darmawan,s.h. > > > > > > --- Pada *Rab, 15/12/10, positif01 <positi...@...>* menulis: > > > > > > > > > Dari: positif01 <positi...@...> > > > > Judul: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule > > > Kepada: > > > Tanggal: Rabu, 15 Desember, 2010, 9:00 AM > > > > > > > > > > > > > > > Ini dia salah satu andalan, 'secret recipe 2011'. Panik, tekanan darah > naik > > > karena goyangan bursa, tapi tidak untuk prospek yang satu ini. Selamat > > > berpartisipasi. Indeks most likely on technical akan rebound Thursday > or the > > > latest Friday. > > > > > > Masih ingat posting 09 November lalu ketika BNII 'breakout 52 week > high' > > > dan disarankan untuk buy ( > > > http://groups.yahoo.com/group/saham/message/89798 > > > )? Dan, terhitung sejak saat itu hingga intraday 14 Desember, kurang > lebih > > > 'gain' berlipat lebih dari 100%. > > > > > > Nah, per penutupan kemarin 13 Desember 2010, ada satu emiten yang > memenuhi > > > 'rule' breakout 52 week hi, dan breakout-nya sangat signfikan karena > tidak > > > hanya mencetak harga tertinggi selama 52 week terakhir, tetapi lebih > dari > > > itu tidak tanggung-tanggung, memecahkan 'high price' tertinggi-nya yang > > > bertahan selama 365 hari atau 73 minggu. 'Breaking out 52 week hi di > Rp117 > > > ini divalidasi lebih jauh pada 14 Desember 2010 dengan vwap (harga > rata-rata > > > pembelian hari itu) Rp119. Artinya, breaking out 13 Desember melalui > 'close > > > price' (harga penutupan) bukan manipulasi 'last minutes trade'. > Validasi ini > > > masih dikonfirmasi lagi per penutupan sesi 1 15 Desember dengan vwap > semakin > > > naik bahkan pada saat 'market average'/indeks menuju minus 2%. Ada > 'buying > > > pressure' yang terbukti di sini. Meminjam rating > accumulation/distribution > > > Investor's Business Daily, DGIK: rating A (heavy buying). > > > > > > Secara teknikal, 'buy 52 week high breakout rule' yang diterapkan oleh > > > Fidelity Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan > majalah > > > SmartMoney 2010, saham yang mampu melampaui '52 week high' yang > bertahan > > > untuk jangka waktu lama, terlebih melampaui 73 minggu seperti DGIK > kemarin, > > > diantisipasi akan melanjutkan reli dengan 'range' pergerakan yang > signfikan. > > > Penembusan 'highest' yang bertahan 365 hari perdagangan tersebut > mendapatkan > > > pondasi 'chart pattern' yang kokoh jika Anda cermati berdasarkan 'daily > > > chart' sejak awal tahun. Perhatikan bagaimana pola 'cup and handle yang > > > merupakan 'bullish continuation' terbentuk dengan periode 'cup' selama > 3,5 > > > bulan (starting point: 01 Juli sampai 13 Oktober) dan 'handle selama > 1,5 > > > bulan (14 Oktober-02 Desember). Lebih lanjut jika Anda telaah dengan > 'weekly > > > chart', Anda akan temukan pola grafik yang begitu sempurna, 'reverse > head & > > > shoulder' yang dimulai dari minggu keempat April hingga 'break out' > akhir > > > minggu lalu. Sedemikian sempurna-nya 'reverse head and shoulder' ini > sampai > > > tidak perlu diinterpretasikan lagi bagaimana menemukannya dengan kasat > mata. > > > 'Cup and handle' daily sudah ditembus pada 02 Desember, demikian pula > > > 'reverse head and shoulder' weekly, dan sejak 13 Desember 52 weeks > bahkan 73 > > > weeks highest sudah dipatahkan. > > > > > > Secara fundamental, kinerja DGIK masih memberikan harapan yang serius > > > meskipun ROE (ttm) masih 6,84% namun sejarah 'revenues/sales' 3 tahun > yang > > > masih di atas 30% menunjukkan adanya semangat untuk meneruskan > perubahan, > > > persis seperti BNII. Kondisi price to cash flow (ttm) yang lebih kecil > dari > > > p/e ratio (ttm) mengindikasikan bahwa dana tunai ('cash') lebih besar > dari > > > eps menjadi pertanda bahwa emiten ini punya cukup dana tunai dan bukan > hanya > > > 'earnings' yang mungkin masih potensi apalagi hanya 'future prospect'. > > > Ketersediaan dana tunai juga yang bisa menopang secara riil peningkatan > > > kinerja di tahun 2011 sebagaimana terindikasi dari 'capital spending' 5 > > > tahun terakhir yang 55% di atas peer global-nya ( > > > > http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/40947/DGIK-Masih-Simpan-Dana-IPO > ). > > > Harapan peningkatan kinerja DGIK ini selaras dengan peningkatan > 'revenues' > > > pada Q3 kemarin dari Q3 tahun sebelumnya sebesar 34%, sementara > penurunan > > > 'eps' dari sebelumnya Q2 (Q2-10 on-Q2-09) yang -23,35% berkurang > menjadi > > > hanya -0,06% pada Q3. Kondisi ini mendapat keyakinan penuh mengingat > minggu > > > demi minggu, bulan demi bulan, perolehan kontrak kerja konstruksi DGIK > juga > > > menunjukkan peningkatan yang berarti. Dalam sebulan terakhir saja dari > > > Sabang sampai Merauke, dari Padang sampai Timur Leste kontrak-kontrak > baru > > > DGIK berdatangan, di antaranya, > > > > > > -pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan ( > > > > http://us.detikfinance.com/read/2010/11/05/102215/1486694/6/duta-graha-garap-bandara-kota-pagar-alam-rp-2162-miliar > > > ); > > > -PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mendapat kontrak baru senilai Rp60 > miliar > > > di Timor Leste. Perseroan akan membangun jalan di negara tetangga > > > tersebut. Selain di Timor Leste, DGIK juga meraih kontrak pembangunan > gedung > > > senilai Rp40 miliar di Tanah Air. Meski demikian, perseroan tengah > menunggu > > > hasil pemenang tender proyek pembangunan empat gedung senilai total > Rp330 > > > miliar. (Investor) > > > -Perusahaan jasa konstruksi PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) segera > meraih > > > tiga kontrak baru sekitar Rp650 miliar. Ketiga kontrak itu merupakan > > > kontrak pembangunan gedung pemerintah di Sumatera dan Jawa. Sampai > 3Q10, > > > laba bersih DGIK turun 8,7% dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,41 miliar. > > > (Investor) > > > > > > Selain itu secara 'techincal performance' potensi kenaikan harga DGIK > ke > > > depan terlebih di tahun yang baru akan sangat besar mengingat sepanjang > 2010 > > > kenaikan DGIK yang 36% masih tertinggal dari kenaikan IHSG yang 47%. > Kondisi > > > ini berbeda dengan beberapa emiten 'mid-caps leader' lainnya yang sudah > jauh > > > melampaui 'gain' IHSG sehingga mengisyaratkan 'overvalued'. Silakan > buka > > > 'chart' sejak awal tahun 2010,setidaknya 4 peer terdekatnya di > subsektor > > > 'property and real estate' (ADHI, PTPP, TOTL, WIKA) sudah bergerak jauh > dan > > > mungkin mulai letih ('ove-extended'), sementara DGIK baru saja hendak > > > memulai perjalanan mendakinya ('great potential'). DGIK yang berasal > dari > > > sektor konstruksi juga sekaligus dapat menjadi alternatif/'bumper' > > > volatilitas sektor komoditas memasuki awal 2011. Tidak perlu pusing > harga > > > minyak, tidak genting harga dollar, tidak 'feeling' krisis Eropa dan > tidak > > > gambling efek Cina. > > > > > > Cukup beralasan, mengacu kepada prospek fundamental dan pijakan > teknikal > > > jika banyak investor dari berbagai level menanti menyaksikan kemilau > harga > > > DGIK di Rp235 sebelum akhir Januari 2011 atau naik 95% dari penutupan > 14 > > > Desember 2010. Ingat, pilihan ini investasi baik position, mid-term > atau > > > long-term. Namun demikian jangan pernah lupa, selalu ada resiko. > Disclaimer. > > > > > > "+" > > > > > > > > > > > > > > > > >
