Pak Tobeno, saya rasa ini bisa menjadi respon terakhir saya ya, karena
besok sudah masuk hari senin, saatnya fokus trading saham dan forex
lagi :)

Pak Tobeno, didalam realita kehidupan, khususnya dunia trading saham,
tidak selalu kita diberikan rambu2 yang jelas, kapan saatnya naik
kapan saatnya turun, bahkan kadang sudah ada rambu yang jelas katanya
mau naikpun bisa berubah jadi turun. Karenanya, kemampuan melihat pola
atau perilaku grafik, akan sangat menentukan kesuksesan trading selain
tentunya faktor2 lain seperti money mgt.

Dimatematika juga demikian.
Dari persamaan2 yg saya berikan, pembacanya ditantang untuk menemukan
polanya tanpa harus soalnya memberikan secara detil formulanya. Justru
pembacanya itulah yang diminta mencari formulanya sendiri sehingga
pola atau perilaku dari angka2 tersebut bisa terbaca dan akhirnya bisa
menebak angka selanjutnya.

Deret angka 2,7,5,11,8,15,11,19,14,23,17,33,,26,37,29........dst.
Kalau kita membatasi pikiran kita hanya pada pola2 tertentu saja, maka
sulit bagi kita untuk bisa melihat ada pola baku yang terjadi di deret
angkat tersebut, sehingga kalau kita diminta untuk menebak dua angka
setelahnya, maka tidak sulit untuk menebaknya secara tepat. Hal ini
karena kalau dilihat selintas, deret angka itu seperti tidak
beraturan.

Soal yang saya berikan jelas2 diawali dengan pengkondisian tertentu
untuk membantu mengingatkan bahwa kondisinya sedang tidak normal alias
pengertian yang diminta bukan hal yang umum. Itu sebabnya saya tulis
demikian:

Bila 1 + 1 = 8, 2 + 1 = 10, dan 3 + 1 = 12, maka 4 + 1 = ?

Bila pikiran kita tidak cukup fleksibel menerima pengkodisian awal di
atas, maka kita akan sulit untuk bisa memecahkan masalah yang
diberikan. Kalau pikiran kita terlalu kaku untuk menerima hal yang
baru, maka otak kita hanya bisa dan mau menerima bahwa 1+1 harus
selalu = 2. Walau di awal soal dibuatkan pengkondisian tertentu.
Ketimbang kita mengajak otak kita untuk mencari pola, maka yang ada
malah sebalik pola yang sudah ada diotak kita yang harus diterapkan ke
soal :)

Sama seperti soal Pak Tobeno yang sebelumnya menulis demikian:

--------
Kalo 1/5 dari 11 = 11
Berapa 1/3 dari 3?

Jawabannya: 5
--------

Kalau mau jujur, apa yang anda tulis itu tidak ada bedanya secara
matematika dengan apa yang saya tulis :)

Kalau anda sulit untuk menerima 1+1 = 8, bagaimana mungkin anda bisa
mudah menerima, bahkan membuat 1/5 x 11 = 11? :)

Lalu di email di bawah anda mengatakan bahwa ada konversi Z, dimana Z
itu = 5 walau di soal tidak anda tulis, dan anda hanya memberikan satu
contoh persamaan, sehingga pembaca kesulitan untuk mencoba mencari
polanya. Bandingkan dengan saya yang memberikan sampai 3 bentuk
persamaan agar membantu membacanya semakin yakin dengan pola.

Coba kita lihat lagi soal Pak Tobeno:

1/5 x 11 = 11.
Lalu tiba2 dimunculkan faktor konversi berupa Z. Yang menjadi
pertanyaan, mengapa tiba2 harus muncuk faktor konversi. Kedua, mengapa
pula faktor konversinya harus dilakukan dengan mengalikan. Bisa saja
khan faktor konversinya dengan menambahkan.

Misalkan 1/5 x 11 + Z = 11, maka Z = 44/5 atau 8,8
Sehingga, 1/3 x 3 + 8,8 = 9,8.

Atau, bisa juga faktor konversinya adalah dikali 2 dan ditambah 33/5, sehingga
1/5 x 11 x 2 + 33/5 = 11

Sehingga, 1/3 x 3 x 2 + 33/5 = 8,6.

Soal anda justru bisa mengundang banyak jawaban karena anda hanya
memberikan pengkondisian satu persamaan saja yang rawan terhadap
intepretasi yang beragam.

Bandingkan dengan yang saya lakukan dengan memberikan 3 kondisi yaitu:

Bila 1 + 1 = 8, 2 + 1 = 10, dan 3 + 1 = 12, maka 4 + 1 = ?

Kalau Pak Tobeno mau menanyakan berapa nilai konversinya demi bisa
dibilang sebagai suatu matematikan, gampang saja bagi saya mengatakan,
 hasil angka disebelah kiri dikalikan 2, kemudian ditambahkan 4. Jadi,
pengkonversinya bisa ditulis dengan (a+b)x2 + 4 = c, dimana a dan b
adalah soal, dan c adalah jawaban.

dengan demikian maka akan terlihat persamaan saya menjadi:
(1+1)x 2 + 4 = 8
(2+1)x 2 + 4 = 10
(3+1)x 2 + 4 = 12
(4+1)x2 + 4 = 14.

Atau, kalau mau lebih mudahnya, tidak usah pakai istilah konversi.
Anggap saja saya tambahkan soalnya menjadi demikian:

Bila 1 + 1 = 8, 2 + 1 = 10, dan 3 + 1 = 12, dimana tanda "=" dalam
soal tersebut berarti angka hasil dikali dengan dua kemudian hasilnya
ditambahkan dengan 4, maka 4 + 1 = ?

Kalau "misteri" arti tanda "=" dalam soal sudah diungkapkan, ya ngga
ada lagi serunya teka teki di matematika, karena semua sudah
disodorkan, ngga perlu mikir lagi cari polanya, tinggal pencet
kalkulator saja. Ibaratnya dalam trading saham, kita duduk disebelah
bandar saham gorengan, dan bandarnya masukin order beli, ya kita ngga
perlu lagi lihat grafik langsung ikutin saja order bandar, maka kita
akan cuan dengan mudah   :)

Tapi, kalaupun Pak Tobeno tetap ngotot ngga mau bilang bahwa contoh
yang saya kasih itu bukan matematika, saya mau bilang apa lagi. Ya,
terserah Pak Tobeno sajalah. Diteruskan didebat juga ngga akan ada
habis2nya. Toh, apa yang saya tulis itu mau dibilang matematika atau
tidak pun juga ngga terlalu masalah sih buat saya, dan saya pribadi
tetap akan melihat itu sebagai suatu soal matematika.

Karena matematika yang saya kenal, tidak membatas kreasi dan imaginasi
seseorang selama logika/nalar bisa diterima, dan tentunya ada
konsistensi ataupun pola yang terjadi :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu




2011/3/27 tobeno <[email protected]>:
>
> Boleh lanjut ya Bang?
>
> ------ kata Bang IAN
> Persamaan saya tersebut kalau mau dipalikasikan ke dunia nyata, misalnya 
> diproses produksi.Sebagai contoh misalkan demikian, untuk membuat suatu 
> produk, variabel cost nya 2, dan fixed cost nya 4. Sehingga kalau mau membuat 
> satu unit, total biayanya sebesar 6, kalau mau membuat 2 unit total biayanya 
> menjadi 8, kala mau membuat 3 unit, total biayanya menjadi 10, kalau mau mau 
> membuat 4 unit, total biayanya menjadi 12, kalau mau membuat 5 unit, total 
> biayanya menjadi 14.
> ------
>
> Contoh ini jelas banget matematikanya Bang.
>
> Biaya = f(x) = 2x + 4
> x = unit produksi
>
> f(1) = 6
> f(2) = 8
> f(3) = 10
> f(4) = 12
> f(5) = 14
>
> Menurut saya, contoh di atas tetap tidak menjelaskan 1+1=8 dan temen2nya 
> tadi.  Abang boleh pakek bilangan berbasis binary (?)  atau basis yang lain 
> tapi tetep tidak dapat menunjukkan ini bagian dari matematika.
>
> Contoh yang saya tulis diawal:
> 1/5 dari 11 adalah 11
> Berapa 1/3 dari 3?
>
> 1/5x11x Z = 11 maka Z=5
> 1/3x3x 5 = 5
> Z adalah faktor konversi.
> Ini matematika Bang.
>
> Atau cara lain:
>
> Setiap 1 satuan dari 11 itu memiliki 5 ruas oki total ada 55 ruas sehingga 
> dipenuhi 1/5x 55 = 5.
> Dengan demikian 3 satuan akan memiliki 15 ruas maka 1/3x 15 = 5.
>
> Sedangkan contoh Abang yang 1+1 dstnya itu belum ngerti saya mengolahnya 
> menurut kaidah matematika dalam basis apapun. Lihat contoh saya diatas 
> memiliki 2 basis: basis 9 dan 5 tapi tetap dapat diolah sbgmn seharusnya.
>
> Bener Bang! Matematika itu memang indah.
>
>
> "The more quantitative a model, the better the valuation."
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL 
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK 
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke