Bang Ian Kalau berkenan, mohon di share donk Bang hitung hitungan ilustrasi semalam, bersama list saham buat investor . btw, ulos nya bagus juga Bang hehehe
Makasih ya Bang Ian, * From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wed, March 30, 2011 8:17:15 AM > *Subject:* [saham] Obrolan Tentang Inflasi di FB > > > > Berikut ini saya copy khan obrolan tentang inflasi yang menurut saya cukup > menarik untuk diketahui bersama yang saya copy kan dari wall FB saya. Nama > saya hapus karena belum tentu yang bersangkutan bersedia di forward namanya > ke milis ini. > > IAN: Semoga acara malam ini dapat memberikan pencerahan bagi > sahabat-sahabat agar sedini mungkin kita mulai mempersiapkan masuk masa > pensiun agar kita bisa lebih menikmat usia pensiun kita. Silakan sampaikan > data usia dan rata2 pengeluaran per bulan saat ini, untuk saya bantukan > perhitungannya, berapa dana yang perlu ada saat awal mulai memasuki usia > pensiun nanti agar bisa menikmati usia pensiun dengan hepi2 :) > > > > XYZ: Umur 30 , pengeluaran rata-rata 5 juta. Itungnya gimana bang Irwan ? > :) Ini hanya ilustrasi yah bang... iseng nanya. Thanks > > > > IAN: @XYZ: data yg tidak sesuai keadaan maka perhitungannya juga beda. Tapi > okelah, saya coba berikan gambarannya agar mengetahui situasinya. > > > > Asumsikan usia pensiun anda nantinya adalah 55 tahun (rata2 karyawan usia > pensiun adalah 55 tahun), maka anda akan memasuki usia pensiun di tahun > 2036. Saat itu, biaya hidup anda per bulan yg sekarang 5 juta, diperkirakan > akan menjadi Rp40,9 juta per bulan. Agar bisa pensiun dengan tenang, dan > diasumsikan harapan hidup anda mencapai usia 80 tahun, maka pada saat awal > masuk usia pensiun alias di tahun 2036, anda perlu memiliki uang sebesar > Rp8,27 milyar untuk diinvestasikan nantinya di instrumen yg bisa memberikan > keuntungan 12%/tahun, suatu tingkat investasi yg konservatif untuk ukuran > Indonesia. > > > > Mungkin anda kaget melihat dana yang dibutuhkan di saat awal mulai pensiun > sedemikian besar. Rp8,27 milyar di awal masuk usia pensiun atau di tahun > 2036 nanti, bisa dicapai dengan berbagai cara. Cara2 itu antara lain, anda > melakukan investasi saat ini sebesar Rp50 juta di investasi yg bisa > memberikan keuntungan per tahun 21,71%, sehingga di tahun 2036, uang anda > yang Rp50 juta akan me Rp8,27 milyar. > > > > Cara lain, bila anda bisa menyisihkan rutin per bulan Rp500 ribu untuk > ditambahkan ke investasi, maka anda hanya membutuhkan investasi awal sebesar > Rp13,9 juta, dimana investasi tersebut tingkat rata2 keuntungannya per tahun > ada 22%. Di acara minggu lalu yg rekamannya sudah saya upload ke youtube, > bisa kita saksikan bahwa ternyata banyak saham2 yg bagus bisa memberikan > rata2 keuntungan di atas 25% per tahun. Tinggal kita pintar2 mencari dan > mengatur porto investasi kita agar bisa tenang saat pensiun nantinya. > > > > Bila ada spesifik data kondisi/situasi, maka saya bisa membuatkan > perhitungan yang lebih mendekati situasi. Seperti misal, berapa dana awal > yang siap diinvestasikan, berapa dana yg mau disisihkan tiap bulan untuk > ditambahkan ke investasi, maka saya bisa hitungkan di tingkat investasi yg > bisa memberikan keuntungan berapa persen per tahun target investasi yg anda > cari sebenarnya agar bisa membantu mewujudkan hari tua yang hepi2 :) > > > > > > KLM: Saya sering lihat hitung2an soal biaya pensiun, kuliah, dst, koq > rasanya lebay ya? Apakah 25th dari sekarang 5 juta jadi 40,9 juta? Ada > komponen yg memang melesat, tapi ada yg malah menurun. Semakin stabil > rupiah, inflasi terkendali, 25th lagi rasa2nya jauh dari 8x lipat, tapi > hanya 2x lipat saja, alias jadi 10 juta. > > > > > IAN: @KLM: Kalau anda berasumsi bahwa 25 tahun dari sekarang biaya hidup > hanya naik 2x saja alias bila sekarang 5 juta maka 25 tahun lagi hanya jadi > 10 juta, maka anda sedang berasumsi bahwa tingkat rata2 inflasi per tahunnya > selama 25 tahun mendatang hanya 2,81%. Realitiskah asumsi inflasi hanya > 2,81%? Dengan asumsi rata2 inflasi hanya 6% saja, maka biaya hidup yang > sekarang 5 juta akan menjadi 21,46 juta. Padahal kita tahu selama ini bahwa > biaya hidup dalam realitanya naiknya lebih tinggi dari tingkat inflasi yang > terjadi. > > > > Cara gampangnya melihat apakah 25 tahun dari sekarang biaya hidup yg 5 juta > akan menjadi 40,9 juta dengan asumsi rata2 tingkat inflasi sebesar 8,42% yg > merupakan rata2 inflasi 6 tahun terakhir ini adalah dengan melihat biaya > hidup kita ke 25 tahun yang lalu :) > > > > Contoh sederhana saja, harga gula 25 tahun yang lalu sekitar 750 perak per > kg. Sekarang harga gula sekitar 10 ribu. Ada kenaikan sekitar 12x, alias > lebih dari 8x. Ongkos mikrolet sekitar 25 tahun yang lalu, 100-125 perak > saja, sekarang 1500-2000 perak alis lebih dari 10x kenaikannya. Harga beras > tahun 1986 sekitar 200-300 perak (harga gabah 175 perak), saat ini harga > beras lebih dari 5000 perak alia naik lebih dari 20x, bukan hanya 8x. Harga > bensin premium tahun 1986 masih 385 perak per liter, sekarang 4500 perak per > liter alias ada kenaikan lebih dari 10x. > > > > Saya pun 2 tahun yg lalu waktu menemukan hitungan ini tidak percaya, masa > sih nantinya akan sebegitu besar? Lalu, saya menemukan cara yg paling > gampang untuk mengujinya yaitu dengan melihat ke belakangan alias harga2 > atau biaya hidup 25 tahun yang lalu dibanding dengan sekarang. Berapa besar > kenaikan yang terjadi. Ternyata kenaikan sejak 25 tahun yg lalu jauh lebih > besar ketimbang perhitungan yg saya buat untuk 25 tahun mendatang. > > > > Mungkin itu sebabnya, pemerintah menetapkan akan melakukan redenominasi > rupiah dari 10 ribu menjadi 1 rupiah agar tidak terlihat mengertikan lagi > angka2 yang meningkat pesat itu. Jadi, nantinya 25 tahun dari sekarang, > biaya hidup yang 5 juta per bulan sekarang, menjadi hanya 4090 saja per > bulan tapi dengan uang denominasi baru alias setara dengan 40,9 juta uang > sekarang. Boleh percaya boleh tidak, tapi fakta sudah menunjukkan bahwa > kenaikan harga2 25 tahun terakhir ternyata jauh lebih tinggi dari perkiraan > yang saya buat :) > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > -- Thank you --------------------------------------------
