Pak Ardi, tabel yg saya kirim pagi ini adalah tabel investasi, alias buy and hold, tidak diperjualbelikan, tidak ditradingkan. Anggap saja kita ngga pinter menghitung valuasi saham, ngga pinter baca grafik. Tahunya hanya punya duit, beli, dan didiamkan saja. Tahunya hanya bisa membedakan bahwa perusahaan seperti PT. Astra International itu 10 tahun lagi pun masih tetap berdiri dan masih bertumbuh bagus ketimbang perusahaan PT. Ogah Maju yang baru beberapa tahun berdiri. Atau, kita bisa membedakan bahwa PT. Bank Mandiri 10 tahun dari sekarang tetap masih berdiri dan juga bertumbuh bagus ketimbang PT. Bank Ayo Dong Bang, yang asetnya tidak besar, manajemennyapun juga masih meragukan.
Kita ngga ngerti hitung valuasinya, tapi percaya saham2 hebat itu jadi incaran para fund manager, sehingga harga dipasar adalah harga wajar pada masanya. Sehingga ketika kita punya uang, tinggal tutup mata saja beli dan simpan. Tidak pedulikan harga naik turun karena mau disimpan lama banget kecuali bila perusahaannya ternyata suatu saat kelak ada tanda2 mau berubah atau mulai sunset sektornya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/3/30 Ardi <[email protected]> > > > Tanya sedikit ttg yang ini, bang > > > > …ternyata banyak saham2 yg bagus bisa memberikan rata2 keuntungan di atas > 25% per tahun > > > > Ini maksudnya saham2 pilihan tersebut ditrading atau buy & keep, bang ? > > > > Kalau trading, untuk keuntungan 22% strategi tradingnya bisa dishare, bang > ? > > Intraday, daytrading, swing trading atau strategi ada lain? > > > > Tuk pegawai kantoran yang gak sempat sll mantau monitor, apa target dana > memungkinkan dicapai ? > > Kebetulan situasi saya agak mirip2 dengan si XYZ > > > > > > Thanks be4 for your reply, bang… > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of > *Irwan Ariston Napitupulu > *Sent:* Wednesday, March 30, 2011 8:17 AM > *To:* [email protected] > > *Subject:* [saham] Obrolan Tentang Inflasi di FB > > > > > > Berikut ini saya copy khan obrolan tentang inflasi yang menurut saya cukup > menarik untuk diketahui bersama yang saya copy kan dari wall FB saya. Nama > saya hapus karena belum tentu yang bersangkutan bersedia di forward namanya > ke milis ini. > > IAN: Semoga acara malam ini dapat memberikan pencerahan bagi > sahabat-sahabat agar sedini mungkin kita mulai mempersiapkan masuk masa > pensiun agar kita pensiun kita. Silakan sampaikan data usia dan rata2 > pengeluaran per bulan saat ini, untuk saya bantukan perhitungannya, berapa > dana yang perlu ada saat awal mulai memasuki usia pensiun nanti agar bisa > menikmati usia pensiun dengan hepi2 :) > > > > XYZ: Umur 30 , pengeluaran rata-rata 5 juta. Itungnya gimana bang Irwan ? > :) Ini hanya ilustrasi yah bang... iseng nanya. Thanks > > > > IAN: @XYZ: data yg tidak sesuai keadaan maka perhitungannya juga beda. Tapi > okelah, saya coba berikan gambarannya agar mengetahui situasinya. > > mal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'>Asumsikan > usia pensiun anda nantinya adalah 55 tahun (rata2 karyawan usia pensiun > adalah 55 tahun), maka anda akan memasuki usia pensiun di tahun 2036. Saat > itu, biaya hidup anda per bulan yg sekarang 5 juta, diperkirakan akan > menjadi Rp40,9 juta per bulan. Agar bisa pensiun dengan tenang, dan > diasumsikan harapan hidup anda mencapai usia 80 tahun, maka pada saat awal > masuk usia pensiun alias di tahun 2036, anda perlu memiliki uang sebesar > Rp8,27 milyar untuk diinvestasikan nantinya di instrumen yg bisa memberikan > keuntungan 12%/tahun, suatu tingkat investasi yg konservatif untuk ukuran > Indonesia. > > > > Mungkin anda kaget melihat dana yang dibutuhkan di saat awal mulai pensiun > sedemikian besar. Rp8,27 milyar di awal masuk usia pensiun atau dicapai > dengan berbagai cara. Cara2 itu antara lain, anda melakukan investasi saat > ini sebesar Rp50 juta di investasi yg bisa memberikan keuntungan per tahun > 21,71%, sehingga di tahun 2036, uang anda yang Rp50 juta akan me Rp8,27 > milyar. > > > > Cara lain, bila anda bisa menyisihkan rutin per bulan Rp500 ribu untuk > ditambahkan ke investasi, maka anda hanya membutuhkan investasi awal sebesar > Rp13,9 juta, dimana investasi tersebut tingkat rata2 keuntungannya per tahun > ada 22%. Di acara minggu lalu yg rekamannya sudah saya upload ke youtube, > bisa kita saksikan bahwa ternyata banyak saham2 yg bagus bisa memberikan > rata2 keuntungan di atas 25% per tahun. Tinggal kita pintar2 mencari dan > mengatur porto investasi kita agar bisa tenang saat pensiun nantinya. > > > > Bila ada spesifik data kondisi/situasi, maka saya bisa membuatkan > perhitungan yang lebih mendekati situasi. Seperti misal, berapa dana awal > yang siap diinvestasikan, berapa dana yg mau disisihkan tiap bulan untuk > ditambahkan ke investasi, maka saya bisa hitungkan di tingkat investasi yg > bisa memberikan keuntungan berapa persen per tahun target investasi yg anda > cari sebenarnya agar bisa membantu mewujudkan hari tua yang hepi2 :) > > > > > > > > KLM: Saya sering lihat hitung2an soal biaya pensiun, kuliah, ? Apakah 25th > dari sekarang 5 juta jadi 40,9 juta? Ada komponen yg memang melesat, tapi > ada yg malah menurun. Semakin stabil rupiah, inflasi terkendali, 25th lagi > rasa2nya jauh dari 8x lipat, tapi hanya 2x lipat saja, alias jadi 10 juta. > > > > > > IAN: @KLM: Kalau anda berasumsi bahwa 25 tahun dari sekarang biaya hidup > hanya naik 2x saja alias bila sekarang 5 juta maka 25 tahun lagi hanya jadi > 10 juta, maka anda sedang berasumsi bahwa tingkat rata2 inflasi per tahunnya > selama 25 tahun mendatang hanya 2,81%. Realitiskah asumsi inflasi hanya > 2,81%? Dengan asumsi rata2 inflasi hanya 6% saja, maka biaya hidup yang > sekarang 5 juta akan menjadi 21,46 juta. Padahal kita tahu selama ini bahwa > biaya hidup dalam realitanya naiknya lebih tinggi dari tingkat inflasi yang > terjadi =MsoNormal > style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'> > > Cara gampangnya melihat apakah 25 tahun dari sekarang biaya hidup yg 5 juta > akan menjadi 40,9 juta dengan asumsi rata2 tingkat inflasi sebesar 8,42% yg > merupakan rata2 inflasi 6 tahun terakhir ini adalah dengan melihat biaya > hidup kita ke 25 tahun yang lalu :) > > > > Contoh sederhana saja, harga gula 25 tahun yang lalu sekitar 750 perak per > kg. Sekarang harga gula sekitar 10 ribu. Ada kenaikan sekitar 12x, alias > lebih dari 8x. Ongkos mikrolet sekitar 25 tahun yang lalu, 100-125 perak > saja, sekarang 1500-2000 perak alis lebih dari 10x kenaikannya. Harga beras > tahun 1986 sekitar 200-300 perak (harga gabah 175 perak), saat ini harga > beras a naik lebih dari 20x, bukan hanya 8x. Harga bensin premium tahun 1986 > masih 385 perak per liter, sekarang 4500 perak per liter alias ada kenaikan > lebih dari 10x. > > > > Saya pun 2 tahun yg lalu waktu menemukan hitungan ini tidak percaya, masa > sih nantinya akan sebegitu besar? Lalu, saya menemukan cara yg paling > gampang untuk mengujinya yaitu dengan melihat ke belakangan alias harga2 > atau biaya hidup 25 tahun yang lalu dibanding dengan sekarang. Berapa besar > kenaikan yang terjadi. Ternyata kenaikan sejak 25 tahun yg lalu jauh lebih > besar ketimbang perhitungan yg saya buat untuk 25 tahun mendatang. > > > > Mungkin itu seba an akan melakukan redenominasi rupiah dari 10 ribu menjadi > 1 rupiah agar tidak terlihat mengertikan lagi angka2 yang meningkat pesat > itu. Jadi, nantinya 25 tahun dari sekarang, biaya hidup yang 5 juta per > bulan sekarang, menjadi hanya 4090 saja per bulan tapi dengan uang > denominasi baru alias setara dengan 40,9 juta uang sekarang. Boleh percaya > boleh tidak, tapi fakta sudah menunjukkan bahwa kenaikan harga2 25 tahun > terakhir ternyata jauh lebih tinggi dari perkiraan yang saya buat :) > > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > >
