Pak Jin Tomang, tidak apa2, bisa dimaklumi koq, karena kesalahan ini umum
terjadi. Kalau pakai bahasa matematikanya adalah mencari rata2 geometric nya
dan bukan rata2 aritmetic nya.

Rumusnya sederhana saja untuk mencari rata2 geometri yaitu:




Ada satu hal yang saya lupa jelaskan dari pernyataan rekan Jin Tomang.
Memang di periode 1986-2011, kita ada mengalami krisis. Yang jadi pertanyaan
adalah apakah dari tahun 2011-2036 kita akan bebas krisis? Coba kita
perhatikan 25 tahun sebelum 1986, yaitu dari tahun 1961-1986, berapa kali
kita mengalami krisis. Lalu, 25 tahun sebelumnya, yaitu 1936-1961, kita juga
mengalami beberapa kali krisis. Juga 25 tahun sebelumnya, 1911-1936, kita
juga mengalami krisis. Bukan hanya kita, tapi juga dunia rata2 mengalami
krisis dalam periode 25 tahun. Memang begitu kali siklus krisis yang selalu
ada dalam periode 25 tahun :)

Karenanya kita sekarang bisa memaklumi mengapa orang tua kita jaman dulu
suka menyimpan emas ataupun tanah sebagai investasi mereka karena dari
pengalaman mereka, mereka tahu bahwa pegang emas dan tanah bisa dibilang
sebagai sarana untuk melindungi kekayaan dari kemerosotan akibat tingkat
inflasi. Bahasa mereka sih dulunya, harga2 yg suka melonjak2. Bahasa kitanya
sekarang ini adalah inflasi :)

Gaji kita memang biasanya naik. Yang jadi fokus kita adalah bukan masalah
gaji, tapi ketika kita mulai tidak bergaji lagi alias sudah mulai masuk
pensiun, berapa biaya yang akan kita keluarkan selama menghidupkan diri kita
dan pasangan kita sampai usia 80 tahun (asumsi usia kita hanya sampai 80
tahun) dengan memperhatikan tingkat inflasi. Lalu, berapa dana yang perlu
ada saat kita mulai masuk pensiun. Itulah yang harus kita persiapkan sejak
masa usia produktif ini.
Oh ya, untuk perhitungan biaya bulanan saat ini, hilangkan perhitungan biaya
sekolah anak atau yang terkait dengan itu karena pada saat kita pensiun,
tentunya anak2 kita sudah pada besar dan sudah pada mandiri, tidak lagi kita
yang tanggung :)
Jadi, yang dihitung adalah biaya bulanan kita dengan pasangan hidup kita,
termasuk biaya hiburan/jalan2, karena diasumsikan life style kita cenderung
tidak berubah banyak sejak sebelum pensiun dan setelah pensiun nanti. Walau
terkada ada juga yg lifestyle nya pada usia pensiun hanya 80% dari ketika
belum pensiun. Semua bisa dibuat perhitungannya.

Memang, biaya hidup kita yang naik tiap tahun ini, mungkin bisa di tutupi
dengan kenaikan gaji yang kita terima. Tapi letak permasalahannya adalah
saat kita tidak gajian lagi alias saat telah pensiun seperti yang saya
tuliskan di atas.  Siapkah kita memasuki usia pensiun. Ataukah kita akan
terus bekerja pada saat usia pensiun nanti karena ternyata kita belum cukup
punya tabungan akibat uang yang ada di deposito kita selama ini ternyata
termakan tingkat inflasi sehingga daya belinya turun drastis walau angka
nominalnya naik :)

Itu sebabnya saya selalu mewacanakan ke masyarakat luas tentang saham
sebagai alternatif investasi.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/3/30 Jin Tomang <[email protected]>

>
>
> Terima kasih Bang atas koreksi nya, saya memang belum mengerti cara hitung
> compunding nya :)
>
>
> 2011/3/30 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>>
>>
>> Perhitungannya yang benar adalah sbb:
>>
>>
>> 1986 2011 Total Kenaikan Rata2/Tahun  Gula 750 10000 1233% 10.92%
>> Mikrolet 100 2000 1900% 12.73%  Beras 300 5500 1733% 12.34%  Bensin 385
>> 4500 1069% 10.33%
>> Perhatikan masalah compounding. Jadi, bukan dengan membagi total %
>> kenaikan dengan total angka tahun, tapi dengan memperhatikan masalah
>> compounding atau kalau bahasa sehari2nya adalah bunga berbunga.
>>
>> Jadi, harga gula di tahun 1986 di 750, maka harganya kira2 di tahun 1987
>> menjadi 750x(1+10,92%) = 831.87. Untuk perkiraan tahun 1988 menjadi
>> 831.87x(1+10,92%) = 922.69. Dst. Begitulah cara menghitung kenaikan per
>> tahun.
>>
>> Semoga bisa mencerahkan.
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/3/30 Jin Tomang <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Saya iseng bikin tabel hitungan kasarnya, apakah bisa disimpulkan bahwa
>>> inflasi per-tahun antara 1986 s.d. awal 2011 ternyata di atas 40% pertahun?
>>>
>>>
>>> *ASUMSI:
>>> %/thn = %kenaikan / 25 thn.*
>>>
>>>     item
>>>
>>> thn. 1986
>>>
>>> thn. 2011
>>>
>>> x kenaikan
>>>
>>> % kenaikan
>>>
>>> %/thn
>>>
>>> Gula
>>>
>>> 750
>>>
>>>        10,000
>>>
>>> 12x
>>>
>>> 1233%
>>>
>>> 49%
>>>
>>> Ongkos mikrolet
>>>
>>> 100
>>>
>>>           2,000
>>>
>>> 19x
>>>
>>> 1900%
>>>
>>> 76%
>>>
>>> Beras
>>>
>>> 300
>>>
>>>           5,500
>>>
>>> 17x
>>>
>>> 1733%
>>>
>>> 69%
>>>
>>> Bensin
>>>
>>> 385
>>>
>>>           4,500
>>>
>>> 11x
>>>
>>> 1069%
>>>
>>> 43%
>>>
>>> Tapi saya pikir2 lagi sejak krisis 1998 IDR/USD1 kan naik dr 2,000,
>>> menjadi 14,000 hingga sekarang 8,700 belum lagi setelah krisis penghasilan
>>> kita juga ikut naik, hanya saja saya belum tahu caranya meng-adjust faktor
>>> kurs dan kenaikan penghasilan ke-dalam tabel ini :)
>>>
>>>
>>>
>>> 2011/3/30 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>>
>>>>
>>>>
>>>> Berikut ini saya copy khan obrolan tentang inflasi yang menurut saya
>>>> cukup menarik untuk diketahui bersama yang saya copy kan dari wall FB saya.
>>>> Nama saya hapus karena belum tentu yang bersangkutan bersedia di forward
>>>> namanya ke milis ini.
>>>>
>>>> IAN: Semoga acara malam ini dapat memberikan pencerahan bagi
>>>> sahabat-sahabat agar sedini mungkin kita mulai mempersiapkan masuk masa
>>>> pensiun agar kita bisa lebih menikmat usia pensiun kita. Silakan sampaikan
>>>> data usia dan rata2 pengeluaran per bulan saat ini, untuk saya bantukan
>>>> perhitungannya, berapa dana yang perlu ada saat awal mulai memasuki usia
>>>> pensiun nanti agar bisa menikmati usia pensiun dengan hepi2 :)
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> XYZ: Umur 30 , pengeluaran rata-rata 5 juta. Itungnya gimana bang Irwan
>>>> ? :) Ini hanya ilustrasi yah bang... iseng nanya. Thanks
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> IAN: @XYZ: data yg tidak sesuai keadaan maka perhitungannya juga beda.
>>>> Tapi okelah, saya coba berikan gambarannya agar mengetahui situasinya.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Asumsikan usia pensiun anda nantinya adalah 55 tahun (rata2 karyawan
>>>> usia pensiun adalah 55 tahun), maka anda akan memasuki usia pensiun di 
>>>> tahun
>>>> 2036. Saat itu, biaya hidup anda per bulan yg sekarang 5 juta, diperkirakan
>>>> akan menjadi Rp40,9 juta per bulan. Agar bisa pensiun dengan tenang, dan
>>>> diasumsikan harapan hidup anda mencapai usia 80 tahun, maka pada saat awal
>>>> masuk usia pensiun alias di tahun 2036, anda perlu memiliki uang sebesar
>>>> Rp8,27 milyar untuk diinvestasikan nantinya di instrumen yg bisa memberikan
>>>> keuntungan 12%/tahun, suatu tingkat investasi yg konservatif untuk ukuran
>>>> Indonesia.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Mungkin anda kaget melihat dana yang dibutuhkan di saat awal mulai
>>>> pensiun sedemikian besar. Rp8,27 milyar di awal masuk usia pensiun atau di
>>>> tahun 2036 nanti, bisa dicapai dengan berbagai cara. Cara2 itu antara lain,
>>>> anda melakukan investasi saat ini sebesar Rp50 juta di investasi yg bisa
>>>> memberikan keuntungan per tahun 21,71%, sehingga di tahun 2036, uang anda
>>>> yang Rp50 juta akan me Rp8,27 milyar.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Cara lain, bila anda bisa menyisihkan rutin per bulan Rp500 ribu untuk
>>>> ditambahkan ke investasi, maka anda hanya membutuhkan investasi awal 
>>>> sebesar
>>>> Rp13,9 juta, dimana investasi tersebut tingkat rata2 keuntungannya per 
>>>> tahun
>>>> ada 22%. Di acara minggu lalu yg rekamannya sudah saya upload ke youtube,
>>>> bisa kita saksikan bahwa ternyata banyak saham2 yg bagus bisa memberikan
>>>> rata2 keuntungan di atas 25% per tahun. Tinggal kita pintar2 mencari dan
>>>> mengatur porto investasi kita agar bisa tenang saat pensiun nantinya.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Bila ada spesifik data kondisi/situasi, maka saya bisa membuatkan
>>>> perhitungan yang lebih mendekati situasi. Seperti misal, berapa dana awal
>>>> yang siap diinvestasikan, berapa dana yg mau disisihkan tiap bulan untuk
>>>> ditambahkan ke investasi, maka saya bisa hitungkan di tingkat investasi yg
>>>> bisa memberikan keuntungan berapa persen per tahun target investasi yg anda
>>>> cari sebenarnya agar bisa membantu mewujudkan hari tua yang hepi2 :)
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> KLM: Saya sering lihat hitung2an soal biaya pensiun, kuliah, dst, koq
>>>> rasanya lebay ya? Apakah 25th dari sekarang 5 juta jadi 40,9 juta? Ada
>>>> komponen yg memang melesat, tapi ada yg malah menurun. Semakin stabil
>>>> rupiah, inflasi terkendali, 25th lagi rasa2nya jauh dari 8x lipat, tapi
>>>> hanya 2x lipat saja, alias jadi 10 juta.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> IAN: @KLM: Kalau anda berasumsi bahwa 25 tahun dari sekarang biaya hidup
>>>> hanya naik 2x saja alias bila sekarang 5 juta maka 25 tahun lagi hanya jadi
>>>> 10 juta, maka anda sedang berasumsi bahwa tingkat rata2 inflasi per 
>>>> tahunnya
>>>> selama 25 tahun mendatang hanya 2,81%. Realitiskah asumsi inflasi hanya
>>>> 2,81%? Dengan asumsi rata2 inflasi hanya 6% saja, maka biaya hidup yang
>>>> sekarang 5 juta akan menjadi 21,46 juta. Padahal kita tahu selama ini bahwa
>>>> biaya hidup dalam realitanya naiknya lebih tinggi dari tingkat inflasi yang
>>>> terjadi.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Cara gampangnya melihat apakah 25 tahun dari sekarang biaya hidup yg 5
>>>> juta akan menjadi 40,9 juta dengan asumsi rata2 tingkat inflasi sebesar
>>>> 8,42% yg merupakan rata2 inflasi 6 tahun terakhir ini adalah dengan melihat
>>>> biaya hidup kita ke 25 tahun yang lalu :)
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Contoh sederhana saja, harga gula 25 tahun yang lalu sekitar 750 perak
>>>> per kg. Sekarang harga gula sekitar 10 ribu. Ada kenaikan sekitar 12x, 
>>>> alias
>>>> lebih dari 8x. Ongkos mikrolet sekitar 25 tahun yang lalu, 100-125 perak
>>>> saja, sekarang 1500-2000 perak alis lebih dari 10x kenaikannya. Harga beras
>>>> tahun 1986 sekitar 200-300 perak (harga gabah 175 perak), saat ini harga
>>>> beras lebih dari 5000 perak alia naik lebih dari 20x, bukan hanya 8x. Harga
>>>> bensin premium tahun 1986 masih 385 perak per liter, sekarang 4500 perak 
>>>> per
>>>> liter alias ada kenaikan lebih dari 10x.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Saya pun 2 tahun yg lalu waktu menemukan hitungan ini tidak percaya,
>>>> masa sih nantinya akan sebegitu besar? Lalu, saya menemukan cara yg paling
>>>> gampang untuk mengujinya yaitu dengan melihat ke belakangan alias harga2
>>>> atau biaya hidup 25 tahun yang lalu dibanding dengan sekarang. Berapa besar
>>>> kenaikan yang terjadi. Ternyata kenaikan sejak 25 tahun yg lalu jauh lebih
>>>> besar ketimbang perhitungan yg saya buat untuk 25 tahun mendatang.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Mungkin itu sebabnya, pemerintah menetapkan akan melakukan redenominasi
>>>> rupiah dari 10 ribu menjadi 1 rupiah agar tidak terlihat mengertikan lagi
>>>> angka2 yang meningkat pesat itu. Jadi, nantinya 25 tahun dari sekarang,
>>>> biaya hidup yang 5 juta per bulan sekarang, menjadi hanya 4090 saja per
>>>> bulan tapi dengan uang denominasi baru alias setara dengan 40,9 juta uang
>>>> sekarang. Boleh percaya boleh tidak, tapi fakta sudah menunjukkan bahwa
>>>> kenaikan harga2 25 tahun terakhir ternyata jauh lebih tinggi dari perkiraan
>>>> yang saya buat :)
>>>>
>>>>
>>>> jabat erat,
>>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>>
>>>>
>>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>
>
>
> 
>

Kirim email ke