Sekedar klarifikasi saja berhubung anda tidak menjawab dengan tegas situasi
Fifi membeli kepemilikan Erni karena ada anda tambahkan dengan kalimat "Itu
awalnya adalah investasi di sektor riil.

Saya tanyakan ulang saja, apakah yang dilakukan oleh Fifi membeli
kepemilikan Erni untuk investasi di perusahaan bakery "Roti Enak" adalah
investasi Fifi di sektor riil atau bukan?

Pertanyaan kedua, yang dilakukan oleh Gita dengan membeli kepemilikan Fifi
di perusahaan bakery "Roti Enak"  adalah investasi Gita di sektor riil atau
bukan?

Itu saja Pak Oguds, tolong dijawab. Tidak perlu melebar dulu ke hal lain
karena hal lain itu ada jawabannya koq :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/10 Oguds <[email protected]>

> Sunday, April 10, 2011, 11:30:32 AM, you wrote:
>
> IAN> Gini saja gampangnya, saya ingin tahu pendapat Pak Oguds untuk
> IAN> kasus di bawah ini. Apakah Fifi ketika melakukan investasi dengan
> IAN> membeli kepemilikan Erni di bakery "Roti Enak" itu sedang
> IAN> melakukan investasi di sektor riil atau bukan?
>
> Bila anda persempit kasus per kasus, seperti Roti Enak di atas, yes,
> itu awalnya adalah investasi di sektor riil. Namun saham Roti Enak
> tadi, cepat atau lambat akan terjadi pemisahan (decoupling) dengan
> sektor riil. Seperti kita kenal, transaksi di pasar sekunder. Saham
> Roti Enak mau dibanting jadi 50% atau diangkat 200%, tidak berpengaruh
> pada operasional perusahaan Roti Enak.
>
> Melihat kecenderungan aliran modal yg minim dari bursa ke sektor riil,
> saya generalisasi menjadi investasi di saham <> investasi di sektor
> riil. Sehingga, apakah saya beli saham GIAA yg baru IPO, atau saham
> INDF yg sudah lama malang melintang, secara umum saya berpendapat
> bursa saham dan sektor riil adalah berbeda.
>
> Saya coba cari kajian akademis tentang ini di Google, dengan kata
> kunci 'investing "stock market" connection "real economy"'. Hasil
> teratas cukup menarik, yaitu kajian pasar modal India (dibuat 2006).
>
> http://www.policyinnovations.org/ideas/policy_library/data/01408/_res/id=sa_File1/Partha_ACDC_Paper.pdf
>
> Disebut di situ: "From the results of this study it can be said that
> the mainstream argument that the entry of foreign portfolio investors
> will boost a country's stock market and consequently the economy, does
> not seem be working in India." Juga ini, "As a result, the supposed
> spillover benefits of secondary market activities are not reaching the
> real sector of the economy."
>
> Kajian2 ini juga ada di paper2 yg lain, dan berlaku di banyak negara,
> boleh jadi juga di Indonesia. Namun karena ini semata2 wilayah
> akademis, bukan akidah atau keyakinan seperti judi, halal atau haram,
> semua pendapat bebas2 saja diutarakan. Disertai dasar atau kajian yg
> memadai. Mau riil, unriil, neoriil, ngetriil, dst, oke2 saja. :-)
>
> --
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke