Lho, saya tidak memandang secara naif pendapat yang berseberangan. Saya tipe yg terbuka untuk diskusi dengan menyampaikan argumen yg dapat dipertanggung jawabkan. Bukan argumen "pokoknya...bla..bla..bla". Bagi saya, hanya dengan merefer ke pendapat seseorang atau penjelasan tertentu, tapi tidak mampu menjelaskan esensi atau pas ditanya balik tidak bisa atau tidak berani menjawab, atau kalaupun menjawab kurang tegas dan perlu ditambah keterangan2 yg tidak perlu, itu tidak bisa dijadikan argument dalam memperkuat opininya. Pendapat saya terbuka untuk diserang, tapi sejauh ini bisa saya jawab dan tunjukan bahwa investasi di saham = investasi di sektor riil. Saya berikan analoginya, dan anda atau kawan lain disini tidak ada yang menentangnya sejauh ini untuk kasus Fifi mengambil alih kepemilikan Erni.
Justru saya yang saat ini berpikir melampui pemikiran standar yg saat ini dipahami orang tentang investasi di saham. Saya mengajak sahabat2 disini melihat esensi dasarnya, filosofi dasarnya. Tanpa memahami filosofi dasar dari transaksi di saham ataupun investasi di saham, makanya urusan saham itu judi atau tidak judi itu orang jadi bingung dan tidak paham, termasuk Pak Oguds kalau me refer ke tulisan/posting anda terdahulu terkait judi atau tidak judi. :) Dengan saya masuk untuk membuka tabir saham yang selama ini tidak disadari orang, maka saya telah menunjukkan bahwa transaksi di saham, melakukan pembelian di saham, itu sama dengan membeli kepemilikan suatu perusahaan. Baik itu invest langsung ke perusahaan (beli saham IPO), ataupun invest melalui proses balik nama dari kepemilikan terdahulu. Di dunia nyata pada perusahaan private, hal ini sangat sering dilakukan, baik invest joinan bikin perusahaan baru, ataupun invest joinan dengan mengambil alih kepemilikan yang lama (balik nama). Anda sebutkan di bawah bahwa pergerakan harga saham secara meta digerakan oleh bandar sehingga dikenal istilah bandarmologi. Pertanyaan dari saya, dari mana anda bisa memastikan bahwa pergerakan harga saham naik dan turunnya digerakan oleh bandar? Pemikiran salah seperti ini tampaknya yang telah menjebak pikiran anda sendiri pada kebingungan apakah saham itu judi atau tidak judi karena masalah ada istilah bandar yang biasa dipakai pada perjudian :) Dan di bawah anda ingin saya membahas lebih dalam, dengan membahas indikator2. Bagaimana mungkin anda ingin membahas soal indikator, sementara hal basic dari transaksi saham saja anda belum pahami dengan baik sehingga pola pikir atau cara pandang anda tentang transaksi saham menurut saya jadi tidak mendasar lagi. Hal yang saya bahas soal investasi di saham = investasi di sektor riil itu adalah hal paling mendasar dalam pemahaman saham. Tanpa pemahaman yang benar akan hal ini, maka besar kemungkinan orang tersebut akan salah persepsi tentang saham. Pada akhirnya, bagi dia saham hanyalah sebuah kode 4 huruf, soal harga naik harga turun, dst sehingga melupakan esensi atau dasar utamanya :) Yang saya lakukan di milis ini adalah sedang memberikan filosofi dasar tentang saham yang benar agar masyarakat, setidaknya anggota milis ini sekarang bisa melihat dengan lebih jelas dan benar apa itu sebenarnya saham :) Ok ya Pak Oguds, fokus saja pada permasalahan awal, dan tidak dibawa melebar ke hal lain. Fokus pada transaksi Fifi membeli kepemilikan Erni di perusahaan private, bakery "Roti Enak". Apakah Fifi melakukan investasi di sektor riil atau bukan dengan melakukan transaksi tersebut. Ini kasus yang paling sederhana. Bila yang paling sederhana saja tidak bisa anda jawab, atau tidak berani anda jawab dengan tegas YA atau TIDAK, bagi saya bagaimana mungkin anda bisa membuat pernyataan untuk permasalahan yang jauh lebih kompleks seperti transaksi di saham :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/10 Oguds <[email protected]> > Sunday, April 10, 2011, 7:37:20 PM, you wrote: > > IAN> Sementara di pasar modal, tidak banyak yang paham bahwa membeli > IAN> saham itu sama dengan membeli kepemilikan saham dari pemilik > IAN> sebelumnya. Pemilik sebelum, bisa saja berasal dari pemilik > IAN> sebelumnya lagi, dst, yang pada akhirnya sampai pada pemilik yang > IAN> membeli saham waktu IPO. > > Ini salah satu yg saya sayangkan dari bang Ian, yaitu memandang secara > naif pendapat yg berseberangan. Saya sangat mengerti apa itu saham, > apa itu artinya membeli hak atas perusahaan, termasuk apakah > perusahaan itu berproduksi di sektor riil. Ini hal2 yg kasat mata, > secara teoritis memang begitu. Namun cobalah memandang secara lebih > jauh, melampaui pengertian yg standar. Istilahnya, berpikir secara > meta, seperti produk TA yg terkenal, metastock. > > Sama halnya dengan diskusi, apakah naik turunnya harga di bursa adalah > akibat terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran? Secara > awam, orang akan melihat begitu. Namun secara meta, akan terlihat > bahwa harga digerakkan oleh bandar, maka dikenal istilah bandarmologi. > > Mengapa BD menggerakkan harga? Karena dengan cara itulah mereka meraup > keuntungan lebih besar. Membuat saham terlihat atraktif, sehingga > menarik atau menjebak berbagai macam pihak dengan berbagai > kepentingan. Bila niat mereka sekedar investasi, dengan jangka waktu > panjang, untuk apa mereka repot2 menaikturunkan harga? Ujung2nya, saya > berpendapat bursa saham tak ubahnya ajang permainan belaka. Ini tentu > memancing pro kontra, apalagi bagi kalangan awam. > > Saya lebih suka bahwa kita melihat lebih ke dalam. Misalnya, saya > tertarik bila ada yg ingin mendiskusikan kontra indikator. Yaitu > bagaimana BD menggunakan indikator2 TA untuk menyesatkan lawan. Jangan > sekedar bagaimana memanfaatkan TA untuk mendeteksi trend harga saham. > Berpikir tidak secara umum atau kebanyakan. Bukankah kita ingin > membeli saham sebelum naik, dan menjualnya sebelum turun? > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
