Kalau pun itu yang dimaksud Pak Oguds, bahwa investasi di sektor riil harus
ada pengaruhya atas pada perusahaan itu sendiri, tetap saja contoh saya soal
perusahaan bakery "Roti Enak" dimana Fifi membeli kepemilikan Erni di
perusahaan bakery "Roti Enak" sangat relevan, apakah Fifi sedang melakukan
investasi di sektor riil atau bukan?
Kalau itu ditanyakan ke masyarakat luas, saya berani bertaruh dari 20 orang
yang ditanya secara acak di mall, maka mereka mayoritas atau hampir
keseluruhan akan mengatakan Fifi melakukan investasi di sektor riil. Walau
pun kalau kita lihat kasusnya, uang Fifi tidak masuk ke perusahaan bakery
"Roti Enak", tapi ke Erni. Tetapi kalau orang yang sama ditanyakan kalau
kita membeli saham ASII atau saham lain di pasar modal, apakah kita
melakukan investasi di sektor riil atau bukan? Maka bisa saya duga, mereka
akan menjawab investasi kita bukan di sektor riil :)

Di dalam praktek kehidupan, banyak sekali perpindahan kepemilikan sebagian
atau keseluruhan dari suatu perusahaan, apakah itu bakery, ataupun salon
kecantikan, ataupun restoran, selalu dianggap sebagai investasi di sektor
riil walau pun perpindahan kepemilikan itu tidak disertai masuknya dana ke
perusahaan/usaha tersebut, hanya perpindahan uang dari pemilik sebelumnya ke
pemilik yang baru.

Sementara di pasar modal, tidak banyak yang paham bahwa membeli saham itu
sama dengan membeli kepemilikan saham dari pemilik sebelumnya. Pemilik
sebelum, bisa saja berasal dari pemilik sebelumnya lagi, dst, yang pada
akhirnya sampai pada pemilik yang membeli saham waktu IPO. Kekurang
pengetahuan akan investasi di pasar modal yang sebenarnya adalah membeli
kepemilikan dalam jumlah tertentu di suatu perusahaan riil, perusahaan
nyata, perusahaan yang ada aktivitasnya di dunia nyata, dst nya, akhirnya
membuat kebanyakan investor atau pelaku pasar modal hanya melihat saham
sebagai sesuatu yang terdiri dari 4 huruf saja, tidak lebih tidak kurang.
Mereka  tidak lagi melihat Astra Internasional sebagai suatu perusahaan,
tapi lebih sebagai suatu simbol saham dengan kode ASII.

Ketidakmengertian ini akan berdampak pada perbedaan perilakunya. Boleh
percaya boleh tidak. Saya tulis dan jawab panjang2 seperti ini, mengenai
investasi di saham = investasi di sektor riil, tujuannya ingin merubah
paradigma yang selama ini salah agar masyarakat setidaknya anggota milis ini
dapat pengetahuan dan pemahaman yang benar  tentang investasi di saham.
Contoh kasus "Roti Enak" itu adalah contoh kasus sederhana yang saya
harapkan mudah dilihat dan dibayangkan. Kalau sudah mampu membayangkan kasus
sederhana seperti itu, barulah kembangkan daya imaginasi anda agar bisa
melihat hal yang sama sebenarnya terjadi dalam transaksi di pasar modal
walau dalam jumlah skala yang lebih besar dan lebih banyak pelakunya, dan
mungkin sedikit rumit alur transaksinya. Memamng dibutuhkan sedikit energi
untuk bisa membayangkan kasus transaksi sederhana seperti Fifi dan Erni
itulah sebenarnya dasar dari transksi di pasar modal secara keseluruhan.
Kalau kita bisa dengan mudah menganggap transaksi Fifi dan Erni sebagai Fifi
melakukan investasi di sektor riil, maka seharusnya kita (termasuk Oguds)
harus mengakui dan menerima juga bahwa transaksi di pasar modal yang sama
atau pengembangan dari transaksi Fifi ke Erni, juga sebagai investasi di
sektor riil. Penolakan terhadap hal tersebut akan terlihat menjadi suatu
ketidakkonsistenan dalam bersikap. Wong jelas2 koq transaksinya sama2 tidak
masuk ke perusahaan, masa yang satu dibilang investasi di sektor riil, yang
satunya lagi dibilang bukan di sektor riil. Apa karena "Roti Enak" bukan
perusahaan go public maka baru disebut investasi di sektor riil, sementara
kalau di perusahaan yg sudah go public maka bukan di sektor riil? :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/10 <[email protected]>

>
>
> Sy mungkin akan urun rembug boleh ya. :) Saya pikir yg harus disamakan adl
> pengertian "investasi". Bila definisi investasi adl penanaman sejumlah modal
> dgn harapan mendapatkan sejumlah keuntungan di masa mendatang, maka dpt
> dikatakan bahwa pembelian kepemilikan perusahaan bakery adl investasi, di
> sektor apa? Di sektor riil, krn ada wujudnya secara fisik (riil). Tapi
> pembahasan yg diajukan bp Oguds sy pikir esensinya bukan lah itu. Esensinya
> bukanlah "di sektor apa para praktisi pasar modal menginvestasikan
> uangnya?". Esensi pembahasannya adl "apakah penanaman uang di pasar modal
> itu mempengaruhi perusahaannya itu sendiri by nature? Selain hal2 insidentil
> seperti penjualan saham si penanam modal atau kenaikan nilai goodwill si
> perusahaan atau harga jual si perusahaan bila suatu saat mau dilikuidasi."
> Mungkin diskusinya bisa berangkat dr pertanyaan tsb..kecuali tentu saja bila
> sy salah menangkap maksudnya pak Oguds, hehee :)
>
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sun, 10 Apr 2011 15:13:51 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Investasi Di Saham = Investasi Di Sektor Riil?
>
>
>
> Sekedar klarifikasi saja berhubung anda tidak menjawab dengan tegas situasi
> Fifi membeli kepemilikan Erni karena ada anda tambahkan dengan kalimat "Itu
> awalnya adalah investasi di sektor riil.
>
> Saya tanyakan ulang saja, apakah yang dilakukan oleh Fifi membeli
> kepemilikan Erni untuk investasi di perusahaan bakery "Roti Enak" adalah
> investasi Fifi di sektor riil atau bukan?
>
> Pertanyaan kedua, yang dilakukan oleh Gita dengan membeli kepemilikan Fifi
> di perusahaan bakery "Roti Enak"  adalah investasi Gita di sektor riil atau
> bukan?
>
> Itu saja Pak Oguds, tolong dijawab. Tidak perlu melebar dulu ke hal lain
> karena hal lain itu ada jawabannya koq :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/4/10 Oguds <[email protected]>
>
>> Sunday, April 10, 2011, 11:30:32 AM, you wrote:
>>
>> IAN> Gini saja gampangnya, saya ingin tahu pendapat Pak Oguds untuk
>> IAN> kasus di bawah ini. Apakah Fifi ketika melakukan investasi dengan
>> IAN> membeli kepemilikan Erni di bakery "Roti Enak" itu sedang
>> IAN> melakukan investasi di sektor riil atau bukan?
>>
>> Bila anda persempit kasus per kasus, seperti Roti Enak di atas, yes,
>> itu awalnya adalah investasi di sektor riil. Namun saham Roti Enak
>> tadi, cepat atau lambat akan terjadi pemisahan (decoupling) dengan
>> sektor riil. Seperti kita kenal, transaksi di pasar sekunder. Saham
>> Roti Enak mau dibanting jadi 50% atau diangkat 200%, tidak berpengaruh
>> pada operasional perusahaan Roti Enak.
>>
>> Melihat kecenderungan aliran modal yg minim dari bursa ke sektor riil,
>> saya generalisasi menjadi investasi di saham <> investasi di sektor
>> riil. Sehingga, apakah saya beli saham GIAA yg baru IPO, atau saham
>> INDF yg sudah lama malang melintang, secara umum saya berpendapat
>> bursa saham dan sektor riil adalah berbeda.
>>
>> Saya coba cari kajian akademis tentang ini di Google, dengan kata
>> kunci 'investing "stock market" connection "real economy"'. Hasil
>> teratas cukup menarik, yaitu kajian pasar modal India (dibuat 2006).
>>
>> http://www.policyinnovations.org/ideas/policy_library/data/01408/_res/id=sa_File1/Partha_ACDC_Paper.pdf
>>
>> Disebut di situ: "From the results of this study it can be said that
>> the mainstream argument that the entry of foreign portfolio investors
>> will boost a country's stock market and consequently the economy, does
>> not seem be working in India." Juga ini, "As a result, the supposed
>> spillover benefits of secondary market activities are not reaching the
>> real sector of the economy."
>>
>> Kajian2 ini juga ada di paper2 yg lain, dan berlaku di banyak negara,
>> boleh jadi juga di Indonesia. Namun karena ini semata2 wilayah
>> akademis, bukan akidah atau keyakinan seperti judi, halal atau haram,
>> semua pendapat bebas2 saja diutarakan. Disertai dasar atau kajian yg
>> memadai. Mau riil, unriil, neoriil, ngetriil, dst, oke2 saja. :-)
>>
>> --
>> Tertanda,
>> Oguds [960000031]
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>>
>> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
>> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
>> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
>> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>>
>> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
>> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
> 

Kirim email ke