coba import ihsgvolval2.csv data valuenya akan masuk ke coloumn 8 open int karena sudah saya tambah ticker ^JKSE pd coloumn 1 http://www.facebook.com/hakie1 http://www.tviexpress.com/andyelia1 ----- Original Message ----- From: Djoni To: [email protected] Sent: Sunday, May 08, 2011 7:03 PM Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!
iya, data value tidak keluar
hasilnya 0 saja nilainya
2011/5/8 <[email protected]>
Dear P.IAN,
Stlh sy import file dan afl dr bapak, knp gak muncul2 ya...??
Hanya blank aja dgn tulisan di kiri atas : "IHSGVOLVAL-Value() = 0.00,
Value() = 0.00"
Sent from BlackBerry® on 3
----------------------------------------------------------------------------
From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 8 May 2011 07:13:29 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!
Pak HT, untuk petunjuk yg saya berikan, tidak perlu ditambah satu kolom
untuk ticker, krn tickernya akan otomatis menggunakan nama file tersebut :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Sent from my BlackBerry®
----------------------------------------------------------------------------
From: "hakitrader" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 8 May 2011 11:33:06 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!
Pak IAN,
Rasanya pada csv filenya column 1 harus ditambah ticker ihsg yaitu ^JKSE
baru valuenya bisa diimport masuk ke col 8 (open int). yg dilampirkan telah
ditambah ticker ^JKSE pada column 1
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
----- Original Message -----
From: Irwan Ariston Napitupulu
To: [email protected]
Sent: Sunday, May 08, 2011 9:31 AM
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!
Pak David, berikut ini saya kirimkan data tabelnya dalam bentuk .csv
Kita juga bisa bikin tabelnya dalam bentuk .xlsx
Kalau dalam bentuk .xlsx harus kita konversi dulu jadi csv dengan program
excell kita. Caranya gampang saja, dengan save as, lalu pilih other formats,
dan pilihlah save as type nya CSV (comma delimited) (*.csv)
File yg saya kirim ini, silakan ditaruh di folder yg kita mau atau buat
sendiri/terpisah juga boleh.
Setelah itu, dari Amibroker, kita klik file/import ASCII
Arahkan ke file tadi. Jangan lupa pilih files of type nya adalah Yahoo's
CSV (*.csv)
Setelah file kita pilih dan files of type nya juga sudah kita pilih,
barukah klik open. Maka sekarang data dengan kode baru seperti nama file,
IHSGVOLVAL (nama file bisa diganti2 sesuka kita yg nantinya otomatis jadi kode
tickernya) akan muncul dalam daftar ticker di Amibroker kita.
Tinggal manfaatkan saja fasilitas AFL value yg saya kirim tadi untuk
munculkan value dari IHSG.
Untuk value dari saham, caranya tinggal ambil data yang real saja di
situsnya BEI yg tadi saya berikan.
Disitu ada data harian value transaksi dari masing2 saham.
Tadi malam saya sudah bicara dengan Pak Dendo agar Amibroker Indonesia
bekerjasama dengan IMQ, bisa memunculkan data realtime untuk value, sehingga
kita bisa lebih detil lagi melihat value bukan hanya EOD tapi juga intraday.
Saya juga akan usulkan nanti untuk menambahkan frekuensi, maupun data
asing net buy or sell nya sehingga data realtime nya makin lengkap dan makin
banyak yang bisa diolah lagi untuk keperluan trading :)
Masih banyak lagi ide2 yg melintas di benak saya atas data2 yg tersedia
di website BEI.
Karenanya tadi saya minta bantuan bagi rekan2 yg bisa sedot data dan
disimpan dalam data mentah di Access ataupun Base, dimana nantinya bisa
dikonversikan kedalam bentuk csv dengan format tampilan yg kita inginkan, maka
akan jadi kekayaan data tersendiri yg bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan riset :)
jabat erat,
Irwna Ariston Napitupulu
2011/5/8 David Raharja <[email protected]>
Pak Irwan,
Jadi untuk datanya kita extract manually menjadi .CSV untuk kemudian
kita import ke dalam kolom OpenInt atau Aux1 atau Aux2 ?
Kalau mau akurat Value diambil dari penjumlahan value masing2 saham:
Volume x (O+H+L+C)/4 ?
Kalau mau cepat pakai Volume IHSG x (O+H+L+C)/4 dari IHSG ?
Atau ada yang sudah siap pakai tinggal import saja?
Tq
2011/5/8 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Pak David, di Amibroker Pro dengan settingan/format yahoo's CSV,
masih ada 3 kolom kosong yang bisa dimanfaatkan, OpenInt., Aux1, dan Aux2. Saya
masukan data dari value IHSG ke kolom Open Int. Lalu cara buat AFL untuk
manggil OpenInt yg sudah saya jadikan Value itu adalah sbb:
_SECTION_BEGIN("Value");
Plot( OpenInt,_DEFAULT_NAME(), ParamColor("Color", colorBlueGrey ),
ParamStyle( "Style", styleHistogram | styleOwnScale | styleThick, maskHistogram
), 2 );
_SECTION_END();
File AFL nya saya kirimkan juga agar memudahkan.
Sebenarnya, selain value, kita juga bisa masukan data frekuensi
perdagangan.
Bahkan, kalau kita percaya peranan asing berpengaruh dalam pergerakan
harga, kita jugua bisa masukan data tersebut yang nantinya bisa kita tampilkan
dalam bentuk grafik di Amibroker Pro, sekaligus bisa dianalisa perilaku
pergerakan harga terkait dengan asing net buy or net sell di saham tersebut dan
seberapa besar
Selama kita punya data, apapun bisa kita eksplore lebih jauh.
Amibroker Pro ini saya perhatikan cara kerjanya mirip dengan cara kerja SPSS
(program statistik). Hanya saja Amibroker Pro ini lebih menonjolkan kemampuan
visualisasi atas data yang ada, sementara SPSS lebih kepada menonjolkan
perhitungan2 statistik dengan formula2 yg sudah baku ada di software tersebut.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/5/8 David Raharja <[email protected]>
Pak Irwan,
Bagaimana cara bikin indikator Value? Apakah dihitung manual per
saham? Kemudian patokan harganya menggunakan close price atau rata2 (O+H+L+C) /
4 ?
Tq.
2011/5/8 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Syukurlah akhirnya Pak Michel bisa melihat poin yg saya coba
tunjukan sebelumnya, bahwa terkadang kalau kita tidak hati2 menterjemahkan
volume di indeks, maka bisa terpeleset dalam mengartikan situasi mengingat
dalam komponen indeks, ada saham2 yg berharga murah secara absolute, tapi bisa
mendominasi volume perdagangan sehingga terlihat volume meningkat tajam, tapi
secara valuasi perdagangan sebenarnya tidak terlalu.
Berikut ini saya coba kirimkan gambar IHSG (Composite) dengan
menggunakan Amibroker, untuk menunjukkan juga mengenai volume dan valuasi IHSG
di pasar reguler.
Saya coba terjemahkan juga dari melihat volume dan value
transaksi, saya golongan dalam 3 masa seperti garis vertikal tersebut.
NR = Naik Ramai2 (volume dan value perdagangan sama2 tinggi).
BC = Blue Chips lebih dominan dalam mempengaruhi kenaikan indeks.
23 = 2nd dan 3rd liner lebih dominan dalam menyumbang ke
pergerakan volume
Dengan mengetahui situasi ini, maka kita jadi bisa lebih cepat
mengira2 situasi yg sedang terjadi di bursa.
Semoga bermanfaat.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/5/7 Angelo Michel <[email protected]>
Ilmu dari Bang Ian very well proven.
Now we can see better! Bandar jadi lebih mudah kebaca di
market.
Complimentary knowledge dari Bang Ian, complimentary data dari
saya. Yang butuh data ini, japri ya.
IHSG dengan data Value (bukan Volume)
----- Original Message -----
From: Irwan Ariston Napitupulu
To: [email protected]
Sent: Friday, April 29, 2011 9:06 AM
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open
Sale!
IHSG mewakili banyak saham yang terdaftar di bursa saham
Indonesia.
Katakan ada saham 2nd atau 3rd liner dengan harga 60 perak
(katakan saja turun sekitar 10% dari hari sebelumnya). Market cap nya hanya 500
milyar. Ada volume transaksi satu milyar lembar, maka nilai perdagangannya
adalah kurang lebih katakan saja 60 milyar.
Disisi lain, ada saham yang harganya 6000 perak (katakan naik
sekitar 2% dari penutupan sebelumnya) , market cap nya 100 triliun. Volume
perdagangannya 50 juta lembar maka katakan saja valuasi perdagangannya jadi
sekitar 300 milyar.
Maka, kalau kita melihat volume perdagangan, maka jadi
menyesatkan karena seolah2 volumenya tinggi mencapai 1 milyar 50 juta lembar.
Padahal, volume 1 milyar itu disumbang oleh saham kecil dengan market cap
kecil. Justru yg volume kecil, 50 juta lembar malah memberikan kontribusi jauh
lebih besar ke perubahan IHSG dimana market cap nya mencapai 100 triliun
sehingga bobotnya ke IHSG lebih besar dari yg market cap nya hanya 500 milyar
dan juga nilai perdagangan juga mencapai 300 milyar.
Moga2 sekarang makin jelas melihat poin yang saya sampaikan.
Bila ingin menggunakan volume, lebih baik hanya ke saham
saja, jangan ke IHSG, karena kurang tepat. IHSG lebih tepat pakai valuasi
perdagangan ketimbang volume perdagangan. Hal ini karena volume perdagangan
bisa menyesatkan dan tidak menggambarkan kondisi IHSG yg sebenarnya seperti
sudah saya buatkan contohnya di atas. :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/4/29 agrilover <[email protected]>
Bang IAN,
apa bedanya value trx vs vol trx?
toh value = vol x harga sahamnya
sama2 menyesatkan dong?
mohon pencerahannya
2011/4/29 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa
menyesatkan/menjebak dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat
value transaksi (nilai perdagangan) ketimbang volume transaksi.
Sekedar sharing saja :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>
Setelah Bullish Cage gagal meneruskan kenaikan Indeks,
Red Arrow memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas
resistance pun gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini
diteguhkan lagi oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar berarti Bandar
sudah Open Sale!
Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks
menembus resistance di 3815 agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena
jika tidak ada kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan
penurunan akan cukup dalam.
DISCLAIMER ON
Grafik di atas adalah hasil AMTACharts
(http://id.amtacharts.com)
IHSGVOLVAL2.csv
Description: MS-Excel spreadsheet
