ok,  mari balik ke saham.
kalau misalnya subsidi minyak di hapuskan,  saham2 mana saja yang terpengaruh?
apa nih yang harus diincar atau dibuang senin besok.

fbs





________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, July 1, 2011 6:34:23 PM
Subject: Re: money mangement  Re: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM     
bersubsidi

 

Ini ngomong tentang apa ya? Subsidi, harga minyak yg fluktuatif, kebijakan 
pemerintah, GCG, peranan swasta, korupsi, atau apa? Dunia ini panggung 
sandiwara 
kawan2, 

________________________________

From:  "Oguds" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 2 Jul 2011 00:25:25 +0700 (WIT)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: money mangement  Re: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM       
 
bersubsidi
  

Saya nyumbang satu, negara yg sedang reformasi mengurangi subsidi minyak,
yaitu Iran. Ada berbagai alasan di bawah ini.
http://en.wikipedia.org/wiki/Iranian_targeted_subsidy_plan

Saya termasuk pendukung subsidi dicabut, dialihkan dalam bentuk lain, agar
sasarannya tepat. Subsidi itu jelas tidak sehat. Jangan dilatih rakyat
bahwa minyak itu murah, tapi sebaliknya, cekoki mereka bahwa minyak itu
mahal. Pada akhirnya, semua pihak akan menyesuaikan kok, ini hukum alam.

Apakah menyerahkan pendapatan negara kepada pasar, dalam bentuk subsidi,
itu hasilnya lebih baik? Ah, lihat saja contoh angkot. Kalau diserahkan
pada hukum pasar, hasilnya awut-awutan. Swasta tidak lebih baik dari
pemerintah. Di kepala mereka selalu profit oriented. Contoh terdekat ya di
milis ini, semuanya cuan oriented. Jarang sekali yg bicara melakukan
sosialisasi investasi kepada publik. Kenapa? Kagak ada duitnya bok.

On Fri, July 1, 2011 11:47 pm, Franciscus B Sinartio wrote:
> Ibu Katrin sdh menyumbang satu email untuk menuju 100.
> saya ikutan juga satu biji.
>
> saya mau coba diskusikan dengan memakai jargon yang sudah sering kita
> dengar di
> milis ini.
> sebenarnya yang paling penting dilakukan pemerintah dengan pencabutan
> subsidi
> inilah supaya pemerintah bisa melakukan money management dengan lebih
> sedikit
> kendala nya dan risikonya.
> sekarang money management (APBN dan  government income), dipengaruhi oleh
> naik
> turunnya harga minyak.
>
> kalau  subsidi dicabut maka fluktuasi harga minyak ditanggung  langsung
> oleh
> konsumer.  jadi mengurangi  pening kepala pemerintah.
>
> Nah pertanyaan berikutnya,  kondisi yang mana yang bisa menyebabkan
> multiplication factor yang  lebih besar dan positip  dalam perekonomian
> Indonesia?  jawaban nya bisa salah satunya, tergantung dilihat dari sisi
> mana.
> Di dunia ekonomi dan engineering ada istilah simulasi,  mungkin perlu
> dilakukan
> simulasi, dengan what if - what if nya.
>
> Kalau uang nya tidak dipakai untuk subsidi, jangan langsung cari mau
> dipakai
> untuk apa.  Beberapa tahun lalu, pemerintah langsung memakai nya untuk
> "kesejahteraan rakyat".  yah tidak perlu begitu.
> Biarkan program2 yang telah direncanakan oleh pemerintah dijalankan sesuai
> rencana nya dan dengan dicabutnya subsidi berarti pemerintah punya duit
> lebih
> besar flexibility untuk menjalankan dan meng improvisasi program2
> tersebut.
>
> Sisi satunya dari koin adalah penerimaan pemerintah,  yang terbesar dalam
> hal
> ini adalah pajak (iya kan??),  mungkin saja  pajak bisa diturunkan.  tapi
> apakah
> ini tindakan terbaik,  saya juga tidak tahu
>
>
> disinggung singgung juga korupsi  dalam thread email ini.
>
> tidak perlu berdebat panjang lebar, kita semua setuju korupsi itu tidak
> baik
> bisa menghabncurkan negara.
> nah apakah kita mempraktekkan apa yang kita percayai?
>
> kalau kita bukan orang pemerintahan, dengan mudahnya kita berteriak
> teriak,
> korupsi tidak baik  dst... dst..
> tetapi sisi lain coin nya adalah yang memberikan  bribery (salah satu
> contoh).
>
> nah kalau kita percaya korupsi itu tidak baik, maka kita harus percaya
> juga
> bahwa bribery juga tidak baik. sudah siapkah kita untuk tidak membayar
> uang
> damai dimana pun?  ini masih skala kecil.
>
> selamat berakhir pekan.
>
> fbs
> swasta murni tidak ada hubungannya dengan pemerintahan sama sekali.
>
>
>________________________________
> From: katrin <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Fri, July 1, 2011 5:22:37 PM
> Subject: Re: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM bersubsidi
>
>
>
> Pertanyaan nya juga thread ini kalau sampai senin akan sampai 100+ emails
> gak ya
> ???? :d
>
>
> sent with love®
>________________________________
>
> From:  Susanto Salim <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 1 Jul 2011 23:20:25 +0700
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM bersubsidi
>
> Nah pertanyaannya lebih baik swasta yang bangun atau pemerintah yang
> bangun?
> Terus terang saya bukan pakar dibidang ini, cuman untuk dipertimbangkan
> saja
> bahwa ada banyak hal yang mungkin swasta atau rakyat bisa melakukannya
> lebih
> baik dari pemerintah.
>
> tentu saja semua masih bisa diperdebatkan.
> -----------
> A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his
> revenue.
> -- René Descartes
>
>
>
> 2011/7/1 panda <[email protected]>
>
>
>>
>> Waduh logikanya bener tapi ga bisa dipandang seperti itu, subsidi harus
>>dikurangin supaya negara ini maju, bedanya kalau pemerintah terus2an
>> nanggung
>>subsidi trus pembangunan ni negara gimana?
>>
>>Perekonomian tanpa infrastruktur yang baik ga akan bisa terwujud jadi
>>perekonomian yang bagus
>>Belum lagi hal2 diluar infrastruktur seperti pendidikan dll
>>
>>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>________________________________
>
>>From:  Susanto Salim <[email protected]>
>>Sender: [email protected]
>>Date: Fri, 1 Jul 2011 19:16:29 +0700
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo: [email protected]
>>Subject: Re: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM bersubsidi
>>
>>
>>Pak, bisa diberi gambaran gak buat newbie seperti ane, tentang mengapa
>> mencabut
>>subsidi itu baik?
>>
>>
>>Kalo menurut saya cabut subsidi kan artinya pemerintah punya duit lebih
>> untuk
>>dibelanjakan, bisa bangun macem2 yang diharapkan bermanfaat buat rakyat.
>> Kalau
>>subsidi tidak dicabut, bukankah si duit itu sudah dirasakan langsung
>> manfaatnya
>>buat rakyat. Rakyat yang menerima subsidi bisa memutuskan sendiri duit
>> lebih
>>(Akibat hemat beli bensin) itu mau dimanfaatkan untuk apa, bisa buat
>>belanja,yang akhirnya meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja
>> karena si
>>pabrik cuan jadi bisa ekspansi, atau ditabung yang pada akhirnya bisa
>> juga
>>disalurkan oleh bank ke yang membutuhkan. Dalam hal subsidi dicabut kita
>>menyerahkan kepada pemerintah bagaimana sebaiknya uang ini dibelanjakan,
>> nah
>>apakah pemerintah tau mana yang lebih baik buat rakyatnya dibanding
>> rakyat
>>sendiri?
>>
>>Kalau dianggap tidak tepat sasaran karena hanya dinikmati orang kaya,
>> apakah ada
>>hitung2an nya? Dengan logika yang sama dengan di atas bukankah subsidi
>> terhadap
>>wong sugih pun akhirnya akan membuat doi belanja lebih banyak (karena
>> punya duit
>>lebih) dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi juga.
>>
>>kalo alasannya sekedar biar apbn sehat mah mengapa gak belanjanya
>> pemerintah
>>atau korupsi nya aja yang dikurangin. Kalo cetak duit terus kayak america
>>termasuk subsidi juga kali ya...minimal subsidi bunga, biar bunga rendah.
>>-----------
>>A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his
>>revenue.
>>-- René Descartes
>>
>>
>>
>>2011/7/1 Treasure Seeker <[email protected]>
>>
>>
>>>
>>>saya termasuk yg sudah sejak lama setuju dengan ide ini ... downside
>>> impact ke
>>>ASII dan issuers yg sensitive terhadap inflasi pasti ada, tapi karena
>>> daya beli
>>>yg semakin baik maka akan cepat recover juga ..
>>>
>>>
>>>2011/7/1 positif01 <[email protected]>
>>>
>>>
>>>>
>>>>Just another one like what we posted earlier the day. Chatib Basri
>>>> benar (see
>>>>link below), pencabutan subsidi di tengah membaiknya sentimen dan
>>>> indikator
>>>>pasar merupakan pilihan ekonomis yang paling logis.
>>>>
>>>>Astra International, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank ini dan
>>>> itu
>>>>sebagai suatu badan usaha akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,
>>>> demikian
>>>>pula karyawan dan manajemen-nya tetap menerima gaji seperti biasa
>>>> apakah inflasi
>>>>naik atau turun, apakah subsidi BBM dicabut atau tidak. Kalau
>>>> ketar-ketir
>>>>pemegang sahamnya yang ditotal seluruh Indonesia dan itupun dari total
>>>> 500 saham
>>>>yang ada di BEI, tidak sampai 300 ribu, dibandingkan kepentingan makro
>>>> penduduk
>>>>Indonesia yang 300 juta, tidak ada ganjalannya; tidak ada artinya. :d
>>>>
>>>>'+'
>>>>
>>>>http://headlines.vivanews.com/news/read/230124-presiden-tak-tegas-naikkan-harga-bbm
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>VIVAnews - Perdebatan terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM) karena
>>>> Presiden
>>>>tidak bisa tegas dalam memutuskan masalah ini. Pemerintah belum berani
>>>> memilih
>>>>opsi menaikkan harga BBM.
>>>>
>>>>Kementerian Keuangan selama ini terus mendesak Kementerian Energi dan
>>>> Sumber
>>>>Daya Mineral secepatnya memutuskan kebijakan pembatasan BBM. Namun,
>>>> program yang
>>>>dirancang dari akhir tahun lalu molor hingga sekarang.
>>>>Alasannya, Kementerian ESDM merasa belum siap melakukan pembatasan BBM
>>>>bersubsidi. "Jika ada kementerian yang berselisih, seharusnya Presiden
>>>> tegas"
>>>>ujar pengamat ekonomi Chatib Basri ketika dihubungi VIVAnews.com di
>>>> Jakarta,
>>>>Kamis, 30 Juni 2011.
>>>>
>>>>Menurut dia, jika pemerintah tidak sanggup dengan beban BBM bersubsidi,
>>>>pemerintah harus menaikkan harga BBM.
>>>>Chatib menilai, kenaikan harga BBM jenis Premium yang relevan saat ini
>>>> Rp1.500
>>>>atau menjadi Rp6.000 per liter. Kenaikan harga BBM itu akan memicu
>>>> tambahan
>>>>inflasi 2,1 persen, sehingga akhir tahun inflasi berkisar 7-8 persen.
>>>>"Inflasi sebesar itu wajar, karena selama ini rata-rata inflasi 7
>>>> persen,"
>>>>ujarnya.
>>>>
>>>>Menurut dia, pemerintah menaikkan angka defisit akibat beban subsidi
>>>> BBM juga
>>>>tidak wajar. Idealnya, defisit digunakan untuk membangun infrastruktur
>>>> atau
>>>>untuk belanja modal.
>>>>"Tapi, kalau defisit membengkak gara-gara untuk membayar uang, itu
>>>> tidak tepat.
>>>>Bagaimana mau melakukan kebijakan seperti itu? Menurut saya naikkan
>>>> saja harga
>>>>BBM," tegasnya.
>>>>
>>>>Pemerintah tidak perlu takut aspek politis yang akan membayangi jika
>>>> BBM naik.
>>>>Buktinya, pemerintah di masa Susilo Bambang Yudhoyono pernah menaikkan
>>>> BBM
>>>>selama tiga kali. Bahkan, pada 2005 menaikkan BBM sebesar 30 persen dan
>>>> 120
>>>>persen.
>>>>"SBY malah terpilih kembali. Jika ada argumen karena politik, saya
>>>> tidak melihat
>>>>di mana," katanya.
>>>>
>>>>Pemerintah menaikkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
>>>> (APBN) dari
>>>>1,8 persen menjadi 2,1 persen. Angka defisit itu tidak berubah lagi
>>>> asalkan
>>>>Kementerian ESDM menetapkan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi tahun
>>>> ini.
>>>>Sebab, tren konsumsi BBM sudah lebih tinggi dibanding biasanya.
>>>>
>>>>On Fri, Jul 1, 2011 at 1:42 PM, positif01 <[email protected]> wrote:
>>>>
>>>>This the second golden chance offer by market this year to Indonesia
>>>>Administration to lift/limit subsidy to keep the state budget
>>>> healthier, and
>>>>stay ahead of inflation curve afterwards. Pain may be caused but a
>>>> considerate
>>>>action plan in the middle of positive sentiment of market local,
>>>> regional and
>>>>global is expected to buffer the worst expected, when the chance will
>>>> have just
>>>>gone astray, and everything will be too late. Indonesia Central Bank
>>>> Governor,
>>>>Darmin Nasution, had also reminded the importance of administration to
>>>> move
>>>>swiftly on this fuel subsidy cut
>>>>(http://finance.detik.com/read/2011/06/01/170722/1652059/1034/bi-pemerintah-telat-naikkan-harga-bbm).
>>>>
>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>This is the time. Bravery is needed for politician just like their
>>>>> counterpart
>>>>>in Greece. Stop being politician a while and try to see from another
>>>>> perspective
>>>>>for better and quicker growing Indonesia.
>>>>>
>>>>>
>>>>>http://www.reuters.com/article/2011/06/28/indonesia-economy-fuel-idUSJKB00457920110628
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>'+'
>>>>
>>>
>>
>
>
>
>

-- 
Tertanda,
Oguds [960000031]




Kirim email ke