Oh iya, cuman mau menambahkan, koreksi itu kan tidak hanya berarti turun tetapi bisa juga harga terkoreksi naik :d
sent with love® -----Original Message----- From: "katrin" <[email protected]> Date: Sun, 31 Jul 2011 15:02:09 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar. Hihihi iya kalau pengertian market is always right adalah kesepakatan penjual-pembeli saya setuju deh. Tadi saya nangkep nya maksud market is always right adalah harga sesuatu selalu mencerminkan sluruh faktor-2 selain kesepakan pembeli-penjual. Poin 2, harga yang tekoreksi bisa ada bbrp sebab kan ? Antara lain, profit taking, ini saya setuju tidak disebut koreksi tapi pause atau ngambil nafas deh. Tapi kalau case nya ambil contoh : harga saham bergerak naik terlalu cepat yg tdk berkestujuan dgn faktor lain, e.g perfomance emiten itu sendiri tetapi hanya karena ekspetasi naik dari pembeli dan ekspetasi harga sudah sesuai dari penjual, maka istilah koreksi tetap tepat karena penurunan harga adalah merupakan koreksi "harga" terhadap faktor-2 lain..:d Anw, mungkin sebaiknya memang dipisahkan antara penurunan karena pt dan koreksi karena harga menyesuaikan dgn seluruh faktor harga :d sent with love® -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 31 Jul 2011 21:44:59 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar. Bu Katrin, saya ingin meluruskan pengertian market is always right. Pengertian market is always right itu bukan berarti market selalu naik bila itu yg bu Katrin maksudkan. Market is always right itu maksudnya adalah berapapun harga yang terjadi pasar, itu adalah cerminan kesepakatan antara pembeli dan penjual dimana mereka bersepakat untuk membeli dan menjual. Mungkin bagi sementara orang harga tersebut terlalu mahal, tapi bagi orang lain harga tersebut masih murah, sehingga terjadilah perdagangan di harga tersebut. Dan inilah yang disebut dengan istilah market is always right. Jadi, dalam kondisi market is always right itu harga bisa bergerak naik bisa juga bergerak turun :) Tapi yang jelas market koreksi itu seperti menunjukkan bahwa harga yang naik itu adalah sesuatu yang salah sehingga harus dikoreksi. Padahal kita tahu bersama, sering sekali setelah turun, harga kembali naik. Lalu, dimanakah salahnya harga yang naik sehingga harus turun kalau setelah turun lalu ternyata naik kembali dan bahkan melebihi kenaikan sebelumnya? Itu sebabnya, saya melihat untuk istilah market yang sudah turun karena adanya profit taking itu tidak tepat disebut dengan koreksi karena memang tidak ada yang salah dengan kenaikan di market sehingga perlu dikoreksi :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/7/31 katrin <[email protected]> > ** > > > 1. stock market selama nya seharusnya mengalami kenaikan selama berkala. > Kalau stock market tidak naik maka cuman bisa trading pakai short yang angka > akhir nya yah "0". Sampai saat ini belum ada market saham yg secara TA > bergerak ke angka 0 kecuali mungkin negara-2 yg sedang perang misalnya. > > 2. Kalau stock market aka index turun biasanya kan kalau factor fundamental > i.e macro economy sedang menurun, atau market berjalan terlalu cepat, atau > sebab-2 lain nya seperti pump and dump play. > > 3. Contoh nya kayak Dow yang bertahan bbrp bulan di atas 13 ribu an padahal > ekonomi USA sedang kontraksi, atau saat Nasdaq berjalan terlalu cepat > dibanding perkembangan fundamental perusahaan internet karena faktor "me > too". Saham seperti TMPI yg bergerak karena digerakkan secara khusus > sehingga akhirnya mengalami penurunan. > > Jadi menurut saya sih istilah "koreksi" sangat valid, karena istilah > "market is always right" itu yah gak bener sih soalnya market efficiency > "tidak pernah" ada. Market always right jika informasi tersedia merata untuk > seluruh partisipan market. > > Indikator TA setiap saat tidak pernah salah tetapi tidak seluruh indikator > menggambarkan seluruh kondisi market secara bersamaan. > > *nunggu market koreksi :d > > > sent with love® > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 31 Jul 2011 21:02:26 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di pasar. > > > > Mulai hari ini, saya sudah resmi meninggalkan penggunakan istilah > koreksi untuk market yang sudah turun setelah kenaikan cukup lumayan > seperti yang selama ini umum digunakan orang. Alasan dasarnya adalah > karena saya baru menyadari pengertin arti kata koreksi itu adalah > membetulkan apa yang sebelumnya salah atau dinilai salah. Saya juga > sudah cek pengertian kata correction di dictionary.com yang arahnya > (diluar yg berhubungan dengan harga karena hal tersebut yg lagi > dipermasalahkan) semua mengarah ke hal yang saya sebutkan yaitu > perbaikan dari sesuatu yang kurang baik atau salah sebelumnya. > > Disisi lain saya tidak melihat sesuatu yang naik dengan cepat itu > adalah sesuatu yang salah. Hal ini karena saya menganut pemahaman > bahwa market is always right. Pasar selalu benar. Karena pasar selalu > benar, jadi logikanya tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada > pergerakan yang salah sehingga istilah koreksi itu bagi saya sekarang > menjadi janggal dan tidak tepat. > > Istilah lainnya yang juga per hari ini saya tinggalkan adalah istilah > technical correction. Technical correction juga merupakan istilah yang > tidak tepat karena seolah-olah jadi berarti bahwa TA sebelumnya itu > salah sehingga perlu ada koreksi TA. > > Saya sebagai seorang chartist jadi melihat bahwa bila saya menggunakan > istilah koreksi sama saja saya menganggap salah suatu pergerakan > ataupun TA, dan itu berarti saya merendahkan ilmu TA itu sendiri. > Selain juga menggunakan istilah pasar sedang koreksi seolah-oleh > sebelumnya pasar sudah bergerak salah padahal konsep market is always > right adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saya tidak ingin > merendahkan TA tidak juga ingin merendahkan pasar. Oleh karena itu > istilah koreksi saya tinggalkan per hari ini. > > Sebagai gantinya, saya akan menggunakan istilah yang menurut saya > lebih tepat yaitu: > Temporary top reversal atau short term top reversal. > > Istilah ini jelas jauh lebih tepat ketimbang istilah koreksi. Istilah > market terkoreksi, menurut saya lebih tepat dikatakan market sedang > turun secara temporer. Saya terbayang saja bila suatu saat bertemu > dengan orang awam kemudian saya ceritakan market sedang terkoreksi, > lalu dia bertanya kenapa terkoreksi. Apakah ada yang salah dengan > pergerakan sebelumya sehingga harus dikoreksi? Saya tentu akan > kesulitan menjawabnya. Kalau saya jelaskan, maksudnya market sedang > turun secara jangka pendek atau temporer. Bisa jadi dia lalu bertanya > balik kenapa tidak katakan saja sebenarnya market sedang turun secara > jangka pendek atau temporer. Hal ini karena market sedang koreksi itu > seolah2 ada yang salah dengan market sehingga perlu dikoreksi atau > dibetulkan. > > Setelah menyadari kesalahan yang telah mendarah daging selama ini akan > penggunakan kata koreksi atau "correction" yang tidak tepat di dunia > grafik atau pasar, maka saya memilih untuk meninggalkan istilah > correction tersebut karena saya sadar tidak ada yang salah di pasar > ataupun TA sehingga perlu dikoreksi :) > > Pro dan kontra terhadap pandangan di atas akan saya anggap sebagai > sesuatu yang wajar saja. Saya memilih untuk memulai menggunakan > istilah yang lebih tepat saja tanpa akan menyalahkan mereka yang masih > lebih suka menggunakan istilah koreksi. > > Bagi yang ingin berpendapat berbeda, dipersilakan saja karena ini > forum bebas dan mungkin kita bertukar pikiran akan hal tersebut :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > >
