harga makanan yg selalu naik pada bulan puasa apakah juga koreksi?
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
----- Original Message -----
From: PH
To: [email protected]
Sent: Monday, August 01, 2011 9:31 AM
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
Mungkin koreksi bukan hanya untuk orang yang beli dan jual pak irwan.
Kalau arti koreksi itu pembetulan dari yang salah.
Maka saya penjual barang yang menyatakan harus koreksi (lalu harga saham
turun). Maka dari itu kata koreksi muncul. Yah menurut saya harga saham
tersebut salah maka saya harus mengkoreksi. Kebetulan juga di dukung majority
orang maka penjual lebih banyak maka harga akan turun.
Jadi majority menjual karena menurut nya perlu koreksi.
Wajar saja kata koreksi digunakan. Mungkin pak ian di pihak lain yang tidak
setuju harga salah tapi bukan bearti bagi penjual itu harga sekarang adalah
benar. Yah waktu harga naik dia ga ikutan beli. Saat naik terlalu banyak maka
saat nya "pembetulan dari yang salah" dilakukan oleh pemegang saham.
Yah mungkin kata "koreksi" itu lebih cocok digunakan dan juga sudah digunakan
secara umum.
Ingat tidak semua orang harus setuju bahwa harga sekarang itu sudah benar.
Benar bagi pembeli dan penjual? Bagi yang belum melakukan transaksi, Dan hanya
melakukan transaksi saat melihat harga sudah salah dan diperlukan nya koreksi /
pembetulan yang salah.
Kata koreksi saya rasa tidak salah digunakan. Walaupun pak irwan berprinsip
market is always right. Kalau tidak ada yang memulai berpikiran bahwa harga
sekarang adalah salah maka tidak ada yang akan melakukan perubahan arah atas
harga saham tersebut.
------------------------------------------------------------------------------
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Jul 2011 22:22:45 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
kalau menggunakan kata koreksi maka tidak berlaku pemahaman market is always
right. :)
Bila memakai dan mengaminkan market is always right, dalam artian bahwa harga
di pasar adalah hasil kesepakatan antara pembeli dan penjual yang bisa memiliki
pemahamannya sendiri akan harga dan bersekpakatan untuk melakukan transaksi
beli dan jual.
Bisa saja harga harga tersebut terlalu mahal buat kita karena menghitung
katakanlah laporan keuangan atau fundamental perusahaan. Tapi tetap saja kita
tidak bisa mengatakan bahwa pembeli itu salah membeli di harga tersebut hanya
karena kita memiliki value yang berbeda dengan orang tersebut. Tolok ukurnya
bukan pemikiran kita, karena dipasar itu adalah soal harga yang terjadi di
pasar itulah harga pasar. Harga pasar selalu benar. Karena market is always
right. Market tidak bergerak berdasarkan pemikiran kita. Dia bergerak
berdasarkan kesepakatan antara pembeli dan penjual dipasar. Itulah maksud dari
istilah market is always right. Kita hanya bisa mengatakan harganya terlalu
mahal atau harganya terlalu murah :)
Sebagai contoh, adakah kita bisa mengatakan bahwa harga ADMG di 850 pada
penutupan hari Jumat adalah harga saya salah karena penurunannya terlalu banyak
dalam sehari (turun 17,47%) sementara IHSG hanya turun 0,36%? Atau bisakah kita
mengatakan harganya di 850 tidak benar karena PER nya murah? Kalau kita katakan
tidak benar, maka harga penutupan hari Jumat harus dikoreksi ke harga yang
benar. Apakah BEI akan mau melakukan koreksi tersebut? Tentu tidak karena harga
dipasar sudah benar, karena memang market is always right, apapun pemikiran
atau penilaian kita atas valuasi terhadap saham tersebut :)
Kembali ke kata koreksi, pemahaman dasar dari kata koreksi itu adalah
memperbaiki atau membetulkan atas sesuatu yang dianggap salah atau tidak tepat.
Yang jadi pertanyaan, adakah yang salah dengan pergerakan atau harga
sebelumnya? Maka, kalau kita katakan ada, maka akan berbenturan dengan konsep
yang mengatakan market is always right dimana tidak ada yang perlu dikoreksi
karena memang tidak ada yang salah dari pergerakan harga atau harga itu
sendiri. :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/7/31 katrin <[email protected]>
Hihihi iya kalau pengertian market is always right adalah kesepakatan
penjual-pembeli saya setuju deh.
Tadi saya nangkep nya maksud market is always right adalah harga sesuatu
selalu mencerminkan sluruh faktor-2 selain kesepakan pembeli-penjual.
Poin 2, harga yang tekoreksi bisa ada bbrp sebab kan ? Antara lain, profit
taking, ini saya setuju tidak disebut koreksi tapi pause atau ngambil nafas deh.
Tapi kalau case nya ambil contoh : harga saham bergerak naik terlalu cepat
yg tdk berkestujuan dgn faktor lain, e.g perfomance emiten itu sendiri tetapi
hanya karena ekspetasi naik dari pembeli dan ekspetasi harga sudah sesuai dari
penjual, maka istilah koreksi tetap tepat karena penurunan harga adalah
merupakan koreksi "harga" terhadap faktor-2 lain..:d
Anw, mungkin sebaiknya memang dipisahkan antara penurunan karena pt dan
koreksi karena harga menyesuaikan dgn seluruh faktor harga :d
sent with loveĀ®
----------------------------------------------------------------------------
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Jul 2011 21:44:59 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
Bu Katrin, saya ingin meluruskan pengertian market is always right.
Pengertian market is always right itu bukan berarti market selalu naik bila
itu yg bu Katrin maksudkan. Market is always right itu maksudnya adalah
berapapun harga yang terjadi pasar, itu adalah cerminan kesepakatan antara
pembeli dan penjual dimana mereka bersepakat untuk membeli dan menjual. Mungkin
bagi sementara orang harga tersebut terlalu mahal, tapi bagi orang lain harga
tersebut masih murah, sehingga terjadilah perdagangan di harga tersebut. Dan
inilah yang disebut dengan istilah market is always right.
Jadi, dalam kondisi market is always right itu harga bisa bergerak naik
bisa juga bergerak turun :)
Tapi yang jelas market koreksi itu seperti menunjukkan bahwa harga yang
naik itu adalah sesuatu yang salah sehingga harus dikoreksi. Padahal kita tahu
bersama, sering sekali setelah turun, harga kembali naik. Lalu, dimanakah
salahnya harga yang naik sehingga harus turun kalau setelah turun lalu ternyata
naik kembali dan bahkan melebihi kenaikan sebelumnya?
Itu sebabnya, saya melihat untuk istilah market yang sudah turun karena
adanya profit taking itu tidak tepat disebut dengan koreksi karena memang tidak
ada yang salah dengan kenaikan di market sehingga perlu dikoreksi :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/7/31 katrin <[email protected]>
1. stock market selama nya seharusnya mengalami kenaikan selama berkala.
Kalau stock market tidak naik maka cuman bisa trading pakai short yang angka
akhir nya yah "0". Sampai saat ini belum ada market saham yg secara TA bergerak
ke angka 0 kecuali mungkin negara-2 yg sedang perang misalnya.
2. Kalau stock market aka index turun biasanya kan kalau factor
fundamental i.e macro economy sedang menurun, atau market berjalan terlalu
cepat, atau sebab-2 lain nya seperti pump and dump play.
3. Contoh nya kayak Dow yang bertahan bbrp bulan di atas 13 ribu an
padahal ekonomi USA sedang kontraksi, atau saat Nasdaq berjalan terlalu cepat
dibanding perkembangan fundamental perusahaan internet karena faktor "me too".
Saham seperti TMPI yg bergerak karena digerakkan secara khusus sehingga
akhirnya mengalami penurunan.
Jadi menurut saya sih istilah "koreksi" sangat valid, karena istilah
"market is always right" itu yah gak bener sih soalnya market efficiency "tidak
pernah" ada. Market always right jika informasi tersedia merata untuk seluruh
partisipan market.
Indikator TA setiap saat tidak pernah salah tetapi tidak seluruh
indikator menggambarkan seluruh kondisi market secara bersamaan.
*nunggu market koreksi :d
sent with loveĀ®
--------------------------------------------------------------------------
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Jul 2011 21:02:26 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di pasar.
Mulai hari ini, saya sudah resmi meninggalkan penggunakan istilah
koreksi untuk market yang sudah turun setelah kenaikan cukup lumayan
seperti yang selama ini umum digunakan orang. Alasan dasarnya adalah
karena saya baru menyadari pengertin arti kata koreksi itu adalah
membetulkan apa yang sebelumnya salah atau dinilai salah. Saya juga
sudah cek pengertian kata correction di dictionary.com yang arahnya
(diluar yg berhubungan dengan harga karena hal tersebut yg lagi
dipermasalahkan) semua mengarah ke hal yang saya sebutkan yaitu
perbaikan dari sesuatu yang kurang baik atau salah sebelumnya.
Disisi lain saya tidak melihat sesuatu yang naik dengan cepat itu
adalah sesuatu yang salah. Hal ini karena saya menganut pemahaman
bahwa market is always right. Pasar selalu benar. Karena pasar selalu
benar, jadi logikanya tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada
pergerakan yang salah sehingga istilah koreksi itu bagi saya sekarang
menjadi janggal dan tidak tepat.
Istilah lainnya yang juga per hari ini saya tinggalkan adalah istilah
technical correction. Technical correction juga merupakan istilah yang
tidak tepat karena seolah-olah jadi berarti bahwa TA sebelumnya itu
salah sehingga perlu ada koreksi TA.
Saya sebagai seorang chartist jadi melihat bahwa bila saya menggunakan
istilah koreksi sama saja saya menganggap salah suatu pergerakan
ataupun TA, dan itu berarti saya merendahkan ilmu TA itu sendiri.
Selain juga menggunakan istilah pasar sedang koreksi seolah-oleh
sebelumnya pasar sudah bergerak salah padahal konsep market is always
right adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saya tidak ingin
merendahkan TA tidak juga ingin merendahkan pasar. Oleh karena itu
istilah koreksi saya tinggalkan per hari ini.
Sebagai gantinya, saya akan menggunakan istilah yang menurut saya
lebih tepat yaitu:
Temporary top reversal atau short term top reversal.
Istilah ini jelas jauh lebih tepat ketimbang istilah koreksi. Istilah
market terkoreksi, menurut saya lebih tepat dikatakan market sedang
turun secara temporer. Saya terbayang saja bila suatu saat bertemu
dengan orang awam kemudian saya ceritakan market sedang terkoreksi,
lalu dia bertanya kenapa terkoreksi. Apakah ada yang salah dengan
pergerakan sebelumya sehingga harus dikoreksi? Saya tentu akan
kesulitan menjawabnya. Kalau saya jelaskan, maksudnya market sedang
turun secara jangka pendek atau temporer. Bisa jadi dia lalu bertanya
balik kenapa tidak katakan saja sebenarnya market sedang turun secara
jangka pendek atau temporer. Hal ini karena market sedang koreksi itu
seolah2 ada yang salah dengan market sehingga perlu dikoreksi atau
dibetulkan.
Setelah menyadari kesalahan yang telah mendarah daging selama ini akan
penggunakan kata koreksi atau "correction" yang tidak tepat di dunia
grafik atau pasar, maka saya memilih untuk meninggalkan istilah
correction tersebut karena saya sadar tidak ada yang salah di pasar
ataupun TA sehingga perlu dikoreksi :)
Pro dan kontra terhadap pandangan di atas akan saya anggap sebagai
sesuatu yang wajar saja. Saya memilih untuk memulai menggunakan
istilah yang lebih tepat saja tanpa akan menyalahkan mereka yang masih
lebih suka menggunakan istilah koreksi.
Bagi yang ingin berpendapat berbeda, dipersilakan saja karena ini
forum bebas dan mungkin kita bertukar pikiran akan hal tersebut :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu