Bagaimana jika harga saham / ihsg sedang turun lalu dikoreksi naik?
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
----- Original Message -----
From: heru
To: Saham
Sent: Monday, August 01, 2011 7:28 AM
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
Bahasa bulenya apa ya, 'Market in Correction' bukan? Yg sering ditulis '+'
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
------------------------------------------------------------------------------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 1 Aug 2011 00:16:11 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
Saya setuju kali ini ma pak Jimmi.
Istilah koreksi sudah digunakan oleh orang awam maupun secara formal, sudah
"branding"dalam komunitas para trader/investor bukan saja di indonesia tp juga
internasional. Saya kawatir dengan penggunaan istilah baru tsb dappat membuat
"kerancuan" bagi banyak orang, walaupun penggantian tsb menurut saya sah sah
saja asalkan dapat diterima oleh komunitas lokal maupun internasional
All about stock informaton on : www.STOCKMARKETPROFILE.com
------------------------------------------------------------------------------
From: Jimmy Setiadi Hartono <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Jul 2011 08:16:19 -0700 (PDT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
Pak Irwan, terkadang suatu kata biarpun secara kamus salah, tetapi arti kata
tersebut sudah terlanjur beredar di masyarakat dan masyarakat sudah mengerti
artinya....
Contoh:
1. semua orang yang makan di warung kopi pasti tau istilah "Internet" yaitu
"Indomie" + telor + kornet.
apakah mie yang dijual disitu adalah merk "Indomie"?? bisa saja mie merk
lain seperti sarimi, mie sedap, dll.....
2. Teh Botol...... Teh botol adalah merk yang dimiliki oleh Sosro.....
tetapi semua teh yang dalam kemasan botol disebut Teh Botol....
3. Air minum dalam kemasan istilah di masyarakat adalah AQUA.... padahal
merk-nya belom tentu Aqua.....
Diatas adalah beberapa contoh kekeliruan yang sudah memasyarakat, tetapi
orang2 sudah tau kira2 artinya....
Sementara untuk kata "Koreksi" yang Pak Irwan katakan, memang arti koreksi
dalam kamus dengan istilah yang sehari2 digunakan dalam trading berbeda...
Tetapi, masyarakat terutama traders & investor sudah mengerti arti koreksi
adalah penurunan sementara harga saham..
Sekian pendapat dari saya
Jimmy
------------------------------------------------------------------------------
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 31, 2011 9:44 PM
Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di ppasar.
Bu Katrin, saya ingin meluruskan pengertian market is always right.
Pengertian market is always right itu bukan berarti market selalu naik bila
itu yg bu Katrin maksudkan. Market is always right itu maksudnya adalah
berapapun harga yang terjadi pasar, itu adalah cerminan kesepakatan antara
pembeli dan penjual dimana mereka bersepakat untuk membeli dan menjual. Mungkin
bagi sementara orang harga tersebut terlalu mahal, tapi bagi orang lain harga
tersebut masih murah, sehingga terjadilah perdagangan di harga tersebut. Dan
inilah yang disebut dengan istilah market is always right.
Jadi, dalam kondisi market is always right itu harga bisa bergerak naik bisa
juga bergerak turun :)
Tapi yang jelas market koreksi itu seperti menunjukkan bahwa harga yang naik
itu adalah sesuatu yang salah sehingga harus dikoreksi. Padahal kita tahu
bersama, sering sekali setelah turun, harga kembali naik. Lalu, dimanakah
salahnya harga yang naik sehingga harus turun kalau setelah turun lalu ternyata
naik kembali dan bahkan melebihi kenaikan sebelumnya?
Itu sebabnya, saya melihat untuk istilah market yang sudah turun karena
adanya profit taking itu tidak tepat disebut dengan koreksi karena memang tidak
ada yang salah dengan kenaikan di market sehingga perlu dikoreksi :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/7/31 katrin <[email protected]>
1. stock market selama nya seharusnya mengalami kenaikan selama berkala.
Kalau stock market tidak naik maka cuman bisa trading pakai short yang angka
akhir nya yah "0". Sampai saat ini belum ada market saham yg secara TA bergerak
ke angka 0 kecuali mungkin negara-2 yg sedang perang misalnya.
2. Kalau stock market aka index turun biasanya kan kalau factor fundamental
i.e macro economy sedang menurun, atau market berjalan terlalu cepat, atau
sebab-2 lain nya seperti pump and dump play.
3. Contoh nya kayak Dow yang bertahan bbrp bulan di atas 13 ribu an padahal
ekonomi USA sedang kontraksi, atau saat Nasdaq berjalan terlalu cepat dibanding
perkembangan fundamental perusahaan internet karena faktor "me too". Saham
seperti TMPI yg bergerak karena digerakkan secara khusus sehingga akhirnya
mengalami penurunan.
Jadi menurut saya sih istilah "koreksi" sangat valid, karena istilah
"market is always right" itu yah gak bener sih soalnya market efficiency "tidak
pernah" ada. Market always right jika informasi tersedia merata untuk seluruh
partisipan market.
Indikator TA setiap saat tidak pernah salah tetapi tidak seluruh indikator
menggambarkan seluruh kondisi market secara bersamaan.
*nunggu market koreksi :d
sent with love®
----------------------------------------------------------------------------
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Jul 2011 21:02:26 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di pasar.
Mulai hari ini, saya sudah resmi meninggalkan penggunakan istilah
koreksi untuk market yang sudah turun setelah kenaikan cukup lumayan
seperti yang selama ini umum digunakan orang. Alasan dasarnya adalah
karena saya baru menyadari pengertin arti kata koreksi itu adalah
membetulkan apa yang sebelumnya salah atau dinilai salah. Saya juga
sudah cek pengertian kata correction di dictionary.com yang arahnya
(diluar yg berhubungan dengan harga karena hal tersebut yg lagi
dipermasalahkan) semua mengarah ke hal yang saya sebutkan yaitu
perbaikan dari sesuatu yang kurang baik atau salah sebelumnya.
Disisi lain saya tidak melihat sesuatu yang naik dengan cepat itu
adalah sesuatu yang salah. Hal ini karena saya menganut pemahaman
bahwa market is always right. Pasar selalu benar. Karena pasar selalu
benar, jadi logikanya tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada
pergerakan yang salah sehingga istilah koreksi itu bagi saya sekarang
menjadi janggal dan tidak tepat.
Istilah lainnya yang juga per hari ini saya tinggalkan adalah istilah
technical correction. Technical correction juga merupakan istilah yang
tidak tepat karena seolah-olah jadi berarti bahwa TA sebelumnya itu
salah sehingga perlu ada koreksi TA.
Saya sebagai seorang chartist jadi melihat bahwa bila saya menggunakan
istilah koreksi sama saja saya menganggap salah suatu pergerakan
ataupun TA, dan itu berarti saya merendahkan ilmu TA itu sendiri.
Selain juga menggunakan istilah pasar sedang koreksi seolah-oleh
sebelumnya pasar sudah bergerak salah padahal konsep market is always
right adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saya tidak ingin
merendahkan TA tidak juga ingin merendahkan pasar. Oleh karena itu
istilah koreksi saya tinggalkan per hari ini.
Sebagai gantinya, saya akan menggunakan istilah yang menurut saya
lebih tepat yaitu:
Temporary top reversal atau short term top reversal.
Istilah ini jelas jauh lebih tepat ketimbang istilah koreksi. Istilah
market terkoreksi, menurut saya lebih tepat dikatakan market sedang
turun secara temporer. Saya terbayang saja bila suatu saat bertemu
dengan orang awam kemudian saya ceritakan market sedang terkoreksi,
lalu dia bertanya kenapa terkoreksi. Apakah ada yang salah dengan
pergerakan sebelumya sehingga harus dikoreksi? Saya tentu akan
kesulitan menjawabnya. Kalau saya jelaskan, maksudnya market sedang
turun secara jangka pendek atau temporer. Bisa jadi dia lalu bertanya
balik kenapa tidak katakan saja sebenarnya market sedang turun secara
jangka pendek atau temporer. Hal ini karena market sedang koreksi itu
seolah2 ada yang salah dengan market sehingga perlu dikoreksi atau
dibetulkan.
Setelah menyadari kesalahan yang telah mendarah daging selama ini akan
penggunakan kata koreksi atau "correction" yang tidak tepat di dunia
grafik atau pasar, maka saya memilih untuk meninggalkan istilah
correction tersebut karena saya sadar tidak ada yang salah di pasar
ataupun TA sehingga perlu dikoreksi :)
Pro dan kontra terhadap pandangan di atas akan saya anggap sebagai
sesuatu yang wajar saja. Saya memilih untuk memulai menggunakan
istilah yang lebih tepat saja tanpa akan menyalahkan mereka yang masih
lebih suka menggunakan istilah koreksi.
Bagi yang ingin berpendapat berbeda, dipersilakan saja karena ini
forum bebas dan mungkin kita bertukar pikiran akan hal tersebut :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu