Saya juga sempat menghitung 'fair value' MDLN. Laba bersih sekitar 20%
dari penjualan (di Q1). Berita media, di Q2 sudah terjual 400M, dari
target 500M di 2011, atau kita mark up sedikit jadi 600M. Hasilnya,
laba setahun adalah 120M, atau kisaran EPS 40-an. Dengar PER wajar
15-an, maka harganya sekitar Rp 600-an. Diskon 25% jadi Rp 450-an. :)


Thursday, August 18, 2011, 10:08:08 PM, you wrote:


DY> Let see, apakah Mr. Positif01 merekomendasikan buy MDLN karena
DY> lagi hold banyak barang yang mau dibuang? Ataukah beneran mau
DY> menggiring opini milis untuk mengantarkan ke fair value MDLN yang
DY> seharusnya di kisaran 1200-an. Time will tell.. 


DY> Salam,
DY> Dimas




DY> Pada 18 Agustus 2011 18:21, lie cin <[email protected]> menulis:
DY>   


DY> wahh gini dong..analisanya bagus bgt,tgl marketnya aja..let see brapa % 
ketepatannya

DY> From: positif01 <[email protected]>
DY> To: 
DY> Sent: Thursday, August 18, 2011 2:56 PM
DY> Subject: [saham] Bisa diatur KIJA right issue @ Rp250 - tanya
DY> "Mengapa?"; dan alternatif MDLN bagi ritel/fund SM?


DY>   
DY> Pertanyaan "mengapa" atas rencana manajemen KIJA untuk melakukan
DY> 'right issue' pada harga Rp250 yang jauh di atas harga pasar
DY> tertinggi saat ini, akan menjelaskan informasi yang kami
DY> indikasikan beberapa waktu sebelumnya mengapa 'well-informed
DY> foreign traders/investors' memutuskan mendistribusi/keluar pada
DY> harga yang dipandang baik dan masih terhitung sangat mahal
DY> ('over-price') saat ini (Rp190-200). Dua (2) hal penting jawabnya:
DY> 1) skenario seputar pricing 'right issue', dan 2) valuasi pasar; penutup: 
alternatif.

DY> Ringkasnya sebagai berikut:

DY> 1) skenario pricing 'right issue'

DY> Lihat contoh/praktik wajar pricing 'right issue' big name and big cap:
DY> -UNTR - 03 Mei 2011 (rilis prospektus RI kepada BEI): execution
DY> price: Rp15.050 - closing price (03 Mei 2011): Rp23.450; diskon -35,82%
DY> -BMRI - 28 Desember 2010 (rilis prospektus RI kepada BEI):
DY> execution price: Rp5.000 - closing price (28 Desember 2010): Rp6.450; 
diskon -22,48%

DY> UNTR/BMRI adalah contoh dari hampir semua 'secondary offering'
DY> yang pasti memberikan harga eksekusi dengan diskon dari harga
DY> pasar. Logikanya sangat sederhana. Right issue adalah alternatif
DY> pendanaan ('fund raising') untuk agenda korporasi di luar pinjaman
DY> bank. Tidak ada pendanaan tanpa biaya ('cost of fund') bagi
DY> emiten. Pinjaman bank mengenakan bunga maka 'secondary offering'
DY> memberikan 'profit margin' bagi pemberi dana sehingga harga eksekusi 
diberikan diskon.

DY> KIJA?
DY> 16 Agustus 2011 (rilis prospektus RI kepada BEI): execution
DY> price: Rp250 - closing price (03 Mei 2011): Rp192; harga
DY> eksekusi/harga pasar +30.21% (tanpa diskon dan pemberi
DY> dana/shareholders justru membayar ekstra).

DY> Kok bisa?
DY> Ya, jelas bisa kalau prospektus 'right issue'-nya dicermati
DY> mendalam. Dan, akan sampai pada kesimpulan bahwa Rp250 bukan harga
DY> riil eksekusi bagi 'stand-by buyer', tetapi ongkos riil bagi
DY> 'non-informed secondary offering buyers'.
DY> -Rencana penggunaan dana: akuisisi PT Banten West Java Tourism
DY> Development (BWJ) dan PT Tanjung Lesung Leisure Industry (TLLI).
DY> -Siapa pemilik BWJ? Meadowood Capital, Ltd. (77,72%); Green
DY> Emerald Investment, Ltd. (10,29%) 
DY> -Siapa pemilik TLLI? BWJ (78,73%)
DY> -Siapa stand-by buyer right issue? Meadowood Capital Ltd. dan Green Emerald 
Investment Ltd.

DY> Rp250? Rp500 juga bisa kalau mau, tentu terlalu 'exaggerated'
DY> bagi persepsi pasar. Bagi stand-by buyer yang merangkap penerima
DY> dana akuisisi dari right issue, tinggal 'mark up' selisih
DY> kemahalan harga saham KIJA ke dalam nilai akuisisi. Yang apes?
DY> Yang tidak punya 'leverage' atau posisi terhadap skenario
DY> pendanaan ini karena mereka akan membayar Rp250 harga
DY> super-premium penuh dari kantongnya sendiri.

DY> 
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201108/E28724F3-64E8-42D5-8678-5A635785A1F9.PDF

DY> Jadi, berapa kisaran harga sebenarnya?

DY> 2) valuasi pasar

DY> Mudahnya menyimak
DY> 
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/13123/Harga-Saham-Jababeka-Lebih-Mahal-dari-Rata-Rata-Emiten-Properti.

DY> Dengan EPS ttm (q2)= Rp4,778 (empat koma tujuh tujuh delapan)
DY> maka closing price 16 Agustus lalu menghasilkan P/E ttm= 40,185.
DY> IFT dalam link di atas menyebutkan, "Dengah harga saham pada 16
DY> Agustus 2011 sebesar Rp 192, maka trailing price earning (PE) 2011
DY> mencapai 40 kali jauh dari rata-rata emiten properti sebesar 19 kali."

DY> Kalau P/E rata-rata industri 19 kali maka ekspektasi harga pasar KIJA= Rp91.

DY> Oleh karena itu, asing mendistribusikan holding KIJA-nya.:d
DY> Jargon-nya "Pasar global koreksi, yang murah banyak, kenapa cari
DY> yang mahal, apalagi laba akan terdilusi."

DY> Alternatif:
DY> Apabila otot perut traders/investor memang cukup kuat menahan
DY> volatilitas pasar secara umum, mencari dan memilih prospek yang
DY> jelas murah dan positif/'improving' jauh lebih baik/aman ketimbang
DY> bertahan kepada pilihan yang jelas mahal dan didasari tanpa
DY> pengetahuan yang memadai sebagaimana contoh terjebaknya
DY> berbondong-bondong ritel pada KIJA ketika institusi asing justru
DY> sibuk mendistribusi harga pada level yang nyaman berkat topangan ritel.

DY> MDLN jauh lebih prospektif dan terbukti faktual atas data/laporan kinerja 
tertulis.
DY> Bagaimana tidak? Dengan P/E historikal 10 tahun ke belakang
DY> (2001-2010) pada rasio terendah (lowest) 19,40 saja, P/E ttm
DY> (q1-2011) MDLN baru 16,04 pada closing price 16 Agustus 2011 @
DY> Rp335 dengan EPS ttm sampai rilis q1= Rp20,885.

DY> Bagaimana dengan prospek earnings q2? Rasanya sudah "dibocorkan"
DY> beberapa hari terakhir
DY> 
(http://www.investor.co.id/home/raih-penjualan-rp-400-m-modernland-siapkan-beberapa-klaster-hunian-baru/17681).
DY> EPS bertambah besar, P/E makin mengecil.

DY> Coba perbandingkan dengan LPCK yang P/E historical terendah 10
DY> tahun terakhir-nya 4,21, dan P/E ttm per 16 Agustus 2011 sudah ada
DY> di 12,78 atau 3 kali lipat P/E historikal terendah. Jika hal ini
DY> diterapkan dalam perhitungan valuasi P/E sederhana MDLN setara
DY> LPCK maka P/E-nya secara fundamental dapat mencapai 58,2. Is it
DY> possible and plausible? Very. Why? Karena P/E historikal MDLN 10
DY> tahun terakhir juga mencatat level tertinggi P/E ada pada 162,22 kali.

DY> P/E 58,2 maka harga ada pada kisaran? Rp1.216.

DY> On technical? Breakout konsolidasi panjang (strong case of
DY> breakout) dan pada 16 Agustus 2011, break 52 week high yang sudah
DY> bertahan selama 216 hari. Very-very strong breakout in all cases indeed.

DY> Ingat, hanya bagi yang yakin dengan prospek pasar ke depan, dan
DY> punya otot perut yang kuat. Pas untuk ukuran kantong lkuiditas
DY> ritel, dan fund manager small-medium.

DY> '+' 



DY> 



-- 
Tertanda,
Oguds [960000031]



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke