MDLN  HEAVY DISTRIBUTION. Ini yg aye liat... jauhin aja... masih byk yg adem 
adem, PGAS AKRA

From: Faried <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 18, 2011 3:32 PM
Subject: Re: [saham] Bisa diatur KIJA right issue @ Rp250 - tanya "Mengapa?"; 
danalternatif MDLN bagi ritel/fund SM?


  
Yaaaaaa udah sesi 2 baru ngirim email, telat infonya... 

Kesimpulannya keep buy KIJA ya Om :))

CMIIW 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: positif01 <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 18 Aug 2011 14:56:19 +0700
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [saham] Bisa diatur KIJA right issue @ Rp250 - tanya "Mengapa?"; dan 
alternatif MDLN bagi ritel/fund SM?
  
Pertanyaan "mengapa" atas rencana manajemen KIJA untuk melakukan 'right issue' 
pada harga Rp250 yang jauh di atas harga pasar tertinggi saat ini, akan 
menjelaskan informasi yang kami indikasikan beberapa waktu sebelumnya mengapa 
'well-informed foreign traders/investors' memutuskan mendistribusi/keluar pada 
harga yang dipandang baik dan masih terhitung sangat mahal ('over-price') saat 
ini (Rp190-200). Dua (2) hal penting jawabnya: 1) skenario seputar pricing 
'right issue', dan 2) valuasi pasar; penutup: alternatif. 

Ringkasnya sebagai berikut:

1) skenario pricing 'right issue'

Lihat contoh/praktik wajar pricing 'right issue' big name and big cap:
-UNTR - 03 Mei 2011 (rilis prospektus RI kepada BEI): execution price: Rp15.050 
- closing price (03 Mei 2011): Rp23.450; diskon -35,82%
-BMRI - 28 Desember 2010 (rilis prospektus RI kepada BEI): execution price: 
Rp5.000 - closing price (28 Desember 2010): Rp6.450; diskon -22,48%

UNTR/BMRI adalah contoh dari hampir semua 'secondary offering' yang pasti 
memberikan harga eksekusi dengan diskon dari harga pasar. Logikanya sangat 
sederhana. Right issue adalah alternatif pendanaan ('fund raising') untuk 
agenda korporasi di luar pinjaman bank. Tidak ada pendanaan tanpa biaya ('cost 
of fund') bagi emiten. Pinjaman bank mengenakan bunga maka 'secondary offering' 
memberikan 'profit margin' bagi pemberi dana sehingga harga eksekusi diberikan 
diskon. 

KIJA?
16 Agustus 2011 (rilis prospektus RI kepada BEI): execution price: Rp250 - 
closing price (03 Mei 2011): Rp192; harga eksekusi/harga pasar +30.21% (tanpa 
diskon dan pemberi dana/shareholders justru membayar ekstra).

Kok bisa?
Ya, jelas bisa kalau prospektus 'right issue'-nya dicermati mendalam. Dan, akan 
sampai pada kesimpulan bahwa Rp250 bukan harga riil eksekusi bagi 'stand-by 
buyer', tetapi ongkos riil bagi 'non-informed secondary offering buyers'.
-Rencana penggunaan dana: akuisisi PT Banten West Java Tourism Development 
(BWJ) dan PT Tanjung Lesung Leisure Industry (TLLI).
-Siapa pemilik BWJ? Meadowood Capital, Ltd. (77,72%); Green Emerald Investment, 
Ltd. (10,29%) 
-Siapa pemilik TLLI? BWJ (78,73%)
-Siapa stand-by buyer right issue? Meadowood Capital Ltd. dan Green Emerald 
Investment Ltd.

Rp250? Rp500 juga bisa kalau mau, tentu terlalu 'exaggerated' bagi persepsi 
pasar. Bagi stand-by buyer yang merangkap penerima dana akuisisi dari right 
issue, tinggal 'mark up' selisih kemahalan harga saham KIJA ke dalam nilai 
akuisisi. Yang apes? Yang tidak punya 'leverage' atau posisi terhadap skenario 
pendanaan ini karena mereka akan membayar Rp250 harga super-premium penuh dari 
kantongnya sendiri.

http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201108/E28724F3-64E8-42D5-8678-5A635785A1F9.PDF

Jadi, berapa kisaran harga sebenarnya?

2) valuasi pasar

Mudahnya 
menyimak http://www.indonesiafinancetoday.com/read/13123/Harga-Saham-Jababeka-Lebih-Mahal-dari-Rata-Rata-Emiten-Properti.

Dengan EPS ttm (q2)= Rp4,778 (empat koma tujuh tujuh delapan) maka closing 
price 16 Agustus lalu menghasilkan P/E ttm= 40,185.
IFT dalam link di atas menyebutkan, "Dengah harga saham pada 16 Agustus 2011 
sebesar Rp 192, maka trailing price earning (PE) 2011 mencapai 40 kali jauh 
dari rata-rata emiten properti sebesar 19 kali."

Kalau P/E rata-rata industri 19 kali maka ekspektasi harga pasar KIJA= Rp91.

Oleh karena itu, asing mendistribusikan holding KIJA-nya.:d
Jargon-nya "Pasar global koreksi, yang murah banyak, kenapa cari yang mahal, 
apalagi laba akan terdilusi."

Alternatif:
Apabila otot perut traders/investor memang cukup kuat menahan volatilitas pasar 
secara umum, mencari dan memilih prospek yang jelas murah dan 
positif/'improving' jauh lebih baik/aman ketimbang bertahan kepada pilihan yang 
jelas mahal dan didasari tanpa pengetahuan yang memadai sebagaimana contoh 
terjebaknya berbondong-bondong ritel pada KIJA ketika institusi asing justru 
sibuk mendistribusi harga pada level yang nyaman berkat topangan ritel.

MDLN jauh lebih prospektif dan terbukti faktual atas data/laporan kinerja 
tertulis.
Bagaimana tidak? Dengan P/E historikal 10 tahun ke belakang (2001-2010) pada 
rasio terendah (lowest) 19,40 saja, P/E ttm (q1-2011) MDLN baru 16,04 pada 
closing price 16 Agustus 2011 @ Rp335 dengan EPS ttm sampai rilis q1= Rp20,885.

Bagaimana dengan prospek earnings q2? Rasanya sudah "dibocorkan" beberapa hari 
terakhir 
(http://www.investor.co.id/home/raih-penjualan-rp-400-m-modernland-siapkan-beberapa-klaster-hunian-baru/17681).
 EPS bertambah besar, P/E makin mengecil.

Coba perbandingkan dengan LPCK yang P/E historical terendah 10 tahun 
terakhir-nya 4,21, dan P/E ttm per 16 Agustus 2011 sudah ada di 12,78 atau 3 
kali lipat P/E historikal terendah. Jika hal ini diterapkan dalam perhitungan 
valuasi P/E sederhana MDLN setara LPCK maka P/E-nya secara fundamental dapat 
mencapai 58,2. Is it possible and plausible? Very. Why? Karena P/E historikal 
MDLN 10 tahun terakhir juga mencatat level tertinggi P/E ada pada 162,22 kali.

P/E 58,2 maka harga ada pada kisaran? Rp1.216.

On technical? Breakout konsolidasi panjang (strong case of breakout) dan pada 
16 Agustus 2011, break 52 week high yang sudah bertahan selama 216 hari. 
Very-very strong breakout in all cases indeed.

Ingat, hanya bagi yang yakin dengan prospek pasar ke depan, dan punya otot 
perut yang kuat. Pas untuk ukuran kantong lkuiditas ritel, dan fund manager 
small-medium.

'+' 


Kirim email ke