Contohlah Amrik....Proteksionisme masih diberlakukan. Indonesia? Bukalah pintu impor lebar-lebar. Dukungan kebijakan minim untuk dukung petani ataupun nelayan. Asyik tenan....
Thanks, Bagya Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "hakitrader" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 20 Oct 2011 11:22:22 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Menbudpar baru Kalo kurang garam tinggal ambil air laut lalu dijemur matahari jadi tidak perlu import kalo mau import mungkin hanya garam bersodium (untuk mencegah gondok). http://www.facebook.com/hakie1 ----- Original Message ----- From: Vernichtung To: [email protected] Sent: Thursday, October 20, 2011 9:46 AM Subject: Re: [saham] Menbudpar baru Menurut saya sih jangan main larang dulu, karena masih ada masalah dengan produksi dalam negeri yg tdk mampu memenuhi kebutuhan pasar baik dalam volume maupun kualitas. Harus di fine-tune agar pelan2 impor bisa dihilangkan, kalau main larang bisa2 konsumen yg rugi besar, mengkonsumsi produk yg kualitasnya lebih buruk pada harga yg lebih mahal. 2011/10/20 hakitrader <[email protected]> Saya sih setuju import garam dilarang. Masa negara yg lautannya terluas didunia masih import garam. Apa kata Dunia? Siapa sih yg makan garam sampe sekilo? Garam jauh lebih murah dari gula jadi tidak masalah dg rakyat yg penghasilannya kecil. http://www.facebook.com/hakie1
