caranya tahu subsidi lebih banyak dinikmati golongan menegah ketas adalah dari persentase pemakaian BBM yang disubsidi itu. saya tdk punya angka pastinya tetapi pernah di rilis oleh ESDM dan entah siapa lagi. persentase yang terbesar adalah di pemakaian untuk kendaraan. jadi yang banyak menikmati subsidi adalah kendaraan apakah pribadi atau umum. kemudian kita juga tahu bahwa kendaraan pribadi lebih banyak daripada kendaraan umum.
dan yang punya kendaraan pribadi itu menurut saya yang menengah keatas (kalau yang ini disputable. tetapi saya yakin presentasi yang tidak punya kendaraan pribadi jauh lebih besar dari pada yang punya mobil pribadi (di Indonesia umumnya di jabodetabek khusus nya)). Bagaimana tahu kalau uang yang dihemat akan dilaksanakan ke project yang lebih bagus? yah itu diluar wewenang ESDM. ESDM hanya mencoba menghemat uang subsidi itu, selanjutnya diserahkan ke departmen lain yang akan menggunakan "pengganti subsidi itu", sesuai kebijaksanaan badan eksekutif yang memerintah sekarang Korupsi? yah semua orang tahu itu salah, tetapi lagi2 diluar wewenang ESDM. ESDM sudah melakukan kebjiksanaan/ tugas sesuai dengan kaidah2 teknik dan ekonomi yang benar. lagi pula kan ada bandannya yang akan menangani korupsi ini. wah mending bicara yang lain deh, kasihan yang lain di milis ini. saya sengaja ganti subject nya menjadi simulasi, karena mengharapkan ada yang membahas tentang simulasi. soalnya bandar2 itu pasti menggunakan simulasi atas reaksi kita2 kalau mereka melakukan suatu move. kalau caranya wamen esdm bicara, yah memang mungkin itu kelemahan dia. bukan tipe orator, tetapi mungkin itu juga kelebihan dia karena dia sangat tenang menghadapi diskusi fbs bukan pegawai ESDM, hanya seseorang yang berprofesi dibidang migas ________________________________ From: Susanto Salim <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, February 25, 2012 2:56 PM Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter Kalo harga bensin murah kan penjualan mobil bagus, akhirnya industri mobil bisa ekpansi pake tenaga kerja. Saya yang pas-pasan ini juga bisa pake duit kelebihan dari bensin (karena di subsidi) buat belanja di warung indomie depan rumah. bla..bla..bla.. nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), apa betul hasilnya bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan kesejahteraan yang lebih besar untuk lebih banyak orang (gimana ngukurnya)?. kalo kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas kita layak mendukung kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita sendiri gak tau apakah kebijakan ini menghasilkan kebaikan yang lebih besar untuk semua. ps: kok tau kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan menengah ke atas ? Gimana cara ngukurnya ? ----------- Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a Tornado in Texas? Edward N. Lorenz On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio <[email protected]> wrote: > > > > > > >catatan tambahan : yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang ini adalah >golongan menengah keatas, nah sekarang mau dialihkan supaya golongan menengah >ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi nya. > > >sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan sehari hari kalau >ongkos transport umum seperti bis, kereta listrik dll lebih murah, atau kalau >tidak bisa lebih murah, lebih nyaman juga ok. > > > > >fbs >
