Kita ini kan banyak yang berasumsi bahwa subsidi jelek thus harus dihilangkan, tanpa bisa menunjukkan bukti bahwa si subsidi ini memang jelek, dan tidak bisa pula menunjukkan keuntungan2 kalau tidak ada subsidi.
Mantra yang digunakan untuk membela pencabutan subsidi adalah subsidi tidak tepat sasaran, tanpa merinci sasaran yang tepat itu dimana dan mengapa dianggap tepat. Duit subsidi dianggap terbuang percuma, hallo...., kalo saya dan Anda karena beli bensin lebih murah bisa punya duit lebih untuk membeli barang dan jasa lainnya, apakah peningkatan manfaat ini dianggap tidak ada artinya atau sia2 ? Orang2 yang terima uang saya (misal warung indomie depan rumah) apa juga tidak mendapat manfaat dari tambahan uang yang ia terima ? Tentu saja argumen saya di atas bisa di counter dengan argument lain, saya hanya berharap debatnya bukan dengan cara menghina orang lain secara pribadi (ad-hominem|), tapi pake argumen yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. ps: apakah pak haki berpendapat biarkan saja orang2 di industri otomotif menderita ? asal....??? asal subsidi di cabut ? dalam arti pencabutan subsidi adalah baik dengan sendirinya(good in itself), thus tidak perlu alasan yang masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan ? On Sat, Feb 25, 2012 at 5:00 PM, hakitrader <[email protected]> wrote: > ** > > > ** > *bensin tidak disubsidi ya pake bbg yg lebih murah. memangnya kita minum > bensin dan hanya kerja dipabrik mobil?* > http://www.facebook.com/hakie1 > > ----- Original Message ----- > *From:* Susanto Salim <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Saturday, February 25, 2012 2:56 PM > *Subject:* Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen > ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter > > > > Kalo harga bensin murah kan penjualan mobil bagus, akhirnya industri mobil > bisa ekpansi pake tenaga kerja. Saya yang pas-pasan ini juga bisa pake duit > kelebihan dari bensin (karena di subsidi) buat belanja di warung indomie > depan rumah. bla..bla..bla.. > > nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), apa betul hasilnya > bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan kesejahteraan yang lebih besar > untuk lebih banyak orang (gimana ngukurnya)?. > > kalo kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas kita layak > mendukung kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita sendiri gak tau > apakah kebijakan ini menghasilkan kebaikan yang lebih besar untuk semua. > > ps: > kok tau kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan menengah ke > atas ? Gimana cara ngukurnya ? > ----------- > *Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a > Tornado in Texas? > *Edward N. Lorenz > > > > On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio < > [email protected]> wrote: > >> ** >> >> >> >> catatan tambahan : yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang ini >> adalah golongan menengah keatas, nah sekarang mau dialihkan supaya >> golongan menengah ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi nya. >> >> sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan sehari hari >> kalau ongkos transport umum seperti bis, kereta listrik dll lebih murah, >> atau kalau tidak bisa lebih murah, lebih nyaman juga ok. >> >> >> fbs >> >> > >
