Amerika masih kalah jauh tuh kalau soal kereta api cepat. 

Tapi sudah ada rencana untuk bangun network jalur kereta api cepat.  

Di Indonesia susah kalau masi di monopoli PTKA. 

Tapi peraturan yang baru si sudah memungkinkan faktor swasta. 

Kalau pemerintah ga ikutan atur harga baru akan lebih menarik. 

Lagian investor juga ga bego pasang harga tinggi kalau ga ada traffic. 

Contoh liat aja kota bandung sejak ada jalur tol. Bukti kalau ada jalan (tol / 
rel kereta api cepat) perkembangan ekonomi nya bagaimana. 

Tapi dengan ada nya KPK dan Pejabat nakal, makin susah buat keputusan. 

Mau ini salah mau itu salah. 

Yang ada semua proses lama. 


Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "hakitrader" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 25 Feb 2012 17:51:45 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter

Saya nonton film dokumenter Amerika di metrotv, Amerika maju pesat setelah 
membangun rel kereta api keseluruh kota di Amerika, ongkos transport yg murah 
membuat negara dan ekonomi maju pesat. 
http://www.facebook.com/hakie1
  ----- Original Message ----- 
  From: adi noe 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, February 25, 2012 5:02 PM
  Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter


    
  Takutnya meleduk kaya tabung 3 kg pak hakim


  sent from 3®

------------------------------------------------------------------------------

  From: "hakitrader" <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sat, 25 Feb 2012 17:00:23 +0700
  To: <[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter


    

  bensin tidak disubsidi ya pake bbg yg lebih murah. memangnya kita minum 
bensin dan hanya kerja dipabrik mobil?
  http://www.facebook.com/hakie1
    ----- Original Message ----- 
    From: Susanto Salim 
    To: [email protected] 
    Sent: Saturday, February 25, 2012 2:56 PM
    Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen 
ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter


      
    Kalo harga bensin murah kan penjualan mobil bagus, akhirnya industri mobil 
bisa ekpansi pake tenaga kerja. Saya yang pas-pasan ini juga bisa pake duit 
kelebihan dari bensin (karena di subsidi) buat belanja di warung indomie depan 
rumah. bla..bla..bla..

    nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), apa betul hasilnya 
bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan kesejahteraan yang lebih besar 
untuk lebih banyak orang (gimana ngukurnya)?.

    kalo kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas kita layak 
mendukung kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita sendiri gak tau apakah 
kebijakan ini menghasilkan kebaikan yang lebih besar untuk semua.

    ps:
    kok tau kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan menengah ke 
atas ? Gimana cara ngukurnya ?
    -----------
    Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a 
Tornado in Texas?
    Edward N. Lorenz





    On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio 
<[email protected]> wrote:







      catatan tambahan :  yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang ini 
adalah golongan menengah keatas,  nah sekarang mau dialihkan supaya golongan 
menengah ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi nya.


      sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan sehari hari 
kalau ongkos transport umum seperti bis, kereta listrik dll lebih murah, atau 
kalau tidak bisa lebih murah, lebih nyaman juga ok.




      fbs







  

Kirim email ke