hihihihi baru tersadar ya :D
kalau topik judi - saham mesti jadi panjang :D

ok om, give us your best snipping view sektor mana paling menunjang buat
ongkos spa bulan ini dong....:D


2012/3/3 JsxSniper <[email protected]>

> **
>
>
> ** Btw ada yg lucu bro...
>
> Kita kan join di millis saham dan otomotis ya dagang saham...
>
> Ngapain juga debat main saham judi ato bukan...
> Hehee...
>
> Back to topic aja yuh.. Btw Sectoral terbaik apa neh buat sebulan
> kedepan...
>
> Property ?
> Trade ?
> Mining ?
>
>
>
> JsxSniper
> Blog : http://jsxsniper.blogspot.com
> tw : @jsxsniper
> ------------------------------
> *From: * "caknoval" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 03 Mar 2012 11:28:02 -0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] Re: Sectoral
>
>
>
> Bermain dengan high probability tidak sama dengan judi. Kalau spekulasi
> iya.
>
> --- In [email protected], dumbfish2004@... wrote:
> >
> > Kl based on FA artinya investing dong?... Dioprek LK nya dgn tujuan
> mendapatkan deviden atau melihat growth suatu emiten.
> >
> > Tp kalau trading.. Kita bermain dgn high probability bu.. Atau based on
> TA.
> >
> > Thx
> > -----Original Message-----
> > From: kareni331@...
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sat, 3 Mar 2012 11:07:07
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
> >
> > Main saham itu tidak bisa dibilang judi/haram... Krn dari 4 mahdzab dlm
> Islam juga berbeda2 pendapatnya... Klo judi kan tidak bisa dipelajari n g
> bs diperhitungkan besar keuntungan/resikonya..sedangkan main saham kan msh
> bs diperhitungkan dengan menganalisa TA maupun FA
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "katrin" <kusumok@...>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sat, 3 Mar 2012 10:58:20
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
> >
> > Trading Zero Sum Game ??????? :d
> >
> > Jadi mules nahan ketawa :d
> >
> > sent with love®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: dumbfish2004@...
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sat, 3 Mar 2012 10:52:07
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
> >
> > Sekedar sharing bang Ian tanpa mengurangi rasa hormat.
> >
> > Definisi judi : kegiatan menghasilkan uang dimana satu pihak untung dan
> satu pihak rugi dengan Probabilitas keuntungan yg sangat rendah untuk pihak
> majority (pihak yg lemah / flocks)
> >
> > Trading = judi karena :
> > 1. Tidak lebih dari 5% trader yg survive sepanjang sejarah. Kita ngga
> usah sampai membahas probabilita berhasilnya suatu sistem trading, baru
> bahas keberhasilan trader yg selamat aja udah ga lebih dari 5%
> > 2. Trading saham itu zero sum money game (value keuntungan = value
> kerugian). Bayangkan ketika kita jual saham kita dgn keuntungan, ujung2nya
> pasti ada pihak yg merugi dgn jual harga dibawah.. Siklus ini berlanjut
> terus..
> >
> > Kesimpulan :
> > 1. Alangkah bagusnya kita menjauhi suatu bisnis yang keberhasilannya
> dibawah 5%, dan bisa merugikan org byk.
> >
> > 2. Seandainya tdk ada trader yg CL, maka para "market maker" ga laku,
> alhasil market menjadi pure investing dan lepas dari faktor judi...
> >
> > 3. Sebagai traders lama, pd umumnya kita tau bener, koreksi itu perlu
> (baca : byk traders CL) baru suatu saham "sehat" dan bisa naik terus. Atau
> kasarnya kita tau, para bandar mengharapkan traders CL supaya ditampung
> diharga bawah, dan dijual diatas kepada retail. Kemudian dishort lg
> dibawah, trader CL, dan bandar jualan lg diatas. Siklus ini jg terus
> berjalan dlm trading.
> >
> > 4. SANGAT lain dgn jualan dagangan, pihak yg membeli mempergunakan
> barang / jasa yg dijual utk kehidupan sehari2 dan keberhasilan diatas 50%.
> Dan tidak merugikan org lain. Ketika kita beli mangga, dan mangga itu turun
> harga, wajar bisnis pernah rugi, tp probabilitas ngga sampe 95% pasti rugi
> kan? Sekali dua kali bisnis pasti rugi.
> >
> > Kenapa dihalalkan dinegara yg "katanya" beragama? Karena ini bisnis
> menghasilkan duit. Kata setan "mau duit, iman nomor 2" :) yah mirip mirip
> bisnis rokok, kenapa bbrp pemerintah negara miskin / berkembang ga mau
> nutup pabrik rokok? Karena pajaknya tinggi, blm lg uang under table. Liat
> aja dinegara yg sayang rakyatnya, rokok mulai dipersulit. In the long run,
> suatu negara tanpa rokok PASTI akan jauh lebih sejahtera secara jasmani,
> rohani dan finansial. Belajarlah dari negara RRC yg dulu sarat dgn negara
> candu, sangat bobrok dulunya. Demikian jg saham, byk ngasilin duit buat
> kaum kapitalis :). Dan brp byk trader yg stress, bunuh diri, korbanin
> social life dan familynya.. Coba survey :)
> >
> > Saya rasa alasan, analogi dan kesimpulan diatas udah sangat kuat,
> terserah mo disikapi bagaimana, pertanggung jawaban secara pribadi aja deh.
> Dan menurut saya, trading = judi. Sampai sekrg saya jg mencari alasan untuk
> menghilangkan penolakan hati nurani saya, tp tdk dapat sampai sekrg, dan
> memang kemungkinan tidak ada.
> >
> > Bahan diatas hanya sebagai bahan diskusi yah, tdk ada unsur paksaan.
> Sekedar tambahan dari ikan bodoh
> >
> > Thx
> > -----Original Message-----
> > From: "Irwan Ariston Napitupulu" <irwanariston@...>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sat, 3 Mar 2012 09:10:21
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
> >
> >
> > Tidak semua orang lho senang/rela kalau trader saham dibilang penjudi.
> Nah, saya coba bukakan mindset banyak orang bahwa sebenarnya trader saham
> itu ngga beda dengan trader buah2an, trader mobil bekas, trader kain,
> trader money changer, dll spt yg saya sebutkan. Bedanya hanya komoditas yg
> ditradingkan saja. Kalau trading yg lain itu kita tdk bilang judi, maka tdk
> ada alasan utk bilang trading saham itu judi krn memiliki sifat yg sama,
> yaitu sebagai perantara saja alias trader alias pedagang.
> >
> > Kalau saya pribadi sih, berhubung ngga ada masalah mau dibilang judi
> atau tidak judi, ya santai2 sajalah. Terkadang malah saya suka ngejoke dgn
> broker saya atau kawan saya via BBM, dgn nulis "Gue lagi berjudi di saham
> XXXX di hrg YYYY dgn target di ZZZZ. Kalau meleset, tinggal cut saja,
> namanya juga lagi berjudi. :) "
> >
> > Biasanya broker dan teman2 yg saya BBM-an, suka kasih komentar, "Nekat
> kali kau. Alasannya apa nih?"
> >
> > Biasanya saya jawab, "Namanya juga judi, ngga perlu kebanyakan mikir.
> Kalau kebanyakan mikir, khan ngga jaminan pula pasti untung. Daripada
> banyak mikir, terus loss pula, khan mending loss tapi ngga pake banyak
> mikir. Ruginya cuma sekali, yaitu loss duit doang, dibanding loss dua kali,
> rugi duit dan rugi capek mikir. :) "
> >
> > Jadi, dalam situasi2 yg sifatnya pribadi, saya suka pakai istilah
> berjudi dengan dua tujuan/maksud:
> >
> > 1. Supaya saya ngga banyak ditanyain alasan saya maksud kenapa (walau
> saya selalu punya alasan masuk saham tertentu, cuma malas saja saya
> sharingkan hal tsb ke teman BBM-an).
> >
> > 2. Untuk mengentengkan mental trading saya supaya lebih berani buy and
> sell secara cepat tanpa kebanyakan mikir yg rumit2. Jadi lbh ke memberikan
> efek positif ke psikologis trading saya. Trader aktif spt saya hrs bisa
> cepat ambil keputusan tanpa harus berlama2 ataupun banyak pertimbangan shg
> jadi lbh sulit ambil keputusan buy or sell. Dan saya merasa lbh nyaman dan
> terbantukan psikologis trading saya dgn mengatakan berjudi :) Tentu saja
> bagi orang lain bisa berbeda ya, malah justru bisa sebaliknya, jadi
> terbeban dan tambah berat serta tidak nyaman lagi. Karenanya, soal istilah,
> cari yg paling cocok saja untuk diri kita, dan ngga perlu terlalu pusingkan
> apa kata orang yg memang bisa beragam pendapat itu. Apa yg kita yakini, dan
> baik untuk kita, hajar sajalah :)
> >
> > Saya pribadi melihat semua aktivitas yang ada, baik aktivitas di sektor
> riil atau sektor lainnya, semua dari sisi permainan atau perhitungan
> probabilitas saja.
> >
> > Saya jadi petani tomat, probabilitas saya untuk berhasil jauh lebih
> kecil ketimbang jadi trader saham. Hal ini karena saya tidak menguasai cara
> cari bibit tomat yang bagus, tidak tahu jenis tanah yang bagus untuk
> ditanami tomat, tidak tahu cara mengolah tanah agar bagus untuk tanaman
> tomat, tidak tahu cara membesarkan pohon tomat dari bibit sampai berbuah
> tomat yang siap dipetik baik jumlah air yg dibutuhkan maupun pupuk yg
> dibutuhkan, tidak paham cara memperkirakan harga tomat di pasaran saat
> tomat saya panen, tidak paham kalau panen jual tomat dalam jumlah banyak
> itu ke siapa dan bagaimana caranya dan sistem pembayarannya sepeti apa,
> tidak paham cara packaging tomat saat panen supaya ngga gampang busuk, dan
> banyak ketidakpahaman saya lainnya soal bisnis tomat. Alhasil, kalau saya
> mau mulai bisnis tomat, maka saya menghadapi resiko kegagalan yang sangat
> tinggi saat ini. Seperti kata Warren Buffett, "Risk comes from not knowing
> what you're doing." Semakin tinggi resiko yg kita hadapi atau terkandung
> dari aktivitas yg kita lakukan, maka oleh orang umum suka disebut kita
> sedang berjudi atau gambling akan hal tersebut.
> >
> > Jadi, berjudi atau gambling saya perhatikan istilah ini lebih dekat ke
> hal2 yg bersifat sangat tinggi resikonya.
> >
> > Bagi saya pribadi, trading atau investasi saham jauh lebih rendah
> resikonya ketimbang saya jadi petani tomat, atau punya toko bakery, atau
> punya salon, atau punya restauran. Tapi bagi Johny Andrean beda lagi, bagi
> dia punya toko bakery dan punya salon, jauh lebih rendah resikonya
> ketimbang dia jadi petani tomat ataupun trading saham.
> >
> > "Riks comes from not knowing what you're doing," merupakan kalimat
> Warren Buffett yang membukakan mata dan pikiran saya akan banyak hal dari
> aktivitas kehidupan maupun bisnis.
> >
> > Semoga sharing yang saya sampaikan ini bisa diambil sisi positifnya ya.
> Bisa menjadi pendorong bagi siapa saja untuk mau menggali lebih dalam,
> mempelajari lebih dalam agar aktivitas yang kita lakukan bisa meningkat
> probabilita keberhasilannya. Salam sukses selalu :)
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu
> >
> > Sent from my BlackBerry®
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Equity Indonesia <equity_indonesia@...>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sat, 3 Mar 2012 07:55:54
> > To: [email protected]<[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
> >
> > Nimbrung, ah... 'Mang klo dibilang judi, 'napa? Kesampingkan dulu moral.
> Judi itu suci klo menang. Klo kalah, bejat. He...he...he...Klo mau jadi
> tukang judi, jadilah calculated gamblers kayak mbah Karl Icahn dan/atau
> George Soros, jangan addicted gamblers.
> >
> > Saran ane: Riset dan analisa dulu barang2 yang ca'em fundamental dan
> masa lalunya,serta masa depannya yang kira2 kinclong n valuasinya lumayan
> murah, lalu sebarkan dananya ke barang2 ini. Barang2nya sebagian dihold
> untuk jangka panjang dengan memantau ketat LK kuartalan dan ekonomi makro n
> global. Sebagian lagi buat dijudiin (eh, sorry, dibuat
> trading...he...he...he...) dengan TA. Sorry, bro n sis... Ini cuma saran.
> Klo da tau, ya udeh. Ane 'gak pengen ngajarin burung terbang atawa ikan
> untuk berenang. Play safe, man...and always keep the good sense of
> humour!   :) :) :)
> >
> > Equity Indonesia
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...>
> > To: [email protected]
> > Sent: Saturday, 3 March 2012, 14:08
> > Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
> >
> >
> > Â
> > Kalau trader saham atau bahasa Indonesia pedagang saham, aktivitasnya
> disamakan dengan judi, kasihan nanti pedagang2 lainnya seperti pedagang
> buah, pedagang sayur, pedagang daging, pedagang ayam, pedagang mobil bekas,
> pedagang valuta asing, pedagang kain, pedagang elektronik, pedagang
> komputer, pedagang2 duit (bank itu kalau dilihat peran dan fungsinya mirip
> seperti pedagang juga), dan pedagang2 lainnya dianggap berjudi juga :)
> >
> > Tapi memang sih ada juga trader yg perilakunya seperti penjudi. Main
> masuk saja tanpa ada perhitungan atau analisa apapun. Sama seperti bila
> jadi pedagang buah, katakanlah buah mangga, yg ngga paham soal teknik
> dagang buah mangga. Jadi, dia main hajar saja beli banyak mangga dengan
> harga Rp6000/kilo untuk dijual di Rp8000 karena seingat dia tahun lalu
> harga mangga bisa laku segitu. Ngga tahunya setelah beli dengan harga
> Rp6000/kilo, sebenarnya harga mangga karena lagi masuk musim panen, bisa
> hanya sekitar Rp2000 per kilo, dan ke peritel hanya bisa dijual sekitar
> Rp4000/kilo, sehingga dia jadi rugi Rp2000 per kilo.
> >
> > Jadi, sebenarnya soal judi atau tidaknya sih tergantung dari bagaimana
> kita memperlakukan hal tersebut atau aktivitas tersebut saja sih menurut
> saya. Kalau serampangan, ya sifatnya jadi lebih seperti berjudi. Kalau
> tidak serampangan (walaupun akhirnya merugi) bagi saya tidak berjudi. Bank
> pun kalau main kasih kucuran kredit tanpa memeriksa latar belakang
> perusahaan/kreditur, bagi saya bank nya sedang berjudi. :)
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu
> >
> >
> > 2012/3/3 panda <panda.kuswadi@...>
> >
> >
> > >
> > >
> > >Ga banyak yang ngakuin kalo jadi trader sama aja kek judi :p
> > >Sy sepenuhnya ngakuin hehehehehe
> > >Kalo bicara valuasi atau investing mungkin baru namanya investasi dan
> ga bisa disamain
> > >
> > >Tapi nanti threadnya jadi panjang nih :p
> > >Btw sy pengen belajar baca chart, krn selama ini cuma ngandeling
> feeling, mirip kek dedona, tapi so far hasilnya ga bikin kecewa kok,
> mungkin juga banyak faktor luck nya
> > >
> > >Yang jadi pertanyaan, apa iya kalo bisa baca chart dah pasti cuan?
> Karna ada beberapa pertimbangan saya
> > >Chart bisa dibikin, kalo liat pergerakan dimonitor dgn dipantengin bisa
> keliatan kalo saham lagi digoreng, kan chart kebentuk kalo dah kejadian, ga
> bisa liat bid dari super tebel tiba2 ngilang CMIIW
> > >Dah gitu kalo dipantengin akan keliatan beneran atau cuma digoreng liat
> dari trk yang terjadi
> > >Chart juga kadang telat krn berupa histori, pas masuk justru udah telat
> deh, waktunya cuci piring
> > >
> > >Sayangnya hasil feeling yang saya lakuin makan waktu yg ga sedikit, dan
> bikin sakit kepala krn terus mantengin layar n ganggu kerjaan :d
> > >Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> > >
> > >________________________________
> > >
> > >From: "kangduren" <kangduren@...>
> > >Sender: [email protected]
> > >Date: Fri, 02 Mar 2012 17:27:01 -0000
> > >To: <[email protected]>
> > >ReplyTo: [email protected]
> > >Subject: [saham] Re: Sectoral
> > >
> > >Â
> > >Dedona tiap hr nentuin saham dr pergerakan murni dan dia langsung masuk
> beberapa poin dia langsung keluar, gitu ya? saya lupa2 ingat.
> > >
> > >perlu tools juga buat liat pergerakan, dan perlu modal juga utk masuk
> keluar cepat, apalagi kalo gerak barengan.
> > >Yg saya ingat dia begitu, krn dia ga percaya analisis dan prediksi dr
> broker dll. ya?
> > >saya lupa, pernah ngaku ga di sini, saya berjudi di saham :D
> > >saya sejak tahun 2011, lebih banyak judi nya, caranya pake sentimen dan
> pergerakan harga, tp krn belon bisa diprog hasilnya masih minim, skr lagi
> mumet cr logikanya, juga krn modal saya ga besar dan rumit milih sahamnya
> (program belon ada), saya ekspektasi tinggi, jd sebisa mungkin betah di
> saham tsb sejauh saham itu saya anggap uptrend, hehehe.....
> > >
> > >skr lagi taraf menimbang2, memperbaiki metode, hehehe.......
> > >
> > >--- In [email protected], "caknoval" <noval.invest@> wrote:
> > >>
> > >> Kalau gitu mending gak usah pake indikator sekalian seperti yang
> dilakukan oleh master trading Joseph Dedona (hebat ya. gak pake indikator
> tapi bisa jadi master :-)). Dia cuma ambil dikit cuan dari tiap saham tapi
> rajin bergerilya. Sehari bisa belasan kali keluar masuk saham. Sore hari
> semua barang dia sudah bersih terjual. Dia tidak pernah pegang barang untuk
> disimpan meski cuma semalam. Dia bilang bisa tidur nyenyak karena cash
> sudah di tangan. Besoknya baru gerilya lagi.
> > >> Mau coba begitu, kang Duren? :-D
> > >>
> > >>
> > >> --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@> wrote:
> > >> >
> > >> > jd pake trendline aja ya neng? :D
> > >> > ane share deh, pake indikator saat skr keknya sulit, timeframe
> pendek/ sedang, whipsaw, dibuat lama, ga sensitif, kecuali udah punya modal
> bawah bisa tenang.
> > >> > ada yg coba pake Elliott Wave ga? denger2 ampuh loh, ada rule2 nya
> termasuk rule waktu, liku2nya :D
> > >> >
> > >> >
> > >> > --- In [email protected], katrin <kusumok@> wrote:
> > >> > >
> > >> > > Kadang-2 terlalu banyak indicator malah bikin pusing....:D
> > >> > > Kadang-2 terlalu focus kepada saham malah kelupaan mikirin
> "bigger picture"
> > >> > > Just sharing price channel sectoral... :D
> > >> > >
> > >> > >
> > >> > >
> > >> > > [image: Inline image 2]
> > >> > > [image: Inline image 3]
> > >> > > [image: Inline image 4]
> > >> > > [image: Inline image 5]
> > >> > > [image: Inline image 6]
> > >> > > [image: Inline image 7]
> > >> > > [image: Inline image 8]
> > >> > > [image: Inline image 9]
> > >> > >
> > >> >
> > >>
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>   
>



-- 
Sent With Love *©*

Kirim email ke