http://www.saham.us/index.php/belajar-saham/umum/9271-investor-jangka-pa\
njang-adalah-pejudi-terbesar
<http://www.saham.us/index.php/belajar-saham/umum/9271-investor-jangka-p\
anjang-adalah-pejudi-terbesar>

--- In [email protected], "hakitrader" <hakitrader@...> wrote:
>
> Dalam keadaan pasar yg fluktuatif seperti sekarang maka trading lebih
baik dari investing, contohnya indf setelah mencapai highestnya di 5750
sekarang turun ke 4800-5200, begitu juga tlkm dari 9800 turun ke 7
ribuan. Hanya saja utk trading yg sulit menentukan timing yg tepat utk
masuk dan juga keluarnya. Untuk beberapa saham, investing / Let your
profit runs malah lebih banyak cuannya misalnya kkgi, gtbo, kaef, lcgp,
mapi, akra dsbnya.
> http://www.facebook.com/hakie1
>   ----- Original Message -----
>   From: panda
>   To: [email protected]
>   Sent: Saturday, March 03, 2012 6:50 PM
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>   Wah, bener kan kalo ngbahas ini jadi panjang x lebar :p, ga mungkin
tuntas, ga ada yang salah semua pendapat yang penting dijalani dgn
keyakinan aja,
>   Saya sendiri dari awal bilang tidak banyak yang ngakuin trading
(bukan investing), n that's fine, bukan sesuatu yang harus
dipermasalahin
>   Toh saya sendiri berpendapat sama dengan judi tapi tetep sy jalanin
juga :d hehehehehehehe, kalau alasan saya selama saya masih untung dan
keuntungan memang bukan buat macam2, kecuali seandainya saya loss
habis2an, mgkin saya quit (ya iyalah :d) wkwkwkwkwkwkwkw
>
>   Makasih buat yang mau sharing ya, n maaf kalau ada pihak yang merasa
dipojokkan, ga ada maksud hanya tukar pikiran aja
>
>
>   Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung Teruuusss...!
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>
>   From: dumbfish2004@...
>   Sender: [email protected]
>   Date: Sat, 3 Mar 2012 11:25:09 +0000
>   To: [email protected]
>   ReplyTo: [email protected]
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>   Kl based on FA artinya investing dong?... Dioprek LK nya dgn tujuan
mendapatkan deviden atau melihat growth suatu emiten.
>
>   Tp kalau trading.. Kita bermain dgn high probability bu.. Atau based
on TA.
>
>   Thx
>
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>
>   From: kareni331@...
>   Sender: [email protected]
>   Date: Sat, 3 Mar 2012 11:07:07 +0000
>   To: [email protected]
>   ReplyTo: [email protected]
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>   Main saham itu tidak bisa dibilang judi/haram... Krn dari 4 mahdzab
dlm Islam juga berbeda2 pendapatnya... Klo judi kan tidak bisa
dipelajari n g bs diperhitungkan besar keuntungan/resikonya..sedangkan
main saham kan msh bs diperhitungkan dengan menganalisa TA maupun FA
>
>   Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung Teruuusss...!
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>
>   From: "katrin" kusumok@...
>   Sender: [email protected]
>   Date: Sat, 3 Mar 2012 10:58:20 +0000
>   To: [email protected]
>   ReplyTo: [email protected]
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>   Trading Zero Sum Game ??????? :d
>
>   Jadi mules nahan ketawa :d
>
>
>   sent with love®
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>
>   From: dumbfish2004@...
>   Sender: [email protected]
>   Date: Sat, 3 Mar 2012 10:52:07 +0000
>   To: [email protected]
>   ReplyTo: [email protected]
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>   Sekedar sharing bang Ian tanpa mengurangi rasa hormat.
>
>   Definisi judi : kegiatan menghasilkan uang dimana satu pihak untung
dan satu pihak rugi dengan Probabilitas keuntungan yg sangat rendah
untuk pihak majority (pihak yg lemah / flocks)
>
>   Trading = judi karena :
>   1. Tidak lebih dari 5% trader yg survive sepanjang sejarah. Kita
ngga usah sampai membahas probabilita berhasilnya suatu sistem trading,
baru bahas keberhasilan trader yg selamat aja udah ga lebih dari 5%
>   2. Trading saham itu zero sum money game (value keuntungan = value
kerugian). Bayangkan ketika kita jual saham kita dgn keuntungan,
ujung2nya pasti ada pihak yg merugi dgn jual harga dibawah.. Siklus ini
berlanjut terus..
>
>   Kesimpulan :
>   1. Alangkah bagusnya kita menjauhi suatu bisnis yang keberhasilannya
dibawah 5%, dan bisa merugikan org byk.
>
>   2. Seandainya tdk ada trader yg CL, maka para "market maker" ga
laku, alhasil market menjadi pure investing dan lepas dari faktor
judi...
>
>   3. Sebagai traders lama, pd umumnya kita tau bener, koreksi itu
perlu (baca : byk traders CL) baru suatu saham "sehat" dan bisa naik
terus. Atau kasarnya kita tau, para bandar mengharapkan traders CL
supaya ditampung diharga bawah, dan dijual diatas kepada retail.
Kemudian dishort lg dibawah, trader CL, dan bandar jualan lg diatas.
Siklus ini jg terus berjalan dlm trading.
>
>   4. SANGAT lain dgn jualan dagangan, pihak yg membeli mempergunakan
barang / jasa yg dijual utk kehidupan sehari2 dan keberhasilan diatas
50%. Dan tidak merugikan org lain. Ketika kita beli mangga, dan mangga
itu turun harga, wajar bisnis pernah rugi, tp probabilitas ngga sampe
95% pasti rugi kan? Sekali dua kali bisnis pasti rugi.
>
>   Kenapa dihalalkan dinegara yg "katanya" beragama? Karena ini bisnis
menghasilkan duit. Kata setan "mau duit, iman nomor 2" :) yah mirip
mirip bisnis rokok, kenapa bbrp pemerintah negara miskin / berkembang ga
mau nutup pabrik rokok? Karena pajaknya tinggi, blm lg uang under table.
Liat aja dinegara yg sayang rakyatnya, rokok mulai dipersulit. In the
long run, suatu negara tanpa rokok PASTI akan jauh lebih sejahtera
secara jasmani, rohani dan finansial. Belajarlah dari negara RRC yg dulu
sarat dgn negara candu, sangat bobrok dulunya. Demikian jg saham, byk
ngasilin duit buat kaum kapitalis :). Dan brp byk trader yg stress,
bunuh diri, korbanin social life dan familynya.. Coba survey :)
>
>   Saya rasa alasan, analogi dan kesimpulan diatas udah sangat kuat,
terserah mo disikapi bagaimana, pertanggung jawaban secara pribadi aja
deh. Dan menurut saya, trading = judi. Sampai sekrg saya jg mencari
alasan untuk menghilangkan penolakan hati nurani saya, tp tdk dapat
sampai sekrg, dan memang kemungkinan tidak ada.
>
>   Bahan diatas hanya sebagai bahan diskusi yah, tdk ada unsur paksaan.
Sekedar tambahan dari ikan bodoh
>
>   Thx
>
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>
>   From: "Irwan Ariston Napitupulu" irwanariston@...
>   Sender: [email protected]
>   Date: Sat, 3 Mar 2012 09:10:21 +0000
>   To: [email protected]
>   ReplyTo: [email protected]
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>
>   Tidak semua orang lho senang/rela kalau trader saham dibilang
penjudi. Nah, saya coba bukakan mindset banyak orang bahwa sebenarnya
trader saham itu ngga beda dengan trader buah2an, trader mobil bekas,
trader kain, trader money changer, dll spt yg saya sebutkan. Bedanya
hanya komoditas yg ditradingkan saja. Kalau trading yg lain itu kita tdk
bilang judi, maka tdk ada alasan utk bilang trading saham itu judi krn
memiliki sifat yg sama, yaitu sebagai perantara saja alias trader alias
pedagang.
>
>   Kalau saya pribadi sih, berhubung ngga ada masalah mau dibilang judi
atau tidak judi, ya santai2 sajalah. Terkadang malah saya suka ngejoke
dgn broker saya atau kawan saya via BBM, dgn nulis "Gue lagi berjudi di
saham XXXX di hrg YYYY dgn target di ZZZZ. Kalau meleset, tinggal cut
saja, namanya juga lagi berjudi. :) "
>
>   Biasanya broker dan teman2 yg saya BBM-an, suka kasih komentar,
"Nekat kali kau. Alasannya apa nih?"
>
>   Biasanya saya jawab, "Namanya juga judi, ngga perlu kebanyakan
mikir. Kalau kebanyakan mikir, khan ngga jaminan pula pasti untung.
Daripada banyak mikir, terus loss pula, khan mending loss tapi ngga pake
banyak mikir. Ruginya cuma sekali, yaitu loss duit doang, dibanding loss
dua kali, rugi duit dan rugi capek mikir. :) "
>
>   Jadi, dalam situasi2 yg sifatnya pribadi, saya suka pakai istilah
berjudi dengan dua tujuan/maksud:
>
>   1. Supaya saya ngga banyak ditanyain alasan saya maksud kenapa
(walau saya selalu punya alasan masuk saham tertentu, cuma malas saja
saya sharingkan hal tsb ke teman BBM-an).
>
>   2. Untuk mengentengkan mental trading saya supaya lebih berani buy
and sell secara cepat tanpa kebanyakan mikir yg rumit2. Jadi lbh ke
memberikan efek positif ke psikologis trading saya. Trader aktif spt
saya hrs bisa cepat ambil keputusan tanpa harus berlama2 ataupun banyak
pertimbangan shg jadi lbh sulit ambil keputusan buy or sell. Dan saya
merasa lbh nyaman dan terbantukan psikologis trading saya dgn mengatakan
berjudi :) Tentu saja bagi orang lain bisa berbeda ya, malah justru bisa
sebaliknya, jadi terbeban dan tambah berat serta tidak nyaman lagi.
Karenanya, soal istilah, cari yg paling cocok saja untuk diri kita, dan
ngga perlu terlalu pusingkan apa kata orang yg memang bisa beragam
pendapat itu. Apa yg kita yakini, dan baik untuk kita, hajar sajalah :)
>
>   Saya pribadi melihat semua aktivitas yang ada, baik aktivitas di
sektor riil atau sektor lainnya, semua dari sisi permainan atau
perhitungan probabilitas saja.
>
>   Saya jadi petani tomat, probabilitas saya untuk berhasil jauh lebih
kecil ketimbang jadi trader saham. Hal ini karena saya tidak menguasai
cara cari bibit tomat yang bagus, tidak tahu jenis tanah yang bagus
untuk ditanami tomat, tidak tahu cara mengolah tanah agar bagus untuk
tanaman tomat, tidak tahu cara membesarkan pohon tomat dari bibit sampai
berbuah tomat yang siap dipetik baik jumlah air yg dibutuhkan maupun
pupuk yg dibutuhkan, tidak paham cara memperkirakan harga tomat di
pasaran saat tomat saya panen, tidak paham kalau panen jual tomat dalam
jumlah banyak itu ke siapa dan bagaimana caranya dan sistem
pembayarannya sepeti apa, tidak paham cara packaging tomat saat panen
supaya ngga gampang busuk, dan banyak ketidakpahaman saya lainnya soal
bisnis tomat. Alhasil, kalau saya mau mulai bisnis tomat, maka saya
menghadapi resiko kegagalan yang sangat tinggi saat ini. Seperti kata
Warren Buffett, "Risk comes from not knowing what you're doing." Semakin
tinggi resiko yg kita hadapi atau terkandung dari aktivitas yg kita
lakukan, maka oleh orang umum suka disebut kita sedang berjudi atau
gambling akan hal tersebut.
>
>   Jadi, berjudi atau gambling saya perhatikan istilah ini lebih dekat
ke hal2 yg bersifat sangat tinggi resikonya.
>
>   Bagi saya pribadi, trading atau investasi saham jauh lebih rendah
resikonya ketimbang saya jadi petani tomat, atau punya toko bakery, atau
punya salon, atau punya restauran. Tapi bagi Johny Andrean beda lagi,
bagi dia punya toko bakery dan punya salon, jauh lebih rendah resikonya
ketimbang dia jadi petani tomat ataupun trading saham.
>
>   "Riks comes from not knowing what you're doing," merupakan kalimat
Warren Buffett yang membukakan mata dan pikiran saya akan banyak hal
dari aktivitas kehidupan maupun bisnis.
>
>   Semoga sharing yang saya sampaikan ini bisa diambil sisi positifnya
ya. Bisa menjadi pendorong bagi siapa saja untuk mau menggali lebih
dalam, mempelajari lebih dalam agar aktivitas yang kita lakukan bisa
meningkat probabilita keberhasilannya. Salam sukses selalu :)
>
>   jabat erat,
>   Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>   Sent from my BlackBerry®
>
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>
>   From: Equity Indonesia equity_indonesia@...
>   Sender: [email protected]
>   Date: Sat, 3 Mar 2012 07:55:54 +0000 (GMT)
>   To: [email protected][email protected]
>   ReplyTo: [email protected]
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>   Nimbrung, ah... 'Mang klo dibilang judi, 'napa? Kesampingkan dulu
moral. Judi itu suci klo menang. Klo kalah, bejat. He...he...he...Klo
mau jadi tukang judi, jadilah calculated gamblers kayak mbah Karl Icahn
dan/atau George Soros, jangan addicted gamblers.
>
>   Saran ane: Riset dan analisa dulu barang2 yang ca'em fundamental dan
masa lalunya,serta masa depannya yang kira2 kinclong n valuasinya
lumayan murah, lalu sebarkan dananya ke barang2 ini. Barang2nya sebagian
dihold untuk jangka panjang dengan memantau ketat LK kuartalan dan
ekonomi makro n global. Sebagian lagi buat dijudiin (eh, sorry, dibuat
trading...he...he...he...) dengan TA. Sorry, bro n sis... Ini cuma
saran. Klo da tau, ya udeh. Ane 'gak pengen ngajarin burung terbang
atawa ikan untuk berenang. Play safe, man...and always keep the good
sense of humour!   :) :) :)
>
>   Equity Indonesia
>
>
>
>
------------------------------------------------------------------------\
------
>   From: Irwan Ariston Napitupulu irwanariston@...
>   To: [email protected]
>   Sent: Saturday, 3 March 2012, 14:08
>   Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>
>   Kalau trader saham atau bahasa Indonesia pedagang saham,
aktivitasnya disamakan dengan judi, kasihan nanti pedagang2 lainnya
seperti pedagang buah, pedagang sayur, pedagang daging, pedagang ayam,
pedagang mobil bekas, pedagang valuta asing, pedagang kain, pedagang
elektronik, pedagang komputer, pedagang2 duit (bank itu kalau dilihat
peran dan fungsinya mirip seperti pedagang juga), dan pedagang2 lainnya
dianggap berjudi juga :)
>
>   Tapi memang sih ada juga trader yg perilakunya seperti penjudi. Main
masuk saja tanpa ada perhitungan atau analisa apapun. Sama seperti bila
jadi pedagang buah, katakanlah buah mangga, yg ngga paham soal teknik
dagang buah mangga. Jadi, dia main hajar saja beli banyak mangga dengan
harga Rp6000/kilo untuk dijual di Rp8000 karena seingat dia tahun lalu
harga mangga bisa laku segitu. Ngga tahunya setelah beli dengan harga
Rp6000/kilo, sebenarnya harga mangga karena lagi masuk musim panen, bisa
hanya sekitar Rp2000 per kilo, dan ke peritel hanya bisa dijual sekitar
Rp4000/kilo, sehingga dia jadi rugi Rp2000 per kilo.
>
>   Jadi, sebenarnya soal judi atau tidaknya sih tergantung dari
bagaimana kita memperlakukan hal tersebut atau aktivitas tersebut saja
sih menurut saya. Kalau serampangan, ya sifatnya jadi lebih seperti
berjudi. Kalau tidak serampangan (walaupun akhirnya merugi) bagi saya
tidak berjudi. Bank pun kalau main kasih kucuran kredit tanpa memeriksa
latar belakang perusahaan/kreditur, bagi saya bank nya sedang berjudi.
:)
>
>   jabat erat,
>   Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>   2012/3/3 panda panda.kuswadi@...
>
>
>
>     Ga banyak yang ngakuin kalo jadi trader sama aja kek judi :p
>     Sy sepenuhnya ngakuin hehehehehe
>     Kalo bicara valuasi atau investing mungkin baru namanya investasi
dan ga bisa disamain
>
>     Tapi nanti threadnya jadi panjang nih :p
>     Btw sy pengen belajar baca chart, krn selama ini cuma ngandeling
feeling, mirip kek dedona, tapi so far hasilnya ga bikin kecewa kok,
mungkin juga banyak faktor luck nya
>
>     Yang jadi pertanyaan, apa iya kalo bisa baca chart dah pasti cuan?
Karna ada beberapa pertimbangan saya
>     Chart bisa dibikin, kalo liat pergerakan dimonitor dgn dipantengin
bisa keliatan kalo saham lagi digoreng, kan chart kebentuk kalo dah
kejadian, ga bisa liat bid dari super tebel tiba2 ngilang CMIIW
>     Dah gitu kalo dipantengin akan keliatan beneran atau cuma digoreng
liat dari trk yang terjadi
>     Chart juga kadang telat krn berupa histori, pas masuk justru udah
telat deh, waktunya cuci piring
>
>     Sayangnya hasil feeling yang saya lakuin makan waktu yg ga
sedikit, dan bikin sakit kepala krn terus mantengin layar n ganggu
kerjaan :d
>     Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung Teruuusss...!
>
>
------------------------------------------------------------------------\
----
>
>     From: "kangduren" kangduren@...
>     Sender: [email protected]
>     Date: Fri, 02 Mar 2012 17:27:01 -0000
>     To: [email protected]
>     ReplyTo: [email protected]
>     Subject: [saham] Re: Sectoral
>
>
>
>     Dedona tiap hr nentuin saham dr pergerakan murni dan dia langsung
masuk beberapa poin dia langsung keluar, gitu ya? saya lupa2 ingat.
>
>     perlu tools juga buat liat pergerakan, dan perlu modal juga utk
masuk keluar cepat, apalagi kalo gerak barengan.
>     Yg saya ingat dia begitu, krn dia ga percaya analisis dan prediksi
dr broker dll. ya?
>     saya lupa, pernah ngaku ga di sini, saya berjudi di saham :D
>     saya sejak tahun 2011, lebih banyak judi nya, caranya pake
sentimen dan pergerakan harga, tp krn belon bisa diprog hasilnya masih
minim, skr lagi mumet cr logikanya, juga krn modal saya ga besar dan
rumit milih sahamnya (program belon ada), saya ekspektasi tinggi, jd
sebisa mungkin betah di saham tsb sejauh saham itu saya anggap uptrend,
hehehe.....
>
>     skr lagi taraf menimbang2, memperbaiki metode, hehehe.......
>
>     --- In [email protected], "caknoval" noval.invest@ wrote:
>     >
>     > Kalau gitu mending gak usah pake indikator sekalian seperti yang
dilakukan oleh master trading Joseph Dedona (hebat ya. gak pake
indikator tapi bisa jadi master :-)). Dia cuma ambil dikit cuan dari
tiap saham tapi rajin bergerilya. Sehari bisa belasan kali keluar masuk
saham. Sore hari semua barang dia sudah bersih terjual. Dia tidak pernah
pegang barang untuk disimpan meski cuma semalam. Dia bilang bisa tidur
nyenyak karena cash sudah di tangan. Besoknya baru gerilya lagi.
>     > Mau coba begitu, kang Duren? :-D
>     >
>     >
>     > --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@> wrote:
>     > >
>     > > jd pake trendline aja ya neng? :D
>     > > ane share deh, pake indikator saat skr keknya sulit, timeframe
pendek/ sedang, whipsaw, dibuat lama, ga sensitif, kecuali udah punya
modal bawah bisa tenang.
>     > > ada yg coba pake Elliott Wave ga? denger2 ampuh loh, ada rule2
nya termasuk rule waktu, liku2nya :D
>     > >
>     > >
>     > > --- In [email protected], katrin <kusumok@> wrote:
>     > > >
>     > > > Kadang-2 terlalu banyak indicator malah bikin pusing....:D
>     > > > Kadang-2 terlalu focus kepada saham malah kelupaan mikirin
"bigger picture"
>     > > > Just sharing price channel sectoral... :D
>     > > >
>     > > >
>     > > >
>     > > > [image: Inline image 2]
>     > > > [image: Inline image 3]
>     > > > [image: Inline image 4]
>     > > > [image: Inline image 5]
>     > > > [image: Inline image 6]
>     > > > [image: Inline image 7]
>     > > > [image: Inline image 8]
>     > > > [image: Inline image 9]
>     > > >
>     > >
>     >
>

Kirim email ke