Betul juga indf highest 6800 pd tgl 23 aug 2011 dan 5750 pd tgl 28 oct 2011.
http://www.facebook.com/hakie1
----- Original Message -----
From: wandelon
To: [email protected]
Sent: Sunday, March 04, 2012 5:28 PM
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Bukannya highestnya INDF 6800 pak haki ?
Maaf kalo saya salah
Rgds,
Sent from my BlackBerry®
------------------------------------------------------------------------------
From: "hakitrader" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 4 Mar 2012 16:57:44 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Dalam keadaan pasar yg fluktuatif seperti sekarang maka trading lebih baik
dari investing, contohnya indf setelah mencapai highestnya di 5750 sekarang
turun ke 4800-5200, begitu juga tlkm dari 9800 turun ke 7 ribuan. Hanya saja
utk trading yg sulit menentukan timing yg tepat utk masuk dan juga keluarnya.
Untuk beberapa saham, investing / Let your profit runs malah lebih banyak
cuannya misalnya kkgi, gtbo, kaef, lcgp, mapi, akra dsbnya.
http://www.facebook.com/hakie1
----- Original Message -----
From: panda
To: [email protected]
Sent: Saturday, March 03, 2012 6:50 PM
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Wah, bener kan kalo ngbahas ini jadi panjang x lebar :p, ga mungkin tuntas,
ga ada yang salah semua pendapat yang penting dijalani dgn keyakinan aja,
Saya sendiri dari awal bilang tidak banyak yang ngakuin trading (bukan
investing), n that's fine, bukan sesuatu yang harus dipermasalahin
Toh saya sendiri berpendapat sama dengan judi tapi tetep sy jalanin juga :d
hehehehehehehe, kalau alasan saya selama saya masih untung dan keuntungan
memang bukan buat macam2, kecuali seandainya saya loss habis2an, mgkin saya
quit (ya iyalah :d) wkwkwkwkwkwkwkw
Makasih buat yang mau sharing ya, n maaf kalau ada pihak yang merasa
dipojokkan, ga ada maksud hanya tukar pikiran aja
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!
----------------------------------------------------------------------------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Mar 2012 11:25:09 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Kl based on FA artinya investing dong?... Dioprek LK nya dgn tujuan
mendapatkan deviden atau melihat growth suatu emiten.
Tp kalau trading.. Kita bermain dgn high probability bu.. Atau based on TA.
Thx
----------------------------------------------------------------------------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Mar 2012 11:07:07 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Main saham itu tidak bisa dibilang judi/haram... Krn dari 4 mahdzab dlm
Islam juga berbeda2 pendapatnya... Klo judi kan tidak bisa dipelajari n g bs
diperhitungkan besar keuntungan/resikonya..sedangkan main saham kan msh bs
diperhitungkan dengan menganalisa TA maupun FA
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!
----------------------------------------------------------------------------
From: "katrin" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Mar 2012 10:58:20 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Trading Zero Sum Game ??????? :d
Jadi mules nahan ketawa :d
sent with love®
----------------------------------------------------------------------------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Mar 2012 10:52:07 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Sekedar sharing bang Ian tanpa mengurangi rasa hormat.
Definisi judi : kegiatan menghasilkan uang dimana satu pihak untung dan
satu pihak rugi dengan Probabilitas keuntungan yg sangat rendah untuk pihak
majority (pihak yg lemah / flocks)
Trading = judi karena :
1. Tidak lebih dari 5% trader yg survive sepanjang sejarah. Kita ngga usah
sampai membahas probabilita berhasilnya suatu sistem trading, baru bahas
keberhasilan trader yg selamat aja udah ga lebih dari 5%
2. Trading saham itu zero sum money game (value keuntungan = value
kerugian). Bayangkan ketika kita jual saham kita dgn keuntungan, ujung2nya
pasti ada pihak yg merugi dgn jual harga dibawah.. Siklus ini berlanjut terus..
Kesimpulan :
1. Alangkah bagusnya kita menjauhi suatu bisnis yang keberhasilannya
dibawah 5%, dan bisa merugikan org byk.
2. Seandainya tdk ada trader yg CL, maka para "market maker" ga laku,
alhasil market menjadi pure investing dan lepas dari faktor judi...
3. Sebagai traders lama, pd umumnya kita tau bener, koreksi itu perlu (baca
: byk traders CL) baru suatu saham "sehat" dan bisa naik terus. Atau kasarnya
kita tau, para bandar mengharapkan traders CL supaya ditampung diharga bawah,
dan dijual diatas kepada retail. Kemudian dishort lg dibawah, trader CL, dan
bandar jualan lg diatas. Siklus ini jg terus berjalan dlm trading.
4. SANGAT lain dgn jualan dagangan, pihak yg membeli mempergunakan barang /
jasa yg dijual utk kehidupan sehari2 dan keberhasilan diatas 50%. Dan tidak
merugikan org lain. Ketika kita beli mangga, dan mangga itu turun harga, wajar
bisnis pernah rugi, tp probabilitas ngga sampe 95% pasti rugi kan? Sekali dua
kali bisnis pasti rugi.
Kenapa dihalalkan dinegara yg "katanya" beragama? Karena ini bisnis
menghasilkan duit. Kata setan "mau duit, iman nomor 2" :) yah mirip mirip
bisnis rokok, kenapa bbrp pemerintah negara miskin / berkembang ga mau nutup
pabrik rokok? Karena pajaknya tinggi, blm lg uang under table. Liat aja
dinegara yg sayang rakyatnya, rokok mulai dipersulit. In the long run, suatu
negara tanpa rokok PASTI akan jauh lebih sejahtera secara jasmani, rohani dan
finansial. Belajarlah dari negara RRC yg dulu sarat dgn negara candu, sangat
bobrok dulunya. Demikian jg saham, byk ngasilin duit buat kaum kapitalis :).
Dan brp byk trader yg stress, bunuh diri, korbanin social life dan familynya..
Coba survey :)
Saya rasa alasan, analogi dan kesimpulan diatas udah sangat kuat, terserah
mo disikapi bagaimana, pertanggung jawaban secara pribadi aja deh. Dan menurut
saya, trading = judi. Sampai sekrg saya jg mencari alasan untuk menghilangkan
penolakan hati nurani saya, tp tdk dapat sampai sekrg, dan memang kemungkinan
tidak ada.
Bahan diatas hanya sebagai bahan diskusi yah, tdk ada unsur paksaan.
Sekedar tambahan dari ikan bodoh
Thx
----------------------------------------------------------------------------
From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Mar 2012 09:10:21 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Tidak semua orang lho senang/rela kalau trader saham dibilang penjudi. Nah,
saya coba bukakan mindset banyak orang bahwa sebenarnya trader saham itu ngga
beda dengan trader buah2an, trader mobil bekas, trader kain, trader money
changer, dll spt yg saya sebutkan. Bedanya hanya komoditas yg ditradingkan
saja. Kalau trading yg lain itu kita tdk bilang judi, maka tdk ada alasan utk
bilang trading saham itu judi krn memiliki sifat yg sama, yaitu sebagai
perantara saja alias trader alias pedagang.
Kalau saya pribadi sih, berhubung ngga ada masalah mau dibilang judi atau
tidak judi, ya santai2 sajalah. Terkadang malah saya suka ngejoke dgn broker
saya atau kawan saya via BBM, dgn nulis "Gue lagi berjudi di saham XXXX di hrg
YYYY dgn target di ZZZZ. Kalau meleset, tinggal cut saja, namanya juga lagi
berjudi. :) "
Biasanya broker dan teman2 yg saya BBM-an, suka kasih komentar, "Nekat kali
kau. Alasannya apa nih?"
Biasanya saya jawab, "Namanya juga judi, ngga perlu kebanyakan mikir. Kalau
kebanyakan mikir, khan ngga jaminan pula pasti untung. Daripada banyak mikir,
terus loss pula, khan mending loss tapi ngga pake banyak mikir. Ruginya cuma
sekali, yaitu loss duit doang, dibanding loss dua kali, rugi duit dan rugi
capek mikir. :) "
Jadi, dalam situasi2 yg sifatnya pribadi, saya suka pakai istilah berjudi
dengan dua tujuan/maksud:
1. Supaya saya ngga banyak ditanyain alasan saya maksud kenapa (walau saya
selalu punya alasan masuk saham tertentu, cuma malas saja saya sharingkan hal
tsb ke teman BBM-an).
2. Untuk mengentengkan mental trading saya supaya lebih berani buy and sell
secara cepat tanpa kebanyakan mikir yg rumit2. Jadi lbh ke memberikan efek
positif ke psikologis trading saya. Trader aktif spt saya hrs bisa cepat ambil
keputusan tanpa harus berlama2 ataupun banyak pertimbangan shg jadi lbh sulit
ambil keputusan buy or sell. Dan saya merasa lbh nyaman dan terbantukan
psikologis trading saya dgn mengatakan berjudi :) Tentu saja bagi orang lain
bisa berbeda ya, malah justru bisa sebaliknya, jadi terbeban dan tambah berat
serta tidak nyaman lagi. Karenanya, soal istilah, cari yg paling cocok saja
untuk diri kita, dan ngga perlu terlalu pusingkan apa kata orang yg memang bisa
beragam pendapat itu. Apa yg kita yakini, dan baik untuk kita, hajar sajalah :)
Saya pribadi melihat semua aktivitas yang ada, baik aktivitas di sektor
riil atau sektor lainnya, semua dari sisi permainan atau perhitungan
probabilitas saja.
Saya jadi petani tomat, probabilitas saya untuk berhasil jauh lebih kecil
ketimbang jadi trader saham. Hal ini karena saya tidak menguasai cara cari
bibit tomat yang bagus, tidak tahu jenis tanah yang bagus untuk ditanami tomat,
tidak tahu cara mengolah tanah agar bagus untuk tanaman tomat, tidak tahu cara
membesarkan pohon tomat dari bibit sampai berbuah tomat yang siap dipetik baik
jumlah air yg dibutuhkan maupun pupuk yg dibutuhkan, tidak paham cara
memperkirakan harga tomat di pasaran saat tomat saya panen, tidak paham kalau
panen jual tomat dalam jumlah banyak itu ke siapa dan bagaimana caranya dan
sistem pembayarannya sepeti apa, tidak paham cara packaging tomat saat panen
supaya ngga gampang busuk, dan banyak ketidakpahaman saya lainnya soal bisnis
tomat. Alhasil, kalau saya mau mulai bisnis tomat, maka saya menghadapi resiko
kegagalan yang sangat tinggi saat ini. Seperti kata Warren Buffett, "Risk comes
from not knowing what you're doing." Semakin tinggi resiko yg kita hadapi atau
terkandung dari aktivitas yg kita lakukan, maka oleh orang umum suka disebut
kita sedang berjudi atau gambling akan hal tersebut.
Jadi, berjudi atau gambling saya perhatikan istilah ini lebih dekat ke hal2
yg bersifat sangat tinggi resikonya.
Bagi saya pribadi, trading atau investasi saham jauh lebih rendah resikonya
ketimbang saya jadi petani tomat, atau punya toko bakery, atau punya salon,
atau punya restauran. Tapi bagi Johny Andrean beda lagi, bagi dia punya toko
bakery dan punya salon, jauh lebih rendah resikonya ketimbang dia jadi petani
tomat ataupun trading saham.
"Riks comes from not knowing what you're doing," merupakan kalimat Warren
Buffett yang membukakan mata dan pikiran saya akan banyak hal dari aktivitas
kehidupan maupun bisnis.
Semoga sharing yang saya sampaikan ini bisa diambil sisi positifnya ya.
Bisa menjadi pendorong bagi siapa saja untuk mau menggali lebih dalam,
mempelajari lebih dalam agar aktivitas yang kita lakukan bisa meningkat
probabilita keberhasilannya. Salam sukses selalu :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Sent from my BlackBerry®
----------------------------------------------------------------------------
From: Equity Indonesia <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Mar 2012 07:55:54 +0000 (GMT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Nimbrung, ah... 'Mang klo dibilang judi, 'napa? Kesampingkan dulu moral.
Judi itu suci klo menang. Klo kalah, bejat. He...he...he...Klo mau jadi tukang
judi, jadilah calculated gamblers kayak mbah Karl Icahn dan/atau George Soros,
jangan addicted gamblers.
Saran ane: Riset dan analisa dulu barang2 yang ca'em fundamental dan masa
lalunya,serta masa depannya yang kira2 kinclong n valuasinya lumayan murah,
lalu sebarkan dananya ke barang2 ini. Barang2nya sebagian dihold untuk jangka
panjang dengan memantau ketat LK kuartalan dan ekonomi makro n global. Sebagian
lagi buat dijudiin (eh, sorry, dibuat trading...he...he...he...) dengan TA.
Sorry, bro n sis... Ini cuma saran. Klo da tau, ya udeh. Ane 'gak pengen
ngajarin burung terbang atawa ikan untuk berenang. Play safe, man...and always
keep the good sense of humour! :) :) :)
Equity Indonesia
----------------------------------------------------------------------------
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, 3 March 2012, 14:08
Subject: Re: [saham] Re: Sectoral
Kalau trader saham atau bahasa Indonesia pedagang saham, aktivitasnya
disamakan dengan judi, kasihan nanti pedagang2 lainnya seperti pedagang buah,
pedagang sayur, pedagang daging, pedagang ayam, pedagang mobil bekas, pedagang
valuta asing, pedagang kain, pedagang elektronik, pedagang komputer, pedagang2
duit (bank itu kalau dilihat peran dan fungsinya mirip seperti pedagang juga),
dan pedagang2 lainnya dianggap berjudi juga :)
Tapi memang sih ada juga trader yg perilakunya seperti penjudi. Main masuk
saja tanpa ada perhitungan atau analisa apapun. Sama seperti bila jadi pedagang
buah, katakanlah buah mangga, yg ngga paham soal teknik dagang buah mangga.
Jadi, dia main hajar saja beli banyak mangga dengan harga Rp6000/kilo untuk
dijual di Rp8000 karena seingat dia tahun lalu harga mangga bisa laku segitu.
Ngga tahunya setelah beli dengan harga Rp6000/kilo, sebenarnya harga mangga
karena lagi masuk musim panen, bisa hanya sekitar Rp2000 per kilo, dan ke
peritel hanya bisa dijual sekitar Rp4000/kilo, sehingga dia jadi rugi Rp2000
per kilo.
Jadi, sebenarnya soal judi atau tidaknya sih tergantung dari bagaimana kita
memperlakukan hal tersebut atau aktivitas tersebut saja sih menurut saya. Kalau
serampangan, ya sifatnya jadi lebih seperti berjudi. Kalau tidak serampangan
(walaupun akhirnya merugi) bagi saya tidak berjudi. Bank pun kalau main kasih
kucuran kredit tanpa memeriksa latar belakang perusahaan/kreditur, bagi saya
bank nya sedang berjudi. :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2012/3/3 panda <[email protected]>
Ga banyak yang ngakuin kalo jadi trader sama aja kek judi :p
Sy sepenuhnya ngakuin hehehehehe
Kalo bicara valuasi atau investing mungkin baru namanya investasi dan ga
bisa disamain
Tapi nanti threadnya jadi panjang nih :p
Btw sy pengen belajar baca chart, krn selama ini cuma ngandeling feeling,
mirip kek dedona, tapi so far hasilnya ga bikin kecewa kok, mungkin juga banyak
faktor luck nya
Yang jadi pertanyaan, apa iya kalo bisa baca chart dah pasti cuan? Karna
ada beberapa pertimbangan saya
Chart bisa dibikin, kalo liat pergerakan dimonitor dgn dipantengin bisa
keliatan kalo saham lagi digoreng, kan chart kebentuk kalo dah kejadian, ga
bisa liat bid dari super tebel tiba2 ngilang CMIIW
Dah gitu kalo dipantengin akan keliatan beneran atau cuma digoreng liat
dari trk yang terjadi
Chart juga kadang telat krn berupa histori, pas masuk justru udah telat
deh, waktunya cuci piring
Sayangnya hasil feeling yang saya lakuin makan waktu yg ga sedikit, dan
bikin sakit kepala krn terus mantengin layar n ganggu kerjaan :d
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!
--------------------------------------------------------------------------
From: "kangduren" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 02 Mar 2012 17:27:01 -0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [saham] Re: Sectoral
Dedona tiap hr nentuin saham dr pergerakan murni dan dia langsung masuk
beberapa poin dia langsung keluar, gitu ya? saya lupa2 ingat.
perlu tools juga buat liat pergerakan, dan perlu modal juga utk masuk
keluar cepat, apalagi kalo gerak barengan.
Yg saya ingat dia begitu, krn dia ga percaya analisis dan prediksi dr
broker dll. ya?
saya lupa, pernah ngaku ga di sini, saya berjudi di saham :D
saya sejak tahun 2011, lebih banyak judi nya, caranya pake sentimen dan
pergerakan harga, tp krn belon bisa diprog hasilnya masih minim, skr lagi mumet
cr logikanya, juga krn modal saya ga besar dan rumit milih sahamnya (program
belon ada), saya ekspektasi tinggi, jd sebisa mungkin betah di saham tsb sejauh
saham itu saya anggap uptrend, hehehe.....
skr lagi taraf menimbang2, memperbaiki metode, hehehe.......
--- In [email protected], "caknoval" <noval.invest@...> wrote:
>
> Kalau gitu mending gak usah pake indikator sekalian seperti yang
dilakukan oleh master trading Joseph Dedona (hebat ya. gak pake indikator tapi
bisa jadi master :-)). Dia cuma ambil dikit cuan dari tiap saham tapi rajin
bergerilya. Sehari bisa belasan kali keluar masuk saham. Sore hari semua barang
dia sudah bersih terjual. Dia tidak pernah pegang barang untuk disimpan meski
cuma semalam. Dia bilang bisa tidur nyenyak karena cash sudah di tangan.
Besoknya baru gerilya lagi.
> Mau coba begitu, kang Duren? :-D
>
>
> --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@> wrote:
> >
> > jd pake trendline aja ya neng? :D
> > ane share deh, pake indikator saat skr keknya sulit, timeframe
pendek/ sedang, whipsaw, dibuat lama, ga sensitif, kecuali udah punya modal
bawah bisa tenang.
> > ada yg coba pake Elliott Wave ga? denger2 ampuh loh, ada rule2 nya
termasuk rule waktu, liku2nya :D
> >
> >
> > --- In [email protected], katrin <kusumok@> wrote:
> > >
> > > Kadang-2 terlalu banyak indicator malah bikin pusing....:D
> > > Kadang-2 terlalu focus kepada saham malah kelupaan mikirin "bigger
picture"
> > > Just sharing price channel sectoral... :D
> > >
> > >
> > >
> > > [image: Inline image 2]
> > > [image: Inline image 3]
> > > [image: Inline image 4]
> > > [image: Inline image 5]
> > > [image: Inline image 6]
> > > [image: Inline image 7]
> > > [image: Inline image 8]
> > > [image: Inline image 9]
> > >
> >
>