Bagian maintenance saham CASS itu bukan? Cardig Aero Service Tbk, IPO  
kira-kira awal bulan Desember 2011.

On Wed, 07 Mar 2012 23:00:04 +0700, kangduren <[email protected]> wrote:

> taktik tertentu pak Dahlan nawarin ke JK kali tuh, entar takut di  
> belakang hr ribut2, kek pembelian pesawat merpati, eh ga tau nya ikut  
> tanda tangan setuju :D
> GIAA katanya udah dilepas ya bagian maintenance nya atau belon?
> kekny biang keroknya di situ, apa atas nama nasionalis dulunya sama kek  
> DI, tapi ternyata dijarah?
> hehehe........
> :peace:
>
> --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu  
> <irwanariston@...> wrote:
>>
>> Total saham GIAA ada 22.640.996.000 lembar. Jadi, kalau hanya  
>> 3.008.406.725
>> lembar itu cuma 13,28% saja dari total seluruh saham GIAA yg  
>> diterbitkan.
>> Kasih ke asing sajalah, toh dikasih ke asing semua juga mereka masih
>> minoritas.
>> Saham BUMN yg ada di BEI saat ini juga banyak koq yg kepemilikan  
>> asingnya
>> lebih dari 13%, santai2 saja tuh. :)
>>
>> Kalau ditunda2 penjualannya, kasihanlah tiga sekuritas plat merah yg
>> terpaksa harus menanggung beban bunga terus. Mumpung lagi ada yg mau  
>> beli,
>> kasih sajalah. Mudah2an, setelah ada asing yg masuk ke jajaran direksi
>> Garuda Indonesia nantinya, maka kinerja GIAA jadi makin baik dan  
>> akhirnya
>> bisa mengalahkan kinerja Air Asia. :)
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2012/3/7 Nico Adhitya <nico.adhitya@...>
>>
>> >
>> >
>> > *Jakarta* - Pemilik Kalla Grup, yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla  
>> (JK)
>> > menegaskan tak berminat untuk menyerap sebagian saham Garuda yang kini
>> > masih dipegang 3 sekuritas BUMN. JK mengaku tak sanggup membeli nilai  
>> saham
>> > yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu.
>> >
>> > "Nggak minat, nggak sanggup, tidak pernah main saham. Lagi pula ini  
>> kan
>> > perusahaan BUMN," tegas JK kepada *detikFinance*, Rabu (7/3/2012)
>> >
>> > JK menuturkan beban saham yang harus ditanggung oleh 3 perusahaan
>> > sekuritas BUMN itu suatu risiko bisnis. Sejak awal seharusnya para
>> > perusahaan sekuritas sudah menghitung proyeksi harga saham yang bisa
>> > diserap pasar.
>> >
>> > "Kan ada penjamin, namanya pedagang nggak selalu untung, dia harus
>> > menjual, itu tergantung proyeksi sejak awal," katanya.
>> >
>> > Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, siap
>> > merayu pengusaha nasional termasuk Sandiaga Uno, untuk memiliki saham  
>> PT
>> > Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga perusahaan sekuritas. Dahlan  
>> juga
>> > menawarkan saham Garuda yang sepi peminat ini ke mantan Wakil  
>> Presiden RI
>> > Jusuf Kalla (JK).
>> >
>> > Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan
>> > negara, jatuh ke tangan asing. "Sekuritas yang pegang saham Garuda  
>> sudah
>> > ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang  
>> tertarik.
>> > Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa ngga ada
>> > pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya.
>> >
>> > Lalu kemanakah Dahlan akan menawarkan saham GIAA? Ia hanya sempat  
>> menyebut
>> > Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, yang barang kali tertarik untuk memiliki
>> > saham Garuda.
>> >
>> > "Ya mungkin JK (Jusuf Kalla), atau Sandi (Sandiaga Uno). Ada satu lagi
>> > pengusaha asal Jawa Timur. Namun saya lewat media saja, nanti kalau  
>> saya
>> > tawarkan nanti disalahkan lagi," tuturnya.
>> >
>> > Keinginan ini menurut Dahlan datang dari aspirasi masyarakat. Jangan  
>> lagi
>> > ada perusahaan negara dimiliki asing. Karena sudah waktunya masyarakat
>> > mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan
>> > Indonesia.
>> >
>> > "Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke
>> > asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN  
>> haruslah
>> > ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tambahnya.
>> >
>> > *"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin
>> > menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi  
>> pemegang
>> > saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.***
>> > *
>> > *
>> > Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT
>> > Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham
>> > perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di  
>> pasar
>> > karena dianggap terlalu mahal.
>> >
>> > Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham
>> > 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp  
>> 2,256
>> > triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi  
>> berimbang dan
>> > kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan  
>> dan
>> > disetor penuh GIAA.
>> > *(hen/dnl)*
>> >
>> > sumber :
>> >  
>> http://finance.detik.com/read/2012/03/07/115528/1859998/6/ditawari-dahlan-beli-saham-garuda-jk-saya-tak-pernah-main-saham


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke